NovelToon NovelToon
Kata Mereka, Aku Pelakor

Kata Mereka, Aku Pelakor

Status: tamat
Genre:Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:295.7k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Pelakor, adalah kata yang mereka sematkan padaku. Karena aku hadir, sebagai wanita kedua, bagi pernikahan Mas Ivan dan Mba Evelyn— sepasang manusia yang saling mencintai.

Aku, Qeiza Hikaru. Kata mereka, aku pelakor!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelakor

Ada seorang wanita yang tak bisa tidur dengan nyenyak selama tiga malam, karena sang suami terus mencumbui tubuhnya tanpa kenal waktu. Dia adalah Qeiza Hikaru. Tanpa kenal waktu dan tempat, selama tiga malam wanita itu melayani sang suami.

Kapan saja sang suami menyergapnya, Qeiza siap melayani pria itu. Walau terkadang dia merasa lelah, tapi saat Ivander menyentuhnya, Qeiza seketika terlupa akan rasa lelahnya. Wanita itu bahkan sangat menikmatinya. Pesona kejantanan Ivander benar-benar membuat Qeiza bertekuk lutut. Wanita itu mabuk kepayang dengan permainan Ivander yang sangat jantan.

Ivander memberikannya kepuasan berkali-kali. Tubuhnya yang remuk redam terbayarkan oleh rasa nikmat yang disuguhkan oleh sang suami. Qeiza benar-benar bahagia dengan masa bulan madunya itu.

Sementara itu, ada seorang wanita yang merasa kesal di sebrang sana. Tiga hari berturut-turut dia menghubungi sang suami, tapi pria itu tak kunjung menjawab panggilan telepon darinya. Bahkan, pesan darinya pun tak ada yang dibaca. Dialah Evelyn. Istri pertama dari Ivander Bratajaya itu. Untuk pertama kalinya wanita itu menghubungi sang suami seintens ini. Untuk pertama kalinya Evelyn menginginkan Ivander berada di sisinya. Bukan karena dia menyemburui Qeiza, wanita itu hanya merasa harga dirinya terluka karena tak tahu mengenai pernikahan kedua sang suami.

Dia ingin Qeiza sadar diri, jika hanya dirinyalah wanita yang dicintai oleh Ivander. Evelyn ingin Qeiza melihat sendiri, betapa Ivander selalu menuruti keinginannya. Namun, semua itu hanya menjadi angannya saja. Kenyataannya, Ivander bahkan tak membalas pesan yang dikirimkannya.

“Arrgghh ... Ke mana sih si Ivan itu! Brengs3k!” teriak Evelyn. Wanita itu hampir saja membanting ponselnya karena menahan kesal.

“Aku yakin, pasti pria tua itu menahan ponsel Ivan. Dia pasti tak ingin aku mengganggu waktu kebersamaan Ivan dengan istri barunya yang kurang ajar itu!” pekik Evelyn.

Sudah tiga hari dirinya menghubungi Ivander, bahkan Qeiza. Tapi tak ada satupun yang menjawab panggilan telepon darinya.

“Perempuan itu juga brengs3k! Kemana mereka?!”

Evelyn yang selama ini cuek dengan keberadaan Ivander, kini mendadak ingin tau dengan apa yang diperbuat Ivander saat ini. Apa yang sedang pria itu lakukan hingga mengabaikan pesan darinya?

Evelyn pun memutuskan untuk menghampiri kediaman Qeiza. Sudah tiga hari dirinya tak bisa menikmati kebersamaannya dengan para sahabat sosialitanya karena terus memikirkan pernikahan Ivander.

Dia harus memberi pelajaran pada pelakor itu. Dia harus menunjukkan betapa Ivander berada di bawah kendalinya. Harga diri Evelyn benar-benar terluka. Evelyn sudah merancang mengenai apa yang akan diperbuatnya pada Qeiza. Dia akan membuat wanita itu teramat malu hingga tak mampu lagi mengangkat wajahnya.

Tapi, sepertinya nasib baik tak berpihak pada Evelyn.

Saat Evelyn tiba di kediaman Qeiza, suasana di sana sangat tenang dan sepi. Berulangkali Evelyn berteriak memanggil Qeiza, tapi tak ada sahutan. Sama sekali tak ada kehidupan di sana.

Dari warga sekitar Evelyn mendapatkan berita yang membuatnya tercengang. Qeiza dan keluarganya sudah pindah dari rumah itu. Bahkan mereka pindah sehari setelah acara pernikahan Qeiza dengan Ivander dilaksanakan.

“Pindah?”

“Iya Bu. Mereka sekeluarga. Barang-barang sudah diangkut dari sebelum Qeiza menikah. Menikahnya juga dadakan sekali sepertinya.”

Tangan Evelyn mengepal erat. Wanita itu benar-benar kehilangan jejak sang suami.

“Pindah ke mana mereka? Apa Ivan sedang berbulan madu dengan wanita brengs3k itu?” kata Evelyn bermonolog.

“Tidak, tidak mungkin Ivan mau pergi berbulan madu dengannya,” ucapnya lagi. Para warga masih terus berada di sekitar Evelyn. Mereka masih ingin tau lebih jauh, alasan mencari-cari Qeiza. Terlebih wanita itu terlihat tengah menahan amarah.

“Pasti ini akal-akalan mertua sialan itu! Brengs3k! Pelakor sialan itu juga brengs3k!” gumamnya.

“Pelakor? Siapa yang pelakor, Bu? Qeiza?”

“Iya, si Qeiza itu pelakor! Dia menikah dengan suami saya. Dasar brengs3k! Pintar sekali mereka. Mereka menikah saat saya di luar kota!” pekik Evelyn. Harusnya Evelyn mengatakan semua ini di depan wajah Qeiza. Harusnya Qeiza mendapat sanksi sosial di hadapannya. Sayangnya wanita itu sudah tak lagi tinggal di sana.

Beberapa warga yang memang suka menggunjing Qeiza, terperangah dengan penuturan Evelyn. Pantas saja Qeiza bisa mendapatkan pria tampan dan kaya sebagai suaminya, ternyata wanita itu merampas suami orang lain. Begitulah pikir para warga.

Tak bisa dibayangkan, seandainya Qeiza masih menempati rumah itu. Sudah pasti cemoohan demi cemoohan akan jadi santapan sehari-hari wanita itu. Qeiza bersikap baik pun, masih selalu salah di mata mereka, bagaimana jika wanita itu menjadi istri kedua? Bisa dipastikan mulut-mulut tajam mereka akan melukai Qeiza bahkan Qiana dan Melati.

Beruntung Andreas Bratajaya menangani hal itu dengan sangat baik. Bukan tanpa alasan Andreas menyediakan sebuah hunian mewah untuk Qeiza dan keluarganya.

Bukan karena pria itu ingin menyuap Qeiza karena sudah bersedia menjadi istri kedua untuk anak sulungnya. Andreas melakukan hal itu karena pria lanjut usia itu sudah mengetahui perihal warga sekitar yang sering menggunjing Qeiza sejak wanita itu menjadi janda. Semua itu dilakukan Andreas agar Qeiza terhindar dari cemoohan para warga.

Andreas sangat menyayangi Qeiza. Dia tak ingin wanita itu mendapat kesulitan karena menikahi anaknya. Dia akan menutup kemungkinan-kemungkinan yang membuat menantu barunya itu bersedih.

Namun, tampaknya Andreas tak bisa mengantisipasi semua hal. Andreas memikirkan lingkungan kediaman Qeiza dan Qiana. Tapi, pria itu terlupa dengan lingkungan tempat Qeiza bekerja.

Di hari pertamanya Qeiza bekerja dengan status sebagai nyonya Bratajaya, wanita itu mendapat sorotan tak suka dari seluruh karyawan Bratajaya itu.

Padahal belum ada satupun karyawan yang mengetahui pernikahannya dengan Ivander, tapi Qeiza sudah mendapatkan sorotan tajam dari semua orang. Semua itu karena foto dirinya bersama Ivander yang tersebar beberapa hari lalu.

“Mas ... Mas memerhatikan tidak pandangan orang-orang. Sepertinya mereka menatapku dengan tajam. Mulai dari resepsionis di lantai satu, sampai para sekretaris di lantai ini,” ucap Qeiza saat dirinya baru saja tiba di ruang kerja Ivander. Pria itu memang sengaja langsung mengajak Qeiza ke ruang kerjanya. Dia ingin Qeiza mencumbunya sebelum mereka mulai bekerja. Rasanya Ivander belum puas menghabiskan waktu tiga malam suntuk bersama Qeiza.

“Belum ada yang tau tentang pernikahan kita kan, Mas?”

“Belum ada yang tau kok. Papi sudah mengatur, semuanya. Besok mereka semua akan tau pernikahan kita. Dan tentu saja mereka akan tau jika pernikahan ini terjadi atas persetujuan Evelyn. Jadi, kamu tidak perlu khawatir.”

Qeiza hanya mengangguk pelan.

“Mereka melihat kamu, mungkin karena kamu sangat cantik, pagi ini,” lirih Ivander.

Pria itu menepuk-nepuk pahanya, agar Qeiza duduk di pangkuannya. Ivander seolah tak peduli dengan keluhan Qeiza. Pria itu langsung saja mencumbu sang istri muda. Memuaskan hasratnya pagi itu pada bibir merah muda milik Qeiza. Setelah merasa cukup puas, Qeiza pun kembali ke meja kerjanya.

Wanita itu langsung ke meja para sekretaris. “Rin, pekerjaan tiga hari yang lalu, jika ada yang kepending, langsung kirim ke email aku saja ya, biar aku periksa sebelum cetak.”

Rina hanya menatap Qeiza dengan tajam. Bahkan seluruh tim sekretaris berkumpul di meja Rina.

“Heh, pelakor. Selama ini, kalau dinas keluar kota ngapain saja dengan Boss? Jalan-jalan ke mall sambil bergandengan tangan ya?!”

1
Dewa Nara
ada puluhan kali anda mengulang kalimat janda beranak satu, Thor
Dewa Nara
udah Thor jangan diulang terus janda beranak satu
Dewa Nara
jangan keseringan ngulang "janda beranak satu" Thor, gak nyaman bacanya kalau selalu diulang
Dewa Nara
ternyata ada laki2 sebodoh Ivan 😃😃
Dewa Nara
siapa ya
Dewa Nara
cari tau apa yg dilakukan istrimu di luar rumah, Ivan...
Dewa Nara
proses sidang itu cukup lama loh Thor, masak hukumannya langsung jatuh
Dewa Nara
berat resiko menjanda
Dewa Nara
udah tua masih ngambek 😃😃
Dewa Nara
disini saya setuju dg pelakor 😃
Dewa Nara
jangan gitu qei...nanti jatuh cinta...
Dewa Nara
ada ya istri kayak Evelyn
Dewa Nara
berapa pastinya umur ivander Thor, 36 apa 37?
Dewa Nara
kasian ivander, terlalu cinta jadi oon
Dewa Nara
ceritanya bagus tapi kok sedikit yg baca
Dewa Nara
bahasanya rapi Thor
Dewa Nara
baru mulai baca, mudah2an bagus ceritanya
asya yussi
Luar biasa
Soraya
mampir thor
Lila
Seperti di film Bollywood Khabi Khusi Khabi Gham😀
Mamak_A: Film Bollywood favorite 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!