NovelToon NovelToon
Si Brondong Manis

Si Brondong Manis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Berondong
Popularitas:86.7k
Nilai: 5
Nama Author: YuBee

Si Brondong manis merupakan sequel atau lanjutan dari novel Cinta Itu Budeg.
Bercerita tentang anak muda yang terobsesi mengejar cinta seorang wanita yang usianya terpaut jauh darinya.
Bagaimana kisahnya? Yuk simak disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zona Nyaman

Author POV

" Jadi Mbak beneran sayang aku nggak?" tanya Teduh setelah mereka masuk kembali ke dalam mobil.

" Ya ampun Teduh..masih di bahas aja deh." jawab Hanum sambil mengulum senyum.

" Karena itu penting buat aku Mbak. Ayo dong jawab duluu.." Teduh masih saja memaksa sambil memasang puppy eyes andalannya.

" Iya..iya..aku sayang kamu." jawab Mbak Hanum.

" Sayang sama teh Luna, A Galang, dan Gana juga. Hahaha.." lanjut Mbak Hanum lagi kemudian terbahak.

" Iisshh..gitu aja terus bilangnya." Teduh jadi bersungut-sungut. Bibirnya cemberut maksimal.

" Ampun deh, masa cowok flamboyan ngambekan begitu. Gak cocok tau! Gimana aku bisa menjadikan bahu kamu sebagai sandaran kalau kamu nya kayak bocah begitu." ucap Hanum sambil memandang Teduh dengan pandangan lembut.

" Habis Mbak muter-muter terus jawabnya." sungut Teduh. Hanum terdiam lama kemudian memalingkan padangannya dari brondong manis di hadapannya dan menatap lurus jauh kedepan.

" Aku mungkin belum bisa bilang kalau aku cinta sama kamu, tapi aku akui aku nyaman, aku merasa tenang, merasa dilindungi, merasa sayang sama kamu dan sedikit gak rela ketika kamu membagi senyum dan perhatian dengan yang lain. Boleh jadi aku cemburu, atau mungkin aku egois karena merasa memiliki kamu. Aku juga belum tahu pasti, Teduh. Aku masih bingung. Yang pasti saat ini aku sedang berada di dalam zona nyaman dengan berada di dekat kamu." jawab Hanum serius. Teduh hanya diam dan menyimak dengan baik.

" Biar semua perasaan ini terjawab seiring berjalannya waktu. Aku sedang berusaha menyembuhkan semuanya. Meski aku tahu itu sulit, tapi bukan berarti menjadi hal yang mustahil. Kalau kamu gak keberatan, tetaplah berada disamping aku hingga aku yakin dengan perasaanku sendiri." lanjut Hanum lagi.

Pembicaraan jadi berlangsung serius. Semesta kian mendukung karena rinai gerimis pun ikut turun. Membasahi kaca mobil hingga membuat pandangan dua muda-mudi ini mengabur oleh tetesannya.

Teduh kemudian mendekatkan wajahnya hingga sejajar dengan wajah Hanum. Jarak mereka dekat sekali hingga bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Jantung Hanum berdetak kencang, wangi parfum humbling forest yang dikenakan Teduh memenuhi indera penciumannya. Begitu lembut sekaligus maskulin. Hanum terhanyut dalam tatap dalam manik mata cokelat milik lelaki yang berbeda usia enam tahun dari dirinya itu.

Tanpa sadar Hanum memejamkan matanya, menahan nafas beberapa detik untuk menahan bunyi detak jantungnya yang berlompatan. Teduh pun begitu, debur jantungnya bergemuruh. Bibir Hanum yang merah dan ranum begitu menggoda gelegak kelelakiannya. Ingin rasanya dia memagut bibir itu dengan mesra, dalam dan menuntut. Tapi Teduh benar-benar tak kuasa. Dia tak ingin berlaku tak sopan pada wanita pujaannya tersebut.

Sebetulnya ucapan yang baru saja Hanum katakan sudah mencapai kesimpulan bahwa dia juga mulai menerima kehadiran Teduh dalam hatinya. Tapi Teduh tak ingin terburu-buru. Dia tak mau menjadi laki-laki cabul seperti Daniel. Pada akhirnya yang bisa Teduh lakukan hanyalah meraih seat belt untuk kemudian melingkarkannya di badan Hanum.

Teduh kembali mendudukan dirinya di kursi kemudi dengan nafas tersenggal-senggal karena menahan hasrat untuk mencium bibir wanita pemilik hatinya itu.

Hampir saja ciuman pertamanya akan terjadi dengan Hanum. Wanita yang menjadi cinta pertamanya, wanita yang juga hadir sebagai fantasi dalam mimpi dewasa pertamanya. Wanita yang menadai tumbuhnya jakun dan pecahnya suara Teduh.

Hanum membuka mata dengan canggung ketika ciuman yang dipikirnya akan terjadi ternyata tak juga dirasakan, ada sedikit kecewa yang tiba-tiba menyelinap di dalam dada. Untuk beberapa lama, Hanum tak berani melirik Teduh yang sedang memegangi dadanya sendiri dengan sebelah tangan. Kedua muda-mudi ini merasakan desir dalam hati masing-masing. Tapi tak satu pun ingin melanggar norma. Mereka tahu diri, mereka mengerti batas, mereka saling menghargai dengan caranya masing-masing.

Pada akhirnya mobil pun laju membelas hiruk pikuknya jalanan ibu kota Jawa Barat yang sudah mulai basah. Meski suasana canggung masih kental terasa, tapi tak membuat mereka terlarut berlama-lama. Masih ada banyak hal yang harus mereka lakukan hari ini terlepas dari adegan romantis yang hampir saja terjadi.

Untunglah tak banyak kendala yang mereka hadapi setelah itu. Mobil Hanum yang memang notabene masih baru dengan tahun produksi yang terbilang muda memudahkan mobil tersebut berpindah tangan dengan harga yang lumayan. Apalagi semua surat-surat juga lengkap. Meskipun bila dijual pada individu akan lebih tinggi lagi harga jualnya. Hanya saja mobil tersebut akan lebih lama terjual bila harus menunggu pembeli datang sendiri, sedangkan Hanum harus segera mendapatkan uang agar pengobatan Ibunya lebih cepat dilakukan.

***

Sesampainya di rumah dengan kelelahan yang maksimal, Teduh merebahkan dirinya di atas kasur setelah selesai mandi.

Sebelum memejamkan mata, Teduh menyempatkan waktu untuk mengecek handphone nya. Ada pesan masuk dari Hanum.

Udah sampai rumah?

Teduh tersenyum simpul melihat chat dari Hanum.

Udah Mbak, ini baru bersih-bersih. Mbak belum tidur?

Tak perlu menunggu lama, balasan dari Hanum sudah masuk lagi kedalam handphone nya.

Belum, aku tunggu kabar dari kamu dulu. Baru deh siap-siap tidur.

Teduh kembali tersenyum.

Aku udah sampai dengan selamat. Sekarang mbak tidur ya. Jangan lupa pakai selimut, cuaca disana dingin banget. Aku gak mau Mbak sampai sakit.

Beberapa menit kemudian.

Iya, ini aku udah selimutan. Kamu juga jaga sehatnya ya. Soalnya kalau kamu sakit, aku bakal sedih, gak akan ada yang gombalin lagi 😂

Teduh sampai terkekeh membaca pesan dari Hanum. Sedikit namun pasti, kesedihan Hanum mulai meluruh. Teduh nyata telah berhasil menjadi penyembuh.

Iya lah, Mbak. Aku gak akan sakit, soalnya kalau aku sakit Mbak pasti sedih, plus kangen, plus kecarian, plus ingin cepat-cepat aku halalin biar bisa rawatin aku kan? Eh?? 😂

Hahaha..jangan ngomong halalin dulu ah, kejauhan. Kelarin dulu tuh kuliah kamu, terus cari kerja yang bener, bahagiain orang tua, baru deh mikirin halalin perempuan yang kamu sayang.

Jawaban Hanum berhasil menghilangkan senyum dari wajah Teduh. Memang benar apa yang dikatakan Hanum bahwa masih banyak hal yang harus dia urus. Meskipun tidak salah juga kalau dia menikah di usianya yang sekarang. Asalkan Hanum bersedia.

Mbak mau kan tunggu aku sampai aku beres kuliah terus dapat kerja?

Lama tak ada balasan, Teduh sama harap-harap cemas menunggunya. Hingga kemudian..

Kita tunggu aja ya, sampai nanti takdir membawa kita kemana. Aku terlalu takut berjanji dalam waktu dekat ini, karena semuanya tak pernah ada yang pasti. Manusia kan cuma bisa berencana, Teduh. Dan Allah yang menentukan semuanya. Kalau kita memang berjodoh, pasti akan ada jalan yang mempertemukan. Tapi kalaupun tidak, pasti Allah juga yang akan menunjukkan jalan terbaik untuk kita. Jadi saat ini yang bisa aku lakukan hanya menjalani semuanya. Biarkan mengalir seperti air, hingga nanti bermuara di tempat yang seharusnya.

Teduh termenung lama sambil bolak-balik membaca pesan panjang yang dikirimkan Hanum padanya.

Iya Mbak, aku paham. Semoga semua akan indah pada waktunya. Ya sudah..selamat istirahat ya. Stay health, stay warm, sleep tight.

Setelah selesai mengucapkan selamat tidur pada wanita pujaan hatinya. Teduh menerawangkan pandangan melihat langit-langit kamar. Memikirkan semua hal yang dikatakan Mbak Hanum padanya. Hingga sebuah ketukan di pintu kamar membuyarkan lamunannya.

" Dek..kamu udah tidur?" panggil Ibu Laras dari balik pintu. Teduh segera beranjak kemudian membukakan pintu untuk Bunda nya.

" Waduh, kenapa nih ayah sama bunda kompakan gini nyamperin adek?" tanya Teduh sambil melihat Pak Diki dan Ibu Laras yang sudah berdiri di depan pintu sambil memegang sebuah amplop di tangannya.

" Bunda mau ngomong.." ucap Ibu Laras kemudian keduanya masuk kedalam kamar Teduh. Pak Diki duduk di kursi belajar sedangkan Ibu Laras hanya berdiri mematung sambil mengunci netranya pada Teduh.

" Ngomong apa sih Bundadari? Ini udah malem lho, Bunda sama Ayah gak ngantuk?" tanya Teduh sambil mendudukkan diri di bibir tempat tidur. Dia merasa tak enak hati, seperti sedang berada di tengah-tengah persidangan dengan dia sebagai terdakwa.

" Dek, jawab pertanyaan Bunda sejujur-jujurnya. Masalah apa yang sedang kamu hadapi sampai-sampai kamu dapat surat panggilan dari kepolisian untuk menjadi saksi dalam kasus tindak pidana penganiayaan." Bu Laras langsung ke inti pembicaraan dengan meminta penjelasan kepada anak bungsunya, kemudian menunjukkan surat panggilan itu dan menyerahkannya di atas pangkuan Teduh.

" Ini maksudnya apa? Apa yang sedang kamu sembunyikan dari Ayah dan Bunda, Teduh??!" tanya Bu Laras dengan sorot mata penuh kekecewaan.

*

*

*

*

*

Waduh..mulai ketahuan nih. Teduh sih gak cerita dari awal sama Bunda Laras. Jadi diinterogasi kan akhirnya!

Kira-kira bagaimana ya tanggapan Ibu Laras saat Teduh menceritakan semuanya? Tunggu di chapter selanjutnya ya.

1
Ertalina Sitorus
Semoga masa masa beratnya bs dilewati dgn ikhlas dan semangat ya ka.. Tuhan tdk pernah memberi uijian diluar kemampuan kita😊 tetap setia menanti karya2 kerenmu kakak💪💪👍👍👍
Bima Sendi
lanjut ga nih thor?
Muhammad Ilham
bukanya first kiss teduh sama Tania ya🤔
hehe😅
widya widya
semoga semua lekas kembali normal ya thor.
semangat dan sehat selalu untukmu
terhibur banget banget membaca karya2 author
semoga diberikan selalu rejeki yang tak berkesudahan , kebahagiaan dan kenikmatan selalu dr Yang Maha Besar
widya widya
tengah malam mewek bacanya
widya widya
semoga hanum diberikan kebahagian
widya widya
pengen gw pepes rasanya si daniel
Dy
assalamu'alaikum...

kangen iihh....😭😭😭

sehat sll ya Thor....
di tunggu update_tan nya....

buat semua²nya jg shat² ya....🤲🏻

smga kita sLLu dlm lingungan-NYA
Mkhoriyaa
kak kapan novel ini dilanjut nulisnya kak?
jusalma
assalamualaikum ka..
gmna kabar nya?
semoga sehat2 terus ya ka.
ka kapan mulai nulis lagi?
kangen bgt cerita ini lanjut,
semoga bisa secepat nya up lagi ya ka😇🤗
Yulnita
thooor... apa kabar muuuu... 😍

semoga sehat selalu dan semoga bahagia ..😍😍😍

thor aku rindu karya mu... 😍😍😍😘😘😘

YuBee: baik kak..
Alhamdulillah sehat.
semoga kakak juga sehat selalu ya 😊
total 1 replies
Dark Yuli
kok gak up
Win Prasetya
tetap semangat thor.. sabat n tawakal adalah kuncinya.. karyamu akan tetap saya tunggu...
ariyatti
Thor tetap semangat semoga selalu sehat...
yang sabar dan selalu kuat,aku tetap menunggu karyamu ...
jusalma
tetap semangat ya thor aq akan selalu menunggu karya2 mu thor
Rany isbandi
badai pasti berlalu jangan lupa selalu berdoa dan jangan larut dalam kesedihan mendalam karna itu sakit 😭
aku doain athor cepet pulih bangkit dari keterpurukan,tetep tabah dan sabar,semangat 💪 lagi
aku bakal tetep nungguin sampe kamu mau😄
semangat💪💪
Yulnita
aku akan sll menunggu karya mu thooor... semangat... 😘😘😘💪💪💪
Kristia Ningsih
perasaan kudanil ke Hanum itu bukan lgi cinta,tapi obsesi. klau emang cinta gk bakalan tega nyakitin Hanum.. lagipula org seperti kudanil ini mungkin punya penyakit mental yg jg harus d obati dan jg harus d beri pelaran bukan di bela..

di lingkungan aku jg ada kejadian seperti kudanil dan Hanum,,bedanya si perempuan ini memilih bertahan meski udah jd samsak hidup.
Yulnita
sabar yaa uncle ted dan mba hanum... semoga mba hanum mendapatkan ke adilan yg se adil2 nya... 😘😘😘
Anti Deta
kasihan Hanum kasih hukuman berat kudanil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!