lanjutan kisah Terlambat Jatuh Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amnesia
Butuh waktu 6 bulan untuk masa pemulihan mereka. Masa pemulihan trauma mereka. Mengingat kecelakaan tersebut membuat hati Naira sangat sakit. Apalagi dengan kondisi Nabil yang tak mengingat dirinya.
Hanya mereka berdua lah yang mengulang tahun pertama di SMA, mau di beri home sholling pun gak bisa juga mengingat kondisi mereka yang gak mungkin bisa belajar.
Sedih... Ya, itu kata yang sangat di derita Naira. Dan yang lebih menyedihkan lagi dia harus menerima Nabil yang tak mengenalnya.
Apakah dia harus merelakan Nabil? merelakan pertunangan ini? Atau Naira harus apa?
Udah 2 bulan dia kesekolah menggunakan tongkat dan masih duduk di kelas X. Kelas yang sama dengan Nabil, Kelas yang memberikan kebahagiaan dengan riuhnya teman-teman. Sekarang mereka sudah duduk di kelas XI. Naira tak pernah nempernasalahkan itu, karena bagaimanapun kecelakaan itu bukan kehendaknya. Walaupun masih ada rasa bersalah dalam hati Naira, Sedandainya saja....
Ahhhh.. tak boleh berandai-andai..
Iman kepada takdir adalah salah satu pilar Islam. Kita meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi telah diketahui oleh Allah sebelum hal itu terjadi. Dan Allah juga telah memerintahkan pena takdir untuk mencatat segala peristiwa yang akan terjadi hingga hari kiamat 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Kehendak Allah pasti terlaksana, tidak ada yang bisa mengelakkannya.
Semua makhluk dan perbuatannya merupakan buah dari ciptaan-Nya. Hal ini tentu akan membuat hati seorang yang beriman merasakan ketentraman. Dia akan beramal sebaik-baiknya dan berprasangka baik kepada Alloh Ta’ala. Alloh sangat penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Maka salah satu sifat yang harus dipunyai oleh seorang muslim ialah bersikap pasrah terhadap takdir dan tidak memprotes keputusan Alloh Ta’ala. Sehingga apabila musibah menimpa maka hati mereka merasa ridha terhadap perbuatan-Nya dan bersabar dalam menghadapi musibah. Inilah kewajiban kita.
Menjadi orang yang lemah atau kah menjadi sosok yang tabah? Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam melarang kita merasa lemah. Karena perasaan lemah ketika tertimpa musibah akan membangkitkan celaan, protes serta kemarahan dan sedih di dalam diri. Padahal itu semua termasuk ulah syaithan. Maka Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam melarang kita mengucapkan “Seandainya demikian maka demikian” karena ucapan itu akan membuka celah munculnya hal-hal tersebut.
Orang yang tabah menyadari bahwa semuanya sudah ditakdirkan. Dia tidak menyesali kesungguhan dan upaya yang sudah ditempuhnya. Oleh karenanya Nabi memerintahkan kita untuk berkata, “QaddarAllohu wa maa syaa’a fa’ala”. Biarlah terjadi karena memang itulah yang sudah ditakdirkan Alloh. Tiada gunanya mengeluh dan berandai-andai. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahulloh mengatakan bahwa salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari hadits di atas ialah “Adanya larangan yang sangat tegas dari mengucapkan seandainya ketika musibah menimpa anda” (Kitab Tauhid). Pengandaian ini haram karena adanya unsur penyesalan, kesedihan dan tidak mau menerima kenyataan.
Rere:" Kak Naira kok melamun?"
Naira:" Gapapa kok Re,, cuma keinget kajadian itu aja.."
Rere:" Udah lah kak, udah berlalu, lupain aja, masa depan kakak masih panjang, yang penting sekarang kakak teris berusaha untuk bisa maju ke depan, jangan berkutat dengan masa lalu. Lagian temen-temen kakak yang udah meninggal pasti udah bahagia kembali ke sisi sang Pencipta."
Naira:" Makasih ya Re,, kamu itu temen yang sangat baik,"
Rere:" Kakak bisa aja, ayo donk yang semangat.."
Naira:" Iya kakak semangat."
Sembari berbincng-cbincang dengan Rere, masuk lah Nabil dengan tampiran yang biasanya, wajah yang masih tampan dan ada luka parut di dahi nya, sehingga dia memanjangkan poninya sedikit untuk menutupi Dahi tersebut.
Rere:" kak, Aku denger sebelum ilang ingatan kak Nabil itu pacar kakak ya??"
Naira:" Enggak, kami gak pacaran,"
Rere:"Jadi? kabar berita yang Re denger gitu, apalagi pas duet, jadi trending topic banget tau gak.."
Naira:" Kamu bisa aja Re.."
Rere:" Eh, kak Nabil, sini dong, kita tuker tempat boleh?"
Nabil:" Memangnya kenapa sama bangku kamu?"
Rere:" Aku mau deketin Naufal kak.." (Sambil berbisik)
Nabil:" Ya udah,"
Akhirnya Rere dan Nabil pun bertukar tempat, jadi lah mereka berdua duduk di bangku yang sama,
Naira:" Bil, kamu gimana kabarnya?"
Nabil:" Aku baik. Kenapa kamu tanya-tanya?"
Naira:" Gapapa. mau tanya aja."
Nabil:" Oh."
Kok sakit ya? Liat dia gak inget aku, batin Naira.
Flashback on
5 bulan yang lalu..
Tit...tit...tit....
Hanya itu suara yang terdengar dari ruang kedua insan yang tengah terbaring menahan sakit. Kedua orang tua nereka pun sangat sedih, melihat anak-anak kesayangan tak ada yang sadarkan diri. Hana dan Rizal yang setia nenunggui Naira tak kuasa menangis setiap melihat jejak luka di tubuh anak nya. Kecelakaan Naas yang menimpa mereka sebulan yang lalu.
Di genggam oleh Hana tangan putri kesayangannya, tak kenal lelah sang ibu menjaga buah hati nya siang dan malam, terkadang Lida dan Ibu nya juga membantu menjada ponakan dan cucu mereka bergantian.
Hana menangis melihat kondisi anaknya yang sudah koma hampir 1 bulan. Dengan kepala di perban dan kaki yang patah, Hana merasakan gerakan jemari lentik Naira yang bergerak.
Hana:" Mas,,, Naira bangun mas, Naira bangun..Cepet panggil dokter.."
Rizal:" Iya sayang, Sebentar..
Tak lam pun Dokter datang dengan sederet perawat memeriksa kondisi Naira.
Dokter:" Alhamdulillah, anak anda telah melewati masa kritis pak, setelah penantian yang panjang."
Rizal:" Benarkah dokter?"
Dokter:" Iya pak, setelah ini sudah bisa di pastikan bahwa kondisi Naira akan baik-baik saja."
Rizal:" Terimakasih penjelasannya dok.."
Dokter:" Baik lah, saya permisi sulu, jika besok Naira menampakkan kondisi yang lebih baik, maka dia bisa di pindah ke ruang rawat inap,"
Rizal:" baik, terimakasih dok.."
Hana:" Sayang,, kamu gimana keadaan nya? masih sakit banget?"
Naira menggelengkan kepala dan meminta Bundanya untuk mendekat.
Naira:" Bunda,, Nai haus.." Dwngan suara yang serak.
Hana:" Iya, bunda ambilin. Ini minum nak,, pelan-pelan."
Naira:" Bunda... Nabil.."
Hana:" Kamu istirahat dulu ya sayang, besok kalo udah kuat, bunda ceritain, sekarang kamu bobok lagi ya.."
Naira mengangguk dan mulai memejamkan matanya kembali, mengingat kondisinya yang belum pulih karena baru terbangun dari tidur panjangnya selama 1 bulan. Dengan segera Rizal menelepon Surya memberitahukan bahwa calon mantu nya sudah siuman.
Dan benar saja, Surya dan Iren tak henti-hentinya bersyukur karena Naira sudah siuman. Hanya tinggal menunggu anak semata wayang nya yang belum sadarkan diri, seolah-olah tak ingin bangun, cuma jantung aja yang masih berdetak.
Surya yang rasanya masih trauma mengalami hal ini, gemetar selalu saat dia mengajak Nabil berbicara, Sudah dulu dia hampir kehilangan istei, sekarang dia hampir kehilangan anak nya juga..
semoga konfliknya ga berat
sekarang masih lancar jaya,tapi nanti pas mereka udah nikah pasti ada aja masalah...
nah takutnya mereka masih labil dan masih dalam proses pendewasaan,mencari jati diri takutnya malah mereka berpisah kan nanti q sedih Thor....
thor ceritanya sama persis dengan apa yang aku alami kalo nabil masih bisa bertemu denga nairanya tapi kalo aku belum bisa ketemu dengan teman kecilku itu....
🤭🤭🤭🤭
makanya g up..up