NovelToon NovelToon
Romansa VIONA

Romansa VIONA

Status: tamat
Genre:Patahhati / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:131.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susi Ana

"Aku jelek, nggak akan ada cowok kece yang mau mengatakan cinta padaku!" celetuk Viona Abraham dengan sedih bercampur putus asa.


Viona Abraham berusaha mencari cintanya. Dia menerima setiap cowok yang menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Namun apa yang dia dapatkan? Ungkapan putus mendadak!


Bisakah Viona Abraham menemukan cowok yang benar-benar tulus mencintainya?

Bagaimana kisah romansa nya berubah manis dan sanggupkah dia menemukan cinta sejatinya?

Ikuti kisah jutex nya dalam novel recehku Romansa VIONA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Aku dan Jasmine Rendra menikmati makan siang seadanya dengan kilat. Kami membeli bakso yang kebetulan lewat di seberang jalan rumah Lindena. Sambil makan, kami tak henti memperhatikan rumah Lindena. Kadang-kadang, aku berdiri dari duduk ku agar pandangan mataku bisa menjangkau pintu utama rumah itu. Sampai-sampai Abang tukang bakso menatapku heran. Namun, dia nggak berani bertanya apapun.

"Berapa bang, semuanya?"

"Hanya lima belas ribu neng. Ada apa dengan rumah itu?" Akhirnya Abang tukang bakso memberanikan diri bertanya.

Aku langsung menyerahkan uang pas kepadanya. Dengan sikap buru-buru kami, aku nggak sempat memberi jawaban apapun. Jasmine Rendra masih bersikap sopan. Dia masih sempat membungkuk hormat, sedangkan aku langsung menyeberang menuju ke rumah itu.

Lindena tampak meninggalkan ruang muka, dan nggak muncul-muncul lagi. Kami curiga dia pergi ke kamarnya dan memulai tugas yang panjang dan sulit untuk menyulap dirinya supaya kelihatan oke waktu kencan dengan Robbie.

Kami memutuskan mengambil risiko mengitari belakang rumahnya. Perut kami sudah kenyang. Kami sanggup menghadapi risiko terburuk sekali pun.

"Semoga saja mereka nggak punya kucing." Aku berbisik pada Jasmine dengan hati-hati.

"Maksudmu anjing?" tanya balik Jasmine Rendra dengan wajah pucat ketakutan.

"Iya, jika dia punya hewan itu....matilah kita!"

Ada jalan setapak di samping rumah dan kami menyusuri nya dengan sangat hati-hati. Kami nyaris sampai di halaman belakang ketika ada kepala yang nongol dari balik pagar tanaman tetangga. Kepalanya plontos, kayak kepala paman Eddie. Secepat kilat, Jasmine Rendra ambil tindakan.

"Ssst, kami mau bikin kejutan untuk Lindena..."

Ia mengedip ke orang itu dan orang itu lenyap. Kami menyelinap ke belakang rumah. Kamar Lindena menghadap ke halaman dan tirainya setengah terbuka jadi kau bisa melihat ke dalam. Kamarnya benar-benar mimpi buruk. Benda-benda putih berimpel, bantal berimpel, seprai berimpel. Tutup botol air minum Teletubis!!

Lindena menyalakan tape, aku dan Jasmine berpandang-pandangan. Itu kan lagu nya Rikky Martin? Jasmine hanya geleng-geleng kepala. Kami harus terus merunduk kalau-kalau dia tiba-tiba berbalik menghadap jendela. Dia lenyap lewat pintu lain. Dan kami bisa mendengar suara air.

"Dia punya kamar mandi di kamarnya! Benar-benar nona besar!" kataku dengan setengah berbisik.

"Kenapa?" tanya Jasmine lagi tak mengerti.

"Nona besar dan kaya. Mirip sepertimu bukan?"

"Ssst, dia keluar!"

Lindena muncul dari kamar mandi. Rambutnya ditarik ke belakang dan dia hanya membalut tubuhnya dengan sehelai handuk. Aku dan Jasmine merasa agak malu. Kami seperti seorang lesbian saja melakukan hal konyol begini.

Hal yang membuat kami terkejut, Lindena melepaskan cincinnya dan menciumnya. Wanita itu berdandan dengan cantiknya. Mengenakan pakaian sexy yang menonjolkan lekukan tubuhnya. Bahkan Lindena menaruh benda karet berwarna pink ke dadanya. Benda karet itu mendorong dadanya dan membuatnya seolah punya belahan dada yang fantastik.

"Taruhan, Robbie nggak tahu soal itu!" kataku pada Jasmine Rendra yang terus melorot mengintip gaya dandan dan berpakaian cewek itu.

Tiba-tiba Jasmine Rendra tidak memperhatikanku maupun ke cewek itu. Dia memandang ke balik punggungku ke orang plontos yang muncul lagi. Dia memandang kami dari balik pagar tanamannya. Ada apa sih dengan para tetangga, memangnya mereka nggak punya hidup sendiri ya? Kelihatannya orang itu agak curiga. Jadi aku berkata sebiasa mungkin.

"Dia menyetel tape nya terlalu kencang. Dia tidak mendengar kita mengetuk jendelanya. Lakukan lagi, Jasmine!"

Sejenak Jasmine Rendra memandangku terpaku tapi untunglah, masih terpikir olehnya untuk berpura-pura. Ia berpura-pura mengetuk jendela, terus dia berpura-pura melambai ke Lindena. Untungnya, Lindena masuk ke kamar mandi lagi. Dan kemudian dia berpura-pura ketawa histeris.

Benar-benar melelahkan. Urusan buntut-membuntuti ini. Tapi kelihatannya, Pak Plontos cukup puas karena dia lenyap lagi. Dan kami menyelinap ke depan rumah sebelah. Kami sembunyi di ujung jalan setapak rumah sebelah untuk menunggu Lindena muncul.

Dingin, angin kencang bertiup. Akhirnya pintu muka terbuka dan Lindena keluar dengan rambut diangkat ke atas dan gaun panjang hitam. Kami merunduk di balik bayang-bayang pagar tanaman waktu dia lewat. Dan beberapa menit kemudian baru kami mulai membuntutinya.

Waktu dia sampai di jalan utama, dia berdiri di bawah lampu jalan dan mengeluarkan bedaknya dan bercermin di situ. Dan bukannya lari pulang sambil menjerit-jerit, dia malah menutup wadah bedaknya dan melanjutkan jalan.

Sekonyong-konyong aku punya firasat, kami melakukan sesuatu yang salah. Sampai sekarang aku tenggelam dalam fantasi Detectif penguntit. Tapi bagaimana kalau aku akhirnya mengetahui sesuatu yang tidak ingin ku ketahui?

Bagaimana kalau dia ketemu Robbie dan cukup jelas terlihat bahwa cowok itu menyukainya? Apakah aku bisa tahan? Apakah aku mau melihatnya mencium Lindena?

"Mungkin kita harus pergi sekarang, Jasmine!" Bilang ku padanya dengan suara gemetar.

"Apa? Setelah semua ini, kita pergi? Enak saja, aku kepingin tahu apa yang terjadi setelah ini." jawabnya dengan begitu entengnya, tanpa peduli rasa cemas dan ketakutan ku.

Aku hanya bisa menatapnya. Berharap Jasmine Rendra mengerti apa yang kurasakan. Dugaanku ternyata benar. Robbie menunggu di dalam mobil. Lalu membukakan pintu untuk Lindena. Hatiku langsung kayak agar-agar. Soalnya Robbie terlihat keren banget. Kenapa sih dia bukan cowokku? Dewa Cinta yang telah mencuri hatiku.

Robbie nggak langsung menjalankan mobilnya. Kaca mobilnya terbuka dan aku bisa melihat dengan jelas, apa yang mereka lakukan. Aku menahan napas dan memegangi tangan Jasmine Rendra.

"Lepaskan tanganmu, Viona Abraham! Dasar lesbian!" bisik Jasmine Rendra dengan nada kesal.

Aku nggak menghiraukan ucapannya. Aku terus menatap ke kaca mobil yang terbuka itu. Lindena memajukan wajahnya dan Robbie menciumnya. Dadaku sesak, aku sulit bernapas. Aku nggak tahu, apa yang terjadi padaku saat ini. Mereka berciuman lama sekali. Tanganku tanpa sadar meremas tangan Jasmine. Dan Jasmine menjerit kesakitan.

"Aduh, Lepaskan Viona!!"

"Oh? Ma maaf."

"Mereka sudah pergi. Lebih baik, kita pulang!"

"Menurutmu itu tadi ciuman jenis apa? Apakah benar-benar bibir ke bibir? Ataukah bibir ke pipi, atau bibir ke sudut mulut?" Tiba-tiba aku menanyakan sesuatu yang membuat Jasmine kaget.

"Ada apa denganmu Viona? Untuk apa kau tahu semua itu?"

"A aku...."

"Kurasa bibir ke sudut mulut. Tapi mungkin itu bibir ke pipi?"

"Bu bukan ciuman habis-habisan, ya kan?"

"Kau aneh deh! Bukan!" jawaban Jasmine terdengar jengkel.

"Menurutku ceweknya kepinginnya sih habis-habisan dan Robbie mengubahnya ke ciuman bibir ketemu sudut mulut."

"Ya, berpikirlah sesuai imajinasi mu Viona. Karena kau, jadi aneh! Ayo pulang!"

Aku masih penasaran dengan ciuman itu. Dadaku sesak, namun Jasmine Rendra menganggapku aneh. Aku berusaha menebak-nebak, bahwa Robbie tidak menyukainya.

1
D'missBeauty
mau ga kak menulis di fizzo?
April
Ya di tunggu karya selanjutnya
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu
April
Haduh viona ngapaijn bolos sgala
April
Udah nyampe 34 aja
April
Viona.. Keren😂😂😂
Follow ig : tinatina3627
like and favorite kak
Follow ig : tinatina3627
hallo kakak aku mampir salam kenal dari aku teman atau suami karyaku kak
April
😂😂Viona ini absurd
~🌹eveliniq🌹~
hadir untuk nyicil baca lg
April
Mampir
~🌹eveliniq🌹~
haiii. Viona datang lg nih memberi semangat selalu
Hanna Devi
kok end KK, keren loh ceritanya. Sangat menghibur, Viona n Keluarga yang agak koplak 😁😁

Lanjut lagi KK dgn cerita baru 💪💪
Hanna Devi
Tom... Tom... where are you?
Viona kangen tuh..
Hanna Devi
kumisnya bikin gemeshhh ya 🤭
Hanna Devi
Vio, gimana perasaan mu setelah ketiban kiss dari Robbie? 😘😘
Hanna Devi
KK, Hanna kembali mampir 😍
April
Hahha viona ini lucu mengatai dirinya sinting
April
Hai.. Nyicil lagi.
Ratna0789
Mampir lagi nih kak, semangat berkarya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!