Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nonton bersama
Pagi ini terlihat Queen sangat tidak bersemangat,Fahri harus berangkat ke Jakarta membuat mood Qeen amburadul dari pagi.
"Sayang,ayolah aku hanya sehari"bujuk Fahri yang melihat Queen memgerucutkan bibirnya dari pagi.
"Bagaimana kalau mendadak ada kerjaan atau mungkin aunty menyuruhmu tidak kembali ke Bali?"rengek Queen.
"Hei apa aku terlihat seperti balita,siapapun tidak bisa memaksaku sayang,percayalah hanya sehari,oke?".
"Janji gak lebih dari sehari?".
"Iya aku janji".
Fahri membawa Queen kedalam pelukannya,ada rasa tak rela pergi dari Bali tapi dia juga tidak bisa membuat mamanya bersedih.
Daniel di apartement Rico juga terlihat tengah bersiap,Rico mengernyit heran ada angin apa sahabatnya itu bisa terbangun di pagi hari.
"Hei mau kemana,tumben bangun pagi?".
"Aku mau mampir ke Jakarta dulu sebelum balik ke New York".
"Jakarta,apa kau akan cari model atau artis dari Indonesia?".
"Sembarangan,mommy menyuruhku menghadiri ulang tahun aunty Farah dan aku tidak bisa menolak,bisa-bisa pulang jadi perkedel".
Rico terdiam,lagi-lagi berhubungan dengan rival cintanya itu,melihat Rico langsung terdiam membuat Daniel jadi merasa bersalah.
"Ayolah brow,kembalilah ke New York setidaknya disana bisa melupakan gadis kecil itu,aku tidak bisa membantu,sama saja dengan bunuh diri".
"Berangkatlah aku gak apa,hanya perlu sedikit menenangkan diri".
"Oke aku pergi ya,jangan lupa kembali ke New York kalau kau sudah tidak betah di sini"tutur Daniel yang kemudian bergegas pergi menuju bandara.
Belum sempat Daniel melangkah keluar,Rico menahannya.
"Aku akan mengantarmu"ucap Rico.
Daniel sebelumnya sudah menghubungi Fahri dan mereka janji bertemu di bandara,Queen mengantarkan Fahri ke bandara dan untungnya kali ini kuliahnya siang jadi masih ada waktu untuk mengantar kekasihnya itu.
Sampai di Bandara Queen dan Fahri bertemu dengan Daniel di tempat yang mereka sudah sepakati.
"Hai,oh ya kenapa kita tidak naik jet pribadi saja,apakah kau sudah mulai bangkrut?"tanya Daniel pada Fahri.
"Cih,penerbangan lokal kenapa harus pake jet?".
"Trus untuk apa kau membelinya kalau bukan buat di pakai,koleksi?"ejek Daniel.
"Diam lah atau kau berangkat sendiri".
Queen hanya menggelengkan kepalanya mendengar pendebatan mereka,walaupun baru kenal tapi entah mengapa mereka cepat sekali akrab.
Queen memeluk Fahri saat mereka sudah harus cek in,tak tau kenapa ada kesedihan yang sangat dalam saat melepas Fahri pergi,dia juga tidak tau kenapa bisa ada perasaan yang tak bisa dia tahan dan membuat airmatanya terjatuh begitu saja.
Fahri mengusap airmata dipipi Queen,dan kembali memeluk kekasihnya itu.
"Lama sekali dramanya,ayo nanti ketingalan pesawat,lagiannya sehari saja udah kayak mau di tinggal setahun"oceh Daniel yang tidak tahan melihat drama perpisahan mereka.
Kini Fahri dan Daniel sudah masuk dan Queen masih diam membeku di tempatnya sampai seseorang mengejutkannya dari arah belakang.
"Hai".
Queen menoleh dan melihat Rico sedang tersenyum memandangnya.
"Kenapa ada disini?"tanya Queen sambil menghapus airmatanya.
"Mengantar Daniel,mereka sudah masuk?"tanya Rico yang mendapatkan anggukan dari Queen.
Rico mengajak Queen kesalah satu cafe yang ada di bandara,tanpa pikir panjang Queen pun menyetujuinya.
"Mau kopi atau teh?"tanya Rico.
"Teh saja".
Rico memesan dua teh dan juga roti dia seakan tau kalau Queen tadi belum sempat sarapan.
"Makanlah dulu,setelah itu kita ke kampus"tutur Rico setelah pesanan mereka datang.
Setelah selesai sarapan Queen dan Rico pergi dari bandara dan berangkat ke kampus bersama,satu jam kemudian mereka sudah sampai di kampus dan bertemu dengan Raisa yang sedang turun sari ojolnya.
"Kalian barengan?"tanya Raisa.
"Tadi ketemu di Bandara"jawab Queen.
"Ehh mas pacar udah berangkat ya?,bisa dong kita jalan bareng nanti,kangen Queen sudah lama kita nggak jalan bertiga"bujuk Raisa yang mendapatkan senyum dari Rico.
"Iya bener juga Sya,gimana pulang kuliah kita nonton abis itu makan"timpal Rico yang seakan mendapatkan angin segar.
"Hhhmmm,baiklah"jawab Queen yang membuat kedua sahabatnya itu senang.
Mereka berlajan bersama menuju ruang kelas,masih sepi karena ujian baru akan di mulai satu jam lagi,seperti biasa mereka bersenda gurau sebelum ujian di mulai.
"Ehh Co,kemarin kenapa?"tanya Raisa.
""Kenapa apanya Sya?".
"Kamu nggak nyadar apa udah dua hari aneh,kalau gak diem ya mbolos,kalau ada masalah cerita,siapa tau kita bisa bantu".
"Iyaa setuju"timpal Queen.
"Hanya masalah perusahaan dan itu udah beres,kalian jangan khawatir"bohong Rico.
Seperti kesepakatan mereka tadi,sekarang mereka bertiga sudah ada di Mall yang paling besar di kota itu,sebelum nonton mereka memutuskan untuk mengisi perut dulu di sebuah restoran Jepang.
Queen memesan berbagai macam sushi sedang Riasa memesan udon,mereka makan sambil bercerita sesekali terlihat tawa mereka,Rico menatap wajah cantik gadis di depannya,dia benar-benar terhipnotis dengan pesona Queen.
Selesai makan mereka ke lantai paling atas di gedung itu yang tak lain adalah bioskop,banyak muda-mudi berlalu lalang,sangat ramai padahal bukan Weekend.
"Aku ke toilet dulu ya?"ucap Raisa saat sudah tidak bisa lagi menahan pipisnya.
Rico telah selesai mengantri tiket begitupun dengan Queen yang mengantri beli popcorn,tangan Rico terulur mengambil popcorn yang menempel pada rambut Queen,secara tidak sengaja saat Queen membenahi poninya membuat satu buah popcorn menempel di sana.
"Kenapa?"tanya Queen.
"Ada popcorn di rambutmu".
Rico memperlihatkan popcorn yang dia ambil dari rambut Queen,karena gemas Rico mengacak rambut Queen asal,membuat Queen kesal.
"Kau merusak rambutku"kesal Queen.
Rico hanya terkekeh,tak lama kemudian Raisa datang menghampiri mereka.
"Lama sekali Sya?kesal Queen.
"Maaf sekalian panggilan alam"jawab Raisa sambil nyengir.
Mereka masuk ke dalam theather tanpa tau bahwa sedari tadi ada yang merekam Queen dan Fahri dan orang itu adalah Roy.
Tidak sengaja Roy melihat Queen dan Rico,dasar Roy yang penasaran atau kepo dia malah dengan sengaja merekam kedekatan Queen dan Rico.
Setelah itu dia pergi dari Mall itu,tujuannya kesana ada janji ketemu dengan klien tapi tanpa sengaja bertemu dengan Queen saat dia keluar dari toilet pria,Roy memang makan malam dengan Kliennya di lantai paling atas dan bersebelahan dengan bioskop.
Seperti biasa Rico akan berada di tengah diapit Queen dan Raisa,sebenarnya Rico sangat muak menonton film romantis tapi tentu saja dia kalah suara.
"Queen,bangunkan aku kalau film udah kelar"bisik Rico pada Queen.
Queen mengernyit,ke biskop bukannya nonton malah tidur,tapi karena penasaran dengan film yang ada di depannya membuat Queen mengabaikan Rico dan membiarkannya tidur.
Queen dan Raisa terbawa alur film dan tanpa mereka sadari sekarang mereka berdua sudah sama-sama menangis karena adegan di film itu sangat menyedihkan,perlahan Rico membuka matanya,samar-samar dia mendengar suara isak tangis,sejurus kemudian dia menatap Queen dan langsung memeluknya.
"Queen ada apa,kenapa menangis ada yang menyakitimu?".
Degh.
♡♡♡
To be continue....