NovelToon NovelToon
BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU

BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:710.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Zein Aditya Atmanegra seorang pemilik Perusahaan terbesar dan seorang Putera Mahkota dikeluarganya harus berhadapan dengan wanita yang sangat menyebalkan yang bernama Karren Puteri Pratama seorang Puteri dari keluarga yang sama kayanya dengan Zein.

Zein tidak menyadari kalau Karren adalah anak gendut yang selalu mengganggu dan mengikutinya dulu.

Bagaimana keseruan Zein dan Karren yang selalu tidak pernah akur ketika bertemu,akankah akhirnya mereka saling jatuh cinta?sementara keduanya saat ini sama-sama sedang menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Perhatian

👑

👑

👑

👑

👑

Keesokan harinya....

Karren sudah sadar dan saat ini ada Mamah April dan Mommy Kinan yang menjaga Karren, sementara Zein sudah berangkat ke Kantor dijemput oleh Romi.

Sesampainya di Kantor, aura mengerikan muncul di wajah Zein tidak ada senyum. Semua Karyawan sampai bergidik ngeri kala melihat aura Zein yang tidak seperti biasanya itu.

"Rom, panggil dua manusia tidak tahu diri itu ke ruanganku," ucap Zein dengan dinginnya.

"Baik."

Zein langsung masuk kedalam lift menuju ruangannya, sementara Romi menuju bagian Keuangan untuk membawa Ratih dan Rani.

"Mampus tuh dua manusia, bisa-bisanya buat masalah dengan Singa jantan," gumam Romi.

Rani dan Ratih yang mendengar di panggil oleh Zein, langsung membeku dan tubuh mereka bergetar dengan hebatnya. Rani dan Ratih hanya bisa menundukan kepalanya dan mengikuti Romi dari belakang.

Tok..tok..tok..

"Masuk."

Mendengar suara bariton itu langsung membuat nyali Rani dan Ratih ciut seketika.

"Pak, ini dua orang yang sudah membuat Karren masuk Rumah Sakit," seru Romi.

Zein yang saat itu sedang fokus menatap Laptopnya seketika menoleh kearah dua wanita yang saat ini menundukan kepalanya dengan tubuh yang bergetar.

Perlahan Zein beranjak dari duduknya dan menghampiri Rani dan Ratih, Zein berdiri didepan mereka dengan tangan dilipat diatas dadanya.

"Jelaskan," ucap Zein dingin.

"Ma--maaf Pak," sahut Ratih dengan nada gemetar.

"Saya bilang jelaskan, kalian tidak mengerti dengan kata-kata saya," bentak Zein yang menggelegar diseluruh penjuru ruangan membuat Rani dan Ratih langsung meneteskan air matanya.

"Ka--ka--kami, ti--tidak su--ka me--lihat Kar--ren de--kat- de--kat sa--ma Ba--pak," sahut Rani gelagapan.

"Masalahnya apa?" bentak Zein kembali.

"Kar--ren ti--dak pan--tas dekat dengan Bapak," jawab Ratih.

"Apa? kenapa Karren tidak pantas dekat dengan saya? kenapa kalian melakukan kekerasan sampai Karren masuk Rumah Sakit seperti itu?" Zein mulai emosi dengan dua Karyawannya.

"Maaf Pak."

"Bereskan barang-barang kalian, dan pergi dari Perusahaan saya sekarang juga," bentak Zein.

Rani dan Ratih membelalakan matanya, mereka berdua langsung bersimpuh dibawah kaki Zein dengan tangisannya.

"Maafkan kami Pak, kami khilaf kamu janji tidak akan melakukannya lagi dan akan bersikap baik kepada Karren, tapi kami mohon jangan pecat kami berdua Pak," Ratih memohon kepada Zein dengan tangisannya.

"Kalau pun kami harus meminta maaf kepada Karren dihadapan semua Karyawan lainnya kami bersedia Pak, asal Bapak jangan pecat kami Pak, kami mohon," sambung Rani.

Romi hanya menyenderkan tubuhnya ke meja kerja Zein dengan tangan dilipat didada dan satu kaki disilangkan melihat adegan dihadapannya itu.

"Sudah terlambat, sekarang juga angkat kaki kalian dari sini dan jangan tampakkan lagi wajah kalian disini..Romi, hubungi HRD dan berikan gaji terakhir mereka berdua sekaligus pesangon," seru Zein.

"Baik Pak."

Rani dan Ratih lemas, mereka hanya bisa menundukan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir dipipi mereka, dan mereka hanya bisa pasrah.

Mereka ingat bentul bagaimana susahnya untuk masuk kedalam Perusahaan terbesar di Jakarta ini, mereka harus bolak-balik melamar hingga akhirnya keberuntungan menghampiri mereka dengan mereka diterima di Perusahan "G" CORPORATION.

Dengan kegigihan mereka akhirnya Rani dan Ratih diangkat menjadi Karyawan tetap di Perusahaan itu, tapi dengan kebodohan mereka yang jelas-jelas tidak berfaedah itu akhirnya kerja keras mereka selama ini hancur sudah.

Setelah dipikir-pikir, buat apa mereka berdua melakukan hal itu toh seandainya sampai Karren keluar dari Perusahaan ini pun, ga mungkin Zein memilih salah satu diantara mereka.

Bodoh memang bodoh yang dilakukan kedua orang itu, tapi penyesalan memang selalu datang terlambat sekarang buat menyesalpun sudah tidak ada guna lagi.

"Mengapa kalian malah melamun, kalian dengar ga apa yang barusan saya katakan? cepat keluar dari ruangan saya," bentak Zein yang langsung menyadarkan Rani dan Ratih.

"Ba--baik Pak," sahut Rani dan Ratih bersamaan.

Rani dan Ratih pun berdiri dan hendak melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Zein.

"Kalian mau tahu kan, mengapa Karren selalu bareng saya ke Kantor? karena Karren adalah istri saya," seru Zein dengan dinginnya.

Kedua wanita itu kembali terkejut dan membelalakan matanya tapi Romi dengan sigap langsung mendorong tubuh keduanya untuk segera keluar dari ruangan Zein.

Zein menghentakan tubuhnya keatas kursi dan dia sedikit memijat pelepisnya, pagi-pagi sudah membuatnya emosi.

"Apa barusan gue menyebut Karren sebagai istri gue? astaga, kok bisa ya gue melakukan hal seperti itu, aduh bodoh sekali gue bagaimana kalau semua orang nanti tahu semuanya, ya ampun bodoh sekali gue," gumam Zein dengan menepuk jidatnya sendiri.

Zein pun memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya. Sebenarnya hari ini pekerjaan Zein tidak banyak hanya menandatangani berkas-berkas.

"Sebentar lagi jam istirahat, bagaimana dengan keadaan cewek bar-bar itu ya apa dia sudah baik-baik saja," gumam Zein yang tidak sadar mengkhawatirkan keadaan Karren.

Zein segera memakai jasnya dan cepat-cepat keluar dari ruangannya dan bersamaan dengan Romi yang baru keluar juga.

"Mau kemana Zein?" tanya Romi.

"Gue pulang duluan, mau ke Rumah Sakit juga nanti kalau pekerjaan lo sudah selesai, lo juga boleh pulang," seru Zein.

"Oh ok."

Zein pun dengan langkah terburu-buru meninggalkan Romi yang masih menatapnya dengan tatapan bingung.

"Apa barusan gue ga salah dengar, si Zein mau ke Rumah Sakit? nah kan mampus lo Zein, balik bucin lo sama Karren baru tahu rasa lo," seru Romi.

Zein membawa mobilnya sendiri, dia langsung menuju Rumah Sakit tempat Karren di rawat. Sesampainya di Rumah Sakit, ternyata Karren masih tertidur sedangkan Mamah April dan Mommy Kinan sedang menunggu sembari ngobrol-ngobrol kecil.

"Siang Mommy, Mama April," sapa Zein.

"Lho Zein, kok kamu ada disini? kamu ga sibuk?" tanya Mama April.

"Enggak kok Ma, Zein sedang ga ada kerjaan jadi dari pada diam di Kantor mending kesini saja, Mommy sama Mama kalau mau pulang, pulang aja biar Zein yang menjaga Karren," seru Zein.

"Benarkah? kamu mau jagain Karren?" tanya Mommy Kinan merasa tidak percaya.

"Iya Mommy ku yang cantik."

"Ya sudah Pril, kebetulan sekali yuk kita pulang biarkan Zein yang menunggu istrinya," seru Mommy Kinan.

"Baiklah kalau begitu, Zein tolong jagain Karren ya."

"Siap Ma."

"Jagain yang benar menantu Mommy, awas kalau sampai terjadi kenapa-napa," ancam Mommy Kinan.

"Iya Mommy."

Mommy Kinan dan Mama April pun pergi meninggalkan Rumah Sakit. Zein membuka jasnya dan melipat tangan kemeja putihnya sampai ke siku kemudian duduk disamping ranjang Karren.

"Dasar gadis bodoh, cepetan bangun gue rindu ocehan lo gue ga suka lihat lo lemah kaya gini," gumam Zein dengan tersenyum.

Tidak lama kemudian, ada pergerakan dari Karren dan itu membuat Zein kelabakan dengan cepat Zein berdiri dan cepat-cepat berlari dan duduk di sofa, Zein mengatur duduknya se-cool mungkin dan mengambil majalah pura-pura membacanya.

Karren mulai membuka matanya, dan melihat kesemua sudut ruangan. Zein tampak mengintip pergerakan Karren dari balik majalah yang sedang pura-pura dia baca, Karren melihat kearah Zein.

"Kak Zein," seru Karren dengan mulai mendudukan tubuhnya.

"Lo udah bangun?" tanya Zein dengan masih melihat kearah majalah.

"Kak Zein sedang apa?"

"Lo ga lihat apa gue lagi baca majalah, masa gitu aja masih ditanya," jawab Zein dingin.

"Iya aku tahu Kakak lagi baca majalah, aku cuma bingung aja emang Kakak ga pusing baca majalah kebalik kaya gitu," ucap Karren dengan menahan tawanya.

Zein melototkan matanya, diperhatikannya majalah yang sedang dia pegang dan benar saja majalahnya kebalik.

"Ah..emangnya lo ga tahu ya kalau gue punya kelebihan bisa membaca dengan tulisan kebalik kaya gini," sahut Zein yang masih tidak mau mengakui kesalahannya.

"Wah hebat ternyata ya suamiku," ucap Karren dengan masih menahan tawanya.

"Lo sudah makan belum? gue lihat makanannya masih utuh belum lo sentuh," tanya Zein.

"Ciee..ciee..Kak Zein perhatian banget sama aku, aku jadi merasa terharu deh," sahut Karren dengan nada centilnya.

"Apaan sih lo, gue cuma ngingetin bukannya perhatian, karena gue pengen lo cepat sembuh soalnya pekerjaan lo sudah numpuk tuh," dusta Zein yang merasa terpojok dengan perkataan Karren.

"Ih kok wajah Kak Zein merah sih?" goda Karren dengan senyumannya.

"Apaan, mana ada kaya gitu jangan ngarang deh lo kalau ngomong," sentak Zein dengan memalingkan wajahnya tidak mau melihat kearah Karren.

"Kak Zein, suapin dong," pinta Karren dengan manjanya.

"Apa? hai yang sakit itu kepala lo bukan tangan lo, makan sendiri jangan manja deh jadi orang," ketus Zein.

"Isshh..isshh..isshh..kejam amat jadi suami sama sekali ga ada perhatian sama istrinya yang lagi sakit," ucap Karren dengan cemberut yang dibuat-buat.

"Bodo amat...satu lagi, jangan ngomong suami istri geli gue dengernya juga."

Dengan cemberut Karren mulai mengambil makanan yang ada diatas nakas, Karren tampak kesusahan mengambil makanannya karena tangan yang satunya lagi sedang di infus.

Zein yang melihat Karren kesusahan, merasa tidak tega juga dengan cepat Zein mengambilkan makanan itu dan mulai menyodokan makanannya dan mengarahkan ke mulut Karren

Karren yang merasa terkejut dan tidak menyangka kalau Zein bakalan menyuapinya.

"Woi, kok malah melamun sih? tadi aja minta pengen disuapin sekarang giliran gue mau nyuapin lo, lo nya malah melamun, jarang-jarang lho seorang Zein mau nyuapin orang, kalau kamu ga mau ya sudah lo makan aja sendiri," ucap Zein.

Tapi sebelum Zein berubah pikiran, Karren pun langsung menyambar sendok yang masih berada dihadapannya itu dengan mulutnya. Zein yang melihat tingkah Karren tampak menyunggingkan senyuman tipisnya.

"Ih kok Kak Zein senyum-senyum sih, aku tahu aku memang cantik dan lucu," seru Karren.

"Hai jangan ge--er deh lo, gue cuma kasihan sama lo," kilah Zein.

"Bukan ge-er tapi itu kenyataannya, Kak Zein memang mulai suka kan sama aku," goda Karren dengan mencondongkan tubuhnya dan menaik turunkan alisnya.

Zein mendorong kening Karren dengan jari telunjuknya.

"Jangan ke-PD an lo jadi orang."

Zein menyimpan nampan makanan Karren diatas pangkuan Karren, dan dia pun beranjak berdiri dari duduknya.

"Ih Kak Zein mau kemana? kan makannya baru satu suap," ucap Karren dengan manjanya.

"Bodo amat, gue sudah malas makan aja sendiri," ketus Zein.

"Jangan galak-galak Kak Zein, entar malah tambah cinta lagi sama aku," goda Karren.

"Lo itu kenapa sih? jangan-jangan akibat kening lo kebentur, lo jadi berubah kepribadian ya. Biasanya juga kalau gue mengucapkan apapun lo selalu membalasnya, kenapa sekarang lo malah jadi kucing manis penurut seperti ini," sahut Zein dengan melipat tangannya didada.

"Tuh kan, Kak Zein sudah mulai memuji aku dengan sebutan kucing manis."

"Astaga Karren, benar-benar ada yang ga beres sama lo kayanya gue mesti cari Dokter syaraf buat lo, lama-lama gue ngeri ngelihat lo yang sekarang," sahut Zein dengan mengambil jasnya dan hendak keluar.

"Mau kemana Kak?"

"Mau cari kopi, pusing lama-lama kepala gue," ketus Zein dan langsung keluar meninggalkan Karren.

Karren tersenyum melihat kelakuan Zein yang seperti itu.

"Aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku Kak, dan aku pastikan aku akan membuatmu jatuh cinta sama aku sebelum masa kontrak itu berakhir, I Love you Kakak tampanku," gumam Karren dengan senyum-senyum sendiri.

Karren pun dengan semangat memakan makanannya dan tidak sadar Karren pun menghabiskan makanannya.

Setelah menghabiskan makanannya, Karren menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang kasurnya dengan mengotak-ngatik Ponselnya membalas satu persatu pesan dari Selly, Milly, dan Darren.

"Ini sudah dua puluh menit, tapi Kak Zein belum kembali juga apa dia langsung pulang ya," gumam Karren.

Disaat Karren ingin merebahkan tubuhnya, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan menampilkan wajah orang yang sangat Karren cintai. Zein membawa makanan dan minuman juga untuk dirinya karena dia belum makan siang.

"Kak Zein darimana sih lama banget?" tanya Karren yang kembali mendudukan dirinya.

"Cari makanan," jawab Zein singkat.

Zein pun menyimpan makanannya diatas meja dan dia langsung membuka jasnya dan menggulung tangan kemejanya sampai Siku. Karren hanya memperhatikan Zein dengan terpesonanya.

"Bahkan kamu tetap tampan walau dalam keadaan seperti apapun juga Kak," batin Karren.

"Jangan lihatin gue terus, nanti bisa-bisa lo jatuh cinta sama gue," seru Zein dengan masih mengunyah makanannya dan tanpa melihat kearah Karren.

"Memang aku sudah jatuh cinta sama kamu Kak sejak dulu," sahut Karren.

Seketika Zein tersedak makanannya mendengar pernyataan Karren, dengan cepat Zein membuka air botol mineral yang dia beli dengan sekali tegukan Zein meminumnya sampai habis setengah botol.

Zein menatap tajam kearah Karren, sementara Karren hanya tersenyum manis dan tampak mengedipkan sebelah matanya, Zein merasa salah tingkah dan langsung meminum kembali air yang masih tersisa didalam botolnya.

👑

👑

👑

👑

👑

Selamat siang semuanya, semoga kalian semuanya dalam keadaan sehat-sehat ya, jangan lupa dukungannya ya supaya Authornya makin semangat lagi🙏🙏😘😘

Jangan lupa

like

vote dan hadiah

komen

TERIMA KASIH

LONE YOU💜💜💜

1
Patrick Khan
.mampir sini
Mira Wahyuni
Thor, adakah cerita tentang anak2 mereka 🤔 dicari2 blm dapat 😊
Mira Wahyuni
yeah...si bos emang pintar cari alasan. bilang aza modus 😂😂
Mira Wahyuni
eh ternyata mudah bawa si bos pulang. triknya karren emang mantap 😁
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Sri Ningsih
yuhuuuuuu,, aku done karya ke 6. makasiiihhhh ya thorr. novelnya bagus. terus berkarya. aku baca nya maraton ya. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: terima kasih ya sudah mau baca karya recehku 🙏🙏amin ya Allah🤲🥰
total 1 replies
Sri Ningsih
emang thorr yg kece badai ini udh membolak balikkan hati kami pembaca🤭, kita mesti dukung. semangat berkarya. terimakasih selalu memberikan yang terbaik buat kami. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
aku mau baca berurutan sesuai yg disarankan. supaya ga bingung baca novel berikutnya.
Zahfira Khairani
banyak cerita keluarga karren..bukannya lngsung bertindak..
VERALI
Menarik dan lucu
VERALI
Karren si bar bar mantull 😂🤣😂
VERALI
Mampir
Kecombrang
cie.... cie.... cie.... zein 😘
Salsha Bila Maharani
apa masih ada kelanjutannya?
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Rayyan anak Zein yang polisi ada di CINTA DOSEN GENIUS, cus kepoin🤭
total 1 replies
Fitri Kosongempat
next thor
Nazla K. R
kok udh hbis.. gk di lnjut lg kh novel ini?
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Rayyan anaknya Zein dan Karren ada di CINTA DOSEN GENIUS
total 1 replies
Nazla K. R
gk bc novelnya jd aku gk tau sp alya
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: baca Polisi Penjaga Hati, nanti tahu siapa Alya🤗🤗
total 1 replies
Nazla K. R
dag dig dug bcnya
Nazla K. R
zein blm mandi hbis plg krja
Nazla K. R
usil sih, gangguin zein krja, enakan di cium zein 😄😄
Nazla K. R
klo mau lbh dr skedar pegangan tangan sharusnya ajaklah nikah biar km bebas Daniel mau ngapain karren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!