Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Mengundang Pergi Berdua
"Hadiah ulang tahun?" tanya lagi Arnet pada tuan Alex.
"Iya Nona Arnet." jawab Alex sembari menganggukkan kepala.
"Apakah Nona Arnet hari ini sedang sibuk?" tanya Alex yang diam-diam merencanakan sesuatu.
"Tidak tuan,ada apa tuan menanyakan hal itu?" tanya balik Arnet yang mulai berhati-hati, bukan ia takut tapi dia mulai merasa setiap ia pergi entah perasaan mulai merasa ada yang lain dengan pria yang ada di depannya.
"Jika boleh, saya hanya ingin meminta tolong." ucap Alex yang langsung menjelaskan apa yang ingin Alex katakan.
"Hadiah ulang tahun?"
"Iya Nona, mungkin dengan bantuan Nona akan mempermudah saya mencari hadiah yang lebih cocok." mendengar alasan itu Arnet hanya menganggukkan kepala.
"Baiklah akan saya bantu." mendengar jawaban itu Alex semakin bahagia, akhirnya ia dapat berdua dengan Arnet.
Pada akhirnya keduanya menuju toko perhiasan, yang langsung membuat Alex memandangi Arnet dari samping.
"Perhiasan?"
"Iya tuan, setiap wanita lebih menyukai hal-hal yang begitu cantik.Pasti Anda mengerti apa maksud saya." jawab Arnet yang akhirnya keduanya masuk kedalam toko perhiasan.
Arnet mulai melihat beberapa perhiasan yang tertata rapi di meja etalase,"Silakan Anda pilih." ucap Arnet yang mempersilakan tuan Alex untuk memilih.
"Menurut Anda mana yang lebih bagus?" tanya Alex yang bingung mencari perhiasan yang cocok untuk hadiah ulang tahun untuk keponakannya.
"Ini lebih bagus." kata Arnet sembari menunjuk kearah perhiasan itu.
"Baiklah." jawab Alex yang akhirnya Alex langsung dilayani oleh pelayan di toko perhiasan itu.
"Apa ada yang lain tuan?" tanya pelayan toko itu.
"Sepertinya itu sudah cukup." jawab Alex yang langsung memilih perhiasan itu.
"Ada juga cincin yang seperti cocok untuk tuan dan Nona." Seketika Arnet terdiam mendengar perkataan pelayan itu.
"Maksudnya cocok bagaimana?" tanya balik Arnet yang terlihat bingung dengan apa yang diucapkan oleh pelayan itu.
"Toko kami juga menyediakan cincin berlian untuk pasangan kekasih seperti tuan dan Nona." Arnet langsung merespon dengan ekspresi bingung.
"Kekasih?" sekali lagi Arnet dibuat bingung dengan ucapan pelayan itu.
Alex sebenarnya memahami dengan apa yang pelayan itu katakan tentang mereka. Alex diam-diam membalas dengan sedikit senyuman mengira keduanya adalah pasangan kekasih oleh pelayan itu.
Sedangkan Arnet mulai memahami apa yang pelayan itu katakan, Arnet melirik kearah pria itu,"Mulai lagi." gumam Arnet yang tahu betul pelayan itu mengira mereka berdua adalah pasangan.
"Sepertinya untuk saat ini belum,mungkin nanti kami akan membelinya." jawab Alex yang langsung direspon dengan anggukkan kepala dari pelayan toko itu.
"Mohon di tunggu sebentar,akan kami bungkus pesanan tuan."pelayan itu langsung pergi dan kini hanya tinggal mereka berdua.
"Banyak orang mengira kita ini pasangan." ucap Arnet dengan nada kesal.
Alex hanya membalasnya dengan senyuman,"Jika nantinya terjadi bagaimana?" pertanyaan itu langsung membuat Arnet menatap tajam kearah Alex.
Arnet diam-diam merasa kesal mendengar pertanyaan itu dan Arnet lebih memilih menjauh dari pria itu.
Alex merasa jika wanita itu masih tak ingin menanggapi apa yang ia katakan, Arnet lebih memilih untuk menghindari dirinya.
"Jika kamu terus menghindari ku, maka aku akan selalu mendekatimu."batin Alex yang harus ekstra sabar untuk menaklukkan hati Arnet.
Alex tak akan menyerah begitu saja ,tapi dia akan berusaha mendekati hati Arnet dan ia sedang mencoba untuk menaklukkan hati wanita itu dengan pelan-pelan.
Setelah selesai belanja, mereka pun akhirnya berpisah."Terimakasih sudah membantu." ucap Alex pada Arnet.
"Sama-sama tuan." ucap Arnet yang sekedar membantu.
"Bolehkan saya bertanya sesuatu pada Anda?" tanya Alex yang langsung menjelaskan hal pada Arnet tentang rencananya itu.
"Apa , Anda mengundang saya untuk ikut menghadiri acara ulangtahun keponakan tuan?" Arnet tak menyangka jika ia di undang oleh pria itu.
"Iya Nona, bagaimana?" tanya Alex yang diam-diam mengharapkan Arnet bersedia untuk menghadiri acara bersama dirinya.
Arnet tak bisa berkata apa-apa,"Bagaimana Nona Arnet?" tanya Alex lagi yang sedang menunggu jawaban dari Arnet,dalam hatinya begitu mengharapkan semoga ia menerima tawaran yang ia berikan.
"Baiklah tuan,saya bersedia." jawab Arnet yang pada akhirnya menyetujui ajakan Alex, walaupun ia terpaksa mengikuti dan ia tak ingin membuat kecewa orang lain.Apalagi dia pergi untuk menghadiri acara ulangtahun bukan acara yang aneh-aneh.
Alex membalasnya dengan senyuman,"Baiklah Nona terimakasih atas kesediaan waktu Anda." jawab Alex yang tak sia-sia perlahan-lahan mendekati wanita yang mengusik hatinya.
Pada akhirnya mereka berdua berpisah,Alex tak bisa menyembunyikan rasa bahagia.Tanpa Alex sadari ada seseorang yang terus mengawasinya.
"Sepertinya hanya wanita itu yang bisa merubah hati tuan lebih bahagia,semoga saja sampai seterusnya akan seperti ini." batin Asistennya yang tak lain Zio asisten pribadinya sendiri.
"Kita pulang sekarang." Perintah Alex pada asistennya.
"Baik tuan." Jawab Zio yang segera mempersiapkan mobil untuk tuannya.
Sedangkan di posisi Arnet sekarang ia berada didalam mobil menuju arah pulang ke penthouse miliknya.
Sesekali Arnet menghela nafas, seperti ada beban yang menumpuk di kepalanya."Apa memang sengaja pria itu hanya ingin menganggu ku." batin Arnet yang masih memikirkan pria yang bernama Alex itu.
Arnet membuang pikiran yang tidak-tidak tentang pria itu,dirinya hanya ingin fokus untuk menjalankan bisnisnya yang sudah ia rintis.
Arnet sampai juga di penthouse miliknya,dan ia langsung istirahat didalam kamar miliknya.
Di tempat lain
"Apa kamu bilang,jadi rencana itu berhasil?" tanya Alex pada Zio.
"Iya tuan,bahkan kita tinggal menunggu kabar dari perusahaan di kota A." Mendengar informasi itu Alex terlihat begitu senang.
"Berita yang sangat bagus, tidak sia-sia kita melakukan kerjasama dengan mereka." ucap Alex yang tidak sia-sia perusahaan miliknya bisa bekerja sama dengan perusahaan itu.
"Tapi Anda harus berhati-hati,karena tuan James pun sama-sama mengincar kerjasama ini.Informasi yang saya dapatkan,jika tuan James menginginkan bisa bekerja sama dengan perusahaan ini.Tapi sayangnya penawaran itu langsung ditolak dan akhirnya perusahaan itu memilih kita tuan." mendengar nama pria itu disebut nampak ekspresi kesal pada wajah Alex.
"Biarkan saja,aku yakin dia tak akan berani menyentuh kita.Walaupun nantinya dia akan memakai cara licik pun aku akan menghentikannya." ucap Alex yang sudah siap-siap menghadapi tuan James yang benar-benar licik itu demi mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.
"Baiklah tuan saya mengerti." jawab Zio yang tahu betul tuannya tak akan tinggal diam dalam menyelesaikan permasalahan ini.Tuan Alex pun sudah terlalu sering menghadapi masalah seperti itu bahkan dengan musuhnya sendiri.
kapan pertemuan reuni biar ada booommm yg meledak
nanti gk terkejut itu temannya dan mantan kekasihnya bahwa arnet jauh lebih cantik
kenapa jovan nya gk pakai ruko arnet yg 6 itu kan bisa dibagi tu tempat rukonya
nanti adakah kerjasama antara arnet dan alex didlm perusahaan