NovelToon NovelToon
Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nnot Senssei

"Aku akan berusaha melawan badai yang akan menerpaku kapanpun itu. Aku siap menerima serangan badai yang besar sekalipun. Aku tidak takut kepada besarnya badai, aku tidak gentar terhadap ganasnya badai. Aku juga tidak akan menyerah walau badai itu terus menggulungku. Aku akan berusaha berdiri di atas badai itu. Aku akan menghadapi badai itu. Aku akan melawan badai itu. Aku akan menari diatas badai itu pula. Hingga pada akhirnya, badai itu bisa menyatu dengan diriku. Aku adalah badai dan badai adalah aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelantikan Wei An

Hari ini tepat hari ketiga setelah para petinggi Kekaisaran mengadakan rapat untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan. Semua orang-orang di Kekaisaran nampak sibuk.

Mereka semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Gerbang pertama bertugas memperketat penjagaan untuk para tamu penting dan orang-orang yang ingin menghadiri acara pelantikan. Mereka juga bertugas untuk menyambut kedatangan dan mengantarkan semua tamu menuju gerbang selanjutnya.

Gerbang kedua akan menyambut mereka semua dengan sedikit hiburan dan suguhan untuk sekedar menghilangkan rasa lelah dalam perjalanan. Maklum, Istana Kekaisaran Wei mempunyai tiga gerbang dengan masing-masing fungsi, jarak setiap gebang ke gerbang lainnya butuh waktu sekitar lima belas menit perjalanan berkuda. Setiap Benteng mempunyai luas setara dengan beberapa luas kota besar.

Sedangkan gerbang ketiga adalah lokasi dimana Istana berada di sana. Orang-orang sudah siap dengan jamuan-jamuan mewah untuk para tamunya nanti. Acara pelantikan ini benar-benar diselenggarakan secara megah dan meriah.

Para tamu dari berbagai sekte aliran putih, netral, dan keluarga bangsawan mulai berdatangan satu-persatu. Setiap dari mereka akan membawakan sebuah kado yang sangat mahal untuk diserahkan kepada Wei An nantinya sebagai tanda ucapan selamat.

Matahari sudah tepat berada ditengah-tengah kepala. Sinarnya begitu terang menyinari bumi tanpa tertutup oleh awan sedikit pun. Acara pelantikan pun akan segera dilaksanakan.

"Terimakasih untuk semua tamu undangan yang bersedia menghadiri acara pelantikan Kaisar baru ini. Saya mewakili keluarga Kekaisaran merasa senang atas antusias para hadirin semua. Tidak perlu menunggu lama, mari kita dengarkan pidato dari kaisar baru kita," Penasihat Mu memberikan sambutan dan ucapan terimakasih kepada tamu yang sudah hadir.

Tak lama kemudian, seorang pria yang masih muda masuk menuji mimbar yang sudah disiapkan. Pemuda itu tampak gagah memakai hanfu merah dibalut dengan dalaman berwarna kuning. Dengan wajah tampan dan bentuk tubuh ideal membuatnya terlihat seperti Dewa.

Dia memasuki mimbar dengan melambaikan tangan dan memberikan senyuman hangatnya kepada orang-orang yang hadir. Aura yang memikat semua orang keluar dari tubuh pemuda itu, membuat semua orang terpana dengannya. Ya benar … pemuda itu tak lain adalah Wei An, calon Kaisar baru yang akan meneruskan tugas mendiang ayahnya, Wei Lhuo.

"Selamat datang di Istana Kekaisaran Wei. Pertama-tama saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada saudara semua yang telah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara ini. Sebelumnya seperti yang sudah dijelaskan Penasihat Mu, saya Wei An akan meneruskan tugas mendiang ayahnya dengan menjadi seorang kaisar. Barangkali ada di sini yang tidak setuju dengan naiknya saya menjadi kaisar boleh angkat tangan," kata Wei An mengawali pidatonya. Tak lupa senyuman hangat terbias di bibirnya, senyuman itu seolah membius orang-orang yang hadir.

Tidak ada menjawab setelah Wei An mengatakan hal itu, siapa yang tidak setuju jika tanah airnya dipimpin oleh orang yang lembut dan bijaksana? Mungkin hanya orang-orang bodoh saja yang tidak setuju akan hal itu. Pikir orang-orang yang hadir.

"Baiklah … jika semuanya setuju saya melanjutkan tugas mendiang ayahanda, saya ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya. Jika nanti ketika sudah menjadi Kaisar berlaku tidak selayaknya pemimpin, silahkan tegur dan ingatkan saya. Mungkin saya tidak bisa sebaik ayahanda dalam mengemban tugas ini, tapi saya berjanji akan melakukan yang terbaik dan mengikuti langkah ayahanda." ucapan terakhirnya sedikit dilanda kesedihan. Jelas … ayahnya sudah menjadi panutan bagi setiap anak-anak dan rakyatnya.

Sorak sorai orang-orang membuat suasana semakin meriah. Seolah kebahagiaan untuk menjalani hidup baru melanda mereka kembali, setelah sebelumnya dilanda kesedihan yang mendalam. Rasanya, harapan akan kedamaian di negaranya masih ada.

"Ayah. Semoga kau tenang disana, aku akan meneruskan tugas ayah dengan baik. Aku akan mengikuti jejak ayah. Terimakasih atas semua yang telah kau ajarkan kepada anaka-nakmu." gumam Wei An. Tak terasa air mata menetes saat mengenang masa lalu yang indah bersama ayahnya.

1
Aura Ayu
MC model kek gini nih yang bikin emosi, masih sedikit naif, untuk apa coba ngasih senjata segala, dia yng nolong dia yang ngasih hadiah aneh😑setidaknya kasihlah ke orang yang menurut mu paling deket kelak, jangan asal ngasih, ya gw tau lu kaya skrng tapi kan itu, berkat pemberian guru, bukan mutlak jernih payahmu sendiri kan😑hedeh, tapi coba deh baca lebih lanjut, kalau terus gini tak ada ke naikan sikap, mending skip aja lah🥱
Asiana Tyas
bagus thor
long pu
novel sampah🤢
Aura Ayu: ra suka skip aja
total 1 replies
Zul Fiandi
kok jarang sayaliat tiap membunuh lawan nya jarang mengabil cicin penyimpanan lawan nya tor apa terlalu kaya guru nya zenzui itu😄
Rusdi Bintang
coba ikutin ceritanya dulu kalo hiatus mending tinggalin
⚔️ KING HELL ⚔️
Kirain ceritanya bagus, nggak taunya sampah juga 😁
⚔️ KING HELL ⚔️
Ceritanya ngelantur kemana-mana 😀
Eriksilvi
peran mcnya sangat tidak pas sangat tidak berperan seperti nya peran MC hanya sekedar saja. 🤭🤭😄
Aliff Aiman
next time buat novel kurangkan bercakap benda yang tidak perlu , sikit sikit okay . lama lama orang baca jadi rasa mahu maki saja 🐒
Aliff Aiman
ini lah masalah kalau dah ada perempuan , macam bodoh 🐒
Ferdy Palit
cara berperang bertele tele ya ...pendekar apaan..
Roni Sakroni
terima kasih atas cerita ini thour
Roni Sakroni
sudah tahu efek bertarungnya bisa menghaturkan sekitarnya. malah bertarung di lokasi istana.
Roni Sakroni
Yun mei lebai aaahhhh.....
Roni Sakroni
makan mlulu
Roni Sakroni
seharusnya sang Phoenix disuruh ambil jamur seribu hasiat itu. biar cepet selesai.
Roni Sakroni
emang KLO sudah lihat wanita cantik siapapun terlena.....
Roni Sakroni
apa karena cantik sehingga melawan dengan terpaksa sih
Roni Sakroni
wiihhh mantep mantep tuh
Roni Sakroni
cemburu ceritanya nih.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!