NovelToon NovelToon
NADIRA

NADIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:967.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratihyera

Arga Ibrahim adalah pewaris tunggal dari bisnis turun temurun milik keluarganya. Ia memiliki segalanya, wajah yang tampan dan banyak digilai wanita, harta kekayaan yang melimpah, dan juga seorang tunangan cantik yang begitu dicintainya sepenuh hati.

Suatu malam, Arga mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua matanya buta. Saat itu juga tunangannya yang bernama Niken tiba-tiba meninggalkannya dengan mengembalikan cincin pertunangan lewat perantara Nadira, sepupunya. Sejak saat itu takdir menyeret Nadira masuk dalam kehidupan Arga dan keluarganya.

(Full Drama. Cerita ini hanya fiktif belaka)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratihyera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERINGATAN RACHEL

Nadira membuka pintu ruang kerja Rachel setelah mendengar suara sahutan masuk dari dalam. Rachel sedang berdiri membelakangi, ia sedang mematung menatap foto keluarganya ketika almarhum suaminya masih hidup.

Rachel membalik badan begitu menyadari kedatangan Nadira.

“Duduklah Nad!” ia mengarahkan Nadira duduk di sebuah sofa panjang, dan Rachel sendiri mengambil posisi duduk berhadapan dengan Nadira.

“Aku berterima kasih padamu, karena sudah membantu Arga beradaptasi dengan kondisinya sekarang,” ucap Rachel sambil menuangkan teh dari teko porselen ke sebuah cangkir di depan Nadira.

Nadira hanya diam, berusaha membaca keadaan, ada apa sebenarnya dengan ibu mertuanya itu. Memanggilnya lagi bertemu empat mata di ruang kerjanya, seperti ada sesuatu yang penting dan rahasia.

Tak lupa Rachel menuangkan juga teh ke cangkir miliknya. Ia duduk dengan anggun sambil menyeruput pelan tehnya, tidak peduli pada Nadira yang belum menyentuh teh miliknya, ia sama sekali tidak tertarik.

“Kau tahu Nad, saat pertama aku melihatmu, aku tahu kau adalah gadis yang baik. Mungkin aku sangat egois, memintamu menggantikan Niken untuk menikahi Arga demi menyelamatkan kehormatan keluargaku, padahal aku tahu kau tidak pernah mengharapkan pernikahan ini terjadi,” Rachel meletakkan kembali cangkir tehnya di atas meja. Dan menatap Nadira lekat-lekat, mata coklatnya benar-benar mirip seperti matanya Arga.

Nadira masih belum mengerti dengan arah pembicaraan Rachel. Ia masih diam saja, seolah jadi pendengar yang baik.

“Aku punya hutang dan janji pada salah satu teman dekat almarhum papanya Arga. Saat suamiku meninggal dan Rajasa Group sedang berupaya direbut oleh keponakanku, teman almarhum suamiku membantuku, menguatkan kedudukanku lewat jalan hukum kalau aku sebagai istri, berhak menggantikan posisi suamiku sebagai pemilik sah Rajasa Group. Tidak hanya itu, dia juga membantuku dengan sokongan dana, membayar pengacara termahal di negeri ini agar hak kepemilikan tetap kepadaku. Saat itu aku sangat terharu dan bersyukur, beberapa tahun kemudian dia pun meninggal dunia karena sakit. Dia punya dua orang anak, anak tertuanya mengambil alih mengurus perusahaannya sepeninggalnya dan anak keduanya itulah yang hendak aku jodohkan dengan Arga dulu, karena istrinya pun sudah lama meninggal. Jadi mereka adalah yatim piatu, karena itulah aku semakin berharap perjodohannya dengan Arga bisa aku wujudkan. Tapi saat aku menyampaikan hal ini kepada Arga, anak itu mengaku sudah memiliki kekasih, dialah Niken, dan sangat mencintainya. Aku bisa apa ketika cinta sudah bicara. Tapi cinta itu ternyata salah, aku punya orang bayaran untuk mengawasi gerak-gerik Niken, ternyata dia diam-diam sering bertemu dengan lelaki bernama Desta lalu aku bisa sebut, dia mengkhianati Arga tanpa Arga tahu kenyataan itu. Tak lama kemudian kecelakaan itu terjadi, Arga menjadi buta lalu dia pergi begitu saja meninggalkannya,” ujar Rachel panjang lebar, kebenciannya kepada Niken masih bersarang di hatinya.

“Saat Niken meninggalkan Arga, aku berpikir inilah saatnya untuk melanjutkan perjodohan ini. Tapi ternyata gadis itu juga sudah bertunangan. Aku lagi-lagi gagal menjodohkan mereka, dan juga aku ingat kondisi Arga yang buta, mungkin takkan mudah baginya menerima kondisi anakku. Lalu kaulah yang pada akhirnya kunikahkan dengan Arga karena alasan khusus. Memang tidak seharusnya kau berada di posisi ini sekarang, membayar semua perbuatan Niken, menikahi pria malang dan buta seperti Arga. Tapi, sepertinya sekarang ada yang salah. Kau dengan Arga,” Rachel menambahkan. Kali ini ia raut muka Rachel tampak lebih serius.

Nadira berpikir keras, di mana letak kesalahannya.

“Aku menikahkanmu dengan putraku yang buta hanyalah sekedar pernikahan di atas kertas. Tapi sepertinya kau sudah keluar dari jalur yang telah kutetapkan. Aku tidak memintamu untuk membuat Arga jadi peduli dan suka padamu, apalagi berharap kau sudah mulai menaruh rasa padanya juga,”

“Aku...,” Nadira tak tahu harus berkata apa. Ternyata Rachel punya perasaan yang peka, ia bisa membaca apa yang sedang terjadi dengan perasaan Arga dan dirinya.

“Aku peringatkan padamu, Nad. Jangan seperti Niken, membuat Arga jatuh hati padamu. Ingatlah, kalian sudah menandatangani kontrak pernikahan, dan suatu hari nanti jika saatnya sudah tepat dan kondisi Arga semakin baik, perceraian itu pasti terjadi. Mulai sekarang kau harus bisa membatasi dirimu dengan Arga. Aku tidak mau peduli kalau kau juga mulai menyukai putraku, kalau rasa itu baru tumbuh, itu belum terlambat, aku yakin kau bisa mengenyahkannya," Rachel berkata dengan entengnya, seolah perasaan adalah hal yang mudah untuk dicegah apalagi dihilangkan.

Nadira tak bisa berkata-kata. Hatinya sangat kalut dan malam itu ia tidak bisa tidur dengan baik. Beberapa kali Nadira membalik badannya di atas tempat tidur, Nadira menyalakan lampu kecil dan menatap kosong langit-langit kamarnya. Kata-kata Rachel terus terngiang di kepalanya.

“Aku menikahkanmu dengan putraku yang buta hanyalah sekedar pernikahan di atas kertas. Tapi sepertinya kau sudah keluar dari jalur yang telah kutetapkan. Aku tidak memintamu untuk membuat Arga jadi peduli dan suka padamu, apalagi berharap kau sudah mulai menaruh rasa padanya juga,”

Nadira merasakan sesuatu yang dingin menetes pelan di pipinya. Nadira menyentuhnya dan itu adalah air matanya. Tanpa sadar ia menangis.

Nadira bertanya dalam hati, kenapa aku harus menangis?

Tak lama kemudian, telpon berdering. Nadira agak terperanjat kaget, dia hanya menatap diam telpon yang terus berdering itu. Menahan diri untuk mengangkatnya, karena ia tahu siapa lagi yang suka menelpon membangunkannya tengah malam buta kalau bukan Arga. Deringnya kemudian berhenti. Nadira menarik tinggi selimutnya menutup seluruh badan, kecuali wajahnya.

Telpon itu kembali berdering, tidak peduli Nadira merasa terganggu tidurnya ia pasti akan mengangkatnya dan meladeni keinginan Arga. Tapi kali ini Nadira menahan dirinya. Dering telpon itu terus memekakkan telinganya seolah memaksa untuk diangkat. Seketika Nadira menarik kuat kabel telpon dan suara deringnya pun lenyap.

Nadira segera mematikan lampu, menarik selimut hingga menutupi wajahnya dan memaksa diri untuk terlelap walau hatinya terasa begitu sedih.

“Beraninya dia memutus telponku,” gumam Arga yang masih menempelkan gagang telpon di telinganya. Suasana kamarnya masih gelap. Arga meletakkan kembali gagang telpon lalu membetulkan posisinya di tempat tidur. Ia berpikir, Nadira bersikap tidak biasanya, meski mengeluh dan mengomel karena ia sering membangunkannya tengah malam untuk meminta dibuatkan segelas coklat panas atau menghabiskan malam bercerita berdua sampai ia mengantuk kembali dan tidur.

“Ada apa dengannya,” gumam Arga lalu merebahkan tubuhnya. Arga mulai merasakan sesuatu yang berbeda malam ini, hingga ia pun makin sulit memejamkan kedua matanya.

***

Assalamualaikum para pembaca yang budiman, minta like dan vote-nya ya biar karya ini tetap eksis di tengah kesibukan author di dunia nyata. Terima kasih.

1
dewi rofiqoh
Semoga arga dan nadira bahagia selalu dan tetap harmonis....
Thor bikin si bram sadar biar fk ganggu nadira, bikin ia jatuh cinta sama Melanie
dewi rofiqoh
Jangan sampai Melanie jadi korban kebejatan bram...
dewi rofiqoh
Arga emang 👍👍👍👍
Mau berbagi secercah harapan dan kebahagiaan untuk sesama yang kurang beruntung...
Yati Joice
Terimakasih Thor up nya 🙏 semoga tidak tertunda lagi ya dan tetap Semangaaaaaaaaaat 👍
semoga Kebahagiaan Arga dan Nadira juga Rumah tangga nya langgeng tidak ada gangguan dari luar dan Samawa til jannah sampai maut memisahkan Aamiin Aamiin YRA 🤲🤲😘❤️🙏
Kurniasih Asih
selamat Thor atas kelahiran ya,kamu selalu menunggu karyamu,semoga sehat selalu
Yati Joice
Alhamdulillah,,, akhirnya datang juga,sudah berapa purnama,,,, dirimu meninggal aku Thor,,,semoga semuanya baik baik dan lancar ya,,,tetap Semangaaaaaaaaaat 👍🙏 Succes selalu,,, Aamiin Aamiin YRA 🤲🤲❤️😘
Ratihyera: wah makasih. maaf, saya sibuk jadi IRT, ngajar, habis lahiran, mana stuck ga tahu ceritanya mau dibawa kek mana soalnya masih ada beberapa konflik yg harus selesaikan antara Bram sama Rio, baru novel ini saya tamatkan
total 1 replies
Sri Acong
sekian lama,,,akhirnyaaa/Rose//Rose//Rose/
Devy Joice
lanjut thor
tokcar d monkar
mantaap
Khalid Ayubi
bgs
Vida Juli
nangis gw 😭😭😭😪
Neva Yanti
👍
Lidia Andiani
emak ga jelas emak egois emak ga tau diri
Lidia Andiani
gila nih ibunya arga kok malah ga boleh jatuh cinta ke nadira. bodoh apa gimana ini ga jelas banget deh
Shuhairi Nafsir
Tahniah Dan Selamat Melahirkan Cahaya mata Thor. Take care and stay healthy ❤️
Shuhairi Nafsir
lama kelamaan mengikuti cerita ini terasa bosan dibuatnya dengan sikapnya Nadira yang nga tegas.
Ijah Cai
lanjutkan thor
Dewi Purnomo
Biasa
Dewi Purnomo
Kecewa
Sunarti W Spdi
Thor ada gak didunia nyata persinya arga
𝑰𝒍 𝒏𝒖𝒍𝒍𝒂: Hai kak mampir yuk di novel ku ",My Possessive Lecturer"++🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!