NovelToon NovelToon
Looking For Murder

Looking For Murder

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Mafia / Tamat
Popularitas:998.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bas_E

Kisah ini adalah kisah seorang perwira menengah kepolisian Osaka yang bernama Takagi Fujimaru, 35 tahun, bersama rekannya Kaoru Usui, 30 tahun, yang mengungkap kasus pembunuhan berantai. Kasus ini terinspirasi dari kisah nyata pembunuhan berantai yang terjadi di Hongkong pada tahun 1982. Dalam bekerja mereka dibantu seorang dokter ahli forensik yang bernama Keiko Kitagawa, 35 tahun. Bagaimanakah kisah perjuangan mereka mengungkap kasus dan menemukan pelaku yang sesungguhnya ?
Selamat membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bas_E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shuji Tetsuya, Sepertinya Aku Pernah Mendengar Nama itu

Kaoru bersandar di samping pintu kamar rawat Takagi. Adegan romantis sekaligus mengharukan yang baru saja ia saksikan, menumbuhkan harapan di hatinya. Semoga hubungan mereka berlanjut ke arah yang lebih serius. Hati Kaoru sangat bahagia. Di tambah dengan kesediaan sang paman mengabulkan permohonannya waktu itu. Semesta seakan merestui niat baiknya, dengan membukakan jalan yang lebar. Siapa sangka perempuan muda yang ditolong Takagi adalah anak paman Satoshi Nomura yang notabenenya adalah sepupunya sendiri.

Kaoru memilih meninggalkan tempat itu. Memberikan jeda kepada mereka berdua untuk saling mengenal lebih jauh. Ketika tiba di persimpangan lorong, Kaoru hampir saja di tabrak brankar kosong yang tiba-tiba berbelok ke arahnya.

"Aits.. . Hati-hati. Kau hampir mengenaiku"

"Maafkan aku Onii-san (Abang/Mas), aku terburu-buru" Pria yang mengenakan pakaian putih itu membungkuk di hadapan Kaoru.

"Ya sudah. Tidak apa-apa. Lain kali berhati-hatilah"

"Terimakasih Onii-san. Aku akan lebih berhati-hati"

Orang itu pun berlalu dari hadapan Kaoru. Kaoru menepikan tubuhnya ke dinding. Memberikan jalan ke pada perawat itu untuk menjalankan tugasnya. Ketika lelaki itu melewati Kaoru, tanpa sengaja matanya menangkap name tag yang terdapat di dada kanan pria itu.

"Shuji Tetsuya ?" Gumamnya. Matanya mengikuti arah pria itu menjauh.

"Sepertinya nama itu familiar. Di mana aku pernah mendengar nama itu ya? " Kaoru termangu sambil berfikir.

"Oji-san (Paman), kau menghalangi jalanku"

Kaoru refleks memutar tubuhnya. Didapatinya seorang anak lelaki yang duduk di atas kursi roda kira-kira berusia 7 tahun, memandanginya dengan wajah marah. Kaoru berjongkok menyamakan posisinya dengan anak itu.

" Halo, aku Usui Kaoru. Namamu siapa?"

"Aku sedang tidak ingin berkenalan, Oji-san (Paman). Sebaiknya kau minggir, aku sedang terburu-buru" Ia bersidekap di hadapan Kaoru.

"Oww. Baiklah kalau itu mau mu, Buddy" Kaoru berdiri dan berniat memberi anak laki-laki itu jalan.

Tiba-tiba seorang wanita berteriak dan berjalan terburu-buru ke arah mereka.

"Chio.. Chio.. Kembali Nak..!!"

Anak lelaki itu buru-buru mengayuh kursi rodanya. Dengan sigap Kaoru menahan kursi roda itu, sehingga ia tidak bisa melarikan diri.

"Oji-san, lepaskan !!!" Teriak anak lelaki itu dengan marah.

"Terima kasih Tuan. Maafkan anakku yang telah merepotkan anda" Ucap sang wanita dengan nafas memburu.

"Dia putra anda, Nyonya?"

"Iya Tuan. Namaku Daisuke Hinata, ini putraku Masashi Chio"

"Aku Usui Kaoru, Nyonya. Sebenarnya apa yang telah terjadi?"

"Ada sedikit masalah keluarga, Tuan. Maaf aku tidak bisa menceritakannya pada anda"

"Baiklah kalau begitu" Kaoru kemudian berjongkok memposisikan dirinya sejajar kembali dengan anak lelaki itu.

"Paman harap kau lekas sembuh. Jangan diulangi lagi. Kasian Ibumu. Ok. Buddy? " Kaoru mengacak rambut anak itu yang masih memasang wajah cemberut, tanpa mau memandang Kaoru.

"Kalau begitu kami kembali kamar dulu, Tuan"

"Silahkan Nyonya". Wanita itu mendorong kursi roda menjauh dari tempat itu.

Kaoru melanjutkan langkahkan kakinya menuju kantin, yang berada di lantai atas. Ia menaiki lift untuk menuju ke sana. Kantin yang cukup luas itu, miliki sistem pelayanan self service.

Kaoru memilih Double curry rice bento dan teh hijicha. Mengambil tempat duduk di sudut ruangan, Kaoru membawa makanannya.

Double curry rice bento dengan nasi putih disiram kuah kari ala Jepang. Dilengkapi dengan telur tamagoyaki, mentimun kyuri, tomat ceri, dan takoyaki.

Semerbak aroma kari Jepang yang otentik langsung tercium oleh hidung. Sejenak Kaoru pelupakan tugas-tugasnya. Ia menikmati rasa kari yang kuat di dalam bento. Dengan cacahan wortel dan bawang bombai, kuah kari kental yang disiram ke atas nasi memberikan tambahan rasa yang gurih, kaya rempah, dan sedikit manis. Tamagoyaki yang lembut ditambah lagi sayuran mentimun dan tomat segar membuat makan jadi lebih nikmat. Rasa kari yang kuat juga dapat dirasakan ketika menyantap takoyaki. Camilan bola-bola tersebut diberi topping mayonaise, pasta kari, potongan wortel, serta jagung yang cukup banyak. Topping yang melimpah ini mampu melengkapi rasa takoyaki renyah isi gurita yang sederhana. Minuman teh hojicha yang di pilihnya terasa menyegarkan dan creamy. Perpaduan rasa pahit ala teh hijau panggang hojicha dengan manis dari milk tea.

Kaoru menikmati makan siangnya dengan lahap. Merupakan suatu kejutan, di kantin rumah sakit ia bisa merasakan sensasi makan berlipat ganda. Perpaduan nasi dan takoyaki kari.

Sambil menghabiskan makanannya, Kaoru menyapu pandanganya ke seluruh ruangan. Kantin itu berlahan mulai ramai, karena saat itu sudah menunjukkan jam makan siang. Di pintu masuk kantin, ia menemukan orang yang tadi hampir menabraknya dengan brankar kosong yang di dorongnya.

"Shuji Tetsuya, siapa sebenarnya kau...?"

***

Note : Urutan cara penulisan dan penyebutan nama orang Jepang dalam huruf kanji adalah nama marga terlebih dahulu dan kemudian diikuti dengan nama pemberian. Seperti telah kita ketahui cara penulisan nama orang di negara Eropa bahkan Indonesia dalam huruf alphabet umumnya dimulai dengan nama pemberian berada di urutan depan dan kemudian nama marga ditempatkan belakangan setelah nama pemberian. Akan tetapi urutan cara penulisan nama orang Jepang dalam huruf alphabet atau Romaji, adalah sama dengan huruf kanji, hanya semua huruf di nama marga ditulis dalam huruf besar/kapital.

Misalnya Takagi Fujimaru. Fujimaru adalah nama marga. Takagi adalah nama pemberian. Kalau berkenalan menyebutkan nama keluarga lebih dahulu baru diikuti nama diri.

1
ramanda
tak bisa berkata kata menyaksikan adiknya berdebat dengan dirinya sendiri.
ramanda
pelakunya mengidap penyakit kepribadian ganda. apakah yusa juga yang melakukan pembunuhan terhadap cho, ayumi, dan adriana ?
ramanda
yusa ? memiliki kepribadian ganda atau alter ego ?
ramanda
pelaku mengenal hikari ?
ramanda
benjorka. benjiro bjorka.
ramanda
perempuan mengucapkan love you kepada perempuan lain akan terdengar biasa saja sejauh kita tidak tau kalau mereka menyimpang.
ramanda
sora kah ? hahaha
ramanda
doa baik saja belum tentu dikabulkan apalagi doa buruk 🤣
ramanda
aku sudah curiga saat dia bilang tentang pilihan hidupnya dan benci lelaki. ternyata memang menyimpang.
ramanda
yang benar usia takagi 39 atau 35 tahun ?
ramanda
aku pikir mario adalah pria, dan mereka adalah kaum boti. ternyata hanya nama yang disamarkan.
ramanda
hampir semua tokoh di novel ini menggunakan sarana transportasi taksi. tarif taksi di jepang sangatlah mahal jadi orang akan lebih memilih kereta atau bus.
ramanda
kalau melakukan pelepasan di dalam, besar kemungkinan ditemukannya DNA tetsuya.
ramanda
ternyata begini cara merayu perempuan.
ramanda
ternyata diam2 perempuan juga berimajinasi ke arah sana
ramanda
lalu kemanakah uang yang sempat diberikan geo kepada nenek ?
ramanda
keiko memang salah, tapi cara geo yang seperti ini juga salah.
ramanda
begitulah yang selama ini dirasakan suamimu.
ramanda
kalau perempuan disebut waitress. waiter sebutan untuk pelayan cowok.
ramanda
pukul dua siang club sudah dibuka ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!