“Temani kesepianku, maka uangku adalah uangmu!"
Demi kesembuhan sang ibu, Ermi Azrina rela menjadi Fake Affair yang berarti ia hanya perlu menjalankan misi agar Nesya Key (istri sah) sakit hati hingga menuntut perceraian.
Mampukah Ermi menyelesaikan misinya dengan baik? Apakah mungkin Key yang sangat mencintai suaminya mau bercerai hanya karena kehadiran orang ketiga? Apa motif di balik Fake Affair yang Varon Mero lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 ~ Pelanggan
Belum sempat diapa-apakan oleh customernya, Ermi langsung ditinggalkan begitu saja. Apa lagi penyebabnya kalau bukan mual berakhir muntah yang datang tiba-tiba ketika disentuh oleh customer yang akan memakai jasanya.
Mami marah bukan main atas apa yang terjadi, bagaimana tidak bila ia harus mengembalikan uang yang sudah dibayarkan. Pada akhirnya, Ermi pun mengakui bahwa ia tengah hamil. Gagal menjadi wanita malam, Ermi pun diberikan pekerjaan berat di mana ia harus membersihkan club tanpa digaji.
Meski begitu, Ermi sama sekali tidak pergi melarikan diri dari tempat tersebut. Meski tidak digaji, setidaknya ia punya tempat tinggal dan diberikan makanan walau seadanya. Ermi akan pergi ketika ia selesai melahirkan nanti, karena mana mungkin ia membesarkan anaknya di lingkungan yang seperti saat ini ia tinggali.
Beberapa bulan berlalu, perut Ermi semakin membesar, kandungnya sudah memasuki usia 37 minggu. Bukannya mempersiapkan segala hal menuju persalinan, Ermi justru terus bekerja tanpa henti meski terkadang sering sakit-sakitan.
"Kamar mandi di lantai dua belum, kan?" tanya sang Mami pemilik Club. Ermi pun menganggukkan kepala. Wajahnya terlihat pucat karena belum makan apa pun. Ya, Ermi akan diberikan makan jika semua pekerjaannya selesai.
"Ya sudah, tunggu apalagi? Cepat bersihkan!" bentaknya kemudian berlalu pergi. Ermi menghela napas berat, kemudian naik ke lantai dua dengan menaiki anak tangga satu persatu, karena lift akan dioperasikan kembali saat malam datang dan club dibuka.
Sampai di lantai dua, Ermi pun mulai membersihkan kamar mandi yang ada di setiap kamar. Sore hari barulah ia menyelesaikan pekerjaannya, ia pun melahap makan siangnya dengan cepat karena benar-benar sudah kelaparan.
"Apa benar kamu sudah tidak mual dan muntah lagi?" tanya Mami yang baru saja menyelesaikan makan siangnya.
"Iya, Mami," jawab Ermi jujur.
"Bagus, kalau begitu besok kamu mulai terima jasa lagi," balasnya membuat Ermi kaget.
"Maaf, Mami. Sepertinya saya sudah tidak berminta menjadi wanita malam. Emm, saya tidak masalah dengan pekerjaan yang saya lakukan saat ini," sanggah Ermi lebih memilih bersih-bersih daripada menjadi wanita malam.
"Kamu pikir kamu bisa ngelahirin bayi kamu sendirian, hem? Tidak kan? Dan apa kamu pikir orang lain yang akan membiayai persalinanmu? Tidak juga, kan? Persalinan, biaya hidup bayimu nanti, kamu pikir siapa lagi yang akan membiayainya selain aku?" terang Mami membuat Ermi terdiam seribu bahasa. Bagaimana bisa ia tidak memikirkan tentang hal itu sebelumnya.
"Saya hamil, mami. Apa mungkin ada yang mau menerima jasa saya?" Ermi masih mencoba mengelak, kandungannya sudah semakin membesar, ia tak lagi berminat melakukan pekerjaan haram itu.
"Kebetulan ada pelanggan yang menginginkan sensasi bercinta dengan wanita hamil, dia akan membayarmu mahal. Untuk itu kamu harus layani dia dengan baik, setelan makan langsung mandi dan bersiap, gak pakai lama!" tegasnya langsung melenggang pergi meninggalkan Ermi seorang diri.
Mendengar penuturan Mami, nafsu makan Ermi mendadak hilang. Tiba-tiba saja ia merasa kenyang padahal sisa makanan di piringnya masih sangat banyak. Ermi menyudahi makannya dan beranjak menuju kamar. Selesai mandi, Ermi mengenakan dress seksi yang tadi diberikan oleh Mami.
"Bagaimana kondisi ibu saat ini? Haruskah aku hubungi dokter untuk menanyakannya?" tanya Ermi pada dirinya sendiri.
Meski ragu dan takut, Ermi melangkah menuju lemari, mengambil ponsel, kemudian mengaktifkannya. Tidak ada nomor siapa pun di sana, Ermi ingat ia telah membuang kartu simnya.
"Ermi terjebak di tempat ini, Bu. Ermi tidak bisa pergi ke mana pun meski sangat merindukan ibu," keluh Ermi dengan air mata yang mengalir deras.
Tok, tok, tok!
Pintu diketuk dengan keras.
"Ermi! Ermi buka pintunya!" terdengar suara lantang Mami yang memanggilnya. Ermi langsung bangkit dan membuka pintu.
"Astaga! Kenapa belum siap juga, Ermi? Tamunya sudah nunggu kamu dari tadi! Gimana, sih?"
"Maaf, Mami "
"Maaf-maaf. Mami tunggu satu menit kamu sudah harus sudah siap!" ancamnya menunggu di depan pintu sembari mengipas wajah dengan kipas berukuran mini.
Sementara Ermi langsung menyisir rambut setengah basahnya, kemudian mengaplikasikan make up tipis di wajah cantiknya.
Tak sampai satu menit, Ermi pun telah siap dengan dress seksi yang jelas mempertontonkan belahan dadanya yang semakin montok. Namun, masih kalah montok dengan perutnya yang semakin membulat.
Sepanjang perjalanan menuju kamar vvip yang dipesan oleh tamunya, Ermi terus berpikir siapa sebenarnya sosok yang katanya ingin merasakan sensasi bercinta dengan perempuan hamil.
Sampai di depan pintu, Ermi merasa dadanya yang berdebar kencang. Beberapa bulan tinggal di club, baru kali ini ia merasa sangat gugup. Bahkan, gugupnya melebihi saat pertama kali akan melayani tamunya meski kala itu tidak berhasil karena ia yang tiba-tiba mual dan muntah saat disentuh.
"Jaga attitude-mu, Ermi. Jangan sampai kamu mengecewakan tamu kali ini, awas saja kalau kali ini gagal juga, saya gugurkan kandungan kamu!" ancam Mami membuat Ermi ketakutan. Walau bagaimana pun, calon bayi di dalam kandungannya tak bersalah apa pun.
Ceklek!
Pintu kamar Mami buka, Ermi menelan saliva bersusah payah.
"Cepat masuk!" titah Mami memaksa, mau tak mau Ermi pun melangkah memasuki kamar super mewah yang dipesan oleh tamunya.
"Ermi," panggil seorang pria tampan kedatangan Ermi.
"Tuan ....
tapi kok dikit banget kak.. 😁😁😁
gpp deh, yg penting masih bisa terus menikmati karyamu..
oke deh lanjut karya berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
udh mampir di karya baru mu mak..
makasih othor 😘