NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Hira Arinta

Cinta Untuk Hira Arinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Militer / Tamat
Popularitas:241k
Nilai: 5
Nama Author: NatiaGeni

Hira Arinta perempuan memiliki banyak talenta yang diwarisi oleh ayahnya. Hidup Hira selalu di bawah kendali orang tuanya, keinginan terbesar orang tuanya yaitu menjadi dokter bedah. Namun, Hira mematahkan harapan keduanya dengan mengambil jurusan desain komunikasi visual.


Tidak ada cinta dan kasih sayang yang Hira dapatkan sejak kedua orang tuanya mengusir dari rumah dimana tempat selalu mendapatkan cinta.


"Aku membenci kata cinta yang meruntuhkan cita-cita ku."


Bintang Aditya Prawira pria berprofesi sebagai tentara berpangkat Kolonel, berstatus duda. Memiliki putri cantik bernama Kihana, Adit harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk Kihana. Cintanya tidak bisa terukur untuk sang putri, kehilangan sosok ibu tidak akan kehilangan juga sosok ayah, baginya Kihana prioritas utama.


Tuhan berkehendak lain, Adit dipertemukan dengan sosok Hira Arinta yang penuh misterius.


"Aku akan menumbuhkan dan memberikan cinta yang pernah hilang dalam hidupmu." Bintang Aditya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NatiaGeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Ucok dan Inang

Aditya PoV

Aku menyuruh Arinta untuk menemani Kihana tidur siang, Ada maksud dan tujuan aku menyuruhnya, Aku ingin memberi kejutan untuk Arinta. Dia harus bahagia hari ini, membayar semua ucapan Mama yang melukai perasaannya, Aku merasa bersalah keluar dari rumah Dina.

Tadi aku sengaja menitipkan dompet milikku kepada Arinta, semoga dia membukanya dan tahu isi di dalam dompet itu, Arinta harus tahu perasaan aku yang tidak main-main dan tulus mencintainya.

Aku sengaja menghilang meninggalkan Arinta bersama Kihana di pusat perbelanjaan tadi siang, Aku pergi ke brand kosmetik, istri cantik aku ini tidak pernah meminta apapun sejak kami menikah. Dia harus tampil cantik dan memukau jika berdua dengan aku, berbagai merek kosmetik aku beli atas rekomendasi Sales counter kosmetik.

Aku teringat dia masih memiliki ponsel jadul, layar bagian depan retak, dan lebar layar setengah dari ponsel canggih milikku. Aku membeli ponsel untuk Arinta dengan tipe yang sama dan merek buah yang di gigit sebagian, dan aku langsung memasang zommei untuk mengetahui keberadaan Arinta lewat ID ponsel.

Terakhir hasil petualangan aku hari ini yaitu membelikan Arinta baju malam, pikiran ini terlintas karena dia sering menggodaku, aku sering kecolongan, dia kalau selesai mandi pasti memakai pakaian tanpa penutup. Hormon aku sebagai laki-laki pasti bangkit, apalagi melihat bukit M0ntok yang padat dan kokoh itu, mengundang aku untuk menja-mahnya. Membayangkan dia memakai beberapa koleksi baju kurang bahan ini pasti dia akan terlihat sesi di mata Bintang Aditya Prawira. Baju dinas malam harian untuk Arinta sudah aku pilih, sebanyak sepuluh buah dengan berbagai macam model.

Berbagai macam hadiah sudah aku persiapkan untuk Arinta, di rumah dinas Aku juga memiliki hadiah yang menarik untuk istriku ini. Untuk Nyonya Arinta Aditya aku harus mencurahkan segala yang aku punya untuk menutupi kekurangannya, kasih sayang, perhatian, cinta yang tulus yang tidak pernah didapatkan dari orang terdekatnya.

Arinta selalu membuat mata ku traveling, lekuk tubuhnya, kulit putih, dan terakhir rambut sebahu yang memiliki wangi lavender, menyihir Indera penglihatan ku. Dia memakai tank top putih dengan tali spaghetti itu saja sudah membuatku getar getir ingin memadu kasih bersamanya. Iman ku semakin goyah hanya melihat kaki jenjang Arinta yang mulus tanpa bekas apapun, dia sangat menjaga penampilan bagian dalam yang selalu ditutupinya dari pandangan umum, bersyukurnya aku memiliki perempuan ini.

"Saya mencintai kamu Arin.... anggap ini gila tapi saya memang mencintai pada pandangan pertama." Aku harus menguasai perasaannya yang masih ragu.

"Abang Aditya.... sebagai balasan cinta Abang kepada Aku....Aku ingin punya anak dari Abang." Arinta ini perempuan unik, dia selalu mengalihkan pernyataan cintaku dengan ucapan yang berbeda.

Rona merah padam terlihat jelas, apa dia malu mengatakan itu. "Sayang...jika kamu belum siap untuk hal lebih intim...saya siap menunggu...saya tidak ingin memaksakan atas nama kewajiban kamu sebagai istri." Aku bersalah meminta hak kepadanya karena dia belum siap menerima aku sepenuhnya di hati dan pikirannya.

Aku berguling melepaskan tubuh Arinta dari kukungan tubuh ku, Aku selalu bertindak tergesa-gesa, satu Minggu kenal lalu melamarnya dan selama seminggu aku menjadi suaminya belum ada tanda dia ingin aku ajak untuk bercinta. Menghela nafas berat, berpikir apa dia tidak mencintai ku, padahal aku banyak dikagumi wanita di luar sana.

Aku berniat bangkit untuk mandi air dingin, si Ucok harus tenang kembali, Inang belum mau bertemu dengan Ucok. "Sabar Cok...Inang malu-malu kucing bertemu kau." Monolog ku yang terbawa logat Batak sambil mengusap adik ku yang tidak mau tenang.

Aku duduk di tepi tempat tidur, tubuh ini terasa gerah kepanasan dan aku membuka baju yang melapisi kulit ini. "Ini kode wanita bergerak duluan ya bang" Suara Arinta yang terdengar bersamaan dengan serangan dia kepada ku.

Dia memeluk tubuh ku, aku menegang karena bisa merasakan secara langsung puncuk tertinggi gunung Sinabung miliknya menekan punggungku. Aku lantas berbalik, dan mengunci pergerakannya. "Saya suka perempuan yang agresif di ranjang" Aku menyerang bibirnya yang berwarna merah darah, entah kapan dia memakai lipstick yang aku beli tadi.

"Open your mouth baby." Aku tidak tahan untuk mengabsen deretan gigi putih Arinta, biasanya aku Pro sekarang dia bisa mengikuti gerakan lidahku di dalam rongga mulutnya.

Dia mencengkeram bahu ku, matanya yang tertutup menikmati gerakan lincah bibir dan lidahku di dalam mulutnya. Aku heran kapan dia membuka seluruh pakaiannya yang terpasang di tubuhnya, kini Arinta tampil polos tanpa sehelai benang di bawah tin-di-han tubuhku.

Aku bergerak cepat membuka celana jeans dan celana penutup terakhir bagian pusat tubuhku. "Sentuh dia...Saya ingin kamu mengenalnya." Aku menarik tangan Arinta menyapa si Ucok.

"Besar....panjang." Ucapnya lirih, Ini akan bertambah besar kepala si Ucok jika terus di puji Arinta.

"Ini pertama bagi kamu...saya akan mencoba masuk dengan pelan-pelan." Bisik ku di telinganya lalu melafalkan doa sebelum melanjutkan pertemuan Ucok dan Inang.

Aku kembali melum-at bibir tipis Arinta, sebelah tangan ku menyentuh salah satu gunung Arinta. "Akhh" Suara sesi itu keluar dengan sendirinya dari mulut istriku. Ini pencapaian luar biasa, suara ini sangat berat, aku beralih ke leher putih Arinta. Menjilati keringat yang keluar dari pori-pori kulitnya, bagian bawah si Ucok terus menggoda Si Inang.

"Papah Adi....tyahhhhhh." Leguhnya ketika aku bermain di salah satu puncak tertinggi gunung Arinta. Sungguh dahsyat nikmat puncak gunung ini walaupun belum ada air yang keluar tapi membuat aku candu terus mengu-lum dan menjilati sambil mengigit pelan puncaknya.

"Sampit jalannya....Saya sulit menerobosnya...kepala adik saya tidak bisa masuk." Aku kesulitan membuka jalan Si Ucok, berbeda dengan pengalaman pertama ku sembilan tahun lalu yang sudah terasa longgar.

"Abang..... berhenti.... aku....aku...ga kuat...sakit." Suara Arinta melemah, air matanya mengalir di pipi mulusnya.

Aku tidak tega melihat dia tersiksa, tapi si Ucok juga tidak tahan ingin masuk rumah Si Inang. Aku berada dalam dilema. "Hei... sayang...lihat mata saya.... rileks tubuh kamu untuk menerima penyatuan ini." Aku mengusap air mata di pipinya.

Aku beri kecupan di wajahnya untuk menenangkan dan penyesuaian diri. Selanjutnya lidah ku menyusuri leher dan dada kulit mulus ini lalu turun ke pusar Arinta Aku bermain lama di sana. "Sugar izinkan saya untuk menyapanya....kamu pasti ketagihan untuk meminta lagi." Aku harus meminta persetujuan sambil mengusap lembut li-ang pintu Si inang ini. Arinta yang terbawa suasana langsung mengangguk pasrah, ini pertama kali bibir dan lidahku bersilaturahmi dengan bagian pusat wanita.

"Wangi....Sugar....di sini tidak banyak rumput yang tumbuh." Aku langsung menyerangnya berbagai sisi, rumah Inang sudah basah dan mengeluarkan zat putih yang cair.

Ini waktu yang tepat, Aku mencoba membuka kunci rumah Si inang, kuat sekali pertahanannya "Rapat sekali pintu masuk kamu....saya kewalahan membukanya." Dorongan kuat aku berikan untuk Ucok bisa masuk.

"Adit....ahhhhh....Sakit....robek selaput aku...Adit....diamkan si Ucok itu seben....tarrrr" Arinta meringis dan mencakar punggungku.

Aku menarik Si Ucok yang belum bisa bertemu si Inang, melihat kepala dan batang berlumuran darah segar, ini sudah menjadi bukti aku sebagai pria pertamanya menyentuh dan memiliki tubuh Arinta.

"Sugar lihat hasil pertemuan Ucok....Darah ini bukti kamu milik saya selamanya." Aku mencium bibir Arinta setelah dia terpana melihat kepala Si Ucok yang besar berlumur darah segar.

Aku kembali menggulang untuk membuka pintu rumah Inang, butuh waktu tiga puluh menit Ucok mencari kunci yang tepat Namun tetap saja Inang tidak mau menampakkan diri.

Apakah Ucok berhasil mengajak Inang untuk berenang bersama ke rahim Hira, Aditya saja kewalahan dengan pertahanan Inang....Sabar Ucok...waktu kamu terlama untuk bersilaturahmi dengan Inang...tidak sekarang...malam hari pun bisa.😂

####

Jangan lupa Vote Like dan komentar.... meninggalkan jejak pasti Ucok dan Inang bahagia...apalagi keduanya akan berlanjut bersilahturahmi jika tamu undangan meninggalkan komentar dan vote 😁

Love sekebun salak Medan.

1
Muliati Muliati
Kecewa
Muliati Muliati
Buruk
Ersa
novelnya keren
Nirwana Wulandari
Kecewa
Maya Puspita
Alhamdulillah,bangus banget Thor ceritanya,ditunggu karya selanjutnya
Maya Puspita
suka Thor ceritanya
🍀 chichi illa 🍒
amiin semoga cpt unboxing ya papa Adit sama bunda hira
🍀 chichi illa 🍒
bang Adit selalu jaga Hira nya
🍀 chichi illa 🍒
kejam nya
BPK nya
🍀 chichi illa 🍒
wah wah wah ... jeng jeng jeng
🍀 chichi illa 🍒
Andro sama Avin satu server ...🤣🤣🤣
🍀 chichi illa 🍒
kado dari sakura out of the box ... 🤣🤣
🍀 chichi illa 🍒
bang Adit mental nya harus sekuat baja
🍀 chichi illa 🍒
bapak nya keterlaluan ...😔😔😔
🍀 chichi illa 🍒
aku Lo malah seneng panggilan Abang ....🥰🥰
🍀 chichi illa 🍒
netes air mata ku ... tertekan banget si hira
🍀 chichi illa 🍒
semangat kihana ...dekatkan papa mu dan arinta
🍀 chichi illa 🍒
ayo kakak2 di komen karya ini ... bagus Lo karya nya ... semangat berkarya kkak
🍀 chichi illa 🍒
bagus karya kakak ... seneng sama karakter Hira mandiri
🍀 chichi illa 🍒
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!