21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Tersadar tangannya yang masih
menempel di dada bidang Pak Erik, membuatnya cepat-cepat ingin
menariknya, tetapi di tahan oleh Pak Erik sendiri.
"Bukannya kemaren dada ini yang membuat kamu menggeram ingin mremasnya,,!? hee,," senyuman mengejek. " Sekarang lakukanlah, dada ini tubuh ini hanya milik kamu, ku serahkan diri ini hanya untuk mu seorang dengan senag hati,.hahaha" Pak Erik tertawa lepas karna merasa lucu,.
Sinara menataf mata Pak Erik dan mendengar apa yang di ucapkannya, membuatnya malu sendiri, apa lagi mendengar tawa lepas Pak Erik,. Semakin memerah wajahnya, reflek ia menoleh ke samping.
Aduh muka gw, pasti udah merah
banget kayak saos tomat, Karna sangking malunya gw, kenapa juga gw sekonyol itu
sih dulu, mau di taroh mana ni muka gw,.
hik., Sinara menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kok di tutup mukanya, kenapa malu sayang,!? aku suka kok kamu kayak gitu, apa lagi kepada ku seorang hahaha, , ihhh makin gemes dch,.udah ahhh buka tangannya ! ". Pak Erik menarik tangan Sinara tapi belum juga di lepasin nya." Ya udah aku minta maaf sayang,,, Cup, cup,,, " Pak Erik mencium bibir Sinara walau hanya di celah tangannya,.Udah ya,, " Pak Erik menarik lagi tangan Sinara, dengan terpaksa ia membuka, hanya saja wajahnya masih menoleh ke samping, karna masih malu.
Pak Erik melihat Sinara yang menoleh ke samping, membuatnya leluarsa beraksi. Kini wajahnya mendekat hampir saja hidung mancungnya terkena kuping Sinara, hembusan napasnya kini di rasakan kuping Sinara, yang membuatnya meremas seprai di kiri kanannya, karna sekujur tubuhnya merasa panas yang jarang ia rasakan.
Pak Erik berbisik di kuping Sinara, yang mana membuatnya semakin tidak kuat menahan.
"Aku ingin memakan mu," Seringainya menghiasi wajahnya.
Satu kalimat itu membuat Sinara terbangun dari persepsi pikirannya yang sudah memanas, kini malah beralih bergidik ngeri.
****** gw, dia bilang maau makan, aaa nggak, nggak, nggak mau,.!
"Ta tapimmm, " Pak Erik dengan sigaf
sudah ******* bibirnya saja. "Aamm kuhhhh laperrrrr" Sinara dengan sekuat tenaga mengeluarkan suaranya.
Kepala Pak Erik mendongak,.mendengar ucapan Sinara yang melengkingkan. keningnya terangkat menatap Sinara
bingung,. Melihat Sinara diam, ia melanjutkan lagi reaksinya, ia ingin mencium bibir Sinara, tetapi tangan Sinara lebih dulu menutup mulut Pak Erik.
"Udah ya laper, heee,, " Senyum terpaksa.
"Muach, muach, muachh, " Pak Erik dengan cepat mengecup wajah Sinara ke semua sisi.
"Udah, udah, cukup, " Sinara merengek manja.
"Kenapa laper banget,!? "
Sinara mengangguk kan kepalanya, dengan semangat karna takut di makan Pak Erik.
"O, o, ohhh aku laper banget, ngett,
ngett" Tangannya sengaja memutar-mutar
di perutnya, "Ayok makann, makan, makan,,!!" Dengan suara bersemangat dan tidak lupa senyum sumringahnya dan matanya yang berkedip-kedip yang mana membuat Pak Erik semakin gemes.
"Oloh olohh laper banget ternyata, udah
nagis atau udah begini jadi laper,!?
Gemesnya," Dengan menarik hidung
Sinara, Kini Pak Erik bangun dari atas tubuh Sinara dan menarik Sinara agar ikut bangun.
"Dua-duanya,.heee," Ketawa tidak enak.
"Ya udah sekarang kamu mandi dulu ya, aku mau ke bawah sebentar,.!? "
"Cupp, " Pak erik mencium pipi Sinara sebelum turun ke bawah.
"Ok,okee " tangannya membentuk bulat
tanda iya. Dengan eksperesi kaget, karna di cium mendadak.
Dek,, Sinara memegang dadanya,dan langsung terduduk di tempat tidur,
matanya menatap ke depan tidak habis
pikir di perlakukan semanis ini.
Kalo lama-lama gw di giniin terus bisa
kena serangan jantung gw,. Kok dia
manis sekali sih, boleh nggak aku memilikinya seutuhnya tanpa ada
perempuan lain di sisinya. apa aku terlalu egois, aku benar-benar mencintainya tuhan. Batin Sinara.
Setelah sadar Pak Erik keluar dari pintu
kamar membuatnya ada rasa kelegaan baginya.
Huhhh, untung-untung otak ku pintar
kalo nggak habis lah aku. Tapi ini rumah siapa,, !?? Mata Sinara melihat seisi
ruangan kamar, bingung. Kini Sinara membuka pintu kamar sedikit, mengendap-endap ke luar, tapi tidak terdengar atau ada siapa-siapa yang lewat, membuatnya menutup pintunya kembali.
Kenapa juga semalam aku harus
ketiduran sih,,, apa karna tubuhnya yang terlalu nyaman, Huhh, atau aku memang sudah terlalu ngantuk, ahh tau ahh pusing. dan kenapa juga aku harus di bawa ke sini sihh, kenapa nggak di apertemen ku saja. apa ini rumah dia sama bininya,.tapi kalo iya aku harus bagai mana,. nggak mungkinkan aku harus bilang haii say,. Gila kali.! Sinara mengelengkan kepalanya berulang-ulang karna prustasi.
Like😘😘