Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.
Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.
Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.
Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.
Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. PERSONALITY
"Ton attitude est ta qualité."
(Sikapmu adalah kualitas dirimu)
Sungguh ucapan dari Tango membuat Cherry geram. Bisa-bisanya model bau kencur itu menghina kualitas dirinya yang sudah lama berkecimpung di dalam dunia modeling. Padahal ia jauh lebih senior ketimbang Tango.
Pesona Tango memang tak terbantahkan. Sikapnya yang cenderung cool membuatnya lebih terlihat memukau ketimbang lelaki seusianya. Meski baru berusia dua puluh satu tahun, tetapi Tango jauh terlihat lebih dewasa dan matang.
Sikap yang kalem, susah di tebak dan terkadang membuat penasaran siapapun yang berada di sisinya. Pemikiran simpel yang dimiliki Tango mampu membuka dirinya untuk menerima hal baru yang membuatnya berkembang.
Meski baru beberapa tahun menekuni dunia modeling tetapi kinerja Tango cukup diperhitungkan. Sehingga karirnya cukup menanjak.
Profesionalisme kerja Tango cukup baik. Meski banyak model yang mendekatinya, tetapi ia sama sekali tak tertarik. Hanya satu keinginannya menjadi yang terbaik dari yang terbaik.
Cinta tidak pernah mengetuk hati Tango, sehingga hatinya membeku bagai kutub selatan yang tak pernah terjamah oleh manusia.
"Ada apa denganmu?" tanya salah satu model teman Cherry.
Alexa melihat Cherry yang uring-uringan sejak pagi. Ia pun berniat untuk mengerjai wanita itu.
"Tidak apa-apa, hanya aku kurang suka dengan model yang dibawa Kak Mariska ini."
"Ha ha ha, apa karena ia tidak melirikmu?" sindir Alexa sambil mengarahkan matanya pada Tango.
Cherry menoleh ke arah Alexa dengan tatapan tidak suka, tetapi ia tidak bisa berbuat banyak karena kartu As Cherry di tangan Alexa. Cherry hanya bisa memendam kemarahannya di dalam hati.
"Semua ini gara-gara di Jas Jus." Batin Cherry menahan amarah.
Tidak lama kemudian, muncullah Tango bersama Kak Mariska. Ia lewat di depan Cherry dan Alexa tanpa menyapanya. Acuh dan tidak mau tau dengan keberadaan mereka yang tidak terlalu penting.
Garis wajah yang tegas, sorot mata yang tajam sekaligus sosoknya yang tak tersentuh membuat para wanita semakin memujanya.Tak terkecuali Cherry, tetapi belum sempat ia mendekat ia sudah terkena skak matt darinya.
🍂Rumah Sakit.
"Bagaimana, apa kamu yakin bisa melakukan pekerjaanmu dengan baik kali ini?" tanya dokter Maxime pada dokter Haris.
Dokter Haris tampak melepas masker yang ia kenakan, lalu menatap tajam ke arah sahabatnya itu.
"Aku yakin aku bisa melakukan pekerjaanku kali ini dengan baik, percayalah padaku."
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi makan siang."
"Makan siang?" tanya dokter Haris dengan kening berkerut.
Ia melihat jam di tangannya.
"Ini bahkan hampir sore, sudahlah ,aku mau pulang terlebih dahulu," ucapnya dengan kesal.
"Baiklah."
Dokter Haris merasa sedikit pusing karena urusan pembuatan kaki palsu untuk Baby beberapa hari ini sangat menyita pikirannya. Ia perlu merefresh tubuhnya dengan hal-hal yang menyenangkan malam ini. Oleh karena itu ia pun pamit pulang setelah jam kerjanya selesai.
Melihat dokter Haris kesal, membuatnya sedikit bahagia karena mendapatkan hiburan gratis. Sesaat setelah sahabatnya pergi, dokter Maxime melangkah pergi meninggalkan ruang kerja tempat praktek dokter Haris. Langkahnya sempat terhenti ketika melihat Cherry baru saja keluar ruang praktek dokter Caca.
"Untuk apa wanita itu kemari?" batin Macime.
Tidak butuh waktu lama ia segera mengikuti kemana Cherry pergi. Masker yang tadi ia lepas kini mulai ia pakai kembali. Dokter Maxime yang melihat salah satu suster, memanggilnya sebentar.
"Suster, bisa kemari sebentar."
Suster itu menoleh, "Iya, dok. Ada yang bisa saya bantu?"
"Bolehkah kamu memberi tahu apa yang dilakukan oleh pasien yang baru saja masuk ke dalam ruang dokter Caca barusan?"
"Pasien yang mana, dok?"
"Pasien yang memakai mantel bulu berwarna cream barusan."
"Oh, dia pasien tetap dokter Caca. Beberapa hari kemarin ia sempat melakukan operasi, mungkin saja ia masih chek up kesehatannya."
"Begitu ya, terima kasih untuk informasinya, Suster."
"Sama-sama."
Tidak perlu menunggu lama, dokter Maxime segera masuk ke dalam ruang praktek dokter Caca untuk memastikan apa yang terjadi. Sedangkan saat ini, Baby masih dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Melihat hal itu, Michael menawarkan Baby untuk pergi jalan-jalan.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan di pinggir Sungai Seine?"
Baby menoleh, "Sepertinya itu akan menyenangkan."
"Oke, kita ke sana sekarang."
Mobil yang dikendarai Michael akhirnya menuju tempat itu. Tidak butuh waktu lama, mereka telah sampai. Michel segera mendorong kursi roda milik Baby dan membawanya untuk jalan-jalan di tepi sungai.
Ternyata sore itu suasananya cukup ramai. Banyak masyarakat kota Paris yang jogging dan ada juga yang bersepeda. Biasanya saat pagi atau sore hari selama musim panas, masyarakat kota Paris maupun wisatawan memanfaatkannya untuk menyehatkan raga dengan berolah raga di sekitar sungai.
Selain fisik menjadi lebih sehat, pikiran pun menjadi lebih fresh karena pemandangan apik yang tersaji di sepanjang Sungai Seine.
"Ramai sekali, Bang. Nggak nyangka, kota seromantis ini ada spot yang luar biasa kayak gini. Ternyata banyak sisi indah di kota ini, ya."
"Iya, masih banyak sisi-sisi indah di kota ini, Dek. Abang harap kamu kembali bangkit. Masih banyak kota lain yang ingin aku tunjukan padamu."
Michael menepuk pelan bahu adiknya, "Jadi jangan pernah menyerah karena hal ini. Abang yakin, ada pelangi setelah hujan. Sama seperti kamu yang akan bersinar setelah ini."
Baby memandang sendu kakak laki-lakinya itu hingga tanpa sadar air matanya menetes. Michael mengusap lembut air mata itu. Lalu tidak lama kemudian merengkuh tubuh Baby yang semakin terisak.
"Jangan pernah menangis, cantik. Selama raga ini masih berada di sini, aku akan selalu menjagamu."
.
.
...🌹Bersambung🌹...
Ada yang rela nggak kalau Baby kembali ngedrop, soalnya tanpa ia sadari hatinya menjadi kosong sejak kepergian Duce, kira-kira mereka bisa bersatu nggak ya? Komen, like n favorit ya.