NovelToon NovelToon
Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / CEO / Cinta Murni / Slice of Life / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:158.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Nindya Ending Putri Mahendra, putri bungsu dari keluarga sederhana yang harmonis dan humoris. .

Nindya gadis cantik, menarik, pinter dan memiliki gen humoris warisan orang tua 😁. Nindya bertemu dengan Bramantyo kakak kelas sahabatnya Lilian. Kebersamaan mereka menumbuhkan cinta di hati Nindya dan Bram. Tidak ada cerita cinta segitiga entah segitiga sama kaki ataupun sama apa dan siapa 😁. Cinta mereka mendapat dukungan dari Lilian sahabatnya yang baik hati tetapi menyimpan suatu misteri.

Manisnya perjalanan cinta saat pacaran hingga sampai di pelaminan tidak menjamin kebahagiaan setelahnya. Krisis ekonomi global ikut membawa pengaruh pada kehidupan mereka, masalah demi masalah datang menerpa.
Namun dengan hadirnya masalah masalah justru menguak sifat asli orang orang terdekat, menguji ketulusan cinta pasangan, keluarga dan persahabatan.

Bagaimana akhir perjalan cinta dan persahabatan mereka?????

Yuk kita ikuti ceritanya, santai aja guys ini cerita dikemas dalam gaya cerita santai dan humoris

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29 Ajakan Bram di telaga

Saat sampai di pintu Tedy menyadari bila Bram masih tertinggal di halaman berdiri mematung. Kemudian dia menoleh ke belakang

"Bro, masuk dulu besuk pagi saat sun rise lebih bagus" kata Tedy pada Bram dengan sedikit berteriak. Bram tidak menjawab kemudian Bram menoleh sambil tersenyum lalu mengikuti kata Tedy dan akhirnya melangkahkan kaki ikut masuk ke dalam rumah tersebut.

Saat memasuki rumah terlihat ruang tamu yang lumayan luas dengan kursi tamu yang terbuat dari kayu jati dengan model klasik. Mereka duduk di kursi tamu tersebut namun tidak nampak sosok Nindya.

"Nanti nginap di sini Bram, ini rumah orang tua saya" ucap mamah Indah

"Beliau tinggal di sini?" tanya Bram sambil pandangan mata menyapu seluruh isi ruangan, nampak ada beberapa kamar ruangan nampak rapi dan bersih.

"Beliau sudah meninggal, lik Marni yang menjaga rumah ini" ucap mamah Indah Sambil menggeser tempat duduknya karena Nindya datang dengan nampan berisi minuman dari aroma nya sepertinya wedang jahe yang dibawa. Mamah Indah membantu meletakkan gelas gelas klasik berisi wedang jahe.

"Mah ke taman bunga nanti agak sorean kan?" tanya Tedy pada mamah Indah sambil mencomot makanan yang tadi dibeli mamah Indah

"Iya, aku mau omong omong dulu sama lik Marni" ucap Mamah Indah

"Bro aku mau rebahan dulu, kamu kalau mau jalan jalan bisa sama Nindya atau sama papah" ucap Tedy sambil menepuk paha Bram yang duduk di sebelahnya.

"Biar sama Nindya saja, kalau sama papah nanti ga nyambung aku mau lihat sapi dia mau lihat batu" ucap papah Mahendra sambil meniup niup wedang jahe nya yang masih panas

"Cocok" ucap Bram namun hanya di dalam hati. Bram menatap Nindya namun Nindya yang ditatap tidak sadar dia malah sibuk makan snack asin asin yang dibelinya tadi sambil duduk menyandar pada Mamahnya.

"Tot, denger ga" ucap Tedy

"Apa" jawab Nindya santai

"Temani Bram" ucap Tedy

"Iya, mau kemana?" ucap Nindya

"Ya terserah pemandunya Bram belum tahu lokasi sini, yang penting jangan nyasar" ucap Tedy lagi

"Pakai motor lik Marni saja ya, bisa ke air terjun kalau naik mobil susah masuknya" ucap Nindya kemudian

"Lihat dulu motornya jangan sampai kehabisan bensin" ucap mamah Indah

Kemudian mereka berbincang bincang sambil meminum wedang jahe nya dan memakan bakwan hangat hangat yang baru saja dikeluarkan oleh lik Marni dari dapur belakang. Setelah selesai mereka menghabiskan minuman dan bakwan di piring. Mereka sibuk dengan rencananya sendiri sendiri, terlihat Tedy bangkit berdiri berjalan memasuki salah satu kamar. Sedang papah Mahendra bangkit berdiri dan berjalan keluar rumah lewat pintu depan. Mamah Indah dan lik Marni masih duduk santai di tempatnya mereka terlihat berbincang bincang membicarakan kabar sanak saudara.

"Nin, ayo" ajak Bram pada Nindya yang terlihat masih bengong mendengarkan obrolan mamah Indah dan lik Marni

"Iya" jawab Nindya tanpa menoleh ke wajah Bram

"Lik Marni pinjem motornya" ucap Nindya menyela obrolan Lik Marni

"Bawa saja, kunci tergantung di motornya" jawab Lik Marni

"Bensin penuh ga?" tanya Nindya sambil bangkit berdiri

"Penuh tadi dari pasar kuisi penuh" jawab Lik Marni kemudian lanjut berbincang dengan mamah Indah

"Ayok mas" ajak Nindya yang sudah mulai melangkahkan kakinya. Bram setelah minta ijin pada mamah Indah dan lik Marni lalu bangkit berdiri berjalan mengikuti langkah Nindya yang keluar rumah lewat pintu depan.

Bram kemudian mempercepat langkahnya mensejajarkan dengan langkah Nindya, yang berjalan di halaman samping terlihat di depannya ada motor yang terparkir.

"Mas Bram yang depan ya" ucap Nindya setelah berada di dekat motor

"Tapi kamu kasih tahu jalannya ya" jawab Bram sambil mengambil motor yang terparkir tersebut

"Iyalah, kalau ga dikasih tahu jalannya paling cuma jalan bolak balik di jalan raya" ucap Nindya

Bram mulai menyalakan mesin motor, kemudian Nindya duduk di boncengan belakang, kemudian motor berjalan keluar dari halaman rumah. Nindya memberi arah jalan pada Bram.

"Agak maju Nin dudukmu, nanti jatuh" ucap Bram saat motor berjalan ke jalan yang menanjak

"Enggak lah" ucap Nindya tetap pada posisinya.

Motor terus berjalan masih melaju di jalan beraspal.

"Mas ada simpang jalan depan belok kiri ya" ucap Nindya. Bram tidak menjawab namun melakukan apa yang di katakan Nindya. Motor belok ke kiri ke jalan tanpa aspal yang lebih kecil.

"Ini hanya untuk jalan motor ya Nin" tanya Bram

"Iya, hati hati nanti jalan menurun" ucap Nindya

"Habis kebun kopi belok kanan, ada kebun cengkeh belok kiri lalu terus ..." ucap Nindya kemudian

"Satu satu peringatannya" jawab Bram sambil terus melajukan motornya dengan hati hati. Jalan mulai menurun

"Nin, kamu jangan mepet mepet" goda Bram padahal Nindya tetap duduk diposisinya dengan menjaga jarak.

"Enak aja, menfitnah siapa juga yang mepet mepet" ucap Nindya sambil memukul pundak Bram. Dan Bram hanya terkekeh bahagia...

"Habis ini arah kemana?" tanya Bram

"Mentok nanti ke kiri" ucap Nindya. Dan Bram mengikuti tidak berapa lama sudah terdengar suara gemuruh dan gemericik air

"Hati hati ya mas" ucap Nindya sebab jalan memang menurun agak tajam.

"Kalau ga motor parkir di sini, kita jalan kaki saja" ucap Nindya sambil pandangan ikut fokus ke depan dengan kepala sedikit kekanan

"Tenang aku bisa bawa motornya" ucap Bram sambil fokus membawa motornya

Akhirnya mereka sampai di lahan yang agak luas dan rata. Bram memarkirkan motornya di situ. Di depan mata nampak air terjun yang masih alami belum terjamah biro wisata.

"Ayo turun ke sana, motor sudah ga bisa lewat jalan setapak yang menurun" ucap Bram. Nindya mengikuti langkah Bram yang terlihat cepat karena sangat antusiasnya untuk merasakan sejuknya air di telaga di bawah air terjun tersebut.

Nindya turun dengan sangat hati hati, kemudian Bram menoleh dan balik lagi mendekati Nindya dan membantu Nindya menuruni jalan itu dengan memegang tangannya dengan erat.

"Kamu kok tahu tempat ini?" tanya Bram masih memegang tangan Nindya

"Di ajak kakek dulu, setelah kakek meninggal ke sini dengan lik Marni" jawab Nindya

"Papah dan kakak ga suka ke sini?" tanya Bram lagi

"Katanya repot jalannya he..he..." jawab Nindya sambil terkekeh

Mereka akhirnya sampai di telaga di bawah air terjun, terlihat ada beberapa orang asli warga desa tersebut sedang melakukan aktifitasnya ada yang sedang mencuci atau mandi dengan kain rangkepan.

"Mbak Nindya ya" sapa seorang Ibu dari jarak sekitar 10 meter

"Iya Bu, sedang nyuci?" tanya Nindya berbasa basi sebab jelas sudah tahu ibu tersebut sedang mencuci pakaian. Dan dijawab dengan anggukan kepala serta senyum dari ibu tersebut

"Rumah mereka dimana Nin?" tanya Bram

"Tuh di sekitar sini" ucap Nindya sambil menunjuk arah ke lahan agak atas perkampungan di sekitar telaga

"Ooo" ucap Bram lalu membasuh muka nya dengan air telaga yang sejuk bening tersebut

"Bagus ya mas tempat ini" ucap Nindya sambil menatap sekitarnya dengan tangan terbentang agar paru parunya penuh dengan udara segar.

"Iya lebih bagus lagi kalau kita pacaran" ucap Bram sambil melihat Nindya

1
Fenti
makin seru kak👍👍
semangat💪💪💪
Arias Binerkah: semangat juga Kak 💪💪💪
total 6 replies
Indah
Hai kakak2 semua, mampir yuk di karya aku.

'Terjerat serigala Tampan' (End)

dan karya baruku ' My Possessive Bodyguard'

Mohon dukungannya ya, terimakasih😁😁😁😁
Nit_Nit
kasihan rita
Senajudifa
aku mampir thor
Senajudifa
hayo bram mikir apa
Your name
Jadi keinget sama seseorang??
Senajudifa
kutukan cinta dan mr.playboy mampir
Mary Lyn
permulaan cerita yg menarik..penuh dengan sopan santun sesama mereka ...
Arias Binerkah: Terimakasih atas hadir dan dukungannya kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Luk _lukil13
hai kak 👋👋....aku lupa kalo belum baca sampai taman kebanyakan novel yang ada di perpustakaan 🤭🤭. semangat 💪💪💪💪 .seneng banget liat keseruan ibu dan ank ini.
Arias Binerkah: iya kak tidak apa apa.. terimakasih ya atas hadir dan dukungannya....semoga suka dan terhibur 🙏🙏🙏
total 1 replies
Senajudifa
segini dulu bacax thor
Senajudifa
kutukan cinta mampid
Hera sasuwe
endingnya happy ya
Arias Binerkah: hai kak apakabar? semoga selalu sehat, mau promosi novel baru nih, judul Alexandria, silahkan hadir dan dukung ya Kak...terimakasih 🙏
total 2 replies
Senajudifa
hadir
Senajudifa
kutukan cinta baru mampir lagi...sdh kumasukan dalam favoritku y
PIPIT PITRIANI
mampir thor
Arias Binerkah: Terimakasih kak atas hadir dan dukungannya 🙏
total 1 replies
Duyung kesayangan
keren 👍👍👍
lanjut kak
Arias Binerkah: terima kasih kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Tymy Tymy
ending yang bahagia terimakasih BozQ
Arias Binerkah: apakabar Gan, semoga selalu sehat. Monggo pinarak dan dukung novel baruku judul Alexandria.. terimakasih 🙏
total 2 replies
🌸 andariya❤️💚
hampir kak🥰
Arias Binerkah: terimakasih kak atas hadir dan dukungannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nit_Nit
mamah Indah nervous tapi dandan tetap jalan
Nay Sha
q mampir ni thor😊
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo jika berkenan silahkan mampir di novelku judul Alexandria, terimakasih kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!