Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?
Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?
simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Hari Baik
Keluarga besar Abimanyu kerap kali berkumpul bersama setelah menjalankan sholat isya. Rumah Arsha lah yang paling sering di jadikan tempa berkumpul. Mereka biasanya berkumpul di teras depan rumah saat malam seperti ini.
Jemma pun turut berkumpul dan kini berada di dalam kamar bersama Sashi, Shima, Meshwa dan si bayi, Ara. Jika week end seperti ini, Gama pun turut berada di sana.
"Jemma itu lagi liburan apa gimana, Le?" Arsha membuka obrolan mereka.
"Enggak, Yah. Sengaja Dipta ajak ke sini." Jawab Dipta.
"Kok bisa? Kamu pacaran, ya, sama Jemma?" Tanya Arjuna. Mereka seolah tak tau jika Dipta menjalin hubungan asmara dengan Jemma.
"Emang Mifta gak cerita?" Dipta justru balik bertanya yang di jawab gelengan oleh Arjuna.
"Iya, aku pacaran sama Jemma." Ujar Dipta kemudian.
"Aku bawa dia kesini, karena mau ngenalin Jemma ke Keluargaku." Imbuh Dipta.
"Kok tumben, Mas. Biasanya juga gak pernah." Kata Saira.
"Iya, Buna. Aku mau serius menjalin hubungan sama Jemma. Aku punya rencana untuk menikah sama Jemma." Jawab Dipta tanpa ragu.
"Yakin kamu, Le? Kalian berdua kan beda agama." Kini Aksa angkat bicara.
"In Syaa Allah, Po. Dipta usahakan membawa Jemma ke Agama kita." Jawab Dipta.
Perlahan Arjuna mendekat ke arah Dipta, ia kemudian menyentuh dahi Dipta dengan punggung tangannya.
"Mas Juna ngopo seh? (Mas Juna ngapa sih?)" Tanya Dipta sambil melirik ke arah Arjuna.
"Tak kiro meriyang, Dip. (Aku kira sakit, Dip)." Jawab Arjuna.
"Enggak, kok tumben kamu ngomongnya serius gitu lho. Maksudnya ada angin apa, kok tiba - tiba mau menjalin hubungan serius sama cewek." Imbuh Arjuna yang sampai bingung merangkai kata - kata.
"Emang Mas Juna aja yang mau nikah? Aku juga mau lah." Sahut Dipta.
"Tau ih, aneh memang kamu itu, Nang." Timpal Raina.
"Selincah - lincahnya buaya, tetep aja bakal terperosok ke dalam lubangnya." Kata Runi yang ikut menimpali.
"Tuh, dengerin apa kata Indukan Buaya." Ujar Arsha yang memecah tawa mereka.
"Terus, kalau misal Jemma gak mau pindah agama, gimana?" Tanya Abimanyu.
"Dipta juga gak tau, Kungm tapi Dipta akan usahakan yang terbaik." Jawab Dipta.
"Awas kalo sampe kamu yang keseret arus, Dip. Di potong manukmu sama Yang Kung sampe pok nya." Ujar Arjuna.
"Kayaknya bakal di coret juga dari daftar warisan." Imbuh Gama.
"Woh! Yo wes pasti nak iku. (Woh! Ya sudah pasti kalau itu). Langsung masuk daftar hitam." Sahut Abimanyu.
"Berarti kalo mau ngambil warisan, suruh syahadat dulu, Kung. Jadi yang gak bisa syahadat, pasti gak bisa ambil jatah warisan." Kekeh Arjuna.
"Udah tenang aja, In Syaa Allah Jemma segera mualaf. Kalo dia gak mau, nanti tak suwukin (jampi - jampi)." Kekeh Dipta.
"Pantes kok di ajak ke sini. Gak taunya mau langsung disuwuk di sini." Kata Raina sambil geleng - geleng kepala.
"Mumpung kita kumpul di sini, ada yang mau Yang Kung sampein juga." Kata Abimanyu yang menarik perhatian semua anggota keluarganya.
"Mau bagi warisan, Kung?" Celetuk Arjuna yang di sambut toyoran di kepalanya oleh Gama.
"Ya enggak lah, Nang." Sahut Abimanyu.
"Ini Yang Kung menemukan hari baik untuk kamu sama Meshwa waktu sedang mencarikan tanggal pernikahan untuk Mifta dan Nala." Kata Abimanyu yang di sambut seruan Alhamdulillah dari semua anggota keluarganya.
"Tapi kita harus persiapkan semuanya dengan cepat. Karena hanya tinggal ada waktu dua hari." Kata Abimanyu lagi.
"Ya Allah, Mo. Kok ya mendadak banget." Keluh Arsha.
"Ya gimana, Nang? Cuma waktu itu yang terbaik dan tercepat untuk Arjuna dan Meshwa. Kalau enggak, mereka butuh waktu empat bulan lagi." Jawab Abimanyu.
"Gas Kung! Besok Mifta tak suruh pulang lagi. Kak Gama sama Dipta kan sudah stay di sini." Kata Arjuna dengan semangat.
"Ya kalau gitu, kamu dan Meshwa harus mempersiapkan diri untuk ritual Bopo dan Biyung." Kata Runi.
"Iya, Nang. Besok berarti kamu harus ke rumah Meshwa, minta izin dan restu dari kedua orang tua Meshwa untuk melaksanakan ritual Bopo dan Biyung dua hari lagi." Timpal Raina.
"Akad nikah ulang dan pestanya, gimana?" Tanya Aksa.
"Tolong panggil Meshwa dan yang lainnya dulu, Dek. Kita musyawarahkan sekalian malam ini, biar bisa di siapkan besok." Titah Arsha pada istrinya.
Raina pun segera menghampiri anak - anaknya di kamar Sashi dan meminta mereka semua untuk berkumpul.
"Bagaimana, untuk acara akad nikah resmi dan pestanya?" Tanya Abimanyu yang memulai musyawarah.
"Kamu gimana, Sayang?" Tanya Arjuna pada istrinya.
"Aku? Kalau misal gak perlu acara pesta, gimana?" Tanya Meshwa yang menyampaikan keinginan pribadinya.
"Tapi, kalau Ayah dan Ibu mau membuat pesta, aku juga gak nolak." Imbuhnya kemudian.
"Mbak Meshwa gak mau ada pesta?" Tanya Raina yang di jawab anggukan oleh Meshwa.
"Sepertinya lebih nyaman kalau intimate wedding aja, Bu. Atau mungkin bisa juga mengajak warga Desa untuk makan bersama sebagai ungkapan syukur aja." Jawab Meshwa.
"Mas Juna, gimana?" Tanya Raina.
"Aku ngikut maunya Meshwa aja, Bu." Jawab Arjuna.
"Kalau bisa malah setelah ritual Bopo dan Biyung, kemudian langsung akad resmi. Lusanya aku mau berangkat honey moon dua minggu." Jawab Arjuna.
"Kok penak men? (Kok enak banget?)" Celetuk Aksa.
"Aku udah nunggu lama banget lho ini, Po. Honey moon dua minggu tuh gak sebanding dengan perjuanganku." Kata Arjuna.
"Emang harus banget dua minggu, Jun?" Tanya Sashi.
"Harus, Mbak. Aku mau ngelembur bikin adeknya Ara." Jawab Arjuna yang langsung dapat pelototan dari istrinya.
"Pelan - pelan aja, Mas. Kasihan Mbak Meshwa to, kalo di garap pol - polan gitu. Capek tau, Mas." Kekeh Saira.
"Pengalaman ya, Dek?" Ledek Aksa yang langsung membuat Saira melirik, sementara yang lain justru tertawa terbahak - bahak.
"Yasudah, kalau maunya Arjuna dan Meshwa kayak gitu, ya Ayah dan Ibu ngikut aja. Yang penting kalian berdua nyaman." Kata Arsha yang di aminkan oleh anggota keluarga lainnya.
"Makasih ya, Yah." Ucap Meshwa yang merasa lega.
"Kalau gitu, sampaikan keputusan ini ke keluarga Meshwa besok, sekalian kalian minta izin ke orang tua Meshwa." Kata Aksa.
"Iya, Po. Besok aku bicara ke Keluarga Meshwa." Jawab Arjuna.
"Mas mau honey moon dimana, memangnya?" Tanya Dipta.
"Rahasia! Nanti kamu nyusulin lagi." Sahut Arjuna yang nampaknya sudah belajar dari pengalaman Arsha dan Raina.
"Ck! Padahal mau tak beliin tiketnya, yasudah lah kalau gak mau kasih tau." Kekeh Dipta.
"Matur suwun, Dip. Gak usah repot - repot, nanti tak belinya aja sendiri. Aku tau akal buayamu." Sahut Arjuna yang memecah tawa mereka.
"Mbak... Mbak Cima! Mas Juna mau jalan - jalan jauh sama Mbak Meshwa berdua aja. Kita gak di ajak." Seru Dipta. Ia memanggil Shima yang sedang asyik menonton tv.
"Lambene cah iki! Uwong kok senengane nggolek molo! (Mulutnya anak ini! Orang kok senengnya cari perkara!)" Omel Arjuna sambil membekap mulut Dipta agar tak lagi menjadi kompor.
selamat iyha Mbk Meshwa Mas Juna akhirnya 😍😍😍