NovelToon NovelToon
BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

BANYAK ISTRI BANYAK REZEKI

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Balas Dendam
Popularitas:74.2k
Nilai: 5
Nama Author: rustinidina

Pernikahan merupakan sesuatu yang sangat sakral dan suci, tapi lain halnya bagi Bang Sayid, pernikahan merupakan sebuah sarana untuk dirinya agar mendapatkan kehidupan yang layak dan bergelimang harta tanpa harus bekerja keras, seperti apa dan bagaimana aksi dia, yuu kita baca sama-sama😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rustinidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BIBR29

Sri coba membaca komen yang ada dipostingan itu, berharap apa yang baru saja dia baca bukan nama orang tuanya, tapi kenyataan pahit memupuskan harapannya, ketika foto rumah dan video saat jasad orang tuanya di naikan ambulance begitu jelas terlihat kalau mereka Abah dan Ambu yang telah melahirkan dirinya.

Tangis Sri pecah lagi, dia meraung-raung memanggil kedua orang tuanya, Bu Titi yang baru masuk ke kamar Sri segera meletakan makanan yang dia bawa dan memeluk Sri yang terus saja menangis dan memukul dadanya.

"Kenapa lagi Nduk? maaf ibu tadi manasin dulu makanan,"

Sri tidak menjawab, dia terus saja menangis.

"Sudah Sri, istigfar!"

Setengah berteriak Bu Titi menyadarkan Sri yang berniat membenturkan kepala ke tembok.

"Ibu, ternyata benar kalau kedua orang tua Sri sudah me_ninggal."

"Inalillahi, sabar ya Nduk ibu turut berduka, kesedihanmu pasti tidak ada yang bisa mengobatinya, tapi satu hal yang harus kamu tau bahwa setiap cobaan itu ujian buat kamu biar bisa naik tingkat. Jadi jangan berputus asa, karena ibu yakin orang tua dan anakmu juga tidak menginginkan kamu bersedih yang berlebihan apa lagi sampai putus asa."

Dengan masih terisak Sri mendengarkan nasehat Bu Titi, dan entah kenapa hatinya tiba-tiba tenang dan emosinya mulai stabil meskipun deraian air mata masih membasahi pipi mulusnya yang makin menirus.

"Sekarang kamu makan dulu, habis itu sholat ashar ya nduk."

Bu Titi membelai rambut Sri dengan penuh kasih sayang. Dia juga bisa merasakan apa yang Sri alami, bahkan hati kecilnya merasa kalau kejadian yang menimpa Sri terjadi pada dirinya, pasti akan melakukan hal yang sama.

Dengan patuh Sri menuruti semua perkataan Bu Titi, dia makan dengan lahapnya karena memang sudah tiga hari ini Sri tidak sadarkan diri dan hanya cairan infus yang masuk ke tubuhnya.

Bu Titi yang melihat itu merasa sedikit tenang, dan beliaupun pergi meninggalkan Sri yang hendak melaksanakan sholat ashar.

**********

Pagi itu setelah mandi dan beres-beres, Sri langsung melaksanakan tugasnya seperti biasa yaitu menyiapkan sarapan Embara. Wajahnya kembali berseri dan lebih bersemangat dari sebelumnya, setelah Sri melaksanakan Sholat jenazah dan mengikhlaskan segalanya, hatinya menjadi damai. Tapi benci terhadap Bang Sayid masih membara dan itu menjadi penyemangat untuk dia menjalani hidup karena tujuanya hanya satu, membuat suaminya itu sengsara disisa hidupnya.

"Selamat pagi Tuan,"

Sri menyapa Embara dengan senyum merekah.

"Pagi Sri, awak dak oke ke?"

"Sudah Tuan, silahkan dinikmati sarapannya, ini obat yang harus anda minum. Mohon maaf selama saya sakit tidak bisa merawat anda."

"Tak ape, saye harap awak tak payah macem tu lagi. Masalah pasti akan ada selama awak hidup, tapi mengambil langkah mengakhiri hidup macam tu tak elok."

"Iya Tuan, saya janji akan memanfaatkan sisa hidup yang Tuhan berikan dengan sebaik-baiknya."

"Awak juga harus ingat, balas dendam tak baik, biarkan orang yang telah membuat awak sengsara Tuhan yang balas. Percuma kita hidup dalam kebencian, karena saye dah rasakan tak baik buat diri kite."

"Iya Tuan,"

Meskipun hatinya membenarkan ucapan majikannya, tapi keinginan menghancurkan hidup Bang Sayid tidak menyurutkan tekadnya.

Setelah membersihkan bekas sarapan Embara, dia kembali masuk ke kamarnya. Rumah itu terlihat sepi karena Cik Nur dan anaknya masih ada di luar kota menemani suaminya yang sedang bertugas. Entah kerja apa? sampai detik ini Sri tidak pernah tau apa pekerjaan kaka ipar Embara itu. Bahkan Bu Titi yang sudah lama kerjapun tidak pernah tau.

1
Tuyo Arum
keju keju
Bm Ovicial
hoalah lma nya
Tri Sulistianingsih
aneh,ini mc cewe atau cowo si,ko di ceritain cewe mulu sialan
Bm Ovicial
pengarang novel nya jos sampk bertaun2 masih panjang dan gk di uplod
Saras Wati
Sayid anaknya Wicaksono
Bocah tua nakal™
ohh mafia bini ternyata...
Rustini
Asalnya berjilbab ka, tapi sejak menikah dengan Bang Sayid jadi terbuka, tetapi akan ada kejutan di akhir cerita, terimakasih sudah seta membaca cerita receh ini Ka😘
Saras Wati
Sri g berjilbab toh....kan anak kyai
Saras Wati
penasaran siapa yang datang? syahid?embara?
Yu
covernya sungguh sangat inspiratif sekali😆👍👍👍
Cheonma
semangat thorr updatenya☕💪👍
Saras Wati
untung telpon mertua jadi tau kalo anaknya sudah meninggal
Saras Wati
dapat korban lagi
Saras Wati
sudah gemes lihat laki laki manfaat in istri.... kenyataan memang ada...jadi gemes bacanya
BeijingBand
hwaaaa lanjut g thorrr...klo g aku nangisss亊亊
Widya Pertiwi
Thor hayuu kita ke pelaminan aja biar bisa baca ceritamu tiap h
moonstrucktraveller
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya嬉汳ェ剌
Rustini
mohon maaf lagi mikirin harga cabe yang naik terus, jadinya ngetik sampai lupa hee.
Kekasih Dropper
lh kok smpe sini,,,??? thor mna lanjutanx,,,kok kgk ad juga hari updatex,,,?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!