Kisah seorang anak yg tak kenal orang tua..mencoba bertahan dari keras nya hidup dalam dunia persilatan...di asuh oleh 3 orang gembong iblis, mencoba bertahan hidup..untuk mebalas dendam..terhadap orang2 yg tlah mencelakai orang2 yg di cintai nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jack mad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch : 28 Terkepung
"Jangan....jangan!
Wan ji berlari menjauh sambil menutupi
wajahnya dengan kedua tangan, seperti membayangkan sesuatu yang menakutkan.
Yo han tertawa melihat kelakuan Wan ji dan
berkata kepada Shin Mo, "maaf kan murid ku
anak muda! Dia anak yang manja, tetapi hati nya baik."
Tidak apa apa tuan! Saya sudah terbiasa,"
jawab Shin Mo lembut.
Sore hari Bersama rombongan.
Dua orang sedang bercakap cakap sambil makan roti kering.
"Hai buta, aku heran! kok kau berani seh
jalan jalan sendiri? Tanya seorang pria gemuk yang ternyata kusir kereta barang.
Shin Mo tak tersinggung dengan perkataan pria
polos dan agak tolool itu.
Paman, kenapa harus takut!
Malah orang² tak kan mengganggu ku, karna
aku buta," jawab Shin Mo.
Mendengar perkataan Shin Mo, tampak lelaki itu seperti sedang berpikir lalu dan akhirnya menjawab. "Eh kau benar juga."
"Paman, siapa pendekar Yo itu? Shin Mo bertanya,
Pria gemuk agak kaget mendengar pertanyaan Shin Mo.
"Loh, memang nya kau tidak tau! Dia kan pendekar
terkenal," mendengar perkataan lelaki gemuk itu,
Shin Mo agak greget, dalam hatinya Shin Mo berkata, "mana aku tau, bertemu saja baru kali ini."
Pendekar Yo itu tongcu baju biru dari perguruan naga langit, dan nona muda Wan yang cantik itu
muridnya," ucap pria gemuk itu.
"Oh" kata Shin Mo
Kalau perguruan naga langit itu di mana paman? Kembali Shin Mo bertanya.
Jadi kau tidak tahu juga dengan perguruan naga
langit! Paman gemuk itu berkata kesal sambil membantingkan roti keringnya.
"Percuma aku ngomong dari tadi sama kau bocah kampung," teriaknya sambil berdiri terus berlalu meninggalkan Shin Mo.
"Ini....ini! Shin Mo tak mengerti kenapa paman itu tiba tiba marah.
"Paman....paman! Teriak Shin Mo, memanggil tapi pria gemuk itu tak menghiraukan.
Xi Xi Xi
Terdengar suara tertawa merdu dari seorang wanita.
Sambil melemparkan sebuah bakpau kepada Shin Mo, wanita itu duduk dan berkata.
"Apalagi kau yang baru kenal sama paman Auw, aku yang lama kenal saja suka bingung dan kesal kalau bicara, dengan paman auw," ternyata Wan ji yang bicara.
"Pantas," ucap Shin Mo dalam hati.
Aku Wan ji, siapa nama mu ? tanya gadis itu.
"Hamba bernama Shin Mo," nona Wan.
"Ih....tak usah hamba hambaan segala! Kau kan
bukan hamba ku, dan panggil aku wan ji," ucap Wan ji sambil tersenyum.
"Eeh! Tunggu dulu, apa kau bilang tadi?
"Shin Mo."
Hi hi hi, serem amat," nama mu ada iblis² nya
berkata Wan ji sambil tertawa.
Shin Mo tertawa mendengar kelakar Wan ji.
Gigi putih rapihnya terlihat lagi oleh Wan ji.
Kenapa aku tak bisa melupakan gigi rapih dan senyum itu? Tapi kalau membayangkan
matanya, aku jadi takut! Batin Wan ji.
"Mo itu nama kerbau yag aku gembalakan tapi sudah mati di bunuh orang, sedangkan namaku cuma Shin," Shin Mo berkata.
"Oh," cuma itu yang keluar dari mulut Wan ji
mendengar penjelasan Shin Mo.
Berapa umur mu ? tanya Wan ji.
"Aku berumur 16 tahun," sebelum Shin Mo berkata lebih lanjut, di putus oleh wan ji.
"Eh Shin Mo, umur kita sama!
"Aku juga 16 tahun," ucap Wan Ji, wajahnya tampak senang.
Tak lama kemudian, mereka terlihat akrab
bercakap cakap.
Terdengar teriakan pendekar Yo.
"Wan ji....Wan ji!
"Guru mencari ku! Shi Mo, aku ke tempat guru ku
kalau kau masih lapar, bilang saja! Nanti aku suruh
orang kirim bakpau padamu," Ucap Wanji sambil berdiri.
"Terima kasih," nona Wan, ini sudah cukup," jawab Shin Mo.
Terlihat hari sudah sore, matahari masih mengeluarkan warna merah senjanya.
Wajah Shin Mo agak berubah.
Ada gerakan orang banyak dari dalam hutan," batin Shin Mo.
Shin Mo lalu berdiri, kemudian berjalan ke arah tenda, di bantu oleh tongkat bambu hitamnya.
Tak lama kemudian, terdengar suitan yang sangat kencan, dengan di aliri tenaga dalam tinggi, sambung menyambung seperti sebuah pertanda.
Sreeet....Sreeet!
Berkelebat bayangan sangat cepat,
datang dari hutan menuju ke arah tenda yang paling besar.
Orang - orang dengan wajah bengis menyeramkan telah mengepung tenda hakim li.
"Berkumpuuul! Teriak pendekar Yo.
Menyadari ada bahaya, rombongan berkumpul semua, termasuk Shin Mo.
"Hakim li, cepat keluar!
Teriak sorang pria setengah tua, dengan ikat kepala hitam, cambang dan brewok yang lebat serta kuku yang runcing dan hitam, tanda beracun dan berpaian mewah dangan jubah hitam
yang besar.
Pendekar Yo terkejut melihat pria itu.
"Pocu dari sekte benteng Serigala akhirat.
"Pendekar cakar Serigala hitam, ada apa
ia mencari hakim Li? Batin pendekar Yo agak terkejut.
Hakim Li lalu keluar dari tendanya, mendengar
teriakan itu.
"Siapa tuan, dan maksud apa tuan mencari ku?
tanya hakim Li.
Jadi kau hakim Li?
"Apa kau ingat dengan pendekar Serigala hantu dan Srigala merah? Setahun yang lalu, kau hukum pancung di kota Sechuan," Cakar Serigala hitam berkata sambil melotot, menahan hawa amarah.
Hmm!
Hakim Li, tak lama berpikir lalu menjawab.
Kakak beradik itu adalah kepala rampok dari gunung kabut yang sangat kejam, ada urusan apa denganmu? Tanya hakim Li.
"Bangsaaat...!
"Mereka adik seperguruan ku," teriak Cakar Serigala hitam.
"Aku menunggu sudah lama, saat seperti ini,
akhirnya datang juga, Serigala hitam berkata.
"Tunggu dulu! Harap pocu benteng Serigala bersabar.
"Saya Yo Han, tongcu baju biru dari perguruan Naga langit ingin bicara."
Yo Han berharap dengan menyebut nama perguruannya, Thai Sin, pocu dari benteng serigala tidak memperpanjang urusan ini, karna nama besar perguruan naga langit adalah terbesar kedua dari golongan lurus.
Kik...kik..kiik!
Terdengar suara tertawa aneh, dingin dan menyeramkan dari dalam hutan.
"Aku Pek Thay In si Setan Rubah tak pernah
menganggap Xiu Lim Pek, Kauwcu dari naga langit.
"Suruh dia keluar sekalian," Setan rubah, tiba²
sudah berdiri di samping cakar srigala hitam.
"Guru! berkata cakar srigala hitam.
Mendengar orang itu menyebut nama si setan rubah, wajah Yo Han berubah pucat pasi.
Ia tahu Setan Rubah adalah seorang datuk persilatan dunia hitam, tokoh tua yang hebat. Kauwcu dari naga langit juga setingkat dengannya, apalagi dia yang cuma seorang tongcu dari cabang naga langit.
Wajah Yo Han tampak pias, mulutnya diam tak bicara.