NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

"Tiga juta rupiah," jawab Ibu Sahida ketus, menaikkan dagunya. "Itu belum termasuk bunga yang seharusnya berjalan selama dua tahun, ya!"

"Kak, jangan... Itu bukan utang kita. Kenapa Kakak yang harus bayar uang judi Papa?" bisik Riani lirih sambil menarik ujung baju Alneo.

Alneo menoleh pelan, memberikan senyuman menenangkan kepada adiknya.

 "Tidak apa-apa, Riani. Biar Kakak yang urus. Anggap saja ini cara kita memutuskan satu lagi ikatan sialan dengan masa lalu," kata, Alneo pelan.

Alneo kembali menatap Ibu Sahida. Ia mengeluarkan ponselnya.

"Tiga juta rupiah. Saya akan bayar tunai sekarang juga, tapi dengan satu syarat," kata Alneo tegas.

"Syarat apa lagi? Tinggal bayar saja kok pakai syarat segala!" omel Ibu Sahida tidak sabaran.

"Ibu harus membuat surat pernyataan tertulis di atas meterai bahwa utang bapak saya sebesar tiga juta rupiah sudah lunas dibayar oleh saya, Alneo. Dan di dalam surat itu, Ibu wajib menyatakan bahwa setelah hari ini, Ibu tidak akan pernah lagi menagih atau mengganggu saya maupun Riani terkait urusan bapak saya. Dan Anda berjanji tidak akan meminjamkan lagi uang pada bapak saya. Bagaimana? Di kasir butik ini pasti ada kertas dan pena," tuntut Alneo tidak ingin masa depannya di ganggu hal yang tidak penting.

Ibu Sahida sempat ragu, tapi ia akhirnya mengangguk cepat. "Ya sudah, ya sudah! Repot amat jadi orang. Ayo kita ke kasir!"

Alneo menuntun Riani berjalan menuju meja kasir. Selama proses penulisan surat pernyataan dan penghitungan uang, Riani hanya diam seribu bahasa.

Riani sangat-sangat kecewa pada sosok ayah yang tega menjual dirinya, dan menjual namanya demi judi, namun di sisi lain, ia merasa sangat bersyukur dan kagum memiliki kakak sehebat Alneo.

Setelah urusan dengan Ibu Sahida selesai dan wanita itu pergi dengan wajah puas, Alneo segera menyelesaikan pembayaran baju-baju pilihan Riani.

Ting!

[Saldo Anda di kurang 6.000.000]

[Sisa saldo Anda 100.800.000]

"Ayo kita pergi," ajak Alneo.

"Iya kak." angguk Riani sambil menenteng paperbag yang berisi baju-bajunya.

Mereka berdua berjalan keluar menuju parkiran mobil.

Suasana sore itu terasa jauh lebih hening dibanding saat mereka berangkat tadi.

Begitu masuk ke dalam mobil, sebelum Alneo sempat menyalakan mesin, Riani tiba-magnetic memeluk lengan kakaknya erat-erat.

"Maafkan aku, Kak... Gara-gara aku, uang Kakak habis tiga juta untuk membayar utang Papa. Padahal uang itu harusnya bisa Kakak pakai untuk keperluan lain..." kata Riani dengan mata berkaca-kaca.

Alneo menghela napas panjang, lalu memutar tubuhnya agar bisa menghadap Riani sepenuhnya.

"Riani, dengarkan Kakak. Uang tiga juta itu tidak ada artinya dibanding ketenangan hidup kita. Kakak membayar wanita itu bukan karena Kakak takut, tapi karena Kakak tidak ingin nama kamu dibawa-bawa lagi dalam kubangan lumpur Papa," ucap Alneo lembut penuh perhatian.

Riani mendongak dengan mata yang sembap. "Tapi itu tidak adil untuk Kakak..."

"Hidup ini memang jarang adil, Dek. Tapi selama Kakak masih punya kekuatan dan rezeki, Kakak akan pastikan tidak ada satu orang pun yang bisa menghina atau merendahkan kamu lagi," Alneo tersenyum hangat, menepuk pucuk kepala Riani.

"Sudah, jangan menangis lagi. Katanya tadi mau makan banyak di restoran? Kalau kamu menangis terus, nanti makanannya jadi hambar, lho," bujuk Alneo.

Mendengar gurauan kakaknya, Riani akhirnya menyunggingkan senyum kecil di.

Ia mengangguk pelan sambil menghapus sisa air matanya. "Iya, Kak. Aku mau makan yang banyak. Biar uang Kakak makin habis!"

Alneo tertawa lepas. "Nah, begitu baru adik Kakak. Ayo, kita berangkat. Restoran terbaik sudah menunggu kita."

Mesin mobil pun dinyalakan, dan kendaraan itu kembali meluncur untuk segera mencari restoran tempat mereka makan.

1
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
irena
si alneo harus dikasih pintar bisnis thor sama kuat.. supaya ga gampang ditindas dan dibegoin
less22: iya iya, namanya orang miskin baru pertama kali punya properti 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!