Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria bermuka dua
Sedangkan di apartemen Rania, Reza dan wanita itu tengah asik bercumbu. Karena telah menolongnya, maka Rania akan memberikan hal berharga kepada Reza sekaligus untuk membuatnya terbebas dari jeratan mantan kekasihnya.
"Rania...." desis Reza.
"Nikmatilah, aku yakin kamu akan suka dengan kejutanku, kamu pasti sudah sering melakukannya dengan Freya, tapi aku masih gadis dan sudah pasti lebih memuaskan dari pada wanita itu."
Rania mulai menggoda Reza, dan Reza pun membalas semua perlakuan Rania. Ini bukan untuk yang pertama kalinya Reza melakukannya selain dengan Freya, bahkan pria itu pernah melakukannya dengan Anita jauh sebelum Freya bekerja di Achazia company.
Rania tersenyum senang saat Reza mulai menikmati apa yang ia lakukan, sejujurnya dia tidak memiliki niatan untuk menghancurkan rumah tangga Reza dan Freya. Rania bersedia menjadi yang kedua dan akan membiarkan Reza tetap menjadi suami Freya.
Freya pulang dari kediaman Kenzo saat sudah larut malam, Freya terus melangkah sampai di depan rumah nya, dan langkah nya terhenti saat melihat Reza bersama Rania disana, sudah larut malam kenapa wanita itu betah berlama-lama. Akhirnya Freya pun mendekati keduanya.
"Mas Reza.." panggil Freya.
"Sayang kamu sudah pulang?" tanya Reza menghampiri istrinya.
Rania langsung melihat ke arah Freya dan tersenyum, namun Freya sama sekali tidak. Ia kesal sekali dengan perempuan di hadapan nya. Freya tau Rania tersenyum ke arah nya namun wanita itu juga menilik penampilan nya saat ini.
"Hai Freya... Aku Rania Direktur bagian departemen Reza." ucap Rania sambil mengulurkan tangan nya. Freya hanya menatap tangan Rania dan menaikkan sebelah alisnya dengan sinis.
Rania yang merasa uluran tangan nya sia-sia pun menarik nya kembali. Reza melihat hal itu ia benar-benar tidak suka dengan kelakuan Freya.
"Aku tau anda atasan nya suami saya, namun kenapa masih berada disini?" tanya Freya dengan ketus.
Hal itu membuat Reza terkejut, ia tidak menyangka Freya akan mengatakan hal seperti itu, Reza merasa tidak enak hati kepada Rania sekarang.
"Freya jaga bicaramu.." ujar Reza dengan dingin.
Freya menoleh ke arah Reza, bahkan pria itu terlihat membela Rania sekarang.
Rania tersenyum kecil, ia sadar bahwa Freya mengusir nya secara halus. Keberadaan nya membuat situasi menjadi memburuk.
"Aku hanya mengantar Reza pulang, aku permisi dulu za."
Freya menatap Rania dengan sinis. Kemudian Rania pergi, Reza mengisyaratkan ucapan maaf kepada Rania atas kelakuan Freya.
Setelah Rania pergi barulah Reza beralih kepada Freya dan mendekati gadis itu.
"Freya aku tidak suka kelakuan mu seperti tadi, Rania adalah atasan ku di kantor kamu seharusnya menghormatinya, seperti aku menghormati Kenzo."
Freya memicingkan matanya, ia kemudian tertawa sumbang di depan Reza.
"Atasan? Tapi makan bersama dan pergi ke apartemen nya seharian, apakah menurut mu itu wajar? Dan apa itu dia mengantar mu pulang? Apakah kamu tidak bisa mandiri lagi sekarang?" bentak Freya yang sudah sangat emosi dengan kelakuan suaminya, bukan hanya sekali dia memergoki suaminya itu.
Reza memejamkan matanya, ia merasa Freya sangat kekanakan.
"Freya berhentilah bersikap kekanakan, aku memaklumi mu dengan Kenzo, tapi kamu malah seperti ini, jangan membuat kesabaran ku habis menghadapi mu!"
Suara Reza mulai meninggi, tatapan nya terlihat kesal. Freya menatap Reza dengan pandangan berkaca-kaca dan tangan mengepal.
"Terserah padamu! Bahkan kamu tidak pernah menjelaskan Rania kepadaku, kamu egois, kamu selalu meminta aku agar hati-hati dengan Pak Kenzo tapi kamu sendiri yang malah dekat dengan wanita itu, aku bahkan mengenalkan Pak Kenzo sebagai atasanku kepadamu, lalu dimana letak kekanak-kanakan ku?"
Freya mendorong tubuh Reza dan masuk ke dalam, mood nya benar-benar sangat buruk karena Reza. Pria itu pun enggan masuk dan merayu Freya, karena apa yang di lakukan Freya salah, Reza tidak bisa membenarkan hal yang salah, cemburu Freya sangat keterlaluan.
Freya merebahkan tubuhnya di ranjang, ia menenggelamkan wajahnya di bantal, Freya merasa sangat kesal dengan Reza yang sama sekali tidak mengerti bagaimana perasaan nya.
"Aku akan buat perhitungan sama kamu, sudah cukup selama ini aku selalu sabar hidup susah dengan kamu, tapi kamu masih tidak melihat pengorbananku, kamu bahkan bermain wanita diluaran sana tetapi aku tetap diam saja, sekali saja kamu mengecewakanku lagi jangan harap aku akan menerima kamu, disini aku cantik, cerdas dan pintar. Tidak sulit bagiku untuk mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari kamu." desis Freya sambil mencengkeram bantal yang ada di pelukannya.
Memang benar apa yang dikatakan Alana selama ini, Freya sangatlah bodoh karena masih terus bertahan dengan Reza. Freya bertahan karena selama ini dia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain suaminya, tetapi sekarang Freya tidak ingin selalu menjadi bodoh.
"Jika aku tega, aku sudah menjerat laki-laki diluaran sana, tapi aku masih memikirkan rumah tangga kita, bahkan disaat aku bersama Pak Kenzo melakukannya pun itu tidak seberapa dengan luka hati yang kamu berikan kepadaku Reza."
"Sekali lagi aku melihatmu bersama wanita sialan itu, maka tidak segan aku pun akan bermain gila bersama Pak Kenzo, pria tidak bisa menjamin apapun saja masih berani menyakiti hati seorang wanita." guman Freya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Jika Alana tau, pasti wanita itu akan menertawakan aku, hidupku sangat miris sekali, ditinggal kedua orang tua, tidak memiliki siapa-siapa, dan sekarang aku tidak peduli lagi dengan yang namanya cinta, bagiku cinta adalah luka yang paling dalam."
"Selama aku menjalin hubungan dengan Pak Kenzo, aku selalu dihantui rasa bersalah, tapi melihat suamiku sendiri yang lagi-lagi menghianati, aku melupakan rasa bersalah itu,"
Freya memejamkan matanya agar bisa menghilangkan rasa pusing di kepala karena merasa kesal. Hingga setengah jam berlalu Freya tetap tidak bisa memejamkan matanya akibat selalu berputar wajah Kenzo di kepalanya membuat Freya memutuskan membuka matanya itu.
"Sialan! Kenapa wajah Pak Kenzo selalu muncul di kepalaku, bukankah sekarang seharusnya aku sedang memikirkan bagaimana nasib rumah tanggaku jika Reza benar-benar menjalin hubungan lagi dengan wanita lain." pekik Freya kesal.
"Sekarang Pak Kenzo lagi ngapain ya? Kenapa selalu saja nama dia yang berputar dipikiran ku." ujar Freya memukul-mukul bantalnya.
"Freya buka pintunya, kamu tega membiarkan aku tidur di luar?" teriak Reza dari balik pintu membuat Freya langsung menutupi telinganya.
"Biarkan saja pria brengsek itu tidur di luar, aku tidak peduli lagi dengannya, seharusnya dia merasa bersalah tapi malah menyalahkan ku, tunggu saja tanggal mainnya, dan aku akan membuat permainan ini begitu menyenangkan." setelahnya Freya pun mengistirahatkan tubuhnya dan terlelap.
Setelahnya Freya pun mengistirahatkan tubuhnya dan terlelap.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor