NovelToon NovelToon
Love Story Of Azizah

Love Story Of Azizah

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Srie Moelyanie

Hai...

salam kenal dari saya, penghuni baru Noveltoon.
Saya coba up karya saya, semoga bisa menghibur.

Cerita tentang dua pria yang bersahabat dan mencintai satu gadis yang sama, namun akhirnya salah satu dari mereka harus mengalah demi sahabatnya.

Wanita itu adalah Azizah yang dari pertama sudah menyukai Gibran namun cinta mereka gagal bersemi, dan kedua lelaki tampan itu adalah Gibran dan Gery, mereka telah bersahabat sedari kecil karena ayah mereka bekerja pada satu bidang yang sama yaitu pejabat pemerintahan dikotanya.

Gibranpun harus merelakan Azizah untuk Gery, namun ternyata sifat Gery yang playboy masih saja melekat padanya meskipun ia sudah memperistri Azizah yang pernah Gibran cintai.

Lalu bagaimana cerita selanjutnya?
check it out gaesss....

happy reading....😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srie Moelyanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kado untuk Satria

Azizah langsung duduk dikursi rotan teras rumah yang memang hanya ada dua kursi yang dipisahkan oleh sebuah meja kecil yang terbuat dari rotan juga, disusul oleh Gery yang duduk disebelahnya.

" Za, mau langsung berangkat atau gimana? "

Gery memecah kebisuan antara mereka.

" ingat ya Mas, pendirianku masih sama, ini hanya demi Satria. "

Azizah dengan wajah datar mengingatkan Gery tanpa menoleh kearahnya.

Gery mulai mengeluarkan mobilnya dari garasi dan segera melaju menuju rumah orang tuanya yang terletak dikota sebelah. Ketika kendaraan mereka keluar dari ujung gang perumahan, Gibran terlihat sedang mengendarai motornya yang memasuki gang perumahan, rupanya ia baru saja pulang bekerja lembur.

Ditengah perjalanan, mereka hendak mampir disebuah Mall untuk membeli hadiah buat Satria.

" kita beli kado dulu."

Kendaraan Gery mulai memasuki area parkiran di salah satu Mall.

Azizah hanya berjalan dibelakang Gery, tanpa ada gandengan tangan atau adegan mesra lainnya seperti ketika mereka baru menikah saat dulu, sungguh kali ini atmosfir antara mereka berdua benar-benar seperti di kutub utara.

Gery memasuki sebuah toko yang menjual berbagai macam mainan anak-anak. Disana Azizah terlihat sedang memilih mainan untuk putra semata wayangnya. setelah ia mendapatkan mainan yang cocok untuk Satria, Azizah lun langsung memberikan pada Gery untuk ia membayarkan mainannya dan meminta untuk langsung dibungkus dengan kertas kado.

Perjalanan dilanjutkan dan mereka hanya diam seribu bahasa, Gery hanya curi-curi pandang pada Azizah yang sedang melihat kearah luar kendaraan melalui kaca jendela mobil, dengan ragu-ragu Gery memberanikan diri untuk menyentuh tangan Azizah dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih stay pada setir mobil, namun Azizah langsung menyingkirkan tangannya dan berusaha menghindari sentuhan apapun dari Gery.

" Maaf, Mas. Zizah gak bisa, tolong jangan sentuh Zizah."

Azizah tetap memalingkan wajahnya kearah kaca jendela mobil tanpa menoleh keaeah Gery.

" Maaf, Za. malam itu..."

Gery seolah ragu untuk meneruskan perkataannya, karena melihat Azizah meneteskan air mata.

" Za, kamu nangis? "

Gery mencoba mengusap air mata Azizah dengan jarinya, namun Azizah menghindari sentuhan dari Gery dengan memalingkan wajahnya.

" kamu fokus sama nyetir aja, Mas."

Bukannya fokus sama nyetir tapi Gery malah meminggirkan mobilnya dan berhenti dibahu jalan.

" Kok malah berenti, Mas?"

Azizah penasaran karena Gery menghentikan laju kendaraannya.

" Za, malam itu aku benar-benar gak sengaja, aku gak sadar melakukannya karena aku sangat frustasi dengan ini semua. Kau hanya mendiamkanku, Za...itu membuat akal sehatku membeku dan aku minum sampai mabuk berat."

" cukup, Mas. kamu memang tak pernah mengerti aku. Aku udah capek Mas, lanjutkan perjalannya. Satria sudah menunggu."

Nada Azizah hanya terdengar datar membuat Gery memukul setir mobil dan melanjutkan perjalanan.

" Assalamualaikum..."

Azizah mengucapkan salam ketika tiba dirumah orang tua Gery.

" waalaikumsalam..."

Jawab mama Gery yang sudah menunggu kedatangan Azizah dan Gery.

" Mama papa sehat?"

Azizah langsung meraih tangan kanan mertuanya untuk mencium punggung tangan mertua sebagai tanda penghormatan, lalu disusul oleh Gery yang juga mencium punggung tangan mamanya.

" Masuk yuk!"

Ajak mama Gery pada menantu dan anak tunggalnya itu.

Memasuki rumah mertuanya, Azizah langsung mengedarkan pandangan pada setiap sudut rumah mertuanya.

"Dimana Satria?" Azizah bertanya pada dirinya sendiri, setelah ia puas melihat keseluruh sudut rumah mertua, ia duduk diatas sofa panjang diruang tengah yang biasa untuk acara berkumpul keluarga sambil menonton TV.

Gery yang sedari tadi hanya diam, kemudian ia naik kelantai atas mencari Satria yang belum memunculkan batang hidungnya.

" Satria,,,Papa datang..."

Gery berteriak memanggil Satria sambil menaiki anak tangga menuju lantai dua rumah orang tuanya itu.

Tak lama kemudian, ia mendengar suara jagoan kecil dari dalam kamar,

" Papa..."

Jagoan kecil yang tampan itu langsung berjalan menuju Gery yang baru saja sampai dididepan pintu kamar, tak lama setelah Satria keluar dari kamar, langkah kaki seorang dewasa mengikuti Satria, dia adalah Kakek Satria yang menemani Satria sedang bermain didalam kamarnya.

Sementara di dapur, mama mertua sedang sibuk menyiapkan minum untuk anak dan menantu cantiknya,

" Ayo, di minum dulu. Gery mana? "

Tanya mama mertua ketika menaruh dua gelas air sirup yang segar keatas meja sofa.

" lagi keatas cari Satria, Mah."

Jawab Azizah pada Mama mertuanya sambil menunjuk ketangga, kemudian Mama mertua mengambil posisi duduk di sevelah Azizah yang memang sedang duduk di sofa panjang.

" Za, kamu sama Gery lagi ada masalah?"

Deg...

Pertanyaan Mama mertua membuat Azizah sejenak menahan napas karena terkejut, mengapa Mama mertuanya tahu kalau ia sedang ada masalah dengan Gery, padahal ia tak pernah bercerita pada siapapun.

" Mama bicara apa sih? Kita baik-baik aja kok, Mah."

Azizah mencoba untuk tenang dan menyambar gelas berisi sirup dingin yang disediakan oleh sang Mama mertua.

" Mama tahu kok kalau hubungan kamu sama Gery sedang tidak baik-baik saja."

" Mama tau dari mana?"

Azizah langsung melirik mama mertuanya dengan tatapan yang penasaran.

" gak ada yang bilang sama Mama, cuma sebagai orang tua, Mama bisa menangkap reaksi yang tidak baik-baik saja ketika Mama menelpon Gery dan menanyakan tentang kamu, dan Satria juga akhir-akhir ini mood nya lagi kurang bagus, akhirnya dengan desakan Mama, Gery mau cerita mengenai masalah kalian."

Azizah hanya menunduk dan meremas tangannya sendiri.

" kalau Mama sudah tahu, lantas Azizah harus ngapain, Mah...? Azizah udah gak bisa mentolerir kesalahan kedua Mas Gery, karena ini sudah keterlaluan."

Azizah menatap lurus kedepan dengan remasan tangannya yang menunjukkan ia sedang menahan emosi.

" Sabar, Za... dalam rumah tangga pasti ada ujiannya. Mungkin ini adalah ujian terberat dalam rumah tangga kalian. Beri Gery kesempatan lagi ya!"

Mama mertua mengusap tangan Azizah, berharap anaknya mendapatkan maaf dari menantunya itu dan kembali membina rumah tangga dengan Gery putra tunggalnya.

" Mama gak tahu kalau Mas Gery sudah melampaui batas dengan berzina, Mah."

Gumam Azizah dalam hatinya yang terasa sangat sakit ketika mengingat hal tersebut.

Azizah selalu terbayang oleh pengakuan Gery yang telah melakukan Zina dengan Nunik, ketika ia mengingatnya sontak memori diotaknya akan langsung berimajinasi ketika suaminya tengah berhubungan badan dengan Nunik, sangat menjijikkan.

Gery terlihat menuruni anak tangga bersama Satria, lalu diikuti oleh kakeknya Satria, mereka menghampiri Azizah dan Mama mertuanya kemudian masing-masing menduduki sofa yang yang masih terlihat kosong, Azizah langsung memeluk Satria dengan hangat. Sangat terlihat bahwa Azizah sangat merindukan putra semata wayangnya itu dan kemudian ia memberikan kado pada Satria yang telah ia siapkan.

" Ini ada kado buat Satria.."

Satu tangan Azizah masih memeluk Satria sedangkan satu tangannya memberikan kado kepada putranya yang tampan mewarisi ketampanan sang Papa. Satria hanya senyum dan memegangi Kado dengan ekspresi yang terlihat sangat senang karena senyumnya yang sangat mengembang sampai memperlihatkan gigi susu mungil miliknya.

" Bilang apa sama Mama?"

Gery mengingatkan Satria untuk mengucapkan terima kasih pada wanita yang telah melahirkannya dua tahun yang lalu.

" a acih Mama.." terimakasih Mama, ucap Satria yang memang belum begitu fasih dalam berkata-kata, masih cadel., kemudian Azizah kembali memeluk Satria dengan hangat dan gemas, bertubi-tubi menciumi putranya melepaskan rindu yang selama ini terpendam.

" Oia, kalian istirahat saja dulu. Biar Satria disini sama Mama dan Papa." ucap Mama mertua pada Azizah dan Gery, Mama mertua sengaja memberi waktu untuk anak dan menantunya itu berbicara dari hati kehati untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya, kemudian Satria berlari kearah Kakeknya yang emmang sangat dekat dengan beliau.

" gak apa-apa, Ma. Zizah masih kangen sama Satria, biar Zizah temenin satria main disini."

Jawab Azizah yang sedang menghindari untuk berduaan dengan Gery.

Gery hanya selalu diam dan berusaha untuk mencandai Satria bersama Kakeknya, dari pada harus menatap wajah istrinya yang seperti masih memburu tajam padanya, apalagi kalau sampai ia berusaha mengajak Azizah berbicara, pasti istrinya itu akan mencuekkan Gery habis-habisan tanpa membalas ataupun menanggapi perkataan Gery.

" Satria main dikamar gih sama Mama Papa!"

Ucap sang Mama mertua sambil menyambangi Satria yang sedang membuka kado pemberian Azizah dan Gery.

" biarin dulu lah Mah, Satria lagi buka kadonya nih... Satria seneng gak?"

Ucap sang Kakek pada Satria kemudian dijawab oleh anggukan cepat oleh Satria.

" Wah... bagus banget ya kadonya... mobil remote.! Satria bisa gak mainnya?"

Ucap Kakek Satria padanya.

" kamu istirahat dulu sana sama Azizah."

Papa mertua memberikan titah pada Gery dan Azizah sambil wajahnya menunjukkan lantai atas kamar yang biasa mereka tempati ketika menginap disana.

Azizah langsung berpamitan dan melangkahkan kakinya menuju anak tangga, sedangkan Gery masih belum beranjak dari tempat duduknya yang sedang memainkan mobil remote bersama Papanya dan Satria.

Beberapa menit setelah Azizah memasuki kamar tidur dilantai atas, Gery beranjak dan mulai melangkahkan kakinya menuju anak tangga hendak menyusul Azizah yang lebih dahulu memasuki kamar.

Ceklek...

Suara pintu terbuka dan Gery melihat Azizah sedang duduk ditepian ranjang, Gery mendekat dan duduk disampingnya.

1
SM Channel
novel aku yang ini, kok, hilang dari akun aku, ya?
Labuh Ardianto
kapan up LG....??? LG seru nih
SM Channel: dah tamat, Kak!
total 1 replies
Putri Handayani
aku mampir ya Thor jangan lupa mampir juga di ceritaku cinta yang terhalang
SM Channel: 👍👍👍😍😍😍
total 1 replies
MouthofMexico
Yok jangan kasih kendor updatenya!
SM Channel: insyAllah.. kak
total 1 replies
Waria
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
SM Channel: gak dosa ini kok Kak, kalo cuma banyak nawar...hihi
total 1 replies
angels_basket
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
SM Channel: makasih atas masukannya Kak.
total 1 replies
coastbycoast
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
SM Channel: asiap Kak
total 1 replies
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
SM Channel: ...😊😊😊...
total 1 replies
floufrouu
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 😙👍👍
SM Channel: udah 63 episode Kak..💓💓💓
total 1 replies
arata ryuka
ehehehe cover novel nya hampir mirip punya ku hehehe,tapi gapapa semangat ya bikin nya😤💪
arata ryuka: iya kak gapapa santai aja hehehehe😆😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!