Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pameran Lukisan
Tiba lah malam dimana Rey meminta ku untuk menemani nya ke acara Pameran Lukisan.
Aku duduk di depan meja rias ku, menatap diriku yang sudah lama sekali tidak ku lihat. Alhena yang cantik,dengan pakaian yang anggun dan dengan sentuhan make up yang natural. Sudah lama sekali aku tidak melihat diriku berdandan seperti ini untuk seorang lelaki. Aku hanya ingin mencoba nya lagi memberi kesempatan laki-laki lain masuk kedalam kehidupan ku,walaupun akan sedikit memaksakan diri.
Aku sudah memakai baju berlengan panjang sabrina berwarna kuning yang memperlihatkan leher dan dadaku yang putih mulus,dan memakai rok mini berwarna cream. Aku kembali teringat Althara,dia selalu memuji kecantikan ku dengan pakaian apa saja yang ku kenakan.
Di dalam cermin terlihat jelas kalung bintang yang masih ku kenakan sampai saat ini. Kalung itu tidak pernah lepas,dia tidak pernah rusak,tidak pernah hilang ataupun terlepas dari leherku. Aku memegang kalung separuh bintang itu dengan perasaan yang begitu berantakan. Dia masih begitu indah melingkar di leher ku,namun dengan berat hati,aku melepaskan kalung itu dan aku simpan dengan kasar di atas meja rias ku. Untuk kali pertama,kalung itu terlepas dari leherku. Aku menatap benci kalung itu karena sudah mengingatkan ku kembali dengan janji Althara “jangan pernah pergi dari aku Alhena. Tetap seperti ini, menjadi Alhena yang aku kenal” aku benci sekali setiap mengingat itu, dengan kesal aku mengambil gunting dan dengan penuh amarah aku gunting kalung itu menjadi dua bagian. Aku kira aku akan puas dengan sudah merusak kalung itu, namun ternyata hatiku malah terasa lebih sakit. Aku menangis, menangis kembali mengingat semua kenangan indah bersama Althara menatap kalung yang sudah rusak itu. Aku berdecak kesal dan mengambil kembali kalung yang sudah terbagi menjadi dua. Aku memegang separuh bintang itu dan mengasihani nya. Tiba-tiba ada rasa sakit hati melihat kalung kesayangan ku itu rusak,rasa sesal pun sekarang terasa di hatiku. Aku coba memperbaiki benda itu,namun sudah mustahil untuk ku jadikan sebagai kalung. Dan aku mencoba menjadikan dia gelang tangan, dan jadilah sebuah gelang tangan yang begitu indah dan menyerap dengan kulit ku. Separuh bintang ini kini melingkar di tangan ku.
Mungkin bukan sekarang saat nya untuk aku melupakan Althara,mungkin besok atau lusa.
Suara mesin mobil terdengar di luar rumah ku. Aku sudah bisa menebak itu mobil Rey. Aku segera memperbaiki make up ku yang tadi terkena air mata,lalu menyambar tas ku dan pergi keluar rumah.
Rey sudah berdiri di luar mobil ketika aku membuka kan pintu. Dia terpaku,dia terpana melihat kecantikan ku. Tentu Rey tidak akan menyangka aku bisa berpenampilan secantik itu untuk nya.
“Waw,you look so amazing”
“Oya?”
“Iya. Ini pertama kali aku lihat kamu..” ucapan Rey menggantung seperti sulit untuk mencari kalimat yang tepat.
“Pake dress?” Lanjutku.
“Ya pake dress,cantik,amazing” ucap Rey terus saja terpana melihat ku pertama kali seperti ini.
“Terimakasih Rey” aku begitu tersanjung dengan pujian nya.
Rey membuka kan pintu untuk ku, aku tersenyum sambil menggelengkan kepala ku karena dia telah membuat ku seolah ratu untuk nya.
Kami telah sampai di sebuah Gedung besar berwarna putih. Rey meminta ku untuk diam di dalam mobil sebelum dia membuka kan pintu mobil nya.
Rey melingkarkan tangan nya meminta ku untuk menggandeng tangan nya. Aku mengangkat kedua halis ku dengan tersenyum. Lalu aku memasukan tangan ku ke sela sela tangan nya lalu kami berjalan bergandengan.
“Ini dia pameran lukisan nya” aku terkejut ketika melihat tulisan besar di atas pintu dengan lampu kerlap kerlip di sekitarnya ‘Drhuva’ tulisan itu besar bersinar begitu terang.
Aku terpaku melihat nama itu yang sudah jarang sekali ku ingat.
“Kenapa ?” Tanya Rey.
“Hah?! Ngga,gak apa-apa”
Aku berusaha menenangkan diriku untuk tidak mengingat Althara. Aku harus ingat apa yang di katakan Riani,bahwa aku tidak boleh menghindar dari semua kenangan Althara.
“Ayok masuk temen-temen aku udah di dalem”
Aku masuk kedalam gedung itu. Dan terlihat beberapa lukisan yang terpasang di setiap dinding putih dengan tertata rapih tengah di tonton oleh orang-orang yang berpakaian rapih dan dengan tenang. Sudah pasti yang datang adalah orang yang hanya mengerti tentang seni,tidak seperti ku yang melihat hampir semua lukisan disana abstrak dan tak ada artinya. Begitu tenang di dalam sana,dan semua orang yang hadir memakai pakaian yang begitu formal.
“Hay Sob” sapa Sam teman Rey.
“Hay Alhena” sapa Sam ketika melihat ku.
“Hay Sam, hay Fadil”
"Aneh banget ya liat kamu pake pake pakaian begini. Lebih keliatan cantiknya ga keliatan bos bos galak” ledek Fadil karena memang biasanya kita bertemu di Resto ketika ku memakai baju formal untuk bekerja.
“Terimakasih Fadil” ucap ku mendelikan mata sambil tersenyum kepadanya.
“Hahaha soalnya hari-hari kita liat kamu kemejaan mulu di restoran" lanjut Sam.
"Iya iya iya" jawab ku lagi dengan malas.
“Hay Alhena” sapa 2 perempuan yang berada di samping Sam dan Fadil. Dua wanita itu adalah kekasih Sam dan Fadil dan aku hampir lupa dengan nama nya,karena bertemu mereka hanya sekali saat aku di ajak Rey nongkrong di sebuah Caffe.
“Hay Rey” sapa satu perempuan lagi yang aku baru bertemu dengan dia disini.
“Hay bil” sapa Rey sambil mencium kedua pipinya.
“Kenalin Alhena” perempuan itu tersenyum manis kepadaku.
“Hay,Salsabilla bisa panggil aku Billa” ucap nya menjabat tangan ku.
“Alhena”
“Gue duluan ya,gue masih ada acara pemotretan malem ini” ujar perempuan yang bernama Billa ini.
“Pulang langsung?” Tanya Fadil.
“Iya gue udah bilang sama Tara”
“Oke kalo gitu,hati-hati bil”
“Oke”
Lalu perempuan itu pergi dengan orang yang terus mengekor di belakang nya,mungkin itu asisten nya.
“Eh si kampret mana?” Tanya Rey.
“Dia di backstage”
“Ya udah ayo kita kesana”
“Al ayok” ajak nya.
“Rey,aku disini aja ya liat-liat lukisan”
“Gak akan ikut masuk dulu?”
“Aku mau disini aja” ujar ku.
“Oke,nanti aku samperin kamu ya”
Aku tersenyum sebelum mereka pergi ke ruangan yang sudah pasti akan membuat ku bosan dengan percakapan yang tidak pernah aku mengerti.
Aku memang tidak mengerti arti seni namun aku bisa berpura pura mengamati lukisan yang ada disana. Ini tidak terlalu buruk,aku mulai bisa menikmati dan memahami setiap lukisan disana. Tidak hanya lukisan abstrak,banyak juga lukisan lukisan berwarna yang tampak seperti aslinya. Pameran ini tidak main-main,teman Rey ini pasti orang besar,atau pelukis yang sudah benar-benar profesional sekali.
Sebuah ruangan gelap di ujung gedung menarik perhatian ku. Sinar lampu titik-titik kecil keluar dari pintu ruangan seolah meminta aku masuk ke dalam sana. Aku berjalan menuju ruangan redup itu. Tampak sepi dan tidak menarik,beberapa orang yang masuk tidak bertahan lama di dalam sana karena mungkin suasan di dalam sana begitu redup.
Ruangan itu tidak ada lampu terang seperti di luar dan hanya disinari cahaya dari lampu LED proyektor bertema bintang galaksi langit. Bisa bayangkan seisi ruangan terasa seperti ada di langit yang luas dengan bintang-bintang yang bertaburan begitu indah lengkap dengan satelit dan bulan.
Ada satu titik cahaya yang begitu bersinar di sebelah kanan ku. Aku perhatikan posisi titik cahaya itu dengan cahaya yang lain nya. Aku terkejut begitu menyadari titik itu adalah bintang Polaris atau Drhuva. Dia di kelilingi oleh satu bintang yang terus mengitarinya yang di sebut brahmi. Ini membuat ku semakin teringat dengan Althara dan itu sangat menyakitkan. Aku hendak pergi dari ruangan itu,namun sebuah lukisan yang mencurigakan menahan ku.
Aku mencoba menghampiri lukisan di dekat bintang polaris itu dan aku coba melihat nya lebih dekat. Ada 2 buah lukisan yang terpisah namun bentuk nya hampir sama hanya saja terlihat seperti pantulan cermin separuh wajah kanan dan separuh wajah kiri. Ada sesuatu gambar di pojok kanan lukisan aku perhatikan gambar itu dengan jelas karena tertutup oleh kegelapan. Namun ketika cahaya proyektor melewati gambar itu aku begitu terkejut tak percaya. Sebuah lukisan bintang dengan huruf A besar di dalam nya terpampang di bawah lukisan itu.
Ini tidak mungkin. Aku menutup mulut ku yang terbuka lebar karena terkejut,jantung ku berdebar begitu hebat. Aku baru menyadari semuanya, nama Pameran Lukisan ‘Drhuva’,ruangan bernuansa galaksi,polaris,dan brahmi. Aku terus menangkis prasangka ku. Tidak mungkin ini semua ulah Althara, namun tanda tangan bintang ini memperkuat petunjuk itu. Tanda ini sama seperti gantungan yang ada di depan pintu kamar Althara.
Aku menyentuh gambar bintang yang ada di sudut lukisan itu,dan tambah terkejutnya aku tiba-tiba lukisan itu bergerak saat aku sentuh. Lukisan ini bisa di geserken. Aku tatap lukisan yang ada di samping nya, aku ragu namun aku harus memastikan nya. Aku melihat keluar pintu memastikan tak ada orang yang masuk dan memergoki ku menyentuh lukisan itu.
Dengan perlahan aku menggeserkan lukisan itu dan menyatukan nya dengan lukisan di samping nya. Dan terlihat lah lukisan besar yang membuat ku semakin tak percaya dan membulat kan mataku semakin lebar.
Itu lukisan wajah ku, dengan hanya di lukis memakai pinsil hitam biasa seperti sebuah sketsa namun begitu indah. Lukisan itu tampak nyata dengan aku yang tersenyum begitu bahagia di dalam nya. Rambut ku yang tergerai indah dan gigi yang begitu rapih tampak begitu nyata dan natural,ini wajah ku. Aku menangis melihat nya,air mata ku keluar. Dia ada disini, Althara ada disini.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu