NovelToon NovelToon
My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:598.8k
Nilai: 5
Nama Author: Almairaarsy

Cantik, baik, muda dan berbakat. Sempurna begitulah orang-orang yang melihat Hana Almaira Putri, terlebih lagi dia juga bisa menikah dengan super star idolanya, semakin membuat orang berfikir bahwa dia gadis cantik yang bergelimang keberuntungan.

Alexander Abimanyu Raffan, superstar yang banyak digilai para wanita memilih menuruti mau kakeknya yang menginginkannya menikahi Hana, gadis pilihan sang kakek yang menurut kakek adalah wanita terbaik untuk mendampingi Abimanyu, cucunya. Meski sebenarnya Abimanyu sudah memiliki kekasih hati yang begitu dia cintai.

Bagaimana perjuangan Hana untuk mendapatkan hati orang yang dicintainya?
Apakah Abimanyu akan membuka hatinya untuk Hana? Akankah pernikahan cinta satu pihak yang mereka jalani akan berakhir bahagia atau justru akan berakhir menyakitkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almairaarsy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Menginap

Sesampainya Hana dan Tante Kinan di kamar rawat Ibu Irma, ternyata Angga sudah ada di ruangan. Yaa .. saat ini memang sudah jam jenguk.

Hana yang melihat Angga tersenyum menyapanya dengan semangat.

"Mas Angga kapan nyampe?".

"Belum lama, tadi Mas coba buat nelpon kamu tapi ponsel kamu gak aktif", sahut Angga.

Hana pun mengambil ponselnya yang ternyata mati karena dia belum sempat mengisi daya batrainya seharian ini. Dia pun menunjukkan ponselnya yang mati kepada Angga, Angga pun mengangguk mengerti.

"Oh ya Mas, kenalin ini Tante Kinan, Tante Kinan ini yang nolongin Hana sama Ibu. Tante.. kenalin ini Mas Angga, teman Hana dari kecil", ucap Hana memperkenal mereka satu sama lain.

"Angga Tante.. Saya masih ingat kok Tante ini langganan catering Ibu Irma kan?", sapa Angga mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Tante Kinan pun menyambut uluran tangan Angga dengan senyum ramah.

"Panggil saja saya Tante Kinan. Iya saya masih ingat kamu kok. Beberapa kali kamu yang antar pesanan saya ke kantor. Kamu apa kabar? Masih belum dapat kerja juga?", sahut Tante Kinan ramah.

Saat mengantarkan pesanan Tante Kinan, memang Tante Kinan sempat bertanya apa Angga adalah pegawai Ibu Irma, namun Angga bercerita bahwa dia hanya membantu Ibu Irma sambil menunggu panggilan kerja.

"Tante masih inget aja, hehee.. Belum Tante, tadi saya sempat interview di salah satu perusahan, semoga aja saya diterima, saya masih disuruh menunggu lagi", ucap Angga sedikit malu karena ternyata Tante Kinan ingat padanya.

Angga pun beralih pada Hana, dia menanyakan bagaimana Ibu Irma bisa sampai dibawa rumah sakit, Hana pun menceritakannya dari awal bagaimana Ibunya sampai di rawat. Angga mendengarkan dengan seksama semua cerita Hana, dia pun bertanya kondisi Hana selama di rumah sakit, Angga tau perihal trauma Hana karena memang mereka berteman dari kecil.

Angga menawarkan diri untuk menjaga Ibu Irma di rumah sakit menggantikan Hana, karena dia tau Hana tidak nyaman jika harus berada di rumah sakit, tetapi Hana menolak, dia tidak ingin meninggalkan Ibunya dan lagipula Hana merasa tidak enak jika harus merepotkan Angga.

Tante Kinan yang melihat perdebatan mereka pun ikut bersuara untuk menengahi perdebatan mereka.

"Benar kata Angga Hana, lebih baik kalian bergantian menjaga Ibu Irma. Biarkan Angga malam ini menjaga Ibu kamu, kamu ikut Tante saja ke rumah Tante, besok kan kamu ambil rapor sekolah kamu sama Tante, jadi berangkatnya langsung dari rumah Tante saja selesai ambil rapor kamu kita langsung ke rumah sakit, bagaimana?", usul Tante Kinan pada Hana.

"Emhh.. apa tidak apa-apa Tante Hana nginep di rumah? Apa enggak merepotkan Tante? Hana benar-benar enggak enak Tante seharian ini Hana udah menyusahkan Tante Kinan", jawab Hana ragu.

"Kan Tante udah bilang Tante seneng kok bisa bantu kamu, Tante sama sekali enggak merasa disusahkan. Lagian kamu anaknya gak rewel, makannya gak banyak, gak masalah kok kalo kamu nginep semalam, dua malam, tiga malam juga", goda Tante Kinan membuat Hana dan Angga tertawa bersamaan.

"Ya udah kalo gitu Hana mau nginep di rumah Tante, maaf ya Tan, kalo Hana merepotkan nanti", ucap Hana.

Tak lama kemudian Ibu Irma terbangun dari tidurnya, Angga pun menyapanya. Mereka sejenak terlibat perbincangan ringan, sampai tiba saatnya adzan maghrib berkumandang mereka pun bergantian melaksanakan shalat maghrib, begitu pula dengan Ibu Irma, ia pun melaksanakan kewajibanya sebagai seorang muslimah meskipun hanya melakukannya di atas tempat tidur.

Selang berapa lama Dokter masuk ke kamar, dia pun kembali memeriksa keadaan Ibu Irma. Dokter pun menanyakan tiap keluhan yang dirasakan Ibu Irma akhir-akhir ini. Kemudian Dokter meminta suster yang menemani sang Dokter untuk kembali mengambil darah dan ditambah urine untuk dilakukan pengecekan di laboratrium.

Setelah memeriksa Ibu Irma Dokter mengatakan belum bisa memastikan apapun sakit yang diderita Ibu Irma. Dokter masih memerlukan beberapa tes agar bisa memastikan penyakit Ibu Irma. Meskipun Dokter sudah ada kecurigaan bahwa Ibu Irma menderita suatu pemyakit, namun Dokter masih belum mau memeberitaukan sebelum hasil tes membuktikan kecurigaannya.

Hana terlihat khawatir dengan apa yang diucapkan Dokter, namun ia berusaha menyembunyikan rasa khawatirnya dari orang-orang yang berada diruangan itu terlebih dari Ibunya.

Setelah berbicara pada Hana, Dokter dan beberapa suster yang mengikutinya pun permisi untuk keluar ruangan, hanya tinggal dua orang perawat yang bertugas untuk mengambil darah Ibu Irma. Selesai mengambil sample darah Bu Irma, seorang suster menghampiri Hana memberikan wadah kecil. Suster itu memberitaukan agar saat buang air kecil Ibu Irma harus menampungnya di wadah tersebut kemudian memberikan ke suster jaga, Hana pun mengangguk tanda mengerti. Setelah selesai melakukan tugasnya kedua suster itu pun keluar.

"Bu nanti kalo mau pipis, pipisnya taro sini ya", ucap Hana saat menghampiri Ibunya di ranjang.

"Kebetulan Nak, Ibu mau buang air kecil. Bisa tolong Ibu", pintu Ibu Irma. Saat Hana hendak mengambilkan pispot, Ibu Irma menolaknya, dia ingin buang air kecil di toilet saja karena menurutnya dia cukup kuat jika hanya ke toilet saja.

Hana pun memapah Ibunya ke toilet, di dalam toilet Hana membantu Ibunya untuk menampung urine di wadah yang diberikan suster tadi. Selesai buang air kecil dan sedikit membersihkan diri, Hana kembali memapah Ibunya menuju ranjang.

Setelah membenarkan posisi sang Ibu, Hana meminta izin untuk menginap di rumah Tante Kinan, dia menjelaskan akan kembali lagi ke rumah sakit setelah mengambil rapor di sekolahannya besok, dia juga bilang bahwa Angga sudah setuju akan menjaga Ibu Irma malam ini. Ibu Irma pun mengiyakan permintaan Hana, menurutnya akan lebih baik jika Hana tidak terlalu lama di rumah sakit.

Setelah mendapat izin, Hana dan Tante Kinan pun berpamitan pulang. Hana pun membawa sample urine untuk sekalian dia berikan kepada suster jaga.

"Nak Angga, kami pulang dulu. Nanti kalo ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi saya atau pun Hana yaa. Titip Ibu Irma ya Nak Angga!", ucap Tante Kinan sembari memberikan kartu namanya agar Angga menyimpan nomor ponsel Tante Kinan.

Hana pun mencium tangan serta wajah Ibunya, dia sebenarnya berat meninggalkan Ibunya di rumah sakit tanpa kehadirannya. Tapi apa yang Tante Kinan ucapkan benar, akan lebih mudah jika esok berangkat dari rumah Tante Kinan untuk mengambil rapor hasil belajarnya.

1
cocoms
😭😭😭😭😭😭😭
cocoms
tau nih thor hana terus yg terpuruk, raya jg harusnya kena azab👿👿👿
cocoms
sedih bacanya, tapi seneng suaminya perhatian
Apri yani
Kecewa
adi billal
ceritanya bagus.. enak mengalir
Almairaarsy: Terima kasih Kak 🥰🥰
total 1 replies
Anawahyu Fajrin
bagus thor,,lanjut
pena_sf:)
bodoh lo
Lala Kusumah
Alhamdulillah.... ceritanya bagus dan inspiratif buat kita yg sdh ber rumah tangga.... semangat berkarya Kak....
Lala Kusumah
pengen nonjok tuh si Raya... kaya lu setia aja...
pena_sf:)
siap siap di tinggalin abi raya malampir
pena_sf:)
cowoknya dodol ih
pena_sf:)
murahan ih lo raya
pena_sf:)
berarti nih cowok kayak si abi bukan cinta sama si raya tapi suka sama tubuhnya aja
pena_sf:)
si raya kayaknya cewek gak bener
🌻Ruby Kejora
Ga bikin karya baru lg kak fitri? Semangat Dan sukses bwt kk💐😄
Almairaarsy: akhir kisah kasih

mampir yaaaa
total 1 replies
Ayiinul Innoder's Magfirah
terbaik keren aku suka..
Kasma Aisya
kapan sih raya kena karmanya, kalau perlu mukanya hancur dan lumpu...😡😡😡
Kasma Aisya
Hana ninggalin aja si Abi, biar tahu rasa dia 😡😡😡
Kasma Aisya
Hana ninggalin aja si Abi...Masi banyak laki2 d luar sana
Uswatun Khasanah
nysesek nysekkk bgttt sakitttt mewekkkk banjirrr 😥😫😫😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!