"halo ma..."
"kakak dimana?kalau mau pergi itu bilang bukannya pergi aja...."pidato panjang lebar itu dimulai.
"kakak lagi nyari duda beranak tiga agar mama langsung dapat cucu."kata Kayana agar sang Kanjeng ratu menghentikan pidatonya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
"dia bukan ibu mereka."kata Arvan terdengar dingin dan datar tapi masih membelakangi Kayana.
dahi Kayana berkerut mendengar ucapan Arvan itu.
"jadi?"tanya Kayana.
Arvan membalikkan badannya menghadap Kayana dengan dahi berkerut karena mendengar pertanyaan Kayana yang tidak masuk akal.
"maksud nya jadi?"tanya Arvan balik.
"jadi aku ibu dari anak anak nya mas."kata Kayana sambil memandang Arvan.
rahang Arvan langsung jatuh mendengar ucapan Kayana barusan.
'ya tuhan,kau ciptakan dari apa wanita ini?'tanya Arvan dalam hati.
kayana tersenyum memandang Arvan dan dia menaik turunkan alisnya menggoda Arvan.
sedangkan gauka dan Gaura hanya bengong melihat kayana.
"iya kan kak?"tanya Kayana pada gaura yang berada di sampingnya.
dan dengan gerakan kaku Gaura mengangguk kan kepalanya.
senyuman Kayana tambah lebar melihat jawaban Gaura.
"ahh di restuin calon anak."kata Kayana memeluk gaura.
"bapaknya belum ngejawab ya,dan semuanya tergantung papa nya loh."kata Arvan menggoda Kayana balik.
'eh mas duda nya udah pandai main goda godaan.'kata Kayana dalam hati.
"kalau anak nya udah ngerestuin , bapaknya tu nyusul aja nanti."kata Kayana yakin.
"tapi kalau papanya bilang enggak ya pasti nggak jadi lah yang menjalankan nya kan papanya."kata Arvan mematahkan keyakinan Kayana.
kayana mengerucutkan bibirnya memandang Arvan.
"ayolah kak kita pulang aja disini panas banget."kata Kayana langsung berdiri dan kembali menggendong Acha.
"eh malah ngambek."ejek Arvan.
"ayolah kak kita pulang."rajuk Kayana melihat Gaura yang masih duduk dalam ruangan itu.
gaura hanya tersenyum melihat kayana yang ngambek dan ingin cepat cepat pulang.
"ayo bang."kata Kayana menggandeng tangan Gauka.
tanpa permisi Kayana langsung keluar dari ruangan itu bersama ketiga calon anak nya.
Arvan memandang Kayana sampai bayangan nya pun hilang dan tanpa sadar Arvan telah melupakan kejadian yang barusan terjadi.
'apakah aku mulai menyukai nya?'tanya Arvan pada dirinya sendiri.
.
.
.
"kak."panggil Kayana saat mereka sudah berada di rumah.
"iya ma"jawab gaura.
"temui mama di taman belakang."kata Kayana dan langsung berjalan menuju lantai atas.
setelah meletakkan Acha di kamarnya,kayana lalu berjalan menuju ke taman belakang rumah.
kayana melihat gaura yang memandang langit sore di kursi taman.
"sini kak."kata Kayana menepuk rumput yang di sebelahnya.
kayana dan Gaura pun duduk di rerumputan itu.
"kakak tau, saat kakak berkata kasar pada mama kakak tadi rasanya mama yang merasa kan sakitnya."kata Kayana tapi tidak memandang kearah Gaura.
"kenapa?"
"mama hanya berpikir,kalau mama melakukan kesalahan juga apa kakak akan melakukan hal itu kepada mama?"kata Kayana sambil memandang ke langit.
"kakak harus ingat ,tidak semua orang itu selalu melakukan hal yang benar dan ada kala nya mereka juga melakukan kesalahan."nasihat Kayana.
"sebelum kakak mengatakan hal itu ,pikirlah dulu kalau kakak di posisi mereka apa yang kakak rasakan?"
"tapi dia telah lebih dulu menyakiti kakak?"kata Gaura dengan suara yang bergetar.
"apa kakak tidak ingat apa yang telah ia berikan kepada kakak?apakah kakak tidak ingat dia pernah mempertaruhkan nyawanya agar seorang putri kecil dapat hidup?mungkin ia melakukan banyak kesalahan tapi jangan lupakan pengorbanan nya juga."
" kalau mama juga menyakiti kakak nanti apakah jasa mama tidak akan kakak ingat juga?"kata Kayana memandang ke manik hitam Gaura.
Gaura menundukkan kepalanya tak mampu menatap mata Kayana.
.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘
sukses selalu utk cerita2 selanjutnya ya kk☺