NovelToon NovelToon
Akhirnya Cinta Itu Hadir

Akhirnya Cinta Itu Hadir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Umi Haifa

Andika Saputra seorang pemuda yang baru memasuki dunia kerja di ibu kota. Dia seorang arsitek, bekerja di perusahaan kontraktor "Satria Group" yang cukup punya nama di ibu kota. Kinerjanya sangat bagus dan kejujurannya menjadi perhatian manajemen perusahaan termasuk Gunawan Presdir perusahaan tersebut. Hingga Gunawan sangat menginginkan Andika menjadi menantunya, suami untuk Karina anak semata wayangnya.
Ujian demi ujian kehidupan dilalui oleh Andika, dari mulai kepergian ibunya utk selamanya, perjuangan meraih karirnya, termasuk perjuangan cintanya.
Akankah Andika berjodoh dengan Karina?
ataukah ada wanita lain yang dicintainya?

Temukan jawabannya.....!
Selamat membaca.

Salam
Umi Haifa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Haifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menentukan Pilihan

Keesokan harinya Andika, Dita dan Adit sedang berkumpul di meja makan , mereka sedang menikmati sarapan roti bakar yang dibuat Dita. Roti bakar isi coklat keju dengan toping keju parut dan taburan coklat M*** terlihat sangat menggoda, ditemani salad buah segar kesukaan Andika yang sengaja dibuat Dita sesuai resep ibunya. Mereka berbincang sambil menikmati sarapannya.

" Mas, kalau dapurnya bagus gini bikin betah di dapur, pengen masak terus. Ah mba Riana pasti betah nanti tinggal disini." celetuk Dita

" Uhk...uhk...uhk....." Andika batuk hampir tersedak, ia segera minum air putih untuk mendorong roti bakar yang akan ditelannya.

" Duhh baru denger namanya saja sampai batuk segala, apalagi kalau lihat orangnya, bisa sesek nafas kali ya Mas." ujar Dita terkekeh melihat kakaknya.

" Kamu tuh ya kalau ngomong suka asal." Ucapa Andika sambil melanjutkan menghabiskan sarapannya.

" Kok asal? Benar kan Mba Riana nanti akan tinggal di sini? bukankah Mas Dika mau melamarnya? Trus kapan Mas Dika akan melamar Mba Riana?" tanya Dita

" Mas Dika gak mau terburu-buru, masih istikharah Dit?" jawab Andika dengan tenang

" Kenapa harus istikharah? Bukankah kemarin Mas Dika sudah yakin kalau setelah tugas dari Kaltim selesai mau melamar Mba Riana?" Tanya Dita lagi dengan wajah serius

"Apa ada yang lain selain Mba Riana? Atau jangan-jangan karena temen Mas Dika yang kemarin datang itu, yang mirip Mba Riana, siapa Mas namanya ? Bu Risa yah? Eh Bu Riska yah?" tanya Dita lagi penuh selidik

" Sstt....gak usah ngarang." ucap Andika

" Ada lagi perempuan yang lain? Kalau istkharah berarti pilihannya lebih dari satu , bener Mas?" Dita sangat penasaran dengan kakaknya. Yang ia tahu perempuan selain ia adiknya yang dekat dengan kakanya adalah Riana, walaupun pernah ada beberapa tawaran taaruf namun kakaknya menolaknya.

" Mas hanya gak mau mengikuti hawa nafsu." Ucap Andika

"Maksudnya? Bukankah wajar kalau kita menyukai seseorang, kemudian berniat menghalalkannya? Bukankah menjalani pernikahan akan lebih mudah kalau antar pasangan saling suka atau cinta?" ucap Dita percaya diri

" Wah adik perempuan Mas ternyata sudah dewasa." Andika mencubit hidung Dita yang duduk di depannya. Dita segera menepis tangan Andika.

" Iihhh Mas Dika ... jadi gimana ? beneran ada pilihan yang lain selain Mba Riana? tanyanya lagi, kali ini dengan ekspresi penuh kecemasan.

" Kenapa jadi kamu yang rempong, Mas Dika sendiri tenang-tenang saja." ucap Andika

" Bukan begitu Mas, Dita gak bisa ngebayangin gimana perasaan Mba Riana kalau ternyata pilihan Mas Dika bukan Mba Riana." Wajah Dita terlihat sedih. "Mas, Mba Riana itu sangat berharap Mas Dika datang melamarnya, mungkin Mba Riana juga tahu dan merasakan kalau Mas Dika menyukainya. Mas Dika bener kan suka sama mba Riana? Bulan kemarin Mba Riana menolak permintaan taaruf dari seseorang, mungkin alasannya karena Mba Riana berharap Mas Andika akan melamarnya. Pokoknya Mba Riana bakal sedih banget deh Mas kalau Mas Dika sampai gak jadi melamarnya."

" Ya kita harus bisa menerima takdir dari Allah Dit. Mas Dika sendiri belum tau jodohnya siapa, Mas hanya berusaha meminta petunjuk dari Allah, agar benar-benar diberikan jodoh yang terbaik, yang Allah ridhoi. Kadang belum tentu yang kita sukai, yang menurut kita baik, ternyata menurut Allah tidak baik untuk kita, ya syukur-syukur pilihan Allah sesuai dengan keinginan kita. Doakan Mas Dika yah, Allah tunjukan jodoh yang tebaik, bukan hanya baik untuk Mas Dika tapi untuk keluarga kita juga." Andika berusaha memberikan pemahaman kepada adiknya.

Entah kenapa Dita jadi malas berbicara lagi dengan kakaknya, seperti memendam kekecewaan. Yang ada di pikirannya saat ini adalah Riana, perempuan yang sudsh dianggap sebagai kakaknya, calon kakak ipar yang diharapkannya. Setelah menghabiskan sarapannya ia pamit untuk istirahat di kamar karena setelah dhuhur nanti ia dan Adit akan kembali ke Bandung.

" Adit, kamu yang cuci piring yah, mba mau istirahat dulu." ujar Dita, ia segera masuk kamar dengan wajah sedihnya.

Hhmmn kenapa Dita yang ngambeknya. Pikir Andika

Setelah melaksanakan shalat dhuhur Andika menyiapkan makan siang, Andika menghangatkan makanan sisa acara syukuran kemarin yang disimpan di kulkas, ia memasukannya satu per satu ke dalam microwafe, kemudian menyajikannya di meja makan. Ia memanggil Dita dan Adit untuk segera makan siang bersama. Saat makan Dita tidak banyak bicara, ia hanya menikmati makanan di piringnya. Memang terlihat aneh, tidak biasanya Dita seperti itu, biasanya di tempat manapun Dita yang paling banyak bicara kalau sudah kumpul dengan kakak dan adiknya.

Selesai makan, Dita dan Adit mengemasi barang-barangnya, memasukannya ke dalam mobil. Adit pamit kepada Andika, mencium tangan kanannya, mereka saling berpelukan.

" Lancar kuliahnya ya Dit." ucap Andika sambil menepuk-nepuk punggung Adit.

" Aamiin...terima kasih tasnya ya Mas."

" Iya." Andika melepas pelukannya.

Giliran Dita yang pamit pada kakaknya, ia mencium punggung tangan kakanya.

"Pulang dulu ya Mas." ucapnya kemudian membalikan badannya.

" Hey gak mau peluk dulu nih." Andika heran adiknya langsung membalikan badannya.

Dita membalikan lagi badannya, memeluk kakaknya.

"Mas jangan kecewain mba Riana yah." ucap Dita dengan wajah memelas.

Andika melepaskan pelukannya , dan menatap wajah Dita.

" Ya Allah Dita, kamu masih memikirkan hal ini?" Andika menghela nafasnya. "Doakan Mas Dika yah, siapapun nanti pilihan Mas Dika insya Allah itu yang terbaik yang Allah pilihkan. Kamu jangan sedih dong, kamu gak cocok dengan wajah muram seperti itu." canda Andika, Dita menyebikan bibirnya, kemudian memeluk lg kakaknya. Entah kenapa kini air matanya membanjiri pipinya. Andika hanya membiarkannya sambil mengelus punggung adiknya.

Akhirnya Dita dan Adit kembali ke kota Bandung untuk melanjutkan aktifitasnya sebagai mahasiswa, belajar dengan sungguh-sungguh agar tidak mengecewakan kakaknya, juga ibu dan ayahnya yang sudah tenang di alam yang berbeda.

Seperti biasa selepas shalat Magrib Andika menghabiskan waktu dengan dzikir dan membaca Al Quran sampai waktu shalat Isya. Selesai shalat Isya Andika menuju meja kerjanya yang letaknya bersebelahan dengan ruang tengah, sebuah ruangan kecil tanpa sekat dengan ruang tengah, dari ruangan kerja itu masih bisa melihat pemandangan taman kecil di dalam rumah dari jendela kaca.

Andika duduk menghadap meja kerjanya, ia mengambil selembar kertas HVS dari rak meja nakas tempat menyimpan mesin printer dan scaner di samping meja kerjanya. Ia mengambil spidol berwarna hitam, dan menuliskan dua nama perempuan yang beberapa hari ini ada dalam pikirannya. Yang pertama ditulisnya nama Riana dan yang kedua Karina, dua nama itu yang ia tulis dengan huruf berukuran besar.

Andika memandang kertas di depannya. Terbayang wajah perempuan yang sudah lama di kenalnya, berwajah lembut dengan lesung pipit di kedua pipinya, perempuan yang sudah dikenali sifat dan karakternya, bahkan sudah tumbuh perasaan suka dalam hatinya....bukan, bukan suka, tapi lebih dari suka, lebih tepatnya cinta, namun selalubia kubur dalam-dalam karena dianggap belum tepat waktunya. Dan sebelumnya hatinya sudah mantap untuk menjadikan perempuan itu pendamping hidupnya dan berniat akan melamarnya. Ya...perempuan itu adalah Riana.

Namun Andika harus mempertimbangkan lagi niatnya untuk melamar Riana. Ia betul-betul berusaha menarik benang, mencari maksud Sang Penciptanya mempertemukannya dengan Gunawan presdirnya, yang ternyata juga sahabat ayahnya, hingga Allah mempertemukannya dengan putrinya . Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti tidak ada yang kebetulan, semuanya sudah direncanakan Sang Pencipta alam semesta.

Karina....wajah itu muncul dalam pikirannya, gadis berparas cantik, imut yang terlihat manja dan selalu ceria, putri seorang presdir yang juga merupakan sahabat ayahnya. Namun Andika sama sekali belum mengenal sifat dan karakternya, dan apakah Karina menerima perjodohan ini juga Andika belum mengetahuinya. Namun pertemuan dengan putri presdirnya di resto kemarin membuat Andika berpikir apakah itu petunjuk kalau Karinalah yang seharusnya Andika pilih? Dengan begitu Andika akan menerima lamaran Gunawan untuk menjadi pendamping Karina putrinya.

Namun sayang Andika masih merasa berat untuk menentukan siapa yang dipilihnya, Riana atau Karina. Andika memandangi kertas bertuliskan dua nama di depannya. Ia memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan mengacak-acak rambutnya. Ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan-lahan. Wajah Riana dan Karina muncul di benaknya silih berganti. Teringat pesan Dita sebelum pulang untuk tidak mengecewakan Riana yang sudah jelas menunggu juga lamaran darinya. Namun hatinya masih belum yakin untuk menentukan Riana sebagai pilihannya.

Ya Allah hamba mohon petunjukmu, esok pagi berikanlah keyakinan dalam hati ini untuk memilih yang terbaik sesuai pilihanMu. Doa Andika dalam hatinya.

Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, akhirnya Andika beranjak menuju kamarnya untuk istirahat, otaknya terasa begitu lelah dan matanya sudah terasa berat. Ia ke kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Setelah berdoa ia memejamkan matanya dan tertidur lelap.

Tepat pukul tiga pagi alarm di HP Andika berbunyi, ia segera bangun dan mematikan alarmnya. Sebelum ke kamar mandi ia duduk di tepi tempat tidur dan mengingat - ingat sesuatu.

"Masya Allah". Ujarnya.

Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih kencang, tangannya sedikit gemetar. Rupanya ia telah mengingat mimpi dalam tidurnya barusan.

Ya Allah apakah ini petunjukMu. Batin Andika

Andika beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu. Kemudian menggelar sajadahnya dan melaksanakan Qiyamulail. Setelah melaksanakan shalat tahajud dan berdzikir ia menuju ruang tengah, membuka pintu menuju taman di dalam rumahnya. Semilir angin masuk ke dalam ruang tengah rumahnya terasa begitu menyegarkan. Andika berjalan menuju meja kerjanya, ia duduk menghadap meja dan memandang kertas di depannya yang bertuliskan dua nama yang semalam ia tulis.

Ya Allah jika memang perempuan di dalam mimpiku adalah pilihanmu hamba ridho ya Rabb, maka ridhoilah kami.

"Bismillahirrohmanirohim."

Dengan penuh keyakinan Andika melingkari sebuah nama dengan spidol yang sudah dipegangnya.

"Alhamdulillahi robbil'alamiin." Andika merasa lega, merasa tidak ada beban lagi di hatinya. Ia benar-benar menyerahkan segala urusannya termasuk pilihan pendamping hidupnya kepada Allah yang menggenggam jiwa dan raganya. Ia yakin pilihannya yang terbaik yang dipilihkan Allah untuknya.

bersambung

***Terima kasih sudah mampir di novel ini, jangan lupa like dan komennya yah, vote juga yah biar Thor tambah semangat.Thanks*.

1
Islamiyah Iss
nanggung penasaran sama Riana juga mba
Islamiyah Iss
💪💪💪💪
inchieungill
kan bukan muhrim
inchieungill
koq salaman Thor?
ione
Luar biasa
ElHi
ini gada lanjutan lg ya thor?
محمد إقبال
sy sudah tamat 4 x thorr.., tapi belum puass, jadi candu malah
Ria
_👍🏻
Dwi apri
seru banget thor...banyak pelajaran yg bisa diambil
terimakasih
Dwi apri
suka sama cerita...sampai sini bagus, ga bertele-tele....suka sekali
Morani Banjarnahor
lanjut thor
Emi Kartini
Luar biasa
Fhyan Rachman
inspiratif
dementor
elo yang nanya,elo yang keder.. are you okay naradita????
dementor
dari benci jadi cinta.. Allah memang maha mengatur segalanya.. Alhamdullilah ya Allah.. 🙏🙏🙏
dementor
cerita cintanya band kahitna..
dementor
#timcandrariana#
dementor
sinetron andin pastinya.. betul nggak????
dementor
mantan terindah yang lagunya band kahitna.. yang dicover oleh penyanyi raisa.. mantan terindah..
dementor
libur dulu,kita olah raga ranjang saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!