Beyza Shalsabila atau biasa di sapa Beyza merupakan seorang gadis yang mempunyai paras cantik dan murah senyum. Suatu hari sebuah kejadian menimpali Beyza yang mengharuskan ia menghindari Ketos yang terkenal tegas dan bermuka datar. Akankah Beyza bisa terus-terusan menghindari Ketos?.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!.
Terimakasih^_^
IG : rosaaa1769
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS²TN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Camping Part 2
"Izin masuk barisan" ucap Boby tiba-tiba dari arah belakang barisan, memotong ucapan kakak kelasnya.
"Dari mana saja kamu?!" Tanya Monica tidak santai.
"Buang air kecil kak, udah izin sama kak Farel sebelumnya"
"Masuk barisan!"
Beyza dan teman-temannya kompak mengucapkan kata syukur.
Boby menatap teman-temannya heran"Gue tau gue ganteng gak usah liatin gue gitu amat"
"BOBY, ENAK YA KAMU, UDAH DATANGNYA TELAT, MASUK BARISAN MALAH NGOBROL"
Teman-teman Boby serentak mengatakan kata
"Mampus" tanpa suara hanya bibir yang bergerak.
"Pagi ini kita akan mengeluarkan keringat agar badan kita fresh, yang biasanya jam segini masih tidur di atas kasur, akan lebih terasa perbedaannya setelah melakukan kegiatan ini. Langsung saja kita mulai untuk pemanasannya lari di tempat, mulai!"
Suara sepatu yang bersahutan menggelegar.
"Stop!"
"Jangan langsung cepat-cepat larinya, kalian lari akan berproses dari yang lari biasa,lari sedang dan lari cepat" beritahu Monica.
"Kalian di suruh lari, ada yang hanya jalan di tempat, di belakang ada yang gak bergerak"
"Kami di depan teriak-teriak lebih capek, kami juga pernah rasakan ini sebelumnya, tetapi kami tidak membangkang karena kami tau disini kami tidak akan alami kekerasan fisik ataupun mental, karena itu sudah termasuk di luar peraturan." Lanjutnya tegas.
"Tadi sempat saya dengar 'kenapa harus bentak-bentak sih' Kalau kalian mempermasalahkan suara kami yang besar, itu sudah keharusan bagi kami, karena kami tau kalau suara kami lebih besar dari kalian-kalian semua, kami tidak akan di hargai!!!" Tegas Farzan.
"Ulangi lari di tempat, yang sakit angkat tangan, jangan di paksakan. Dan yang bergerak hanya badan kalian. Mulut kalian jangan ikut bergerak, kecuali ada hal-hal penting yang ingin di sampaikan, mengerti!?" Lanjutnya.
"MENGERTI KAK" sahut seluruh siswa.
Kegiatan senam pun berlangsung. Kadang mereka menahan ngakak apabila ada yang melakukan senam dengan gaya berlebihan. Sebagian ada yang melaksanakannya dengan ogah-ogahan.
Mereka melakukan kegiatan senam hingga matahari terbit. Berjam-jam ya?, Mereka di lapangan berjam-jam tetapi mereka melakukan kegiatan senam hanya sebentar karena kebanyakan kakak kelasnya mengajak bercanda adik kelasnya.
Siswa yang berada di lapangan sudah ngos-ngosan, keringat sudah tampak di wajah mereka masing-masing. Senam yang menutup kegiatan mereka yaitu sikap lilin.
" Kenapa kakinya pada gemetar?"
" Kentara sekali gak sering olahraga"
" Kalian ngos-ngosan udah kayak orang melahirkan"
Suara kakak kelasnya saling bersahutan. Farzan menghentikan kegiatan mereka. Ia menyuruh Adik kelasnya agar beristirahat dan lanjut melakukan aktivitas mereka sendiri.
Beyza dan teman kelasnya memilih bercengkrama di bawah pohon rindang, ada yang bermain gitar, berbaring menikmati angin sepoi-sepoi dan bernyanyi bersama.
"Kita gak ada kegiatan lagi sekarang?" Tanya Dira.
"Mungkin sekarang gak ada, coba lihat Kakak kelas!" Tunjuk Riyan ke arah Kakak kelasnya yang sedang duduk melingkar atau berdiskusi.
"Kira-kira mereka ngomongin apa ya? serius amat tu muka"
"Gue dengar-dengar kemarin ada api unggun,tapi gue gak tau jadi atau enggaknya karena baru rencana"
"Eh eh coba lihat akak Farzan, ganteng banget apalagi lagi serius gitu mukanya, gantengnya berkali-kali lipat" ucap salah satu siswi teman kelas Beyza.
Beyza tersenyum mendengar candaan teman-temannya, ia nggak cemburu atau kepanasan mendengar orang lain memuji Farzan karena apa yang di hilangkan teman-temannya benar adanya.
"Udah ganteng, berjiwa pemimpin InsyaAllah--"
"Udah sama kayak gue gak?" Tanya Boby dengan gaya jari-jari tangannya menyisir rambut.
"Ukhu, tolong air liur gue nyangkut di tenggorokan" Raya langsung memberikan air mineralnya kepada Dira.
"Thanks Ra"
"Baru dengar gue air liur nyangkut di tenggorokan" heran Riyan.
"KAK FARZAN" suara siswi yang memanggil Farzan mengagetkan semua orang yang berada di sekitar itu, begitupun Beyza.Ternyata suara itu berasal dari Dinda yang sedang duduk di bawah pohon bersama teman-teman sekelasnya, ia tersenyum dengan tangan yang berbentuk little love sambil memperlihatkan ke arah Farzan.
"Gak ada malu emang tu orang" celetuk Boby menatap Dinda dengan pandangan tidak suka.
"Hooh" sahut teman-teman kelas Beyza mentetujui ucapan Boby.
"Gue kasian ke elo Za, lo harus berurusan dengan orang kurang waras".
Ucapan Boby membuat teman-temannya tertawa termasuk Beyza tetapi sebagian dari mereka tertawa berlebihan jadi banyak mengundang pasang mata.
Beyza merasa kesal dengan perbuatan yang di lakukan Dinda sebelumnya, walaupun tidak di tanggapi Farzan, tetapi tetap saja hatinya ketar-ketir takut kehilangan.
Beyza melihat kearah Dinda yang ternyata sedang menatap ke arahnya dengan mata yang sangat tajam, tetapi tidak membuat nyali Beyza menciut. Mata Dinda makin lama seperti orang yang mengajak baku hantam, Beyza tersenyum miring dan kembali menatap teman-temannya.
Beyza kembali mengedarkan pandangannya, ia melihat pemandangan yang MasyaAllah sangat indah. Pandangannya terhenti ketika matanya bertubrukan dengan mata Farzan. Farzan tersenyum ketika Beyza membalas tatapannya.
"Sumpah gak boong, gue lihat Kak Farzan tersenyum ke arah guee" histeris Fanya (teman kelas Beyza).
"Halu"sinis Dira.
Boby berdiri dari duduknya, ia mengelus punggung Fanya" Lo harus sadar bahwa yang lo katakan hanya halu, kalaupun Farzan tersenyum, pasti dia tersenyum ke orang yang ada di belakang lo, sabar ya"
Beyza tersenyum manis ketika Fanya menatapnya" kenapa Lo duduk di belakang gue, gue kan jadi geer"
Hahaha
"Stop!" Dira menghentikan keributan teman-temannya"Kenapa Boby gak ngomong dari tempatnya aja, kenapa harus ke dekat Fanya?!"
"Iyaya jangan-janga lo suka gue" pekik Fanya sambil menatap Boby dengan ekspresi kaget.
"Gue"Boby menunjuk dirinya"Suka Lo" lanjutnya sambil menunjuk fanya"GAK AKAN"
"Yee siapa juga yang mau SAMA PANTAT SAPI"
thanks kak
tetep semangat🥰🥰🥰