JANGAN DI TUNGGU..
UPDATE TIDAK MENENTU KAPANNYA.. KARENA KESIBUKAN...
Saat SMA di pandang sebelah mata, di permalukan oleh orang yang disukai,di jadikan bahan tawaan karna penampilan yang culun dan di anggap miskin .
hingga memilih pergi, dan melupakan.
kembali dengan identitas asli, dan membuat banyak orang kagum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCA Ep26
2 munggu sudah berlalu
setelah kejadian itu, hubungan alena dan julian semakin dekat ,bahkan alena kini menerima julian sebagai kekasihnya.
setiap hari julian memberikan kabar, entah itu lewat pesan chat dan telepon. kadang alena merasa kesal dengan sikap julian yang menurutnya terlalu bucin itu.
kedua orang tua mereka juga sudah mengetahui perihal hubungan anak anaknya, awalnya arlan sangat cemas, namun di lihatnya perlakuan julian terhadap sang putri seperti sikapnya saat dulu dengan istrinya.
hanya saja romi masih tidak terima dengan hubungan sang adik, tapi tidak mau membuat adiknya kecewa. ia mencoba menerimanya namun enggan untuk dekat dekat julian.
"ekhem... kenapa kau senyum senyum sendiri?" tanya meta
ya kini alena sedang bersama meta untuk makan siang bersama, karena sangat jarang mereka bisa pergi bersama dan berbincang, akibat kesibukan masing masing.
"tidak apa, pesanlah makanannya biar aku yang bayar." ucap alena
mereka menikmati makanan dengan sangat lahap, setelah makan mereka mengobrol bersama masalah pribadi.
"alen, bagaimana hubunganmu dengan Julian. apakah kalian serius?" tanya meta dengan rasa penasaran.
"baik, kenapa tiba tiba kau bertanya tentang hubungan kami? apa kak romi menyuruhmu?"
"tidak tidak... ini tidak ada hubungannya dengan romi, aku hanya penasaran saja dengan hubungan kalian,"
drrrrrrt...drrttt
suara dering ponsel alena berbunyi, sudah bisa menebak siapa yang menelponnya, alena menghela nafasnya dan mengangkat telepon tersebut.
"hallo..."
--sayang kau dimana? aku ke kantormu tapi kata tia kau sedang bertemu seseorang.
"iya aku sedang bertemu seseorang, nanti aku akan hubungi kembali"
--tunggu dulu, kau sedang dengan siapa?.
"hmmm... dengan selingkuhanku"
tutttttttt......
telepon dimatikan sepihak dengan alena. biarkan saja julian berfikir demikian bodo amat menurut alena.
"hahaha.. kenapa kau berbohong alen ,jika dia salah paham bagaimana" meta menggelengkan kepalanya tak habis fikir dengan ucapan alena.
"tidak akan, dia sangat mencintaiku pasti percaya padaku," ucap alena dengan percaya diri.
julian yang mendengar itu menahan emosinya, bagaimana bisa alena terang terangkan mengucapkan selingkuh padanya.
julian tidak akan percaya begitu saja ,ia sangat mengenal alena ,tidak akan begitu mudah menyukai seseorang apa lagi selingkuh darinya.
dilihatnya arah gps alena sedang berada di sebuah tempat makan tak jauh dari kantornya.
"aku akan pergi sendiri.." ucap julian sebelum romi berbicara.
"baiklah," sahut ray pasrah ,karna kalau sudah begini julian tidak bisa di bantah.
alena dan meta masih asik mengobrol, tanpa tau akan kedatangan julian, mereka terlalu fokus dengan obrolan mereka.
julian yang sudah sampai tanpa membuang buang waktunya lagi untuk masuk ke dalam.
matanya menulusk ke semua pengunjung yang sedang makan. namun saat matanya melihat sosok wanita yang hampir saja membuatnya emosi sedang tersenyum dan tertawa, dalam sekejap perasaan marah itu hilang berganti dengan senyuman.
"kenapa berbohongku hmm...," julian datang langsung mencium pipi alena.
alena begitu terkejut mendapati julian yang berdiri di belakangnya dan mencium pipinya di depan umum.
bukan hanya julian yang terkejut, meta pun melebarkan matanya melihat pemandangan itu.
"kenapa kalian diam, lanjutkan saja." ucap julian tanpa rasa bersalah sama sekali.
"ke...kenapa kau bisa disini?" tanya alena.
"kenapa? tentu saja mau menghajar pria selingkuhan mu itu," jawab julian menatap alena.
meta mengerti kenapa julian muncul tiba tiba, ternyata ucapan sahabatnya ini sangat berpengaruhi bagi hati julian, sampai rela datang agar wanitanya tidak di ambil pria lain.
"astaga so sweet sekali calon adik ipar," kata meta.
mendengar itu julian mengembangkan senyumnya, adik ipar? akankah ia benar benar akan menjadi suami alena.
"kenapa kau percaya dengan ucapanku, aku hanya bercanda lian, astaga." alena tak habis fikir dengan julian yang terlihat seperti orang bodoh.
julian tidak menjawab hanya mencium gemas pipi alena.
meta yang melihatnya menggelengkan kepala, julian memang benar benar bucin kepada alena sama seperti romi jika kepadanya.
"inget masih ada aku, sayang sekali tunangan ku sedang sibuk dan tidak bisa datang," ucap alena
"sudahlah, apa kau sudah makan?" tanya alena pada julian.
"belum..." jawabnya dengan tersenyum pada alena.
"kau ini, meta maaf mengganggu acara cerita kita. aku pesankan kau makanan lian," kata alena mengusap lengan julian
"terimakasih sayang," julian mencium punggung tangan alena dengan sayang.
"ekhem.. sudahlah hentikan ke uwuan kalian di depanku, lebih baik aku menyusul romi di kantor saja. alena aku duluan, kalian nikmati hari ini berdua okey..."
"jangan seperti itu, gabunglah bersama" alena merasa tidak enak pada meta.
"hussttt.. sudahlah adik ipar, aku sangat merindukan kakakmu itu, aku pergi. julian tolong jaga adik iparku," meta dan alena bercipika cipiki sebelum berpisah.
"pasti, aku akan selalu menjaga kekasihku ini," sahut julian.
sepergian meta, alena langsung pesan makanan untuk julian, makanan kesukaan pria di sampingnya ini masih sangat ia ingat.
"kau masih ingat kesukaanku, ohh sayang kau masih mencintaiku," girang julian dengan senyum yang tak pernah lepas dari sudut bibirnya
"jika kau menggodaku lagi, lebih baik kau makan sendiri disini, aku akan pergi." ancam alena
"tidak tidak.. maafkan aku,"
skali2 pebinor lah stlh Yudis munculkan lagi Sam buat Julian cemburu masak Alena trs yg cemburu
Elin hanya mau hartanya saja, tidak mau Prianya
sukses...semangat
mksh