NovelToon NovelToon
Playboy Insaf

Playboy Insaf

Status: tamat
Genre:Playboy
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: winda siregar

Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.

Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.

Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.

Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.

Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?

Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duapuluh sembilan

Riko

Din hari sabtu nanti datang kan ke rumahnya Ayu? Dia ngundang ke acara ulang tahunnya Bagus

Bidadari Surga

Belum tau Mas. Sepertinya lebih berat nggak datang karena ada acara keluarga. Saudaranya Mas Rudi suaminya Mbak Anita ada yang nikah. InsyaAllah kami datang ke sana

Riko

Kapan lagi ya pertemuan kita yang kedua?

Bidadari Surga

Sabar Mas ikuti saja prosesnya.

Riko

Iya deh. Mas akan belajar bersabar

Riko merasa sedikit kecewa karena sepertinya Dini gak bisa datang ke acara ulang tahun Bagus di rumahnya. Padahal kata Bagus, Ayu udah ngundang Dini dan Kakaknya Anita.

Tapi yaaah mungkin ini perjuangan cinta, harus banyak bersabar. Mungkin ini yang namanya bumbu - bumbu rindu.

*****

Hari sabtu akhirnya tiba. Riko dan teman - temannya sudah janjian untuk datang bersama. Tapi karena Riko ada urusan mendadak jadi datang terlambat.

Tiba - tiba saja Mamanya menghubunginya dan memintanya pulang ke rumah. Papanya sedang ada urusan bisnis di luar kota jadi Mamanya tidak ada teman untuk pergi ke rumah keluarganya.

Pagi hari Riko sudah menjemput Mamanya ke rumah orang tuanya dan mengantarkan Mamanya ke acara keluarga mereka.

Setelah selesai mengantarkan Mamanya dan sempat berbincang - bincang sebentar dengan keluarganya akhirnya Riko bisa berpamitan dengan Mama dan keluarganya. Dengan alasan ada pertemuan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. Karena sudah disusun jadwalnya jauh - jauh hari.

Mama Riko belakangan ini melihat ada perubahan pada putra tunggalnya. Riko tampak lebih penyabar dan perhatian kepadanya.

Perubahan Riko ini membuat Mamanya sangat bahagia karena putranya kembali menjadi anak yang penurut. Selain itu Riko terlihat lebih dewasa sekarang dan mulai sering berkata - kata yang lebih agamais.

Seperti alhamdulillah, InsyaAllah, MasyaAllah dan subhanallah. Dulu biasanya Riko sering memakai kata - kata pasaran di depan Mamanya.

Perubahan Riko ini sudah sampai ketelinga Papanya. Papa Riko juga sudah mencari informasi dari orang kepercayaannya di Perusahaan. Riko sekarang lebih alim.

Dia tidak pernah lagi mabuk - mabukan, selalu pulang dan pergi kerja tepat waktu. Lebih tanggung jawab dan dewasa memimpin perusahaan keluarganya.

Bahkan dari mata - mata Papanya. Riko tidak pernah lagi gonta - ganti wanita. Dia selalu pulang ke apartemen setelah pulang kerja. Kalaupun pergi keluar biasanya selalu bertemu dengan para sahabat kuliahnya yang sudah dikenal oleh Papa dan Mamanya Riko.

Mereka sudah lama mengenal Refan, Romi, Aril dan Bagus. Sejak Riko kuliah kedua orang tua Riko sudah kenal dekat dengan teman - teman putra mereka.

Dari rumah saudaranya Riko melanjutkan perjalanan menuju rumah Bagus. Dengan kecepatan sedang dia mengemudikan mobilnya. Sebelum sampai di rumah Bagus, Riko singgah terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli buah tangan yang akan dia bawa ke rumah Bagus.

Seandainya saja Dini bisa hadir di acara tersebut pasti Riko sangat bersemangat sekali hari ini datang ke rumah Bagus. Tapi sayang, sepertinya dia memang harus menahan kerinduannya.

Yang pertama datang kerumah Bagus adalah Refan lalu Romi, kemudian Aril dan terakhir Riko. Refan, Bagus, Romi dan Aril sudah sepakat ingin mengerjain Riko hari ini karena Dini ada di rumah Bagus.

"Hai Ko lama banget datangnya, lagi sibuk ta'arufan ya?" sindir Romi.

"Aku tadi anterin Mama dulu ke rumah saudara" jawab Riko.

"Tumben udah jadi anak Mama? Sepertinya nih anak udah beneran tobat" sambut Aril.

"Ya iya donk, tobat itu bukan hanya di bibir saja tapi perbuatan juga harus diperbaiki" ujar Riko.

"Cieee.. yang udah tobat. Udah bisa ngomong sekarang ya" Goda Refan.

"Bawa apa tuh?" tanya Bagus sambil menunjuk ke arah tangan Riko yang sedang menenteng bungkusan.

"Ini ada buah tangan yang tadi aku beli di jalan" Riko menyerahkan bungkusan itu kepada Bagus.

"Weisssss.... beneran serius mau nikah dia bro. Sekarang udah pinter bawa beginian" puji Refan.

"Iya donk" sambut Riko bangga.

"Sana gih kamu kasih langsung aja sama istriku di belakang. Aku lagi nanggung nih" perintah Bagus yang lagi sibuk beresin teras untuk tempat duduk mereka.

Riko berjalan ke dapur dan menghampiri Dini yang sedang berdiri membelakangi Riko.

"Yu, ini aku bawa sesuatu" Riko menyerahkan bungkusan ke arah Dini.

"Tolong letakin di meja aja Mas" perintah Dini yang sedang asik membuat minuman.

Baik Dini ataupun Riko sama - sama tidak sadar siapa yang sedang mereka ajak bicara. Riko segera meletakkan bungkusan yang dia bawa di atas meja kemudian dia berbalik menuju ke tempat teman - temannya duduk.

"Udah lihat surga tadi Ko?" tanya Bagus.

"Udah tapi surganya ada yang punya semuanya" jawab Riko ketus.

"Siapa aja?" tanya Aril basa - basi.

"Tuh surganya si Refan dan Bagus" jawab Riko.

Semuanya tersenyum mendengar jawaban Riko. Itu artinya Riko belum melihat Dini di dapur.

"Lanjut" bisik Aril kepada teman - temannya yang lain.

"Seep" sambut Romi.

Mereka duduk santai di teras sambil ngobrol sedangkan Salman dan Bayu sedang asik berenang di kolam. Ayu dan Kinan sudah janji kepada Salman dan Yoga untuk memberikan izin mereka bermain dan berenang. Oleh sebab itu Kinan sengaja membawa baju renang Salman.

"Yaaaank makananya udah siap belum?" tanya Bagus.

"Sebentar lagi Mas, sabar ya" jawab Ayu.

"Yoi yank... kalau begitu tolong minumnya dulu yank, kering nih seperti di gurun" pinta Bagus.

"Iya Mas, tunggu sebentar" jawab Ayu dari arah dapur.

Ayu meminta bantuan Dini untuk mengantarkan minuman ketempat para lelaki berkumpul. Dini segera menyiapkan lima gelas minuman untuk para lelaki dan membawanya ke teras rumah Ayu.

"Ko gimana proses ta'arufnya?" pancing Bagus.

"Sedang proses bro" jawab Riko cuek.

"Selama proses gimana menurut kamu sifatnya Dini?" tanya Refan.

"Baik, santun dan jujur. Dia selalu bicara apa adanya dan seperlunya saja. Sesekali aku ajak bercanda dia diam aja" jawab Riko.

"Kamu mungkin modus. Judulnya aja nanya - nanya aslinya mau gombal" sindir Refan.

"Ya nggak lah mana berani aku gombalin cewek seperti Dini. Anaknya polos, aku merasa berdosa kalau gombalin dia" ungkap Riko.

"Trus perasaan kamu gimana padanya?" selidik Romi.

"Aku suka, suka dia yang sederhana. Apa adanya dan jujur yang paling penting dia itu gadis solehah dan cantik" jawab Riko sambil tersenyum.

"Cantik mana Dini sama Michele?" pancing Aril.

"Huh kamu Dini kok dibandingkan dengan Michel, beda jauh lah" jawab Riko.

"Beda jauh gimana?" tanya Romi.

"Michelle itu cantiknya dari luar. Hanya tampilan luar di tambah polesan dan pakaian sexynya tapi Dini cantiknya alami. Aura kecantikannya terpancar dari dalam, dari hati. Walau sederhana karena tertutup busana yang menutupi seluruh tubuhnya aku sangat yakin kalau Dini itu jauh lebih cantik dari pada Michelle" puji Riko dengan semangat membara.

Dini datang sambil membawa minuman di tangannya dan menghidangkannya kepada Refan dan teman - temannya. Riko yang sedang serius berbicara tidak memperhatikan kedatangan Dini dari belakangnya.

"Jadi intinya gimana tadi?" tanya Bagus lagi.

"Intinya ya lebih cantik Dini dari pada Michelle" ulang Riko.

Riko langsung menyambar minuman yang dihidangkan Dini dan meminumnya tanpa melihat siapa yang menyerahkan minuman itu kepadanya.

Sruuup...

"Terimakasih Mas" jawab Dini.

Croooooot....

Sontak minuman yang sudah di teguk Riko barusan menyembur ke depan.

"Hahahaha.... rasain lo"

.

.

BERSAMBUNG

1
ep_mygTHV
sambel petee🤣
ep_mygTHV
td gua pikir jodoh rihana yoga , trnyataa ohh trnyataaa bobauu si bayu nii jodoh rihana😂
ep_mygTHV
arillll titisann lu bangettttt 🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
klo cwe rini yaa 🤣
ep_mygTHV
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
hamillll ini mahhhhhh😍😍
ep_mygTHV
denger kata "saat saat terakhir hidup nya" bulu kuduk merinding.... 😥
ep_mygTHV
wah kek nya udh mulai terungkap ini.. serruuhhhh ,,,
ep_mygTHV
klo riko sm hana tes d hari yg sama kok aneh hana hasilnya dh kluar , tp riko blm kluar , scr d novel ini kan riko ceo lbh bnyk duit dan bsa ngelakuin apa ajah...
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...
ep_mygTHV
wkwkwkwk ngakakkkk🤣🤣🤣
ep_mygTHV
wkwek emg lo gatau diri ril 🤣🤣🤣
ep_mygTHV
ini bukan aril dahh fix 🤣🤣🤣🤣🤣 kesambet setan pulau cinta🤣😂
ep_mygTHV
iya bgt lg.. pas hamil klo mau ini yaa harus... gabsa nahan , berat bgt klo nahan ngidam 🤣
ep_mygTHV
wkwkkwkk 🤣🤣🤣
ep_mygTHV
demi yaa demii gua merinding asli 🤣🤣
ep_mygTHV
berasa aril jd pelakor 🤣🤣🤣
ep_mygTHV
wkwkwk ga hrs muak jugaaaa din 🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
wkwkkwk pertanyaan nya bkin ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
parahh thorr.... ngakak gila asli 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
jujurr dok , lu ngerasa lucu/geli??? 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!