NovelToon NovelToon
THE FRATERNITY

THE FRATERNITY

Status: sedang berlangsung
Genre:Berbaikan / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kaya Raya / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:105.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Seorang pemuda yang merindukan sosok ayah kandungnya. Sejak kecil pemuda tersebut tidak mengetahui seperti apa wajah dari ayah kandungnya itu.

Ingin lebih mengetahui kelanjutannya.
Silahkan baca langsung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Jahat Dhira

Dua puluh menit kemudian, Garry telah sampai di Cafe Sulbing tersebut. Dirinya pun langsung memesan makanan dan minuman kesukaannya. Tiba-tiba terlintas di pikirannya bayangan tentang kenangannya bersama ibunya di cafe ini. Cafe ini adalah Cafe favorit dirinya dan ibunya.

"Mama," batin Garry menangis.

Disisi lain. Adam dan Utari sudah sampai di Cafe yang dituju yaitu Cafe favorit ibunya, Cafe Sulbing. Saat mereka ingin melangkahkan kaki, tiba-tiba suara ponsel Utari berbunyi. Utari kemudian mengambil ponselnya dan melihat siapa yang telah mengganggu acaranya bersama putra bungsunya?

"Sayang! Masuklah dulu ke dalam. Nanti Mama nyusul. Mama angkat telepon dulu, oke!" seru Utari.

"Baiklah. Tapi mama jangan lama-lama ya." Adam memperingati ibunya.

"Oke," jawab Utari singkat.

Adam pun akhirnya melangkah masuk ke dalam Cafe tersebut. Ketika tiba di dalam Cafe. Adam melihat sesosok pemuda yang pernah menyelamatkan nyawanya.

"Diakan kak Garry. Orang yang telah menyelamatkan aku," batin Adam.

Tanpa ragu-ragu lagi, Adam pun menghampiri pemuda itu. "Kakak Garry," sapa Adam ramah.

Pemuda yang dipanggil pun menolehkan wajahnya. Dan terukir senyuman manis di bibirnya.

"Adam! seru Garry sumringah. "Ayoo, duduk." Garry berdiri dari duduknya, lalu menarik pelan tangan Adam agar duduk di sampingnya.

"Waah! Kebetulan sekali kita bertemu disini, kak! Kok bisa ya?" tanya Adam polos.

"Kakak memang sering ke Cafe ini kalau sedang merindukan seseorang. Orang itu sangat berharga dalam hidup kakak. Cafe ini adalah Cafe favoritnya," tutur Garry.

"Siapa orang itu, kakak? Kalau aku boleh tahu?" tanya Adam.

"Mama," jawab Garry singkat.

"Memangnya mamanya kakak kemana?" tanya Adam lagi.

"Mama pergi bersama adik bungsu kakak," jawab Garry.

"Apa kakak tidak marah?"

"Tidak. Kakak tidak marah pada Mama karena Mama tidak salah. Yang salah adalah Papa. Papa yang sudah membuat Mama dan adik kakak pergi."

"Maaf, kak. Seharusnya aku tidak bertanya masalah itu," ucap Adam menyesal.

"Tidak apa-apa? Santai saja," jawab Garry tersenyum.

"Apa kakak datang sendirian?" tanya Adam.

"Seperti yang kamu lihat," jawab Garry. "Kalau kamu sendiri dengan siapa kemari?" tanya Garry.

"Aku bersama Mama. Tapi Mama lagi menerima telepon dari seseorang diluar. Nanti Mama menyusul," jawab Adam. "Kapan-kapan aku akan perkenalkan kakak dengan mamaku. Mamaku orangnya asyik," ucap Adam.

"Waah, benarkah?" ucap Garry tersenyum bahagia.

"Iya," jawab Adam tak kalah bahagia.

"Kakak senang bisa bertemu kamu lagi, Adam." Garry menatap wajah tampan Adam. "Kenapa perasaanku tenang, damai dan bahagia saat bersama Adam." Garry berucap di dalam hatinya.

"Aku juga kak. Aku bahagia bisa bertemu denganmu disini," jawab Adam tersenyum. "Aku seperti lagi bersama dengan kakakku sendiri," batin Adam.

"Kakak, bagaimana Papamu? Apa dia baik-baik saja?" tanya Adam.

"Ya. Papa baik-baik saja." jawab Garry. "Oh ya, Adam. Sepertinya kakak harus pulang sekarang karena kakak sudah janji akan pulang cepat hari ini. Papa akan mengajak kakak bertemu rekan bisnisnya," tutur Garry lembut. "Tidak apa-apakan kalau kakak tinggal?" tanya Garry.

"Ya. Tidak apa-apa, kak. Lagian sebentar lagi Mama akan datang kok." Adam berbicara sembari tersenyum.

"Ya, sudah. Kalau begitu kakak pergi dulu ya. Sampai ketemu kembali, Adam!" seru Garry sambil mengelus lembut rambut Adam.

"Sampai ketemu kembali, kakak." Adam membalas dengan tersenyum manis.

Sepuluh menit kepergian Garry. Tibalah Utari ke Cafe itu. "Mama lama ya, sayang?" tanya Utari.

"Tidak apa-apa, Ma. Lagian tadi aku bertemu dengan seseorang. Dan aku bicara banyak dengannya," ucap Adam.

"Memangnya siapa orang itu? Apa Mama kenal?" tanya Utari.

"Mama tidak kenal dengan dia. Dia yang waktu itu menolongku saat jatuh dari motor. Dia baik sekali, Ma. Saat aku bertemu dengannya, perasaanku nyaman sekali," tutur Adam.

"Mama ikut bahagia kalau kamu bahagia, sayang." Utari tersenyum bahagia saat melihat putra bungsunya tersenyum.

"Mama merindukan kalian sayang. Bagaimana kabar kalian disana? Semoga kalian baik-baik saja," batin Utari.

"Ma," panggil Adam.

Hening..

"Mama," panggil Adam sedikit berteriak dan itu berhasil membuyarkan lamunan ibunya.

"Aish, Kamu ini! Bikin Mama jantungan saja," protes Utari.

"Lagian salah Mama sendiri. Kita kesini kan mau makan. Bukan melihat Mama melamun. Aku sudah lapar nih, Ma. Kapan pesan makanannya?" protes Adam.

"Kelinci nakal Mama sudah lapar ya. Baiklah. Sekarang kita pesan makanan dan minumannya," ucap Utari.

Kemudian Utari memesan makanan serta minuman yang terenak dicafe tersebut.

Dua puluh menit kemudian, semua pesanan Adam dan Utari akhirnya datang. Dan mereka pun menyantap semua hidangan tersebut.

Beberapa jam kemudian, Utari dan Adam pun selesai. Setelah itu, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.

***

Ardi dan Harsha sudah tiba di rumah. Saat mereka sampai di rumah, rumah keliatan sepi.

"Orang-orang pada kemana sih? Sepi amat kayak kuburan. Apa mereka belum pulang dari kantor, ya?" tanya Harsha.

Lalu muncullah salah satu pelayan wanita yang menghampiri mereka.

"Tuan muda Harsha dan tuan muda Ardi sudah pulang. Mau Bibi siapkan makanan?" tanya pelayan itu.

"Boleh, Bi!" jawab Ardi.

"Sikelinci buntelan itu lagi ngapain ya di kamar? Biasanya kan dia paling bosan lama-lama berada di dalam kamar. Sekarang kok malah adem ayem di kamarnya!" seru Harsha.

"Maaf Tuan muda Harsha. Tuan muda Adam sedang pergi keluar bersama Nyonya Utari," jawab pelayan itu.

"Lah kok bisa. Bukannya Mama Utari lagi di kantor, Bi." Harsha berbicara sambil melihat kearah pelayan itu.

"Kebetulan Nyonya Utari sudah pulang dari kantornya. Saat nyonya Utari menginjakkan kakinya di ruang tengah. Nyonya Utari melihat tuan muda Adam sedang duduk di sofa ruang tengah dengan wajah bosannya. Lalu nyonya Utari mengajak tuan muda Adam jalan-jalan," jawab pelayan itu.

"Ooh, begitu! Ya, sudah. Bi, kami ke kamar dulu." Ardi dan Harsha pun pergi menuju kamar masing-masing.

***

Di kediaman keluarga Bimantara, tepatnya di sebuah kamar. Terlihat seorang wanita paruh baya sedang merencanakan sesuatu. Dirinya sudah tak sabaran melihat dua keturunan keluarga Bimantara saling adu kekuatan. Bahkan sampai saling melukai satu sama lain.

From : Dhira

Cari orang. Lalu suruh mereka menghajar dua dari anggota geng putraku Danish. Katakan pada mereka berdua kalau kalian disuruh oleh geng Brainer. Geng Brainer dendam atas apa yang dilakukan oleh Danish pada Adam?

To : Alex

Baiklah! Akan saya lakukan.

From : Dhira

Tapi Ingat. Hanya menghajar mereka saja. Jangan sampai melukai. Aku ingin dua geng ini berseteru

Dan saling melukai.

To : Alex

Oke. Saya mengerti!!

"Evan. Kau lihat apa yang aku lakukan pada kedua putramu itu. Kedua putramu akan saling membunuh. Hahahaha." Dhira berbicara dengan senyum liciknya.

"Aku tidak akan membiarkan kau bertemu dan bersatu kembali dengan istrimu. Setelah sekian lama pengorbananku padamu dan kau akan kembali padanya dan meninggalkanku. Tidak akan aku biarkan hal itu terjadi, Evan!"

1
Himme
Penyesalan selalu datang diakhir kalau di depan namanya pendaftaran. Sudahlah Ardi, Sakha. Tidak perlu diperpanjang. Putuskan segera dan kita berbalik pulang. Nggak usah pedulikan mereka. Dan nggak perlu memberikan kesempatan. Biar tau rasa!
Himme
Kaget nggak tuh.. mampus. Rasain!
whiteblack✴️
pertemuan penuh ketegangan nanti...
Himme
Waduh triple syok.. bagaimana ya jika mereka tau Sakha sahabat Ardi, lalu Ardi adalah cucu Yodha dan keluarga mereka dekat bagikan saudara.
Himme
Tenang saja.. Yodha sudah tahu. Nggak perlu kalian dikasih tahu. Soalnya Ardi yang kau usik. itu adalah cucunya.
Himme
Lihat kaya gini bawaannya adem terus. Sehat-sehat kalian semua. Tinggal kehancuran tuh orang hingga ke-akar bumi. Berharap tidak ada yang berniat untuk balas dendam. Tinggi tuh orang-orang bodoh datang dan minta maaf.
Himme
Garing lama-lama gigi aing cengar-cengir terus dari tadi. Muehehe.. bawaannya pingin senyam-senyum terus. Seru soalnya...
Himme
Bahagia terus kalian... jangan sampai ada pertengkaran dan keabadian persahabatan🥂
whiteblack✴️
how..hoowww...itu sudah resikonya..
Himme
Kebodohan Alder menghancurkan dirinya sendiri dan paling menyakitkan adalah karyawan dan orang kepercayaannya kini kecewa. Itu kekalahan mutlak seorang pemimpin. Dan saat kesetiaan itu dibalas ambisi tuannya saat itu Alder kehilangan kehormatannya yang sampai kapanpun tidak akan pernah pulih.
Himme
Satu kata untuk kalian. SELAMAT
Himme
Rasain.. emang enak. Hancur dah tuh
Himme
Oh ternyata si onoh kira siapa yang meraung-raung kaya orang gila
whiteblack✴️
syukurin....rasakan kemarahan Adam...
Himme
Dimana ada Adam dan disitu kelicikan terjadi. Aku yakin sahabat-sahabatnya bakal kesel pas tau Adam udah berangkat duluan dengan Harsha
Sandra Yandra: Kan Adam sudah bilang kalau sahabatnya gak akan datang karena sudah selesai.
total 1 replies
Himme
Disaat dewasa pada waktunya🍻
Himme
Mengemaskan sekali mereka kek anak kembar yang lama dipisahkan.
Himme
Menantikan para sampah itu bersujud minta maaf dan lihat bagaimana setelahnya
whiteblack✴️
good ..aku suka itu ide dari Adam
whiteblack✴️
mau kulempar ini...boleh enggak ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!