NovelToon NovelToon
Meraih Cinta CEO Dingin

Meraih Cinta CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengganti / CEO Amnesia
Popularitas:37.6k
Nilai: 5
Nama Author: Triple.1

Cinta seperti angin. Datang tiba-tiba tanpa permisi. Cinta bagaikan penyihir yang memiliki kekuatan dahsyat. Menarik dua hati yang berbeda menjadi satu.

Ellery Anka (Anka), seorang gadis remaja yang baru mengenal cinta. Beruntungnya, cinta yang ingin dia raih menyambut cintanya dengan ramah. Harvin Nolan (Harvin), seorang CEO yang terkenal dingin dengan siapa pun. Kehangatannya hanya untuk Anka.

Namun, kebahagiaan Anka tidak berlangsung lama. Tanpa disengaja, Anka mengetahui rahasia kekasihnya yang membuat perasaan Anka perih dan hancur.

Disaat Anka dirundung kesedihan, masa lalu Harvin hadir. Menyusup dan meretakkan kehidupan asmara mereka.


Mengapa dulu Harvin melabuhkan cintanya pada Anka yang merupakan gadis biasa saja?
Apakah Harvin akan kembali pada masa lalunya?
Berhasilkah Anka meraih kembali cinta CEO dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triple.1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Mencuri Dengar.

"Apa? Kapan? Di mana?" Liza mencecar Anka dengan pertanyaan singkat.

"Hmm, waktu itu kalo engga salah pas Harvin mau ke kamar mandi."

"Terus, terus," Liza semakin antusias.

"Eh, kan bahaya Liz kalo jalan terus."

"Maksud lu?"

"Nah iya, lampu lalu lintas kalo pas merah kan bahaya jalan terus," jawab Anka dengan santai.

"ANKA!" teriak Liza. "Bisa ngga sih serius dikit aja!" ketus Liza.

Anka menyunggingkan senyum. Bukan maksudnya sengaja untuk mengerjai sahabatnya itu. Akan tetapi, dia terbawa arus saja melihat Liza yang sangat antusias. Timbullah pikiran jahatnya untuk mengerjai Liza.

"Lagian, pertanyaan elu aneh-aneh. Ada rasa sar ser segala. Lha, mana gue tahu!"

"Wah, parah nih, parah!" ketus Liza. "Eh, Ka. Elu itu sadar ngga sih! Punya suami tampan, tajir melintir, yang pasti keluaran limited edition."

"Merk apaan?" tanya Anka santai.

"Lu kata barang!"

"Lagian elu duluan yang bilang limited edition."

"Ih, ngga tau lagi deh gue sama elu, Ka." Liza setengah kesal dengan sahabatnya yang satu ini. "Umur gue bisa nambah beberapa tahun ngurusin elu. Masih mending ngurusin pejantan gue. Lha ini, ngurusin kisah kasih sahabat!"

"Jadi, elu ngga mau bantuin gue?" Anka menyipitkan kedua matanya saat menatap Liza. Seolah-olah mengintimidasi gadis itu.

"Bukannya gue ngga mau. Cuman gue itu bingung mau bantuin elu mulai dari mana."

"Nah, elu aja yang mau bantuin bingung. Gimana gue?"

"Ih, tau deh Ka. Bisa ikutan bingung gue lama-lama sama elu."

Harvin sedari tadi berada di ruang kerjanya dapat mendengar seluruh percakapan Anka dan Liza. Jendela ruang kerja Harvin langsung mengarah ke halaman belakang mansion. Jadi, sangat mudah untuk melihat dan mendengar seseorang bersantai dan berbicara di sana.

Pria itu pulang lebih awal dari perusahaan. Saat pulang tadi, dia tidak mendapati Anka di dalam kamar. Biasanya jika istrinya tidak berada di dalam kamar pasti berada di halaman belakangan mansion.

Anka memang berada di sana. Akan tetapi, saat melihat Liza yang baru saja tiba, Harvin mengurungkan niatnya untuk menyapa Anka. Dia membiarkan istrinya menghabiskan waktu bersantai dengan Liza. Akhirnya, Harvin memutuskan untuk ke ruang kerja karena ada beberapa kontrak kerjasama yang harus dia tanda tangani.

Harvin tidak sengaja mendengar percakapan Anka dan Liza saat membahas ingatannya tentang Harvin. Awalnya, pria itu merasa senang Anka ingin mengingatnya. Namun, detik berikutnya Harvin dibuat terkejut karena tidak ada sedikit getaran yang dirasakan oleh istrinya itu.

Pria itu mengepal erat tangannya, geram dengan keadaan yang membuat Anka tidak mengingatnya tapi sebuah logika membuatnya tersadar. Siapa dia? Siapa dia yang berhak untuk menuntut sebuah perasaan cinta dari seorang Anka. Setelah, apa yang dia lakukan selama ini. Apa dia pantas mendapat kembali cinta Anka? Masih bagus gadis itu mau menikahinya.

"Hmm," Harvin tersenyum getir menatap wajah istrinya dari balik jendela. Harvin mengingat sesuatu tentang ucapan tetua dulu 'tidak baik mencuri dengar pembicaraan orang lain'. Inilah yang Harvin rasakan. Tanpa sengaja mendengar suara Anka dan Liza langsung mencuri dengar percakapan mereka. Alhasil, perasaannya menjadi kacau saat ini.

Dia berbalik berniat untuk pergi dari sana tak ingin mendengar kembali percakapan dua sahabat itu. Namun, langkah kakinya terhenti saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Liza kepada Anka.

"Mungkin ngga ada sesuatu yang menjadi penghalang?" Liza tiba-tiba mengutarakan pikirannya.

Harvin langsung mengurungkan niatnya. Pria itu tidak berbalik ke jendela. Dia diam mematung menunggu jawaban dari Anka. Tidak ingin mencuri dengar percakapan mereka tapi Harvin penasaran dengan jawaban Anka. Lagipula pertanyaan yang dilontarkan oleh Liza sangat masuk akal. Bisa jadi itu adalah penyebab kesulitan Anka untuk mengingatnya.

Sedangkan Anka langsung tergelak mendengar pertanyaan Liza. "Seperti apa?" Anka balik bertanya pada Liza. Dia sedang malas berpikir untuk saat ini.

"Ya, apa aja. Coba elu inget-inget, kejadian apa yang udah terjadi antara elu berdua."

"Wadaw!" teriak Liza. "Kok gue di geplak sih, Ka?" Liza mengusap lengan kanannya yang tampak memerah setelah dipukul Anka.

Anka mengatur napas agar emosinya tidak meluap. "Liza sayang, cantik, dan gemoy. Kan udah gue bilang, gue ngga ingat sama sekali tentang Harvin." ucap Anka lembut. "Terus, gimana gue bisa inget kejadian buruk apa yang udah gue lalui bersama Harvin sebelom gue hilang ingatan?!" Anka menghela napas setelah mengeluarkan kekesalannya pada Liza.

"Iya juga ya," jawab Liza sambil terkekeh. "Kira-kira siapa ya yang tahu kejadian elu sama Harvin? Lu pernah cerita ngga sama temen lu?"

Lagi-lagi pertanyaan Liza sangat berbobot hingga berhasil membuat Harvin berbalik mendekati jendela agar dapat mendengar lebih jelas lagi.

Anka menatap Liza. Mungkin benar kata Liza, mana tahu dia pernah curhat kepada salah satu temannya. Anka tampak berpikir keras mencoba mengingat kemungkinan teman yang dimaksud oleh Liza.

Harvin yang berada di dekat jendela merasa geram dan tidak sabar. Ingin rasanya dia langsung terjun dari lantai dua dan mendarat di halaman belakang untuk memberitahu teman curhat yang mereka cari. "Hadeh!" Harvin hanya bisa mengeluh dan bersabar menunggu kelanjutan percakapan mereka.

Baru kali ini seumur hidupnya, dia mengeluh. Meski perusahaan pernah dalam masa sulit, pria tampan itu tidak pernah mengeluh sedikit pun tapi sekarang karena kepolosan istri tercintanya membuat pria itu mengeluh dan tidak sabaran. "Sabar, sabar." Harvin menyemangati dirinya sendiri.

Penantian Harvin tak sia-sia. Meski harus menunggu setengah jam lamanya. Akhirnya, kesabarannya berbuah manis saat mendengar teriakan Anka.

"Ya ampun, Liza!" teriak Anka.

"Kenapa?" tanya Liza yang sedang asyik mengunyah cemilan.

"Coba, elu inget-inget sahabat gue siapa aja?" Anka sengaja melontarkan pertanyaan pada Liza.

"Ntar, gue coba inget-inget dulu!" seru Liza sambil menikmati cemilannya. "Keknya cuman gue sama Damar aja deh!"

Anka langsung memberi senyum pada Liza. "Nah, berarti?" pancing Anka.

Liza terdiam sejenak, berusaha berpikir. "Ah!" teriak Liza sambil berdiri. "Gue tahu!" teriak Anka. Gadis itu langsung menarik lengan Anka dan menuntunnya berlari ke depan.

"Liza, stop!" teriak Anka.

"Kenapa lagi sih?" tanya Liza sambil melepas tangan Anka.

"Kita mau kemana?"

"Ya, ke cafe O lah. Emang mau kemana lagi! Udah deh, buruan!"

"Wait, tunggu, sabar!"

"Sabar apalagi sih, Ka?" rengek Liza.

Mereka masih berada di halaman belakang. Panjang halaman ini cukup panjang untuk ukuran gadis kecil seperti mereka. Jadi, baru berjalan setengah berlari saja mereka belum sampai setengahnya halaman.

"Gue tanya sekali lagi. Kita ke cafe O mau ngapain?"

"Ya, ketemu Damar lah."

Anka mendengus dan melihat kedua tangannya di atas perut. "Jadi, menurut lu gue bakalan curhat sama Damar gitu?"

Liza mengangguk. Gadis itu melupakan seorang sahabat Anka yang lain.

"Pantes aja Noah susah jatuh cinta sama elu," ketus Anka sambil berbalik menuju kursi santainya.

"Eh, kok bawa-bawa Noah?" Liza mengikuti Anka dari belakang.

"Ya, iyalah. Mana mau Noah punya istri yang tulalit kayak elu. Bisa berabe turunannya entar."

"Ih, kok elu pedas gitu sih ngomongnya, Ka!" Gadis itu langsung mendaratkan bokongnya ke kursi yang tadi dia duduki sambil merengek.

"Iya, emang pedes mulut gue karena tadi gue habis makan cabe bakul yang terpedas sedunia khusus buat elu," ketus Liza.

"Ih, gue kan cuman mau bantuin elu," rengek Liza.

"Gue ngerti elu mau bantuin gue tapi kan ngga mesti ke cafe O juga kali, Liz. Sedangkan orangnya ada di sini."

"Hah! Emang Damar ada di sini? Di mana? Kapan dia datang?" Liza memutar tubuhnya ke sana kemari mencari sosok Damar.

Anka menghela napas panjang dan menepuk keningnya.

1
Fitri
Assalamualaikum... mbak akhirny up jg uda lama jg ngak nonggol., sekalian promo cerita yg baru.... insya Allah ikut nyimak ceritamu yg baru, Anka yg kocak uda baikan m harvin, m suami jgn lama2 marahnya... belajar jd istri sholeha... 👍👍🌹🌹🌹
Fitri
Assalamualaikum... kapan up lg mbak, kangenn nie kisah anka lanjutin dong.... 😌😌😌🙏🙏🙏
Fitri
Assalamualaikum... alhmdulilah anka si pembuat lucu sudah sadar, dan mengingat harvin... senang lihat mereka bersatu🌹🌹🌹👫👫
Ellery
up thor... makin seru n penasaran
Fitri
Assalamualaikum.. mudah2an cepat pulih y mbak author ingatan anka... kasihan kan suaminy harvin.... buat hubungan mereka hangat lg thor... 🙏🙏🙏🙏
Fitri
Assalamualaikum iiisss mbak cepetan dong pulihkan ingatan anka, gemez y lihat anka tambah isengny godain liza... up lg y thor... cepetan ketemu m damar... mana tahu ingatann anka pulih... 🤔🤔🤔
As Cempreng tikttok @adeas50
Met ulang tahun author .. moga karyanya makin banyak🥰🥰🥰😍😍😍😍
Triple.1: Amin yarabbal alamin... makasih kakak...😘😘... kakak juga semangat nulisnya 🥰🥰🥰
total 1 replies
Fitri
Assalamualaikum... sehat mbak, wk.. wkkk ada2 aja y anka thor... bikin sakit perut lihat kekonyolanny... lanjut thor yg bnyk upny y....!!! 😄😄😄
As Cempreng tikttok @adeas50
semangat thor ceritanya nagih😍😍
Triple.1: Makasih kakak...😘😘😘
total 1 replies
Fitri
Assalamualaikum., semoga tambah bnyak pengermany cerita ini bagus koq, karena anka tokoh utamany selalu menghidupkan) cerita ini... yg rada2 bar2 lucu mengemaskn... lanjut y thor d tunggu kelanjutannya !!!!
Triple.1: waalaikumsalam kak... amin yarabbal alamin... makasih banyak kak atas Dao dan dukungannya ...🥰🥰🥰
total 1 replies
Triple.1
waalaikumsalam kak... terimakasih selalu mendukung karya Thor...
Lulu
Bikin emosi trun naik ceritanya. seru Thor...
Fitri
Assalamualaikum, iiis sadis...

banget nie evan, tapi seru si ceritany lanjut terus thour....!!!
richmaid
Ceritanya penuh lika-liku percintaan. Ditambah kekonyolan persahabatan.Semakin penasaran dengan kelanjutannya.
Fitri
Assalamualaikum... y ampun anka, mu menghindar mala d kerjain m Noah... baik baik m Noah thor hanya untuk kebahagian seorang harvin rela de... kepalanya benjol, 😁😁😁😁😁😁
Fitri
Assalamualaikum... wk.. wk.. wk.. pasti ulah harvin y thor, tambah asyik aja bacanya... up lg y... d tunggu kelucuanny dan bar2ny anka, oke👍👍👍👍
Fitri
Assalamualaikum, bagus koq ceritany apalagi anka lucu dan kocak, semoga k depannya lebih bagus lg ceritany dan semakin kocak aja ceritany😄😄😄😄😄😄
Triple.1: waalaikumsalam...sampe lupa balas salam...🤭
total 2 replies
EYN
Oke. Next...
Semangat ✊
Ocean Na Vinli
kak ku kirim sekuntum bunga buat kakak 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!