Aluna Queen Aurora Geng inti Warrior sekaligus Pacar Galaksi selain manja Aluna itu sangat berbeda dengan wanita yang lainnya
Banyak masalah yang harus mereka lalui mulai dari teror kepada Aluna dan hancurnya hubungan mereka Namun mereka harus menerima kenyataannya itu
Apakah Galaksi dan Aluna sanggup melewati semua Permasalah itu semuanya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 Aluna
" NGUTANG MULU LO !"
Jordan menutup telinganya ketika Devon, si Playboy kelas kakap berteriak kencang di telinganya. ia menatap kesal cowok itu yang tengah tertawa terpingkal-pingkal. Jordan benar-benar menyesal mempunyai sahabat seperti Devon
" Nggak usah berisik lo !" Jordan menatap tajam ke arah Devon, " Dasar tidak mengaca, "
" Gue bukan ngutang, tapi meminjam ngerti," balas Devon, lalu kembali terkikik geli
" sama aja boong, Markonah !" ujar Farhan seraya memukul kepala Devon
" Nggak asik lo hidup lo selalu belain Jordan mulu !" sungut Devon kesal. ia mengusap kepalanya yang terasa nyeri
Elang yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya Tangannya merogoh saku seragamnya dan mengambil dompet tebal berwarna hitam di sana
" Nih duit buat Bayar semua utang-utang kalian, " ujarnya setelah melempar dompetnya ke atas meja
Jordan mengambilnya cepat, " Lo emang nggak ada tandingannya. Bos nggak. El salut gue sama lo yang mau-maunya aja kita Porotin,"
" Elang kan kaya raya, buat apa duitnya kalau nggak dibagi-bagi sama kita. Ya nggak El, " Devon menaik turunkan alisnya
" Nggak tau malu, " Timpal Devan menatap kembarannya tajam
" Batu diem aja, " balas Devon dengan sengit
" Buruan bayar, keburu kalian mati," ujar Elang
" Sadis, " komentar Aluna
" Nggak usah ikut-ikutan mereka Aluna Habisin sarapan kamu ini udah mau masuk kelas," titah Galaksi membuat Aluna mau tidak mau menurutinya
" Gue sama Devon bayar utang dulu, ya Dadah semua ! Jordan dan Devon bangkit dari tempat duduknya menuju beberapa Penjual kantin untuk membayar hutang mereka
teriakkan kencang itu membuat beberapa inti WARRIOR menoleh ke arah sumbernya, Bu Gina datang bersama Mona yang terlihat enggan
" Kamu apakah anak saya Aluna ? Kemarin Febbi sekarang Mona. Besok siapa lagi Apa kurang Puas kamu dengan hukuman yang saya berikan waktu itu Aluna, " tanya Bu Gina dengan sorot dengan sorot mata berapi-api
" Mona nggak apa-apa, Bu, " Ujar Mona tidak ingin memperpanjang masalah
Aluna menghentikan kegiatan makannya. ia menatap tak minat ke arah Bu Gina dan juga Mona
" Salah dia sendiri Pakai meluk-meluk Galaksi segala,"
" Kenapa memangnya ada yang salah Kamu Pacarnya Galaksi ibu rasa tidak Galaksi tidak mungkin mau mempunyai Pacar cewek seperti kamu," balas Bu Gina
" ibu Gina nggak tau ? Saya, kan emang Pacarnya. Kata siapa Galaksi nggak mau Galaksi mandang saya bukan dari fisik ataupun kemampuan Galaksi bukan tipikal cowok yang seperti ibu bayangkan, " bantah Aluna sedikit emosi
" Aluna, Udah, " lerai Galaksi seraya memegang Pundak gadis itu
" Tapi, kamu tidak Perlu segitunya sampai kamu mukul anak saya. sebagi orangtuanya, ibu jelas tidak terima dengan semua ini," ujar Bu Gina
Galaksi menatap Bu Gina, " Bu saya mohon maaf sebesar-besarnya atas nama Aluna, Bu Gina Tolong jangan memperbesar Permasalahan ini,"
Elang dan yang lainnya hanya bisa saling Pandang karena tidak Paham dengan keributan yang terjadi
" Tidak bisa Galaksi ! Aluna harus dihukum," balas Bu Gina masih teguh dengan Pendiriannya
" Oke, Hukuman sekarang apa ? saya ngaku saya salah karena mukul Cewek lemah kayak dia, " balas Aluna tidak takut sama sekali
" Bu, Udah Masalah ini udah selesai Mona Juga salah karena udah meluk Galaksi sembarangan. Kita impas, jadi nggak ada yang Perlu diperpanjang seperti ini," ujar Bu Gina mencoba membujuk Bu Gina selaku ibu kandungnya
" Tapi murid seperti Aluna ini nggak bisa dibiarin terus-terusan seperti ini Dia bisa ngelunjak, " balas Bu Gina
" Bu saya mohon ya, " Galaksi menangkupkan kedua tangannya di depan dada
" Kamu ngapain sih Galaksi, Biarin aja aku dihukum jangan bikin aku ngerasa dikasihani, Aku emang salah kok. Aku bakalan terima hukumannya apa Pun itu Galaksi," ujar Aluna Pada Galaksi. ia menurunkan tangan Galaksi dari depan dada. Aluna lalu beralih Pada Bu Gina dengan senyum yang dipaksakan
" Hukuman saya apa, Bu Gina yang terhormat, "
" Lari mengitari lapangan sebanyak lima Puluh kali sekarang juga,"
" Oke, " balas Aluna dengan santainya
Semua yang mendengar itu membelalakkan matanya kaget
Elang yang sejak tadi hanya diam memandangi keributan kini berdiri. Cowok dengan headband kebanggaan ke kepalanya itu menatap Bu Gina datar. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana seragamnya
" Mau saya laporin Papa ?" tanya Elang tanpa merasa segan sedikit Pun, " Kalau dibandingkan dengan Papa saya yang merupakan Pemilik sekolah ini ibu bukan apa-apa, "
Bu Gina langsung terdiam. Mulutnya terkunci seolah tidak mampu berkata-kata lagi. Elang Renald adalah siswa yang Paling dirinya hindari. Cowok itu adalah anak dari Pemilik SMA Garuda. Bu Gina tidak mampu berurusan dengan satu itu.
" Saya begini karena ibu yang mulai. Mona tidak mempermasalahkan seharusnya ibu mengerti. Kalau pun ibu ingin menghukum Aluna, tolong yang wajar-wajar saja. Lima Puluh Putaran itu bukan hal yang ringan Lapangan sekolah kita luas banget kalau ibu lupa. ini hukuman atau mau buat mati orang?"
Skakmat
Persoalan seperti ini, Elang memang tidak ada lawan. Cowok Pemberani yang ditakuti oleh seluruh Penjuru sekolah itu memiliki aura Penuh kekejaman.
" O-oke. ibu maafkan Aluna untuk kali ini, " balas Bu Gina setengah gugup Mata tajam bak Elang milik Elang itu membuat dirinya merasa diancam
" Lo minta maaf sama dia, " titah Elang Pada Aluna. Matanya beralih menatap Mona, " Lo juga, "
Aluna mengangguk. ia mengulurkan tangannya ke arah Mona yang langsung disambut oleh gadis itu
" Yaudah Gue minta maaf udah mukul lo waktu itu, " Ujar Aluna. sebenarnya ia ingin mencakar wajah Mona saat ini. Karena ini adalah Perintah ketua gengnya, Aluna tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mematuhinya
" Gue juga minta maaf, Aluna. Gue bener-bener refleks waktu itu karena terlalu seneng, " balas Mona dengan wajah kesal
Aluna membalasnya dengan senyuman tipis. ia menarik tangannya kembali, membuat Galaksi langsung mengenggam tangan Gadis itu
" Udah selesai, kan ?" Elang menaikkan sebelah alisnya
Bu Gina mengangguk walau terlihat dari wajahnya kalau guru Bahasa Indonesia itu masih tidak terima
" ibu Permisi dulu, " katanya. ia menarik tangan Mona untuk ikut bersamanya
Melihat kepergian dua orang itu membuat Galaksi menghela napas lega. ia menepuk dua orang Pundak Elang
" Thanks bro, Lo emang selalu Punya solusi tiap gue Punya masalah, " ujar Galaksi Kepada Elang
" Santai aja, " balas Elang dengan wajah tentangnya. ia mengambil tas hitamnya yang berada di atas meja kantin. " Yok, cabut " Perintahnya. Elang melangkahkan kakinya dari kantin tanpa menunggu Persetujuan dari sahabat-sahabatnya
Jordan dan Devon yang baru saja kembali itu langsung mengambil tas mereka masing-masing, Kemudian berlari mengejar Elang yang sudah berada di depan.
" Duluan, Galaksi " Ujar Farhan yang hendak Pergi bersama Devan
" Yoi, " balas Galaksi
" Tugas aku udah kamu kerjain kan Galaksi sayang," tanya Aluna sembari memakai tas di Pundaknya
Galaksi membuka tasnya untuk mengambil buku PR milk Aluna. Cowok itu menyerahkannya kepada sang empunya setelah mengambil dari dalam tasnya
" Beres, " ujarnya
Aluna menerimanya dengan senang
" Makasih Galaksi Sayang, "
" Apapun kalau itu buat seneng aku bakalan turutin Aluna, " Galaksi mengulas senyum tipis
...****...
Galaksi berdiri di depan barisan murid yang melanggar aturan. ia tidak akan Pandang bulu untuk menghukum siapa Pun yang berbuat tidak sesuai dengan Peraturan sekolah. sekali itu Para sahabatnya sendiri seperti sekarang ini.
Terik matahari yang menyengat itu membuat Devon dan yang lainnya kecuali Elang dan Devan tidak berhenti mengeluh
" Galaksi masa lo tega banget mau bakar kita kayak gini, " tanya Devon dengan wajah memelas
" Udah satu jam kita kayak gini. Ayolah Galaksi, " Timpal Jordan ikut-ikutan memohon
" Kita salah, jadi wajar kalau dihukum Lo nggak mau dihukum ? Ya udah, jangan buat kesalahan, " balas Elang dengan wajah tenangnya
" Dengerin, tuh, " Galaksi yang berdiri di bawah naungan Pohon Cemara. ia menatap jam yang melingkar di tangan. harusnya masih ada waktu sekitar lima belas menit lagi agar Para sahabatnya itu bisa kembali ke kelas. Namun karena dirinya sedang baik hati, Galaksi memutuskan untuk menyudahi
" Udah, masuk sana. Jangan Pernah coba-coba bolos lagi, " kata Galaksi dengan tatapan tajam
" Nggak janji, Galaksi kita manusia wajar aja kalau suka berdusta, " jawab Farhan yang langsung dihadiahi jitakan
" Emang bener Kata Farhan. Nggak usah munafik lo, Jordan ! balas Devon membela Farhan
Jordan melirik ke arah buaya berwujud manusia itu, " Baaacoooddd lo, " ia membentuk Pelangi dengan tangannya
Elang menggeleng-gelengkan kepalanya
" Yok, Cabuk, "
Ketua dari Warrior itu melangkah Pergi dari lapangan disusul yang lainnya di belakang. Galaksi menatap kepergian mereka dengan raut wajah lega Bebannya sudah berkurang satu. Kini ia harus kembali ke ruang OSIS untuk rapat.
Kaki jenjang Galaksi melangkah ke luar lapangan. ia berjalan di koridor sebelum akhirnya berhenti di depan lift dan menunggu Pintunya terbuka untuk menuju ke lantai tiga, lantai ruang OSIS berada. Sekolah Para sultan seperti SMA Garuda, mustahil jika tidak memiliki lift
Sesampainya di ruangan OSIS. Galaksi lansung disambut rekan-rekan satu organisasinya. Mona tersenyum lega menatap Galaksi. Gadis itu cukup Pusing karena Galaksi belum juga datang, hingga membuat dirinya harus memasang meng-handle Beberapa urusan. Hari ini mereka akan mengadakan rapat untuk Pemilihan sekretaris OSIS
...***...
Aluna menatap lesu ke arah Galaksi yang tengah sibuk dengan kegiatannya Melihat Mona yang selalu saja di sampingnya itu membuat Aluna ingin mencabik-cabik wajah gadis itu. Meskipun Mona tidak macam-macam tetap saja mampu membuatnya merasa kesal. Aluna tidak suka Pada Perempuan lain disekitar Galaksi
" NYEBELIN BANGET ISH, " Aluna menghentakkan kakinya kesal. Bibirnya mengerucut dengan Pipi mengembung lucu. Demi Bobon yang gantengnya mirip Galaksi, Aluna benar-benar ingin menendang orang sekarang juga
" Ngapain lo ?"
Suara berat itu membuat Aluna menoleh ke sumbernya. Rupanya Pemilik suara berat badan adalah Raka. Entah sejak kapan cowok bermulut Pedas itu berada di sampingnya
" Apa lo ?" sentak Aluna dengan wajah garangnya
Raka langsung mendelikkan matanya
" Suara lo itu jelek. Bikin gendang telinga gue sakit, "
" Lo tau, kan kalau cewek lagi kesel bisa berubah jadi seperti macan dadakan, " balas Aluna dengan Pelototan matanya
Raka menatap gadis itu dari atas sampai bawah. " Gue rasa lo lebih Pantes jadi gorila daripada macan,"
" MAU GUE SANTET ? teriak Aluna dengan kencangnya, membuat Raka langsung menutup telinganya dengan kedua tangannya
Tidak ingin banyak bicara, cowok itu langsung menarik tangan Aluna untuk ikut bersamanya. Beberapa kali Aluna memberontak meminta untuk dilepaskan. Tetapi Raka justru semakin gencar menarik tangan Aluna. Sampai akhirnya keduanya tiba di Parkiran motor
" Lo mau ngapain sih, Be ? tanya Aluna dengan wajah ditekuk sebal
" Lo, " Raka menunjuk Wajah Aluna dengan telunjuknya, " Pulang bareng gue,"
Aluna melotot, lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat, " NGGAK MAU KITA NGGAK SALING KENAL, "
Raka berdecak malas. ia Paling tidak suka ditolak seperti ini, " Nanti gue beliin boneka kambing buat lo, "
Aluna langsung membulatkan mulutnya, " Apa boneka Sapi seriusan lo, "
" jangan banyak ngomong. ikut gue sekarang juga dan kita beli boneka Sapi,"
Aluna Terlihat menimang-nimang dengan Keputusannya. " Tapi dari mana lo tau kalau gue Penyuka segalanya yang berhubungan dengan namanya sapi "
Raka Tersenyum miring. Raut wajahnya saat ini sama sekali tidak bisa didefinisikan, " Gue tau tentang lo, Aluna,"
...***...
" LUCU GUE SUKA, "
" Lo bisa nggak jangan teriak Mulu suara lo nggak enak di denger sama ayam yang mau bertelur, " kata Raka tanpa Pikir-pikir
Aluna menjulurkan lidahnya mengejek Raka. Gadis itu merangkul erat boneka kambing yang baru saja Raja belikan. Binar mata Gadis itu memancarkan kebahagiaan. Mudah sekali membujuk Aluna. Keduanya kini tengah berada di salah satu toko boneka terbesar di kota Jakarta, Raka benar-benar menepati janjinya untuk membelikan Aluna boneka.
" Kenapa lo suka banget sama boneka sapi, " tanya Raka sembari terus berjalan keluar toko bersama Aluna
Ditanya seperti itu membuat Aluna mengetukkan jari di keningnya
" Emangnya suka sama sesuatu itu butuh alasan ya, "
" Nggak juga sih Aluna," Raka berdeham sangat Pelan, " Apa yang bikin lo tergila-gila sama Sapi "
Aluna Tersenyum lebar, " Karena kambing itu lucu dan gemesin apalagi suaranya Pengin cium Bobon kalau ngomongin Sapi kayak gini,"
Raka meneguk ludahnya dengan susah Payah. ia bergidik ngeri menatap takut ke arah Aluna. sepertinya makhluk yang satu ini memang sedikit Gersek jika kebanyakan Gadis di luaran sana menyukai Perhiasan, make up dan lain-lain Maka berbeda dengan Aluna. ini Sapi. SAPI
" Lo emang unik banget Queen,," Puji Raka Untuk Pertama kali
Aluna langsung menatap Cowok itu dengan Pandangan yang bertanya
" Nama Panggilan itu ... "
Raka Tertawa, " Kenapa ? itu kan nama Panjang lo kan ? tanyanya saya melihat badge name di atas saku seragam Aluna
Aluna langsung berwajah sangat murung saat mendengar nama Panggilan itu
" Panggilan itu ngingetin gue sama seseorang, "
...***...
Tak terasa hari sudah mulai gelap, Aluna benar-benar lupa waktu karena Raka mengajaknya ke toko Penjual boneka. Aluna terlalu asyik melihat Para Sapi menggemaskan hingga membuatnya lupa diri
" Makasih, Be, Ternyata Lo orangnya baik banget, " Aluna Tersenyum hingga matanya menyipit, " Makasih juga bonekanya Kapan-kapan gue kenalin lo sama Bobon gue deh," lanjutnya
Raka menatap datar ke arah Gadis itu
" Hm,"
" Balik sana, Entar dicariin Emak lo," ujar Aluna sembari menggerakkan tangannya seperti sedang mengusir ayam
" Lo masuk duluan, " titah Raja
" OKE BONCABE, " balas Aluna kemudian membalikkan badannya Melangkah menuju rumahnya yang terlihat begitu sepi
Raka memandang kepergian gadis itu dengan senyum tipis di bibirnya
" Queen, " gumamnya hanya bisa didengar olehnya. setelahnya, Raka Pergi dari sana dengan motor kesayangannya
...••••...
bagus
semangat
menulis nama orang aja salah melulu 🤭🤭
lanjut author 💪💪💪💪💪🤭
cari jalan untuk kebahagiaan kamu kedepan