Tuntutan hidup dan paksaan menikah dari ibunya secara tidak langsung membuat Bintang terjebak dalam kehidupan malam.
Menjadi wanita penghibur bukanlah pekerjaan yang sepenuhnya diinginkan oleh Bintang. Namun latar belakang pendidikan yang minim dan tidak adanya keahlian khusus membuatnya tak bisa memilih lagi.
Hingga akhirnya seorang tamu hadir dan memintanya melayaninya. Pria muda yang datang padanya dengan segala drama hidupnya itu mengubah nasibnya 360 derajat.
Siapa pria muda itu???
By Idha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Wulansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tontonan Gratis
...Selamat membaca 🌸...
...Maaf typonya bertebaran 😀🙏...
🌸🌸🌸
"Apa maksud om?? Om yang akan menikahi dia?? Lalu tante Yeni??"
Rupanya Bella terkejut juga mendengar pernyataan tuan Raharja itu. Begitu pula Sandra yang sudah tau awal mula kenapa aku bisa sampai di sini. Tapi rasa terkejut itu rupanya masih belum cukup buatku,,,Karena Aku pun tak kalah terkejut lagi saat Bella menyebut nama Yeni.
Bukankah itu nama yang disebut sebut Angkasa saat dia mabuk malam itu??
Kenapa Bella menyebutnya tante??
Dan apa urusannya perempuan bernama Yeni itu denganku hingga Bella harus mempertanyakan pendapatnya jika benar tuan Raharja akan tetap menikahiku???
"Yeni tak akan menolak." tegas tuan Raharja.
"Om yakin?? Mana ada wanita yang mau dimadu?? Tante Yeni pasti sakit hati kalau om menikah lagi." kata Bella.
"Dia akan terbiasa." sahut Tuan Agung Kerta Raharja atau dengan singkat ku sebut tuan Raharja.
Oh aku tau,,,
Mengingat Angkasa yang sampai mabuk memikirkan Yeni malam itu,,,Aku jadi punya pendapat bahwa Angkasa, tuan Raharja,,dan wanita bernama Yeni itu terlibat cinta segitiga.
Tapi masak sih Angkasa jatuh cinta pada ibu tirinya??
Astaga aku pusing!!!
Pusing dengan segala drama ini,,,
Benar benar kurasakan dunia ini makin sempit.
"Pokoknya Bella gak ikutan ya dalam urusan rumah tangga om. Yang Bella mau cuma pelacur ini jauh jauh dari Angkasa." Bella menekankan kalimat itu dengan menatapku garang.
Aku diam saja. Tak melawan. Bukan karena aku takut tapi aku rasa tidak ada gunanya melawannya. Bukan aku kan yang mau menikah dengan Angkasa?? Tapi Angkasa sendirilah yang mau. Jadi kurasa wanita itu sia sia memintaku menjauhi Angkasa kalau Angkasa sendiri tidak mau jauh dariku.
Eh kok kepedean banget akunya,,, Aku mengutuk diriku sendiri saat ingat kembali bahwa urusanku tak hanya sampai di Angkasa saja tapi sekarang ditambah dengan tuan Raharja.
Aku gak bisa berdiam diri terus begini. Aku harus tegas pada tua bangka ini bahwa sampai kapan pun aku gal akan pernah sudi jadi istrinya.
"Tang,,, lo bilang emak lo udah ganti rugi kan karena lo kabur dari pernikahan lo dulu. Kok jadi nih om om nagih janji lagi sih???" Sandra berbisik bisik mengungkapkan rasa herannya.
Hhmm jangankan Sandra,,Aku pun juga heran kenapa tua bangka ini masih begitu yakin akan mendapatkanku. Aku benar benar harus menegaskan kepadanya kalau kayak gini.
"Tuan Raharja,,, Saya tegaskan sekali lagi bahwa saya tidak akan jadi istri tuan. Saya dan ibu saya kan sudah bayar ganti rugi. Kenapa masih ditagih lagi janji ibu??" tanyaku dengan beraninya.
Bella,, dan wanita yang tampaknya seorang asisten atau sekretaris tuan Raharja itu menatapku lagi dengan ketusnya. Mereka sangat tidak suka dengan sikapku. Begitu pula dengan tuan Raharja,,, tua bangka itu tampak berang dengan ucapanku.
"Berani sekali menghargai nama baikku dengan uang harammu itu!!! Kamu dan ibumu bisa bayar pasti juga uang hasilmu membuka kakimu lebar lebar pada semua pria kan??? Kamu pikir kehormatanku cukup dibayar dengan recehmu itu???"
Tua bangka itu menghinaku dengan lantangnya.
"Satu hal lagi,,, Kemarin saat aku mengunjungi kampungmu,, aku meminta ibumu menyerahkan adikmu tapi ibumu menolaknya dan meminta agar aku memilihmu saja sebagai pengganti adikmu,,,Jadi uangmu kemarin lain urusan!!!" tuan Raharja menekankan.
Lemas sudah kedua kakiku ini. Beruntung ada Sandra yang menopang tubuhku hingga aku masih kelihatan berdiri tegak. Sahabatku itu tentu tau aku saat ini aku rapuh,, aku hancur,,,
Untuk kedua kalinya ibu menjualku,,
Dulu demi uang,,,
Sekarang demi Ratih,, adikku.
Bu,,,
Apa sebenarnya salah Bintang sampai ibu benar benae tega melakukan ini semua pada Bintang??
Kurang apa Bintang selama ini??
Kapan bu,,, Kapan Bintang bisa merasakan betapa ibu juga mencintai Bintang seperti ibu mencintai Ratih,,,??
Pengunjung cafe A tampaknya sangat dimanjakan dengan tontonan drama seperti di channel televisi cap ikan terbang kegemaran emak emak itu. Mereka berbisik bisik menghakimiku dan Sandra.
Gadis miskin yang dihadapkan pada pria berjas dan wanita high class setinggi high heelsnya itu mana bisa dapat pembelaan dari para penonton drama gratis ini. Yang kaya selalu yang di cap benar,,, Yang miskin,,, Huh lupakan saja.
Sreeettt,,,
Tiba tiba seseorang menarik tanganku. Aku menoleh dan sangat terkejut melihat siapa yang menarikku.
"Angkasa??" lirihku.
"Jadi papa sudah kenalan dengan calonku??" Angkasa tak menghiraukanku dan langsung melempar pertanyaan pada tuan Raharja.
Aduuuhh kacau ini,,, Kacau kalau Angkasa tau siapa aku dan apa hubunganku dengan papanya.
"Kalau begitu aku tidak perlu lagi memperkenalkannya dengan formal lagi kan?? Ayo Bintang,,, kita pergi dari sini. Ajak temanmu juga." titah Angkasa.
Aku mengangguk dan menarik tangan Sandra mengikuti langkah Angkasa. Aku ingin Angkasa membawaku pergi dari sini dengan cepat. Aku tak mau Angkasa mendengar pernyataan pernyataan aneh lagi tentangku.
Setidaknya untuk saat ini dulu,, Biar para penonton drama ini gak keasyikan ghibahin aku.
"Angkasa,,,Kamu tidak boleh menikahi perempuan yang ibunya sudah serahkan pada papa."
Yaahh mencelos sudah hatiku bersamaan dengan berakhirnya ucapan tuan Raharja yang membuat langkah kaki Angkasa pun terhenti. Angkasa pasti tak punya jawaban dan pilihan lain lagi. Dia tentu akan menyerahkanku pada tuan Raharja.
"Serahkan dia pada papa. Dia milik papa. Kamu masih punya Bella kan?? Kembalilah pada Bella. Dia jauh lebih baik untukmu. Ayolah Angkasa,, Mengertilah sebelum keadaan semakin rumit. Dia sudah lama diserahkan ibuny pada papa."
Angkasa balik badan dan menatap tajam pada tuan Raharja.
"Kalau begitu aku akan meminta baik baik pada ibunya agar membatalkan niatnya itu. Putrinya ini lebih cocok disandingkan denganku daripada dengan pria tua yang lebih pantas jadi papanya."
Oh hatiku melambung tinggi dibuatnya,,, Love you Angkasa. Love you so much,,, Eh,,, kok love sih. Maksdunya aku cinta dengan semua perlakuannya itu padaku. Itu saja kok,, Yakin.
"Angkasa!!! Jangan memicu api lagi. Kamu tetap menikahi Bella!!!" ketus tuan Raharja.
"Kalau papa yakin dia lebih baik,,Kenapa tidak papa nikahi saja sendiri?? Kalian cocok kok,,,Sama sama maniak.Sama sama tidak setia dan tidak cukup dengan satu pasangan." cibir Angkasa.
"Angkasa!!! Tutup mulutmu!! Aku tidak seperti itu. Aku gadis baik baik dari keluarga terhormat. Bicara begitu sama saja dengan menghina keluargaku!!!" tegas Bella.
"And i don't care,,," sahut Angkasa langsung menarik tanganku lagi dan kali ini membawaku dan Sandra pergi dari cafe A tanpa menghiraukan segala umpatan Bella maupun tuan Raharja.
🌸🌸🌸
Ingat Bintang,,, Angkasa begitu bukan karena cinta sama kamu. Jadi jangan keGRan yahh 😀🤭
Author masih GR loh nungguin bakal ada yang kirim vote, like dan komennya buat author. Jangan kecewain author yaa 😀🌸🙏❤️
terimakasih indah sekali