Menjadi anak seorang janda dengan ekonomi pas-pasan tak membuat Cika putus asa dan ia tetap semangat bersekolah,
Dan dengan pribadinya yang tak biasa itu, Cika pun jadi menarik perhatian seorang cowok murid baru yang tampan dan tajir.
Namun, kisah cinta mereka kemudian mengantarkan mereka pada satu pusaran masalah yang terhubung dengan masa lalu.
Apakah kira-kira?
Dan, bagaimana kemudian nasib hubungan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Keluarga Menyenangkan
Romi membawa Cika menuju ruang makan di mana Mamanya kata si mbok sedang berada di sana,
Tentu saja, Romi merasa lebih berhak memperkenalkan Cika dibandingkan Mas Reno karena dialah yang asli teman Cika,
"Mah... Maaaah..."
Romi memanggil Mamanya sambil masuk dari pintu samping yang bisa langsung ke arah ruang makan dan dapur,
Mama yang mendengar suara Romi memanggil, kini tampak muncul dari arah dapur,
Mama yang kata si Mbok tadi sedang berada di ruang makan, ternyata malah masih keduprukan di dapur,
"Eh anakku paling ganteng tersayang sudah pulang,"
Mama menyambut Romi dengan senyuman lebar,
Romi pun mengajak Cika menemui Mamanya,
Mama tampak menatap sosok Cika yang ada di belakang Romi,
"Cika Mah,"
Kata Romi memperkenalkan Cika pada Mamanya,
Tampak Mama mantuk-mantuk, sementara Cika pun cepat menghampiri Mamanya Romi untuk bersalaman dan mencium punggung tangan Mama,
"Bukannya tadi Reno menjemput kalian? Katanya kamu minta dijemput Rom,"
Mama ke arah Romi yang tentu saja langsung menggeleng,
Minta jemput? Siapa juga yang minta jemput. Batin Romi,
Namun belum juga Romi mengatakannya, tampak lebih dulu Mas Reno muncul dari ruang depan, ia masih memegangi hp nya, sepertinya ia baru saja menerima panggilan masuk dari temannya,
"Kenapa Mah?"
Tanya Mas Reno,
"Eh itu dia,"
Mama menyambut dengan senyuman tak kalah lebar dengan lapangan bola,
"Oh Mama hari ini masak gulai iga sapi, enaaak banget lho, ayuk makan sekalian Cika,"
Kata Mama kemudian kepada Cika sambil menggandeng tangan gadis itu,
Cika yang baru saja pertama kali ini bertemu dengan Mamanya Romi tentu saja jadi tampak gugup,
"Jangan malu-malu, anggap saja rumah sendiri Cika,"
Kata Mama pula,
"Ngg... tapi Tan, Cika ke sini bukannya hanya untuk membawakan contoh kue yang akan Tante pesan?"
Tanya Cika pada Mamanya Romi tetap menarik tangan Cika ke arah meja makan,
"Iya, itu nanti, sekarang makan dulu, kan pasti dari siang kalian belum makan, kalau sudah makan baru kita bicara soal bisnis,"
Ujar Mama yang lantas memaksa Cika duduk di salah satu kursi yang mengitari meja makan,
Cika yang karena posisinya di paksa duduk oleh Mama Romi jadi tidak siap dan akhirnya tangannya sedikit tersangkut hingga tas yang mirip tas untuk belanja di minimarket miliknya itupun terjatuh,
Beberapa barang Cika yang dibawa dengan tas itupun seketika pula berhamburan keluar, terutama beberapa buku, alat tulis dan juga hp milik Cika yang modelnya sudah lumayan ketinggalan,
Melihat tas Cika yang Mama pikir hanya berisi barang tidak penting tentu saja jadi tidak enak,
Mamanya Romi pun langsung tampak sigap akan membantu, tapi sayangnya karena terlalu terburu-buru gerakannya, akhirnya kepalanya malah jadi terbentur meja,
Romi dan Mas Reno yang semula akan membantu Cika juga pun akhirnya jadi beralih membantu Mama mereka,
Cika pun yang mendengar suara benturan kepala Mama di meja jadi gugup dan membereskan asal saja barang-barang miliknya yang keluar dari tas,
"Mah, langsung ke dokter saja ya,"
Ajak Mas Reno,
Cepat Mama menggeleng, ia memilih duduk sambil mengusap-usap bagian kepalanya yang benjol,
"Ini nanti juga biasa lagi, tidak apa-apa, tadi Mama hanya terlalu buru-buru pengin cepat membantu Cika membereskan buku-bukunya yang jatuh, maaf ya Cika,"
Ujar Mama,
"Bukan salah Tante kok, Cika yang salah tidak hati-hati jadi tasnya lepas,"
Kata Cika,
Mama dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah tas Cika,
"Kamu hari ini berangkat sekolah pakai tas ini?"
Tanya Mama dengan nada seperti sulit percaya ada anak gadis seusia Cika, apalagi wajahnya secantik Cika juga, berangkat sekolah cukup hanya pakai tas belanja minimarket,
Tampak kemudian Mas Reno menghampiri Cika, lantas memaksa Cika duduk di kursi meja makan,
"Udah duduk saja, makan dengan tenang,"
Kata Mas Reno,
"Tas nya juga simpan dulu,"
Ujar Mas Reno pula,
Cika yang tampak begitu malu karena memang tidak lazim sekolah memakai tas semacam itupun terlihat wajahnya benar-benar bersemu merah macam tomat,
Romi yang melihat Cika tampak begitu malu otomatis juga jadi tidak tega,
"Semua karena Dewi itu Mah,"
Romi tiba-tiba bersuara,
"Dewi siapa?"
Tanya Mas Reno yang menimbrung,
Romi terlihat duduk di kursi yang tepat berhadapan dengan Cika,
"Dewi, yang tiga anak perempuan tadi pagi Mas Reno godain,"
Kata Romi, membuat Mama langsung melirik Mas Reno,
"Godain cewek lagi? Masih belum kapok dengan peristiwa saat di desa Nenek dulu? Nenek dan Kakek sampai bingung menjelaskan ke Bu Sumi, yang dikiranya kamu beneran pacaran dengan anaknya,"
Omel Mama membuat Romi yang malah jadi nyengir melihat Mas Reno tidak enak di depan Cika,
"Hmm tuh Mas, dengarkan,"
Kata Romi pula, yang tentu saja langsung mendapat timpukan kecil bulatan tisu makan dari Mas Reno,
Cika yang melihat kelakuan dua kakak adik cowok itupun jadi tertawa kecil,
Memang menyenangkan pasti terlahir memiliki saudara, paling tidak saat orangtua sudah tidak ada, pastinya dengan adanya saudara kita tak akan merasa seperti orang tersesat di tempat asing.
...****************...
gapapa lah yang penting Cika dan Romi udah bahagia,kalau aja semua hidup bisa sesimple itu yaa hihi
buruan bantuin s Cika
kasihan noh tas nya pda somplak pda awur awuran buku nya ge