~Quenn Alisya Angelica Alandra~
Ratu Elemen dari di mensi sihir yang harus terjebak dengan tubuh yang lemah seorang gadis kecil dari di mensi bela diri.
Bagaimanakah Alisya Angelica membalaskan dendam pemilik tubuh ini????
Dan melawan menghadapi seorang raja terkuat yang ada di dimenai bela diri yang sangat terobsesi dengannya
"""BAGAIMANA MUNGKIN AKU MEMBUKA HATIKU PADA SESEORANG SEDANGKAN AKUPUN TIDAK TAU APAKAH AKU MEMILIKI HATI ATAU TIDAK"""""
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zyta ztoz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Angel Episode 28
Mereka berhenti di sebuah sudut khusus untuk busur dan anak panah.
Penjaga toko itu pergi setelah meminta izin pada Christian untuk melayani pengunjung lain.
"Keisya kau pergilah melihat busur dan anak panah setelah menemukan yang kau suka kau bisa memberi tahuku."sahut Christian.
Keisya hanya mengangguk sambil memakan apel ditangannya Keisya melihat-lihat berbagai jenis busur yang ada di dinding.
Sampai akhirnya tatapan Keisya berhenti di sebuah busur cantik berwarna merah dengan ukiran bunga mawar.
Keisya berjalan menghampiri busur itu saat tangan Keisya memegang ujung busur itu rupanya ada tangan lain yang memegang ujung lain busur.
Keisya mengangkat tatapannya dan melihat wajah yang tidak asing baginya.
"Ariana..."gumam Keisya.
Ariana terseyum ramah pada Keisya tapi tangannya yang memegang busur semakin di perkuat.
"maaf nona Keisya,akulah yang lebih dulu memegang busur ini jadi ini adalah milikku."sahut Ariana masih dengan senyum ramahnya.
"hahah ..kau salah nona Ariana akulah yang lebih dulu memegang busur ini jadi ini milikku."sahut Keisya tidak mau kalah.
Tatapan lembut Ariana berubah apalagi saat mengingat kedekatan antara Keisya dan Crish dan juga mengingat sikap acuh Crish akhir-akhir ini padanya perlahan jejak kebencian terlukis jelas di mata Ariana.
"Ini milikku..."sahut Ariana sambil menarik busur itu ke arahnya.
"Ini milikku.."sahut Keisya tidak mau kalah juga sambil menarik busur itu.
Kedua gadis itu terus saling tarik menarik tidak ada satupun yang ingin mengalah hingga membuat sedikit keributan di toko itu.
Christian yang saat itu sedang melihat pedang di sudut lain pergi kearah mereka saat mendengar keributan yang terjadi.
"ada apa ini...?"sahut Christian sambil menatap kedua gadis itu.
"Yang mulia... aku telah mengambil busur ini lebih dulu tapi nona Keisya juga menginginkannya..."sahut Ariana sambil menatap Crish dengan tatapan sedihnya.
"nona Ariana sudah jelas yang lebih dulu memegang busur ini adalah aku..."sahut Keisya santai.
"Yang mulia.."sahut Ariana sambil menatap Christian sambil berlinang air mata.
Dulu jika Crish melihat wajah sedihnya seperti ini Crish pasti akan memberikan apapun yang dia inginkan jadi sekarang Ariana yakin itu pasti tidak akan berubah.
Christian menghela nafas lalu menatap Keisya dengan lembut.
"Keisya berikan saja busur itu padanya karena kau tidak mungkin bisa menggunakannya busur itu tidak bisa di gunakan jika tanpa tenaga dalam jadi itu tidak akan berguna untukmu..."sahut Christian lembut.
Keisya menatap busur di tangannya lalu menatap Christian setelah itu melepaskan pegangannya pada busur itu.
Ariana yang melihat itu terseyum dengan penuh kemenangan tapi senyuman itu menghilang saat mendengar perkataan Christian selanjutnya.
"sebenarnya aku sudah menyiapkan sebuah busur yang Indah untukmu aku yakin kau pasti akan menyukainnya..."sahut Christian sambil mengelus lembut pipi Keisya.
"Jika kau sudah menyiapkan busur untukku lalu kenapa kau membawaku ke sini...?"tanya Keisya heran.
"sebenarnya aku hanya ingin kau menemaniku membeli pedang untuk hadiah adikku Marcel..."sahut Christian.
"Owh.. kenapa kau tidak mengatakannya dari awal padaku tau gitukan aku tidak perlu repot memilih busur di sini..."sahut Keisya kesal.
"ku pikir mungkin saja busur yang ada di toko ini ada yang kau sukai jadi karena itulah aku memintamu melihat-lihat lagi pula punya lebih satu busur itu tidak masalah..."sahut Christian sambil sedikit terkekeh.
"kau benar....owh ya apa kau sudah mendapatkan pedang untuk pangeran Marcel jika sudah ayo kita pergi sekarang aku sudah tidak sabar melihat busur baruku.."sahut Keisya antusias.
Pangeran Christian mengangguk.
"ayo pergi.."sahut Crish mengajak Keisya pergi.
Ariana menatap dua orang yang pergi itu dengan marah dia jelas-jelas ada di sana tapi mereka berbicara seolah-olah hanya ada mereka berdua saja sedangkan dirinya seperti patung yang sama sekali tidak dianggap.
Christian dan Keisya telah sampai di kediaman Christian.
Busur yang di siapkan Crish untuk Keisya adalah sebuah busur berwarna hitam dengan corak seperti sulur tanaman merambat berwarna puple yang sangat cantik.
Setelah mengagumi panah barunya Keisya di ajak Crish untuk berkeliling di kediamannya.
Mereka berhenti di sebuah danau yang sangat indah di kediaman Christian ini.
Setelah terdiam cukup lama Christian mengalihkan tatapannya pada Keisya lalu meraih tangan Keisya tangan besar Chris menggenggam tangan mungil Keisya dengan lembut Keisya menatap Christian dengan bingung.
"Keisya aku tau kita belumlah saling mengenal cukup lama tapi....aku tidak bisa membohongi perasaaku....aku mencintaimu Keisya.... sangat mencintaimu..... jadi maukah kau menjadi ratuku dan ibu dari anak-anakku..?"sahut Crish tegas dengan tatapan lembut kearah Keisya.
Keisya yang saat itu sangat terkejut hanya menatap Christian dengan wajah bodohnya, Christian terkekeh melihat itu.
"kau tenang saja aku tidak akan terburu-buru menikahimu aku mengerti kalau saat ini kau masih 13 tahun,aku sangat bersedia menunggumu sampai kau merasa siap..."sahut Christian lembut.
"sebaiknya kau lupakan saja perasaanmu itu.."sahut Keisya sambil melepaskan genggaman Christian.
"Kenapa..?"tanya Christian heran.
Keisya berbalik menatap ke arah danau.
"dulu saat aku masih kecil aku sering melihat ibuku menangis saat ayahku bersama para selirnya dan saat itu juga aku bersumpah pada diriku sendiri kalau nanti aku hanya akan menikah dengan seorang pria yang hanya memiliki aku sebagai wanitanya seumur hidupnya jika harus menjadi seperti ibuku aku lebih memilih tidak menikah seumur hidupku, karena tidak Christian sebaiknya kau lupakan perasaanmu itu..."sahut Keisya berbohong sambil menatap danau dengan sendu.
"aku akan menjadikanmu sebagai satu-satunya wanita dalam hidupku Keisya itu adalah janjiku padamu..."sahut Crish tegas dan menatap Keisya dengan tatapan penuh tekad.
"hahah...itu tidak mungkin Crish.."sahut Keisya sambil tertawa.
"Kenapa tidak..?"sahut Crish heran.
Keisya menatap Christian sambil terseyum.
"seorang petani saja memiliki pendamping lebih dari satu wanita apalagi dirimu yang adalah seorang putra mahkota,dan akan menjadi seorang raja kau tidak mungkin bisa hanya memiliki satu wanita dihidupmu,jikapun kau hanya menginginkan satu wanita di hidupmu tapi para tetua dan para mentri kerajaan pasti tidak akan membiarkan itu..."jelas keisya santai.
"aku tidak akan membiarkan mereka melakukan itu Keisya tidak akan pernah..."sahut Christian tegas.
"bagiku dengan memiliki wanita yang aku cintai di sampingku itu sudah cukup aku tidak akan mengecewakanmu Keisya itu adalah janjiku padamu..."lanjut Crish sambil menatap Keisya dengan lembut tapi ada kesungguhan di matanya.
"kalau begitu buktikan padaku Crish..."sahut Keisya sambil terseyum.
*Makasih yaaa udah baca dan like maaf ya kalau aku jarang upted karena aku bkin sesuai mood aku ajahh
yg berfikir Kalau pasangan Keisya adalah Christian kamu salah besar😂
pameran utama cowoknya belum keluar dari kandangnya☺️ untuk yang tidak suka sama novel ngak apa² ko itu sesuai kalian ajahhhh*...