NovelToon NovelToon
Dikejar Om Seksi

Dikejar Om Seksi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:695.3k
Nilai: 5
Nama Author: Erin FY

Mutia, Gadis Manis itu merasa Tuhan begitu menyayanginya, selain sang mama, kini ia juga di hadapkan dengan seorang Om-om mesum yang tidak lain adalah bosnya sendiri. Kedua orang tersebut bagaikan bayangan diri sendirinya, apapun yang ia lakukan pasti tidak pernah terlepaa dari pantauan mereka.

Namun semua berubah saat ia bertemu dengan Raga, pegawai baru yang tidak diragukan lagi ketampanannya.

Lantas bagaimana kisah Mutia selanjutnya? Akankah si Bos membiarkan ia dekat dengan lelaki lain?

Akan ada banyak kejahilan serta kisah seru lainnya, jangan ketinggalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erin FY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikahlah Denganku

Dikejar Om Seksi

Part 29

Denis membelokkan mobilnya ke sebuah restoran siap saji. Usai turun dari mobilnya, Denis meraih tangan Mutia yang sedari tadi berdiri di sampingnya.

Mutia hanya pasrah, mendebat pun percuma, jawabannya pasti sama. Kita Pacaran! bosan Mutia diingatkan itu terus.

"Kamu mau makan apa, Yang?" tanya Denis seraya melihat ke samping, arah Mutia.

"Aku masih kenyang, tadi pagi bapak ngasih sarapan banyak banget."

"Aku bukan bapakmu, Yang. Aku bapak dari calon anak-anakmu nanti," ucap Denis penuh penekanan.

"Terserah katamulah," jawab Mutia cuek, dia sedang malas ribut dengan Denis.

"Jadi mau makan apa?" tanya Denis lagi.

"Aku masih kenyang, Mas."

"Kalau kenyang kenapa tadi keluar sama Arga? kalau memang kenyang kamu bisa di toko saja, atau istirahat di kantorku, bukan malah keluyuran sama Arga," omel Denis yang kini mulai berubah posisi menghadap Mutia sepenuhnya.

"Aku cuma gak enak nolak. Dia sudah ngajak sebelum jam istirahat," jelas Mutia dengan menatap Denis tajam.

"Emang dia siapa kamu sampe gak berani nolak? lagian aku gak suka kamu dekat-dekat sama dia!" Suara Denis sedikit meninggi, membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka.

"Kamu juga bukan siapa-siapaku, jadi berhenti mengaturku!" jawab Mutia dengan suara tak kalah keras.

Gadis itu menghentakkan genggaman Denis, berjalan keluar meninggalkan Denis yang masih mematung di tempatnya.

Memang dia siapa? seenaknya saja mengatur hidupku. omel mutia dalam batinnya.

Gadis itu memilih berdiri di bawah sebuah pohon, meredam amarah yang sudah sampai puncaknya.

"Maaf," ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri di sampingnya. Siapa lagi kalau bukan Denis.

Mutia hanya diam, memalingkan wajah dan tak merespon sedikitpun kelakuan Denis.

"Aku benar-benar minta maaf. Aku tak berniat membentakmu seperti tadi. Aku sedang berusaha sekuat tenaga meluluhkanmu, berjuang untuk mendapatkan hatimu seutuhnya. Tapi di saat setengah jalan, ada orang yang aku tahu persis sedang berusaha menikungmu, di tambah lagi dengan gampangnya kamu juga membelanya. Salah jika akhirnya aku cemburu?" ucap Denis dengan suara yang mulai merendah, lelaki itu memandang lurus kedepan, mencoba mengkontrol emosinya.

Mutia tak bergeming. Walaupun diam, Mutia mendengarkan ucapan Denis dengan baik. Sejujurnya, dia merasa tersanjung di cintai Denis sebesar itu.

Mutia akui, awalnya dia memang memuja ketampanan Denis, tapi karena sifat Denis yang terus mengganggu hidupnya, mendadak dia ilfill dan enggan berurusan dengannya.

Namun nyatanya, tekad Denis sudah sekuat itu, dia bahkan dengan berani langsung menyatakan perasaannya kepada sang mama. membuat Mutia tak bisa berkutik sedikitpun.

Denis melangkah ke hadapan Mutia, meraih kudua tangannya yang membuat Mutia sontak menoleh.

"Aku beneran minta maaf. Maafin, yak? Jangan ngambek terus, akan lebih baik kamu pukul, cubit atau cium sekalian, gak papa aku ikhlas, asal jangan diem kayak gini," ucap Denis dengan suara sok manja.

Mutia melihat ke arah Denis, lelaki itu menaikturunkan alis.

"Itu sih emang maumu aja," jawab Mutia yang menbuat Denis terkekeh.

"Namanya juga usaha, Yang. jangan ngambek lagi, ya?" tanya Denis dengan ekspresi sok melas.

Mutia yang melihat tingkah Denis akhirnya mengangguk pasrah. Lelaku itu memang konyol, tapi ucapannya amatlah sangat tulus.

"Alhamdulillah." Spontan Denis meraih Mutia kedalam pelukannya.

"Ih, gak pake peluk-peluk juga," omel Mutia sembari berontak dari pelukan Denis.

Lelaki itu terkekeh, dan melepas pelukannya.

"Maaf, spontan, Yang. Lagian sapa tahu kamu juga ikutan khilaf jadi mau gitu tak peluk."

"Ogah!"

"Jadi makan, ya?" tanya Denis sembari tersenyum lebar.

"Denis?" panggil seseorang dari belakang.

Mutia dan Denis menoleh. Seorang wanita dengan setelan blazer dan span pendek mendekat ke arah mereka. Kali ini, dandanannya lebih minimalis ketimbang gadis yang bernama Sheila tempo hari.

"Ya, ampun. gak nyangka ketemu di sini." lanjut gadis itu.

Denis hanya terus menatapnya, tanpa sekata pun menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

"Ada perlu apa? kalau cuma sekedar basa-basi, sorry saya mau makan," ucap Denis dengan dingin.

Mutia mengamati interaksi Denis dan gadis itu, sepertinya Denis tak seberapa suka dengan gadis itu.

"Aku cuma mau menyapa, Nis. Kenapa dingin begitu?" gadis itu sekarang berganti menatap Mutia.

Mutia yang ditatap seperti itu memutar bola matanya malas. Adegan dengan Sheila kemarin akan terulang kembali.

"Aku kira putus dari aku, kamu bakal dapat gadis yang lebih baik, gak taunya cuma bocah kemarin sore." gadis itu menatap sinis Mutia.

"Dengan siapapun aku sekarang, itu bukan urusanmu. Lagipula, gadis yang kamu bilang kemarin sore ini lebih baik dari kamu sepenuhnya. Setidaknya, dia tidak pernah meninggalkanku walau ada lelaki yang lebih kaya menggodanya." Denis menghentikan ucapannya.

"Sayang, ayo pulang," ajaknya sembari menarik tangan Mutia dalam genggamannya.

Gadis entah siapa namanya itu hanya menatap dengan menahan emosi. Melihat mobil Denis yang makin lama makin menjauh.

"Siapa lagi? perasaan tiap keluar ada saja yang menyapamu, berasa keluar sama artis." Mutia membuka obrolan.

"Kenapa? cemburu?" tanya Denis dengan melirik sekilas kepada Mutia.

"Apa aku peduli? aku hanya bosan di panggil bocah ingusan lah, bocah kemarin sore, lah, menyebalkan." Mutia mencabik. Sedang Denis terkekeh sembari tetap fokus ke arah depan.

"Siapapun mereka, itu gak penting. Aku punya masa lalu, dan sampai kapanpun juga aku tak akan bisa sembunyi terus-terusan dari mereka. Aku memilihmu, dan itu tak akan bisa mereka rubah. Tetaplah di sampingku, sebagai penguat agar aku tak kembali lagi kepada mereka."

Mutia melihat ke arah Denis, lelaki itu mengulurkan tangan, membelai pipi kanan Mutia dengan telapak tangannya.

Entah apa yang membuat Mutia terpana, kali ini dia tidak menampis atau pun mengome tingkah Denis itu. Denis sesekali melihat ke arahnya sembari memberi seulas senyum.

"Sesekali pas aku gak nyetir gini, coba kamu diem aja pas tak pegang begini, pasti aku gak ragu buat nyium kamu."

Mata Mutia melotot, mulai sadar dengan sifat tengil Denis. Gadis itu lengsung menepis tangan Denis dari pipinya. Denis lagi-lagi terkekeh.

"Ngelunjak!" Omel Mutia sarkas.

"Oh, ya, kalau kamu bosen dibilang bocah ingusan, aku bisa kok bikin kamu lebih dewasa sebelum waktunya," ucap Denis semangat.

"Jangan berharap aku bakalan tanya gimana caranya, aku udah tahu apa jawabanmu," ucap Mutia sembari menatap kedepan.

"Oh, ya? Apa emang?"

"Menikahlah denganku."

Denis spontan menginjak rem, Mutia kaget bukan kepalang, untung saja mereka ada dilokasi sepi dan tak ada mobil.di belakangnya.

"Tentu! tentu aku mau banget menikah denganmu," jawab Denis dengan semangat.

Mutia memutar bola matanya malas. Untung saja dia tak lupa memakai sabuk pengaman tadi. Kelakuan om-om disampingnya ini kadang-kadang kelewat bar-bar memang.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Yeay, selamat Sore. Denis Mutia up duluan, ya. Yang nungguin Damar, Saras, Zakki dan Sea nanti, ya? lagi gak ada ide😅😅

Kecup jauh untuk kalian semua😘😘😘

1
Ana Akhwat
ckckckck ...kocak bingits😂
Ana Akhwat
😂😂😂CEO yang lagi menyamar... sedang jatuh cinta
Mul Iani
Lumayan
Asih Dyas rahman
baru sadar ini novel 2021 kenapa gw baca, akhirnya nyesel bacanya nanggung ga dikelarin sampe sethn🤦
Kirana Ayla
kok cpt amat udh tamat aj...kannikahnya blm
Sus Susyla
huhhhhh
Sus Susyla
halalin dlu denis
Sus Susyla
zakki mana y
Sus Susyla
pinter denis
Sus Susyla
klo aku sih..di lamar org ganteng kaya lg..ah g oke mikir lgsg ok aja ...ha..ha
Nora♡~
Yaa..Ampun thor... mana yang lain..
tolong sambung... best nie..tak sabar nak baca...
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
ayulia lestary
kocak
ayulia lestary
denis kocak juga
ayulia lestary
kyanya menarikk nih. aku mampir ya
Tara
Aduch jadi pengen dikejar om s3xy Nan mapan🤭😉😱🥰🤗🌹🙏
Ita Nuraini
ws tamat kah
Choirul Anna Soenarso
kok gak dilanjutkan Thor,padahal bagus lho
Ita Nuraini
duda damar itu judulx ap y ??
Ciekgu Lhawo
author kmna ni disambung donk crtanya seru ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!