NovelToon NovelToon
Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.

Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.

Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 Di Selamatkan

Amanda terus mengoceh sembari berjalan, di tengah ocehannya tiba-tiba saja ujung heelsnya jatuh kedalam sela-sela lobang yang terdapat di jalan membuatnya berlutut menghentikan langkahnya.

"Astaga, apalagi ini!" Amanda tampak begitu kesal berusaha untuk menarik heelsnya yang tetap saja terjebak.

"Please jangan membuat masalah, ayo dong come on," ucapnya dengan terus berusaha menarik keatas.

Tetapi Amanda tetap saja tidak bisa membantu dirinya sendiri. Di tengah langkahnya tiba-tiba saja seorang pengendara motor yang melaju begitu kencang.

Amanda terganggu mendengar suara tersebut dengan melihat pengendara motor tersebut semakin dekat. Amanda melotot, tampak panik ketika motor itu akan menabrak dirinya.

Sampai detik-detik hal itu terjadi, nyari saja Amanda tertabrak dan untung saja tangannya ditarik dengan cepat yang mampu meloloskan heelsnya dari lubang tersebut.

Renggggg

Pengendara motor itu menggas dan kemudian meninggalkan tempat tersebut dan Amanda bersama orang yang menariknya, terjatuh ke aspal dengan Amanda berada di atas tubuh pria tersebut yang tak lain adalah Egar.

Jantung Amanda berdebar kencang dengan wajahnya berada di dada bidang Egar dan sementara Egar kesulitan untuk duduk karena himpitan pada tubuhnya, membuat Egar mengangkat kepala bersamaan dengan Amanda yang mengangkat kepalanya secara perlahan dengan nafas naik turun.

Amanda tidak menyangka jika dia masih lolos dari maut dan orang yang menyelamatkannya Egar yang saat ini keduanya saling menatap membuat Amanda kesulitan menelan ludah.

"Kamu akan terus berada di atas tubuh saya?" tanya Egar dengan suara dingin mengalihkan keheningan diantara keduanya yang membuat Amanda langsung tersadar.

"Oh, maaf!" Amanda dengan cepat berusaha untuk duduk.

Tetapi sialnya hal itu justru tidak mudah, dia bahkan bergerak-gerak di atas tubuh Egar dan wajahnya semakin dekat dengan Egar, rambutnya yang merusak pemandangan Egar dan bahkan Egar kesulitan untuk melihat.

"Auhhhh....." setelah melakukan usaha yang akhirnya Amanda mampu untuk duduk tetapi harus menekan Egar, membuat pria yang tampak dingin itu hanya menahan sakit dengan memberikan ekspresinya.

"Ya, ampun maaf," Amanda menyadari jika sikunya menekan perut pria tersebut membuatnya kesakitan.

Egar mencoba untuk rileks dan kemudian duduk dengan keduanya yang satunya sama-sama duduk di aspal.

"Sungguh saya tidak sengaja melakukannya, maaf," ucap Amanda tampak tulus mengucapkan maaf tersebut.

"Kamu tidak apa-apa. Kan?" tanya Amanda.

Egar tidak menjawab dan langsung berdiri dengan merapikan sedikit jasnya.

"Lain kali hati-hati!" ucap Egar langsung pergi begitu saja.

"Hey tunggu!" Amanda memanggil Egar dengan buru-buru berdiri.

Amanda sampai berlari ketika hampir berhasil mengejar Egar, tetapi sayangnya heelsnya memang terlalu tinggi yang membuatnya kembali hampir jatuh dan untung saja Egar dengan sigap menahan tangannya yang membuat wanita itu tidak jadi tersungkur Kembali ke aspal.

Amanda kembali panik dengan tubuhnya yang hampir saja mencium atau setengah kayang dan sementara Egar sedikit membungkuk yang membuat mereka berdua kembali saling menatap.

Jalanan seketika menjadi hening seolah menyaksikan bagaimana kedua orang tersebut menatap begitu dalam. Amanda tidak mengerti dengan jantungnya yang berdebar begitu kencang, sampai beberapa detik kemudian Egar kembali membuyarkan suasana keheningan itu dengan menegakkan posisi berdiri Amanda.

"Apa kamu memang seperti ini setiap hari? ceroboh dan tidak takut apapun?"

"Hampir saja kamu tertabrak oleh motor itu dan sekarang kamu ingin melukai diri kamu lagi dan hampir saja terbentur aspal," ucap Emir.

"Hmmmm.... Aku hanya ingin mengejar kamu, bagaimanapun tadi kamu sudah menolongku, aku ingin mengucapkan terima kasih dan jika tidak ada kamu yang mungkin saja akan terjadi sesuatu hal yang buruk kepadaku, heelsnya tersangkut di lobang itu dan aku sudah berusaha untuk menariknya," ucap Amanda menjelaskan kepada Egar.

Amanda juga berbicara dengan baik dan lembut, tidak ada suara tinggi atau penegasan dalam kata-kata yang diucapkan.

"Lalu bagaimana keadaan kamu? Apa ada yang terluka?" tanya Egar.

"Tidak, hanya saja karena dua kali keseleo membuat kakiku sedikit sakit, tetapi jangan khawatir ini tidak akan berpengaruh untuk melanjutkan syuting iklan besok," jawab Amanda menekankan terlebih dahulu kepada Egar, bahwa seperti apapun keadaannya dia akan tetap profesional.

"Baguslah jika kondisi kamu baik-baik saja," ucap Egar.

"Lalu kenapa kamu sendirian di sini? tadi Gina berpamitan kepadaku, mengatakan kalau dia pergi bersama kamu, lalu di mana Gina?" tanya Emir memang tidak melihat sekretarisnya itu.

"Gina sedang makan malam bersama dengan temannya, jadi kembali ke hotel dan ternyata aku sepertinya tersesat sampai terus berkeliaran di tempat ini tanpa menemukan jalan keluar," jawab Amanda.

"Begitu," sahut Egar mengangguk-anggukkan kepala.

"Saya akan ke hotel! jika tidak tahu jalan pulang, maka bisa ikut bersama saya!" ajak Egar ternyata menawarkan diri.

"Mau," Amanda dengan cepat menjawab dan bahkan terkesan begitu excited sekali membuat Egar mengerutkan dahi melihat wanita di hadapannya itu.

"Hmmmm, ya memang saya mau ikut, lagi pula tidak ada waktu untuk menolak atau gengsi untuk menolak aja kan tuan, karena saya memang tidak tahu jalan pulang," jelas Amanda agar tidak dianggap terlalu berlebihan.

"Oke, ayo! mobil saya ada di sana!" ajak Egar berjalan terlebih dahulu membuat Amanda menganggukkan kepala dengan cepat.

Amanda harus mempercepat langkahnya Egar yang berjalan cukup cepat. Jika tidak Amanda akan kembali tertinggal.

Untuk pertama kali akhirnya Amanda satu mobil dengan Egar, keduanya saat ini duduk di bagian depan dengan Egar yang menyetir sementara Amanda duduk di sebelahnya. Amanda menurunkan jendela kaca mobil yang ingin melihat gedung-gedung indah di Tokyo di malam hari.

Amanda bahkan mengambil ponselnya, entah apa yang menurutnya unik dijadikan sebagai koleksi pada galeri ponselnya, sesekali Egar menoleh ke arah Amanda tanpa memberi respon atau protes apa-apa.

"Ya, jika tuan menganggapku kampungan, itu hak tuan, tetapi memang harus jujur ini pertama kali saya berkunjung ke Jepang," ucap Amanda seolah-olah tahu apa yang dipikirkan oleh Egar.

"Saya tidak mengatakan apapun kepada kamu," sahut Egar.

"Tetapi dari ekspresi wajah tuan, terlihat sekali ada orang-orang wajah ingin menggibahi saya di dalam hati," ucap Amanda.

"Itu hanya perasaan kamu saja," sahut Egar.

Krukkk, Krukkk,

Ditengah pembicaraan itu tiba-tiba saja ada bunyi sesuatu yang sangat unik dari perut Amanda yang membuatnya menyadari hal itu dan langsung melihat ke arah bawah memegang perutnya.

"Kamu lapar?" tanya Egar.

"Ti-tidak," Amanda masih merasa malu dan tidak mengakui kepada Egar.

"1 Menit lagi di depan sana ada tempat makanan yang masih buka, Saya akan makan dan juga mau kamu bisa makan juga," ucap Egar.

"Ya, terserah saja, saya penumpang dan hanya mengikut saja," sahut Amanda yang masih tetap gengsi dan tidak mengakui bahwa dia lapar.

Bersambung....

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉
Ma Em
Semangat Amanda kamu pasti bisa mengambil hak kamu perusahaan yg sdh dikuasai pelakor dan anak2 nya , semoga dimudahkan dan dilancarkan usaha Amanda untuk mengambil kembali perusahaan nya dan bisa menyingkirkan mereka semua .
Ma Em
Amanda mungkin lelaki yg sering kamu temui itu adalah lelaki yg akan menjadi pasangan hdp mu Amanda , ternyata rumah tangga Reno dgn Sisil sepertinya tdk bahagia bahkan sering bertengkar , ternyata Reno menikah dgn Sisil sering bertengkar dikira setelah melepaskan Amanda Reno akan bahagia dgn Sisil wanita pilihan Reno , mungkin itu balasan Sisil karena sdh menyakiti Amanda sehingga rumah tangganya juga tdk bahagia .
Ma Em
Semoga Amanda segera mengetahui perselingkuhan Reno dgn Sisil .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!