Zhe Zhe Zinanda, berdiri lima jam di altar pernikahan. Hari ini pengantin pria yang seharusnya menemaninya mengucap janji suci pernikahan, tidak datang. Hingga semua tamu undangan yang hadir satu persatu pergi dan meninggalkan tempat resepsi.
Zhoe Khaman, pergi ke luar negeri di hari pernikahannya. Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa Zhoe pergi meninggalkan pernikahannya?
Saksikan kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Akhir kisah perjalanan
Hy reader, besok minggu dah lebaran nih, author mau ngucapin
Minnal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir batin, selamat hari raya Idul Fitri buat kalian semua yang merayakannya. Maafin author klo author ada salah, 😢😢🙏🙏🙏
Jangan lupa jadwal update novel2 author
Cinta Ada Karena Terbiasa season3 SENIN, RABU, JUM'AT
Status Gantung Miss CEO SELASA, KAMIS, SABTU
Putri Yang Tergadai RABU, JUM'AT, MINGGU
stay terus ya reader, ikuti kelanjutan kisah2 mereka
l ♥️ U readers,
SELAMAT MEMBACA 😘
---------------------------------------
Di perjalanan menuju rumah sakit, Zhe Zhe terus mencoba membujuk Zhoe untuk memaafkan ibunya.
“Zhoe, maafkanlah ibumu. Dia hanya menginginkan yang terbaik untukmu dan mungkin menurutnya aku bukàn yang terbaik buat kamu!” ucap Zhe Zhe.
“Aku yakin Mama cuma takut kamu akan menguras hartanya. Padahal aku tahu seperti apa dirimu,” jawab Zhoe.
“Siapa tahu aku berubah, setelah menikah dan memiliki hartamu, terus kamu aku tendang ke jalanan, haha.”
“Zhe, tidak usah bercanda! aku serius Zhe!!” ucap Zhoe menatap sekilas ke arah Zhe Zhe. Zhe Zhe tersenyum.
“Sayang, kita sudah menikah dan membuka lembaran baru. Kita butuh restu mereka, agar rumah tangga kita ke depannya bisa tentram dan bahagia. Cobalah untuk berbicara baik-baik dengan orang tua kamu, ok!” ucap Zhe Zhe sambil mengusap pundak Zhoe.
“Jangan diusap gitu, sayang? Aku jadi pengen!” goda Zhoe.
Zhe Zhe segera menarik tangannya dengan wajah yang memerah. Mereka sampai di rumah sakit dan langsung menuju kamar rawat ayahnya Zhoe. Mereka masuk dan ternyata ayah Zhoe sedang berbicara dengan Dokter. Setelah Dokter keluar, barulah Zhoe menghampiri ranjang rawat ayahnya.
“Pa, apa kabar?” tanya Zhoe.
“Masih bertanya! tidak lihat Papamu ini sedang sakit!” omel ayah Zhoe.
“Maaf, Zhoe baru menjenguk,” ucap Zhoe.
Ayah Zhoe melihat Zhe Zhe berdiri di dekat pintu. Zhe Zhe tidak berani mendekat. Ia ingat saat pertama kali Zhoe membawanya ke rumah, saat itu ayahnya Zhoe langsung pergi. Jika Eliza saja tidak setuju apalagi ayahnya Zhoe. Itulah yang Zhe Zhe pikirkan, tetapi kali ini ayahnya Zhoe tersenyum dan melambaikan tangan memanggil Zhe Zhe.
“Zhe Zhe sini!” seru ayah Zhoe. Zhe Zhe mendekat dan mengulurkan tangannya.
“Selamat malam, om! semoga lekas sembuh,” ucap Zhe Zhe.
“Pa, Zhoe dan Zhe Zhe sudah menikah! Zhoe harap Papa merestui,” ucap Zhoe.
“Papa merestui, sejak dulu Papa merestui. Mamamu juga pasti merestui, bicaralah dengan Mamamu!” ucap ayah Zhoe.
“Zhoe tidak yakin jika Mama akan setuju, Papa tahu Mama dulu … .” Zhoe tidak melanjutkan ucapannya.
“Mama setuju! kalau kalian sudah menikah, itu melegakan untuk Mama.”
“Bukannya Mama takut jika aku menikahi Zhe Zhe, kenapa Mama merasa lega? Itu lucu!” ucap Zhoe. Zhe Zhe menarik lengan kemeja Zhoe.
“Mama tahu, Mama sudah bersalah karena memisahkan kalian dulu, tetapi itu dulu! Mama sudah berubah, kembalilah ke rumah, Zhoe!” ucap Elisa.
“Syukurlah jika Mama sudah sadar, tapi Zhoe harus bertanggung jawab atas perusahaan Zhoe. Jadi Zhoe tidak bisa kembali tinggal di rumah!”
“Baiklah, tapi setidaknya menginaplah untuk beberapa hari. Papa akan pulang besok pagi, kita berkumpul di rumah!” ucap ayah Zhoe.
“Sayang.” Zhe Zhe mencoba merayu Zhoe. Zhoe akhirnya setuju untuk menginap beberapa hari.
***
Keesokan harinya, ayah Zhoe sudah pulang ke rumah bersama Zhoe dan Zhe Zhe. Elisa memperlakukan Zhe Zhe dengan penuh kasih sayang, Zhoe hanya menatap dengan pikiran curiga. Lain halnya dengan Zhe Zhe yang percaya bahwa Mamanya Zhoe sudah berubah.
Mereka sarapan bersama untuk pertama kalinya. Seusai sarapan Zhoe mendorong kursi roda dan membawa ayahnya berjalan-jalan menikmati cahaya matahati pagi. Dan Elisa membawa Zhe Zhe ke kamar Zhoe. Kamar yang berukuran 6×6 meter persegi itu begitu rapi. Zhe Zhe dan Elisa berkeliling kamar, lalu duduk di tepi ranjang.
“Zhe, terima kasih sudah mau memaafkan Mama! Tak heran jika Zhoe cinta mati sama kamu, karena kamu gadis yang baik!” ucap Elisa dengan tulus. Ia kemudian meninggalkan Zhe Zhe di kamar Zhoe.
Zhoe kembali ke rumah dan Elisa mengambil alih mendorong kursi roda. Elisa membawa ayah Zhoe ke kamarnya. Sedangkan Zhoe mencari Zhe Zhe di kamarnya. Zhoe masuk ke kamarnya lalu mengunci pintu. Zhoe mencari Zhe Zhe, ternyata Zhe Zhe baru saja keluar dari kamar mandi. Handuk yang biasa Zhoe pakai itu tidak bisa menutup seluruh tubuh Zhe Zhe dengan sempurna.
Zhoe yang sudah menahan hasratnya dari semalam akhirnya tidak tahan lagi. Ia segera menghampiri Zhe Zhe dan memeluknya.
“Zhoe, aku belum pakai baju, lepasin!” ucap Zhe Zhe.
“Buat apa pakai baju, nanti juga aku lepas!” ucap Zhoe lalu mencium Zhe Zhe dengan penuh gairah.
Desahan Zhe Zhe mulai keluar saat Zhoe mengecup setiap jengkal leher dan pundak Zhe Zhe yang tak tertutup handuk. Zhoe kemudian mengangkat Zhe Zhe dan merebahkannya di ranjang.
Zhe Zhe menggelinjang dibawah tubuh kekar Zhoe. Zhoe bangun dan bertumpu dengan lututnya, ia membuka baju yang dipakainya. Zhe Zhe merona melihat tubuh suaminya, ia memalingkan wajahnya. Zhoe kembali merebahkan tubuhnya di atas Zhe Zhe, dengan sekali tarikan Zhoe melepas handuk Zhe Zhe dan langsung menyerangnya dengan ciuman panas. Ciuman yang membakar gairah mereka berdua.
“Aku mau kamu sekarang, Zhe!” ucap Zhoe sambil melepas penutup tubuh bagian bawahnya. Zhoe kembali menciumi seluruh tubuh Zhe Zhe, Zhe Zhe hanya bisa mengeluarkan desahan, dengan tangan mencengkram seprei putih yang melapisi ranjang. Zhoe bermain di kedua bukit kembar yang menjulang menantang gairah Zhoe.
Zhoe sudah tidak tahan dan mulai melakukan kegiatan inti setelah pemanasan yang panjang. Zhoe dan Zhe Zhe melakukan hubungan suami istri di kamar Zhoe untuk pertama kalinya. Sedangkan malam pertama sudah mereka lakukan di rumah Zhe Zhe. Di kamar itu terdengar desahan dua insan yang sedang di mabuk asmara.
***
Setelah mereka menginap tiga hari di sana, mereka pulang ke Ibu Kota dan kembali kepada kegiatan mereka seperti biasanya. Setelah hari itu, Zhoe dan Zhe Zhe sering pulang ke rumah keluarga Khaman di saat libur.
And finally mereka bahagia dengan kehidupan mereka sekarang. Setelah penderitaan mereka yang menyiksa. Zhe Zhe tinggal di penthouse milik Zhoe. Zhoe menyuruh Zhe Zhe pindah bekerja di perusahaannya, tetapi Zhe Zhe tidak mau karena tim editor yang sudah ia pimpin itu sudah ia anggap sebagai keluarga. Zhe Zhe merasa berat jika harus berpisah dengan anak buahnya, akhirnya Zhoe mengalah dan mengijinkan Zhe Zhe tetap bekerja di perusahaan Steve.
---------------------------------------------
thank you for Mangatoon
buat adminnya jg dan staff2 yg bekerja di Mangatoon.
smoga saya tetAp diijinkan berkontribusi di sini.
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
I Love you, readers ♥️♥️♥️
Tunggu season 2-nya ya Readers. I love you😘😘😘
sukses thor
semangat
semangat