NovelToon NovelToon
Kenzy Dan Nandini

Kenzy Dan Nandini

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Duniahiburan
Popularitas:91.5k
Nilai: 5
Nama Author: Karina the dark

Nandini adalah seorang gadis remaja yang cantik, berkulit putih, rambut lurus hitam pekat panjang, mata yang bulat indah.

Nandini yang baru putus dengan sang pacar yang bernama Tomy karena di selingkuhi pun harus menerima kalau dirinya akan di jodohkan dengan seseorang yang bahkan tidak di kenalnya sama sekali.

Kalau pun Nandini tau, Nandini pasti bakal menolaknya karena pria ini adalah dambaan setiap kaum hawa, yang dimana nantinya Nandini akan terus merasakan sakit hati karena popularitas pria yang di jodohkan nya bertolak belakang dengannya yang hanya mahasiswi biasa. Namun dugaan nya itu salah besar!

Akankah keduanya saling jatuh cinta? Atau malah akan sebaliknya?

Hem ... jangan lupa ikuti terus kisahnya deh, karna novel ini masih ongoing ya🤗

Bantu support karyaku ini♥️

Tinggalkan jejaknya dengan mengklik love, favorit, komen and dukungannya, ya🥰

Salam santuy dari author_lemot😍

RIMU06♥️💚🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karina the dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemas Dengan Perbuatannya Sendiri.

Aha ... gue ada ide. Gimana, ya, kalau cowok ini gue kerjain aja, gue suruh dia buat beli makanan di luar tanpa bantuan apapun. You smart Nandini. Nandini.

"Aku mau nya di belikan martabak telor yang spesial, tapi harus kamu yang pergi kesana sendirian, jangan minta di antar supir, apalagi asisten kamu itu," balas nya, mungkin hati nya kini tengah tersenyum.

"Hah___, ngapain harus yang ribet, di rumah aja ada banyak paket perlengkapan makanan yang bisa kamu makan, gak usah aneh-aneh." ucap nya sambil menatap heran ke arah Nandini.

"Gak mau. Aku cuman mau martabak spesial yang di gang. A. Kamu mendingan sekarang deh kesana, aku mau mandi, dan setelah selesai ku harap kamu sudah ada disini dengan martabak itu," balas nya sambil berdiri, dan mengambil handuk di dalam lemari.

"Iya udah saya pergi dulu buat beli martabak nya." Nandini pun mengangguk, lalu Kenzy pun pergi dari mension nya menuju ke gang. A. Untuk membeli apa yang di inginkan Nandini, tanpa di temani siapa pun.

...****************...

Setelah selesai mandi, Nandini pun langsung memakai baju tidur yang ada di lemari nya Kenzy, dan Nandini pun duduk di kasur itu sambil memainkan ponsel nya lagi.

"Hem ... udah mau jam setengah sembilan tapi kok dia belum datang juga, ya, apa terjadi sesuatu kah sama dia. Kalau iya, bisa gawat nih, gue kan yang nyuruh dia pergi sendiri. OMG." gumam Nandini sambil menyimpan ponsel nya, lalu bangun dari duduknya dan berlari untuk menuruni anak tangga itu, lumayan menguras energi karena tingginya bangunan itu.

Pak Ris yang melihat nona muda nya berlari pun langsung menghampiri. "Ada apa nona muda, seperti nya nona cemas sekali." tanyanya sambil menunduk.

"Apa tuan muda sudah kembali, sudah jam berapa ini, kenapa dia belum muncul juga," balasnya sambil keluar dari ruang utama, dan menatap ke arah gerbang.

"Belum nona, tuan muda hanya bilang akan keluar sebentar, soal dia ingin melakukan apa kami sungguh tidak tahu, karena kami tidak berani untuk bertanya." jawabnya semakin menunduk, karena kecemasan Nandini yang membuat Nandini menaikkan nada bicara nya.

Nandini pun langsung berlari ke arah satpam yang menjaga gerbang, dan tak lupa pak Ris pun mengikuti langkah nya Nandini.

"Pak, apa tuan muda pergi nya sudah lama." tanya nya sambil menatap sang satpam.

"Sudah nona muda, mungkin sudah setengah jam tuan muda di luar," balas nya sambil menunduk.

Sebelum Nandini menjawab lagi, semua bodyguard dan satpam yang lain pun berkumpul mendekati Nandini, sambil menunduk.

"Kalian disini kenapa diam saja, tuan muda kalian sedang di luaran sana tak ada yang menemani, kenapa kalian gak ikuti tuan muda kalian. Apa kalian sengaja ingin membuat tuan muda celaka, hah." teriak nya di depan para bodyguard, dan satpam termasuk pak Ris.

"Maafkan kami nona muda, tapi tuan muda yang meminta kami untuk tinggal di rumah, dan tak mengikuti tuan muda," balas nya.

"Oh begitu. Pokok nya saya gak mau tahu, kalian pergi sekarang juga, dan cari tuan muda sampai ketemu, cari nya di gang. A." jelas nya, dan sebagian dari mereka pun mulai menaiki motor nya, dan mulai mencari tuan muda nya sesuai yang di perintahkan nona muda.

Setelah itu Nandini pun kembali masuk, dan di ikuti pak Ris. Nandini pun naik ke lantai dua, dan duduk disana, tak lama pelayan pun datang untuk memberikan minuman untuk nona muda nya.

"Pak, apakah anda punya nomor asisten nya tuan muda." tanyanya sambil menatap sang kepala pelayan.

"Ada nona, apakah anda ingin menelpon nya," balas nya sambil segera membuka ponsel nya.

"Tidak. Sebaik nya pak Ris saja yang telpon, biar saya yang bicara langsung."

"Baik nona muda, tunggu sebentar," Nandini pun mengangguk, dan pak Ris pun mulai mencari nama kontak Randri, dan setelah menemukan nya pak Randri pun langsung menelpon nya.

¥ Via Telpon ¥

"Ada apa pak Ris, apakah ada masalah disana." tanya Randri dari sebrang sana.

"Diam. Ini saya Nandini, kamu bisa tolong saya sekarang juga," balas nya.

"Baik nona muda, apa yang bisa saya lakukan." Randri.

"Tuan muda sudah pergi setengah jam yang lalu, dan sampai sekarang ia belum juga kembali, saya minta kamu cari tuan muda sampai ketemu, di gang. A." setelah itu Nandini pun mematikan sambungan telpon nya, dan memberikan telpon itu kembali ke pemilik nya.

Tanpa menunggu lama lagi, Randri pun langsung mengambil jaket nya, dan mulai pergi untuk mencari tuan muda nya.

Lima menit berlalu, bodyguard yang tadi di suruh mencari Kenzy pun sampai sekarang belum sampai juga. Sepuluh menit berlalu Randri juga belum berhasil membawa tuan muda nya kembali ke rumah.

Nandini pun sudah mondar-mandir sedari tadi, pak Ris yang memperhatikan pun hanya tersenyum kecil sembari menunduk. Seperti nya pak Ris tahu kalau nona muda nya sedang hawatir.

Ya Allah ... udah mau jam sepuluh, dia kemana sih, udah jelas juga alamat nya di gang. A. Kenapa sampai sekarang belum kembali juga si. Nandini.

Tak lama kemudian bodyguard yang di suruh tadi pun sudah kembali, dengan tuan muda nya, dan bahkan Randri juga ada disana. Kenzy pun masuk ke dalam ruang utama, dan di ikuti Randri dari belakang yang membawa dua puluh bungkus martabak telur.

Nandini pun menuruni anak tangga itu sambil berlari, dan tak lupa pak Ris pun ikut mengejar sambil berlari.

Kenzy pun tengah berdiri menatap Nandini yang baru sampai di pijakan anak tangga paling bawah. "Kenapa kamu lari-larian seperti itu, kalau kamu kesandung, dan jatuh dari atas sana, rasanya itu sakit. Jangan sembarangan berlari, di sebelah kanan kan ada lift kenapa tidak kamu gunakan, itu." malah Kenzy yang hawatir sekarang, karena Nandini yang berlari dari anak tangga yang lumayan tinggi itu.

Sebelum Nandini berbalik marah kepada suami nya itu, pertama Randri pun menyimpan dua puluh kotak martabak itu di meja yang ada disana.

"Ssshh." Nandini pun menempelkan jari telunjuk nya di bibir. "Kenapa jam segini baru nongol, dari tadi kemana saja." ucap nya sambil menatap ke arah Kenzy.

"Kan beli martabak, sesuai yang kamu perintah kan," balas nya.

"Aku kan udah bilang, kamu beli martabak nya harus sendiri, tapi kenapa aku lihat kamu datang ke rumah ini dengan segerombolan bodyguard. Bahkan sekarang ada asisten Randri juga." memang, ya, si Nandini ini, benar-benar menguji kesabaran tuan muda nya, bahkan tadi saja ia yang menyuruh bodyguard itu untuk mencari tuan muda nya, begitu pun dengan Randri. Tapi setelah pulang, malah Kenzy lagi yang dapat serangan.

Pak Ris pun hanya menunduk saja, tanpa berani berbicara sedikit pun, begitu pun dengan asisten Randri pun. Seperti nya kini yang di takuti bukan tuan muda nya, malah jadi nona muda nya. Lagian si Kenzy mau-mau aja di suruh, udah tahu di kerjain, masih aja gak peka dia mah.

"Hei ... kenapa kamu jadi memarahi saya begitu, bukan nya para bodyguard, dan Randri kamu yang menyuruh mereka untuk datang mencari saya," balas nya masih tenang tanpa emosi sedikit pun.

"Tidak." jawab nya dengan cepat, lalu Nandini pun menatap ke arah Randri, dan pak Ris. Tatapan nya sudah sangat tajam, dan hanya Kenzy saja yang berani memandang nya, karena menurut Kenzy, istri nya kini begitu imut, dan menggemaskan.

Randri, dan pak Ris pun seperti nya mengerti dengan tatapan itu, mereka berdua pun langsung pamit undur diri. Pak Ris pun mulai pergi ke dapur, sedangkan Randri akan pulang menuju ke apartemen nya.

"Ya udah tuh martabak nya, kamu tinggal makan saja," balas nya lalu pergi meninggalkan Nandini. Dan ternyata Nandini pun ikut mengejar nya, dan meninggalkan martabak itu di meja.

"Tunggu dulu." setelah sampai di pertengahan anak tangga, dan Kenzy pun terpaksa menghentikan langkah kaki nya, lalu berbalik menatap Nandini yang ada di belakang nya.

"Apa lagi si, saya sudah belikan apa yang kamu mau, bahkan saya juga sudah menuruti perkataan kamu untuk berangkat sendiri, tapi apa balasan kamu." Nandini pun harus memutar otak nya agar dapat jawaban yang tepat untuk membalas perkataan nya Kenzy barusan.

"Aku tahu. Tapi masalah nya bukan itu, mau gimana aku makan martabak nya, sedangkan martabak itu ada di bawah." tunjuk nya tepat ke arah kotak itu.

Kenzy pun menepuk kening nya pelan. "Ya sudah kamu tunggu di kamar saja, biar saya yang ambil kotak nya," Nandini pun mengangguk, dan melanjutkan perjalanan nya untuk sampai di kamar nya.

Kenzy pun mulai membawa semua kotak itu ke atas kamar nya menggunakan lift biar cepat sampai, pikir nya.

Kenzy pun meletakan kotak itu di meja panjang yang ada di kamar nya.

Nandini pun bangun dari duduk nya, dan mulai membuka satu kotak martabak itu. "Kenapa harus sebanyak ini, kamu mau bikin aku cepat gendut." salah lagi.

"Tidak. Saya hanya bingung, karena disana ada tiga gerobak martabak, daripada saya salah beli, ya sudah saya beli saja dari semua gerobak itu, karena mengantri jadi nya saya cuman kebagian segitu,"

"Hem ...." Nandini pun mulai memasukan martabak telur itu ke dalam mulut nya, dan merasai semua martabak yang di bikin oleh orang yang berbeda.

Nandini pun bangun dari duduk nya dengan membawa satu kotak, lalu di berikan nya pada Kenzy. "Makan, habiskan, aku gak mau lihat martabak ini masih ada di kotak nya, yang lain nya boleh di kasih kan pak Ris, dan pelayan lain." perintah nya, dan Kenzy pun hanya mengangguk saja.

Kenzy pun menelpon pak Ris untuk segera datang, dan mengambil kotak martabak itu, dan harus di bagikan nya ke semua pelayan di rumah.

...****************...

Adzan subuh pun mulai berkumandang, Kenzy bangun dari tidurnya, dan langsung mengambil handuk nya untuk segera mandi. Setelah berpakaian rapih dengan sarung yang di gunakan nya, Kenzy pun perlahan membangun kan Nandini.

"Bangun lah Nandini, sudah waktu nya shalat subuh, ayo bangun." panggil nya di samping telinga Nandini, namun agak jauh supaya mereka tak bersentuhan.

Nandini pun mulai mengerjapkan matanya, dan duduk, lalu mengucek mata nya. "Udah subuh, ya, ya udah aku mandi dulu, hari ini ada kuliah pagi," balas nya sambil bangun, dan mengambil handuk nya untuk mandi.

...****************...

Mereka berdua pun mulai melakukan shalat subuh, dan berdoa setelah selesai. Nandini pun langsung membereskan tempat tidur yang di pakai Kenzy, karena Nandini masih tidur di sofa sendirian.

"Jam berapa kuliah mu akan di mulai." tanyanya sambil duduk di sofa.

"Jam tujuh tepat," balas nya sambil mencari tas kuliah nya.

"Oh. Kamu sedang mencari apa."

"Tas kuliah aku, dimana. Lagian kamu kenapa gak bangunin aku pas mau pindah kesini."

"Aku gak mau mengganggu tidur kamu, tas kamu ada di meja."

Nandini pun langsung berjalan ke arah meja, dan mengecek laptop nya dulu, setelah di rasa aman, Nandini pun kembali memasukkan laptop nya ke dalam tas.

Tok! Tok! Tok!

Pintu kamar pun di ketuk, Kenzy membuka pintu itu, dan nampak lah pak Ris tengah berdiri.

"Sarapan nya sudah siap tuan muda." ucap nya sambil menunduk sopan.

"Sebentar lagi, saya akan turun,"

"Baik tuan muda." setelah itu pak Ris pun kembali ke dapur.

Tak lama Kenzy, dan Nandini pun turun dari lantai tiga ke meja makan menggunakan lift. Setelah itu kedua nya pun mulai sarapan.

Setelah selesai, Nandini pun kembali menenteng tas nya, dan berdiri di depan mension. Kenzy pun ikut keluar juga, dan disana sudah ada asisten Randri yang tengah berdiri di samping mobil.

Randri pun menghampiri. "Mobil telah siap tuan muda, apakah tuan muda ingin berangkat sekarang."

"Antar kan dulu dia ke kampus nya, dia ada jam kuliah pagi,"

"Baik tuan muda, silahkan nona muda." Randri pun membuka kan pintu mobil di belakang, dan Nandini pun masuk ke dalam mobil itu, tak lupa Kenzy pun ikut masuk juga.

Mobil pun mulai melaju ke arah kampus nya Nandini.

"Besok-besok aku mau jalan kaki aja, atau pake taksi online aja." ucap nya sambil memainkan ponsel nya.

"Tidak. Saya tidak mengizinkan nya," balas nya dengan cepat.

"Kenapa. Kalau begini terus kan itu merepotkan." ketus nya.

"Merepotkan apa maksudmu,"

"Itu___, maksud nya, kalau aku terus ikut denganmu bisa merepotkan untuk dirimu, jadi aku lebih baik naik taksi online saja." jelas nya.

"Tidak. Kemana pun kamu pergi, kamu harus tetap dalam pengawasan saya,"

Cihhh menyebalkan sekali dia, kalau terus-terusan kayak gini, gue bisa-bisa terus di bully di kampus. Nandini.

"Kenapa diam, kamu tidak mau menuruti apa kata saya." Nandini pun menggeleng pelan.

"Bagus lah."

Mobil yang di tumpangi Nandini pun telah memasuki area kampus, dan sialnya lagi, kenapa Claudia dan kedua temannya selalu ada disana. Seperti sedang kepo saja, dengan urusannya Nandini. Bukan hanya Claudia, kali ini Keyla, dan Hasna pun ada disana, sedangkan Tomy tengah memperhatikan dari kelas lain.

bersambung.....

1
Susi nabila
lanjut....💪💪
nursarati
lanjuuuttt
ツ Snowy ࿐
Crazy up thor! 💪💪
Susi nabila
wah ternyata ada.up ya ...
setelah sekian lama aku kirain udah aja cerita nya....
lanjut... ...
udah mulai ada konflik ya.....💪💪💪💪💪🥰🥰
RIMU06: iya maaf ya, ternyata aku nya sibuk , sibuk kursus, cari kerja, terus kerja , ujian juga.🙏🙏😊
total 1 replies
nursarati
akhirnya up lagi sampe lupa ma ceritanya.. lanjuuuuttt
RIMU06: maaf ya, selama ini aku sibuk ngurusin kursus, ujian, kerja juga..🙏
total 1 replies
Dyan Maelani
kenapa ga pernah di up ka
RIMU06: maaf ya, lagi gak fokus sama perhaluan, aku nya lagi sibuk magang sama melamar kerja sanasini
total 1 replies
Dyan Pratama
kenapa ga di up ka
RIMU06: maaf ya karena udah lama gak bisa up, othor lagi sibuk terus gak ada waktu luang sama sekali
total 1 replies
Dyan Maelani
ayo lanjut lgi thor
Dyan Maelani
lanjutt lagi thor
Ahmat Hapids
gilang jodohnya hasna
nursarati
lanjuuuuttt
ツ Snowy ࿐
Waaahhh kayak nya gilang bakal keterima di perusahaan lakik nya nandini nih 🤭
RIMU06: semoga saja keterima ya
total 1 replies
nursarati
salah nandini juga sih kenapa nggak jujur aja dr awal biar jelas semua
RIMU06: temannya yang lebih tepatnya lagi, karena bilang nya temen
total 1 replies
Umbu Fandri
lanjut thor
Dyan Maelani
lanjutt lagi dong Thor..
lanjutnya jangan lama" bikin kangen..
Dyan Maelani: aku udah kangen sama ceritanya nandini sama kenzi
total 2 replies
Dyan Maelani
lanjuttt thorr
no name
semangat upnya thor 💪
nursarati
bikin makin seru dong thor biar tambah greget bacanya
RIMU06: harus gimana nih bikin alurnya coba kasih masukan yang seru itu
total 1 replies
nursarati
lanjuuuuttt
nursarati
selamat ortu baruu.. tinggal nunggu jooh randri nih.. semangat othor💪🏻💪🏻👍🏻👍🏻
RIMU06: Randri bakalan berjodoh sama siapa nih kira-kira?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!