Raiden seorang remaja yatim piatu berusia 18thn berasal dari desa yang baru saja lulus SMA berniat untuk melanjutkan Kuliah di luar kota Meninggalkan desa tempat nya dibesar kan
Disaat Ia tengah duduk di taman karna lelah sehabis mencari kos untuk Ia tempati salama kuliah. Tetapi tiba'' Ia dikagetkan dengan suara datar serta sebuah panel transparan di depan wajah nya
[Ding]
[Selamat datang Host di Sistem ''MY SYSTEM"" Sistem kekayaan tiada batas]
[Apa Host ingin melanjutkan pemasangan Sistem?]
[Ya/Tidak]
'' Sistem? Apa ini sistem yang sering aku baca di novel? '' Tanya Raiden
[Ya. Bisa dikatakan begitu]
[Jadi, Apa Host ingin melanjutkan pemasangan Sistem?]
'' Emmm... Baiklah aku akan mencobanya tidak ada salahnya kan mencoba dari pada penasaran '' Monolog Raiden
'' Ya '' Ucap Raiden sambil mengklik tombol yang ada di panel transparan tersebut
[Diharapkan Host tetap dalam kondisi sadar selama proses pemasangan]
[Proses pemasangan Sistem akan dilakukan dalam 3...2..1.]
'' Aaakkkhhhhh '' Teriak Raiden Kesakitan untung saja kondisi taman sedang sepi
1%
20%
35%
50%
75%
100%
[Selesai]
[Selamat kepada Host telah berhasil melakukan pemasangan Sistem]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🍁ZERO🍁, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Menolong Rose
Setelah lebih dari dua jam tertidur, Raiden pun perlahan mulai membuka mata nya, karna mendengar suara ketukan pintu. Raiden bangun dari ranjang nya dan berjalan menuju pintu untuk membuka nya.
Cklekk...
" Ya ada apa " Ucap Raiden ketika Ia sudah membuka pintu kamar
" Maaf Pangeran, makan malam sudah siap " Ucap Miya menunduk saat melihat Raiden sudah membuka pintu
" Oh ya, memang nya sekarang jam berapa? " Tanya Raiden karna Ia belum melihat jam
" Sekarang sudah jam 7 malam Pangeran " Jawab Miya sopan
" Hmm..baiklah kamu kebawah lah dulu nanti aku menyusul, panggil juga Andra dan yang lain nya untuk makan malam bersama " Ucap Raiden
" Baik Pangeran " Ujar Miya kemudian dia pergi dari hadapan Raiden menuju lantai bawah
Setelah Miya pergi dari hadapan nya, Rai segera menutup pintu dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. untung nya malam ini cafe libur jadi Ia tak perlu menyanyi di sana. 5 menit kemudian setelah cuci muka Rai keluar dari kamar menaiki lift menuju lantai bawah. setelah lift sampai di lantai bawah Rai segera melangkahkan kaki nya menuju ruang makan. saat sampai di sana Andra dan yang lainnya teryata sudah berkumpul berbaris dengan rapi.
" Kenapa pada diem, duduk lah kita makan malam bersama " Ucap Raiden saat melihat mereka diam saja, ketika Ia sudah duduk di kursi yang biasa di pakai oleh kepala keluarga
" Kami nanti akan makan di belakang saja Pangeran " Ucap Andra
" Di belakang? kenapa gk disini aja? " Tanya Raiden mengeryitkan dahi nya
" Karna memang disana tempat kami para pelayan makan Pangeran " Jawab Akai
" Haiss..sudah ku bilang bukan jangan terlalu hormat kepada ku, aku sudah mengganggap kalian keluarga jadi jangan sungkan " Ucap Raiden dengan wajah kesal
" Sekarang duduk, tidak ada bantahan " Ucap Raiden tegas menatap mereka tajam
" Ba..ik Pangeran " Ucap mereka gugup
Setelah nya mereka semua duduk di kursi yang masih kosong
" Makanlah, ambil lah makanan yang kalian suka jangan sungkan " Ucap Raiden yang di balas anggukan oleh mereka
Setelah itu mereka semua makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara. tak lama mereka pun selesai makan.
" Ahhh..kenyang nya, siapa yang memasak ini semua? " Tanya Raiden
" Para perempuan yang memasak nya Pangeran " Jawab Andre
" Apa masakan nya tidak enak Pangeran " Tambah Lusi
" Tidak..tidak..masakan nya sangat enak dan aku menyukai nya. apalagi udang dan cumi crispy nya itu sangat enak dan itu juga salah satu masakan favorit ku " Jelas Raiden
" Syukurlah jika Pangeran menyukai nya, untuk udang dan cumi crispy Jisoo yang memasak nya Pangeran " Ucap Ran memberi tau
" Oh benarkah...wah klo gitu sering masak nya untuk ku ya Jis..aku sangat menyukai nya " Ucap Raiden dengan mata berbinar
" Baik Pangeran " Ucap Jisoo malu-malu karna di puji
" Sudah malam aku mau pulang dulu, kalian malam ini tidur di mansion saja " Ucap Raiden ketika melihat jam yang menunjukkan pukul 20.00 malam
" Memang nya Pangeran tidak tidur di sini? " Tanya Toma
" Tidak, aku tidur di kosan karna aku juga masih kuliah lagi pula belum ada yang tau klo aku punya mansion " Ujar Raiden
" Tapi tenang saja aku akan sering-sering kesini mungkin seminggu sekali dan besok aku juga akan kesini untuk memberikan berkas-berkas saham kepada Andre dan Andri " Ucap Raiden menambahkan
" Baiklah klo gitu aku pulang dulu, dan untuk Akai dan Toma besok kalian tidak perlu mengawasi ku, lebih baik kalian bantu yang lain nya untuk menanam bibit " Ucap Raiden
" Baik Pangeran " Balas Akai dan Toma
" Ya sudah aku pergi dulu klo gitu " Ucap Raiden beranjak dari duduk nya
Kemudian Ia berjalan keluar mansion menuju garasi untuk mengambil motor nya, di sana juga ada Bugatti Veyron berwarna silver milik nya yang baru saja Ia dapat dari sistem. Setelah menaiki motor nya Raiden pun melajukan nya keluar menuju jalan. karna hari sudah malam jadi suhu nya menjadi dingin untung saja Ia memakai jaket jadi tidak terlalu dingin.
Saat melewati jalanan yang cukup sepi Rai melihat sebuah mobil yang Ia kenali berhenti di pinggir jalan tapi bukan itu yang menarik perhatian nya melainkan Rai melihat seorang perempuan sedang di ganggu oleh beberapa preman dan seperti nya Rai mengenali perempuan itu..Rose ya Rose benar saja perempuan itu adalah Rose teman nya sedang di ganggu oleh preman. setelah memastikan bahwa benar itu Rose, Rai segera mempercepat motor nya.
" Woy lepasin dia " Ucap Rai membuat mereka semua menoleh ke arah nya karna memang posisi mereka membelakangi Rai
" Rai " Ucap Rose ketika melihat Rai
" Rose, loe gpp kan? " Tanya Rai ketika melihat Rose membalikkan badan nya
" Hmm..iya gue gpp " Jawab Rose tapi Rai tidak percaya begitu saja karna Rai melihat baju Rose di bagian bahu nya terbuka seperti bekas sobekan
" Wow..kalian saling kenal teryata " Ucap Preman bos preman
" Hehh..bocah mending loe pergi dari sini jangan ikut campur urusan kita " Lanjut nya
" Hooh jangan sok jadi pahlawan deh loe " Ucap preman cungkring
" Biarin kita nikmatin tubuh teman loe ini dulu " Ucap preman gendut memandang Rose dengan tatapan mesum
" Oh apa loe mau ikut kita buat nikmatin temen loe ini " Ucap preman botak sambil menghampiri Raiden
" Tenang aja nanti loe kebagian kok tapi setelah gue dan teman-teman gue yang lain nya duluan " Lanjut nya lagi sambil tertawa di ikuti preman yang lainnya
" Kurang ajar loe semua " Ucap Raiden geram mengepalkan tangan nya saat mendengar perkataan mereka apalagi Rai juga melihat mereka memandang Rose dengan tatapan mesum
" Wow selow bro atau loe mau yang pertama " Ucap preman gendut juga ikut menghampiri Raiden kemudian merangkul pundak Rai
" Jauhin tangan busuk loe dari pundak gue " Ucap Rai dingin dan tiba-tiba saja suasana di sana sangat mencekam akibat aura yang di keluarkan Rai
" San..tai aja kali bro ja..ngan dingin-dingin " Ucap Preman gendut gugup sambil menepuk pundak Rai
" Gue bilang jauhin tangan busuk loe dari pundak gue " Ucap Rai dingin sambil memelintir tangan preman gendut yang ada di pundak nya sampai berbunyi seperti tulang patah
Aakkhhhh...
Teriak preman gendut ketika tangan nya di pelintir oleh Rai
" Woy lepasin tangan temen gue " Ucap preman botak yang ada di dekat Raiden
Kemudian dia mencoba meninju Rai tapi dengan sigap Rai menghindar dan menendang nya hingga terpental, Rai juga melakukan hal yang sama pada preman gendut.
" Mau ngapain loe, jangan mendekat atau temen loe bakal gue bunuh " Ucap bos preman sambil meletakkan pisau di leher Rose saat melihat Rai berjalan mendekat ke arah nya
" Cungkring hajar dia " Perintah nya saat melihat Rai berhenti berjalan
" Baik bos " Ucap preman cungkring
Kemudian dia melangkah mendekati Rai dan langsung menghajar Rai tapi sayang, Rai berhasil menghindari nya dan membalas menyerang preman itu hingga dia terkapar seperti teman nya yang lain. saat ini hanya tersisa bos preman itu saja
" Sekarang tinggal loe sendiri, loe punya dua pilihan lepasin Rose atau loe bakal kaya temen loe yang lain " Ucap Raiden menyeringai
" Cih..jangan harap, gue gk akan ngelepasin ini perempuan sebelum gue menikmati tubuh nya " Ucap bos preman sombong sambil mencoba mencium Rose
" Kurang ajar loe " Ucap Rai geram ketika melihat bos preman itu ingin mencium Rose
Tanpa menunggu lama Rai langsung melesat mendekati bos preman itu dan langsung menghajar nya membabi buta. setelah puas mengahajar nya Rai berjalan mendekati Rose yang terduduk diam.
" Loe gpp kan Rose? " Tanya Raiden memastikan
" Nih pake jaket gue, udah malem dingin " Lanjut nya memberi kan jaket yang Ia kenakan
" Hmm..iya gue gpp, makasih udah nolongin gue " Jawab Rose berterima kasih sambil menerima jaket nya
" Iya sama-sama, loe kenapa kok keluar malem-malem mana pake baju kaya gini lagi? " Tanya Raiden heran karna saat ini Rose hanya mengenakan celana pendek di atas lutut dan kaos lengan pendek berwarna hitam
" Gue habis main dari rumah Liora " Jawab Rose mencoba bangun di bantu oleh Raiden
" Oh gitu, terus kenapa bisa sampe di hadang sama preman-preman itu " Ucap Raiden penasaran
" Mobil gue mogok, terus gue keluar buat nyari taksi tapi malah preman itu pada gangguin gue " Ujar Rose kemudian mereka berjalan menuju mobil Rose
" Kenapa gk pesen taksi online aja atau minta jemput orang tua loe " Ucap Raiden heran
" Hp gue low, jadi gue gk bisa telfon siapa-siapa " Balas Rose santai
" Oh yaudah klo gitu, ayo " Ucap Rai
" Ayo apa? " Tanya Rose heran mengeryitkan dahi nya
" Loe gue anterin pulang " Jawab Rai sambil menarik tangan Rose menuju motor nya
" Nih pake helm nya gue cuma bawa satu soal nya " Ucap Raiden menyerahkan helm milik nya
" Terus loe pake apa " Ujar Rose
" Tenang aja gue bawa topi kok " Ucap Raiden sambil memakai topi yang Ia taruh di kaca spion
" Oh yaudah klo gitu " Ucap Rose
" Hmm.cepet naik, nanti mobil loe suruh aja orang bengkel buat ngambil " Ucap Raiden
" Iya " Balas Rose singkat sambil menaiki motor Rai
Setelah Rose naik motor nya, Rai segera melakukan motor nya menuju rumah Rose
" Rumah loe dimana? " Tanya Raiden
" Rumah gue di jalan xxx no xx deket kok dari sini " Jawab Rose
Hening...setelah mengucapkan itu tidak ada lagi yang berbicara. Rai memilih fokus mengendarai motor nya sedangkan Rose entah apa yang dia pikirkan. setelah 20 menit mereka pun sampai di sebuah mansion yang sangat mewah ya walaupun lebih mewah mansion milik Raiden. setelah di bukakan gerbang nya oleh satpam Rai pun menjalankan motor nya untuk masuk.
" Ini Rumah loe? " Tanya Rai setelah menghentikan motor nya sambil melihat sekitar mansion
" Hmm..makasih udah nganterin gue pulang " Ucap Rose mengangguk
" Iya sama-sama, yaudah klo gitu gue pulang dulu ya " Ucap Rai kemudian Ia menyalakan lagi motor nya dan meninggalkan mansion setelah memakai helm yang tadi di pakai Rose.
15 menit kemudian Rai sudah sampai di kosan dan langsung masuk ke dalam.
" Loe darimana aja Rai kok baru pulang? " Tanya Brian saat melihat Raiden masuk kosan
" Tadi ada urusan jadi pulang nya malem, gue mau tidur duluan ya capek banget soalnya " Jawab Raiden sambil berjalan ke kamar
" Hmm yaudah sono " Ucap Brian
Setelah masuk ke dalam kamar Rai segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, 5 menit kemudian Ia telah selesai dan langsung berjalan ke ranjang dan tidur dengan pulas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello Guys
balik lagi sama Othor ganteng
yang ganteng nya udah kaya Park Chanyeol
hehehe...janda..janda..uuppss...canda maksudnya
Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya guys
See You Next Time Guys😉😉...bye...bye...
lope..lope..se gunung deh buat kalian
❤❤❤