di sini menceritaka tentang sebuah balas dendam seorang wanita yang keluarga nya di bunuh oleh geng mafia . dan di saat dewasa dia memutuskan untuk membelaskan dendam semua keluarga yang di bunuh , tapi siapa sangka , di tengah pembalasan nya dia malah jatuh cinta dengan seorang pria tampan yang dingin dan tak lain adalah anak dari musuh nya.
seperti apa kelanjutan nya .. akankah dia melanjutkan membalas dendam kematian keluarga nya atau malah dia akan memilih cinta dan melupakan dendam nya.
simak terus kelanjutan nya ya..😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikromatul Fasila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
Sudah satu minggu sejak Damian menyatakan perasaan nya Pada Callista , dan saat ini Damian dan Callista berada di sebuah taman bunga di belakang mansion Damian .
Callista menemani Damian untuk berkeliling.
''Bunga nya sangat indah bukan??'' ucap Damian pada Callista
''Benar . Bunga nya sangat indah , apalagi saat ini bunga nya sedang bermekaran '' ucap Callista tersenyum sambil melihat ke arah bunga mawar
''Kau tau Call. Kenapa aku menanam bunga mawar di mansion ini??
''Aku tidak tau Tuan'' ucap Callista menggelengkan kepala nya
''Karena bunga mawar memiliki bunga yang sangat cantik , tapi di setiap batang nya memiliki duri. Aku suka pada seseorang yang memiliki keindahan tapi tidak mudah untuk mendapatkan nya . Bahkan kita harus rela berkorban untuk diri kita terluka agar bisa mendapatkan bunga itu'' ucap Damian dengan ke sungguhan
''Apa kau tau , warna dari bunga mawar??'' tanya Callista
''Aku mengetahui semua jenis bunga mawar , tapi untuk warna aku tidak bisa tau . Seperti apa warna bunga mawar , yang aku tau adalah . Bunga mawar memiliki aroma yang berbeda , dan aku suka itu'' ucap Damian sambil menatap ke arah depan
''Lalu bagaimana kau tau , kalau bunga mawar itu indah??'' tanya kembali Callista merasa penasaran dengan Damian
''Dulu Ibu ku sering menceritakan tentang sebuah mawar , dan saat aku ingin mengetahui seperti apa ke indahan bunga mawar . Ibu ku menyuruh untuk meraba wajah nya , dan saat itu juga . Aku yakin , bahwa Ibu ku dan bunga mawar memiliki ke indahan yang sama,'' ucap Damian dan membuat Callista tercengang
''Aku memang dari kecil tidak bisa melihat ke indahan alam semesta ini . Tapi ibu ku , dia selalu menjadi mata bagi ku . Dia selalu menceritakan tentang apa yang di lihat nya , agar aku juga bisa merasakan bagaimana ke indahan alam ini'' ucap Damian tersenyum saat mengenang ibu nya
''Dimana Ibu anda sekarang Tuan??''
''Dia sudah meninggal Call'' jawab Damian dan langsung tertunduk sedih
Callista merasa tidak nyaman saat dia menanyakan ibu nya yang sudah meninggal dan membuat Damian merasa sedih .
''Maaf kan saya Tuan . Bukan maksud saya membuat Anda bersedih karena teringat dengan ibu Anda'' ucap Callista meminta maaf
''Tidak apa Call . Lagian kematian ibu ku sudah lama . Aku bersedih karena tidak bisa menemukan pengganti seperti sosok ibu ku'' ucap Damian
Callista pun menggenggam tangan Damian .Callista pikir , hanya dia lah yang merasakan kesedihan karena kehilangan keluarga nya .
Tapi tidak di sangka , seorang Damian ketua dari geng Mafia bisa merasakan kehilangan seorang ibu .
Callista pikir Damian tidak memiliki perasaan sedikit pun , tapi dia salah . Damian menutupi semua nya karena tidak ingin di pandang lemah.
''Aku bisa menjadi pengganti ibu mu Tuan . Aku akan menjadi mata bagi mu'' ucap Callista
''Apa yang kau katakan semua ini benar Call. Kau ingin menjadi mata bagi ku , lalu apakah kau juga mau menjadi belahan jiwa ku??'' ucap Damian kembali menyatakan perasaan nya
Callista membelai pipi Damian sambil tersenyum. Kini dia telah yakin pada perasaan nya, bahwa dia benar benar mencintai Damian .
''Aku ingin menjadi mata mu , aku ingin menjadi cahaya dalam kegelapan mu dan aku ingin selalu berada di samping mu . Apa pun yang terjadi. Aku mencintai mu Damian'' ucap Callista dan membuat Damian terkejut dengan penuturan Callista.
lnjutt💪💪👍🙏