NovelToon NovelToon
TAHTA DARI PARA BUANGAN

TAHTA DARI PARA BUANGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi
Popularitas:681
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya.
Yang lemah diinjak. Yang gagal dibuang.
Ardan memahami itu sejak hari pertama ia terlempar ke dunia asing bersama satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya—Revan.
Tidak memiliki bakat langit.
Tidak memiliki garis darah legendaris.
Bahkan tidak memiliki sekte untuk berlindung.
Namun Ardan memiliki sesuatu yang lebih berbahaya.
Cara berpikir seorang pemimpin.
Saat para kultivator mengejar kekuatan pribadi, Ardan mulai membangun sesuatu yang lebih besar—kekuasaan.
Ia mengumpulkan para buangan.
Orang-orang gagal.
Mereka yang dihancurkan dunia kultivasi.
Dan dari tangan orang-orang yang dianggap sampah itulah, sebuah kekuatan perlahan lahir.
Sebuah organisasi yang akan mengguncang sekte, kerajaan, bahkan seluruh dunia kultivasi.
Karena terkadang…
monster paling menakutkan bukanlah petarung terkuat.
Melainkan seseorang yang mampu membuat dunia bergerak sesuai keinginannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

revan kehilangan kendali

setelah usaha yang ia lakukan, ardan akhirnya menyerah.

ia menatap langit, bibirnya melengkung.

"apa aku akan mati kehabisan darah" ungkapnya dengan wajah semakin memucat.

di saat seperti ini, tiba tiba ardan mencoba mengingat kenangan yang ia miliki.

semua kenangan baik atau buruk terlintas di pikirannya.

saat sedang merenung, ardan tiba tiba mengingat kata kata revan 8 tahun lalu. saat ardan mulai kecanduan novel.

"dan, kau tau gak. tadi aku membaca novel orang bisa nyembuhin dirinya sendiri makek kekuatannya, padahal tangannya udah putus tapi bisa nyambung lagi" ungkap revan dengan semangat.

mengingat hal ini, ardan sedikit membuka matanya.

"aku tidak boleh mati, jika mati lalu bagaiamana dengan si bodoh itu."

ardan mengalirkan, qi miliknya ke bagian kaki.

walaupun tidak langsung sembuh tapi darah yang terus mengalir mulai berhenti perlahan.

luka luka yang ia miliki sebelumnya juga mulai menghilang.

di tempat pertarungan.

han luo dan han li menghampiri revan.

saat mendekat, tiba tiba tato tadi kembali bersinar.

tiba tiba ia mulai memegang kepalanya sendiri.

revan menatap, han luo dan han li.

"jangan mendekat, kalian menjauhlah" teriak revan.

han luo, mengangkat han li untuk mundur, bahkan mereka mulai menjauh.

"ada apa yah, kenapa kita lari. bukannya masih ada kak revan dan kak ardan yang terluka" tanya han li.

han luo tidak menjawab dia hanya fokus melarikan diri.

suara, kencang terdengar dari belang mereka.

di sertai raungan kesakitan.

"keluar, keluar" bunyi raungan itu.

semakin lama, suara itu semakin mendekat lalu menghilang.

walaupun sudah menghilang, han luo tidak berhenti.

tiba tiba, han luo merasa ada bahaya di sampingnya.

saat ia menoleh, ia melihat revan dengan mata merah sudah mengayunkan pedangnya, tentu ia langsung berhenti.

melempar han li ke belakangnya, dan membuat gestur bertahan.

kekuatan han luo meletus, dua kekuatan pembukaan qi beradu.

saat dia kekuatan, berbenturan.

daun daun, mulai menyebar.

bunyi nyaring membuat, burung burung mulai bertebaran.

"nak revan, sadarkah" ucap han luo.

tapi revan tidak merespon, wajahnya tetap datar.

"tidak berhasil" gumam han luo.

perlahan, kaki han luo bergeser mundur.

lalu ia mengayunkannya tepat ke arah perut bagian kiri revan.

tanpa mengubah ekspresinya, revan mengkat satu kakinya.

menahan, serangan itu dengan mudah.

"lemah" suara keluar dari mulut revan.

suara ini, berat dan sedikit serak.

jauh berbeda dengan suara revan.

setelah mengeluarkan suara itu.

pupil mata revan beralih ke beberapa ranting.

hanya dengan gerakan pupilnya, ranting ranting itu tiba tiba bergetar, dan terbang ke arah han luo.

han lup yang menyadari bahaya, ia langsung mundur ke dekat han li.

"han li, kembalilah. kalau bisa ajak nak ardan menjauh dari sini"

"tapi yah"

"han li, dengarkan ayah, revan yang ada di depan kita ini bukan revan yang sesungguhnya, ayah tidak yakin bisa menahannya" ucap han luo.

han li awalnya ragu, tapi setelah melihat revan.

ia mengangguk lalu berlari.

melihat, han li melarikan diri.

revan tersenyum.

"ingin kabur?" suara itu kembali dari mulut revan.

hanya dalam sekejap, tempat revan berdiri hanya menyisakan debu beterbangan.

daun daun mulai terhempas ke arah han li, seperti ada angin yang menerbangkannya.

han luo, juga tidak tinggal diam.

dia mengeratkan pegangan pedangnya, lalu ia menghilang.

ting.....

tepat, 3 meter di belakang han li.

percikan api kecil muncul di sertai riak aura menyebar.

han li tidak menoleh, ia hanya fokus berlari.

"lawanmu adalah aku" ucap han luo.

revan, sama sekali tidak menjawab.

ting...

ting....

Ting.....

percikan api terus terlihat di sana, di sertai ledakan suara yang terus terjadi.

karena, tadi sempat kabur ke arah yang berbeda dengan tempat ardan.

jadinya perjalanan han li tidaklah singkat.

jaraknya dengan posisi ardan kini, hampir satu mil.

saat berlari, tiba tiba ada satu serigala yang menyerangnya.

walaupun hanya binatang biasa, tapi posisi han li tidak dalam mode siaga.

akibatnya lengan kirinya terkena gigitan serigala itu.

han li berguling bersama serigala yang tengah Menggigitnya.

dengan cepat, han li menarik pedang dari sarungnya.

menusuk tepat di jantung serigala.

serigala itu sempat meraung.

setelah lepas dari satu serigala.

ada 3 serigala lain yang menghadangnya.

han li memegang lengan kiri sembari menatap serigala itu.

3 serigala, tanpa aba aba langsung menyerang.

"Bao muncul" ungkap han li setelah membuat segel dengan darahnya.

satu sosok kelinci muncul di sana.

kelinci itu menatap 3 serigala yang mendekat.

tanpa perintah, kelinci itu langsung melesat.

tanpa terduga, kecepatan kelinci ini jauh melebihi kecepatan kelinci pada umumnya.

setelah 3 serigala di hadang oleh kelinci, han li kembali berlari, sembari terus memegang lengan kirinya sambil mengalirkan qi penumbuh.

walaupun, berkali kali qi yang ia alirkan terputus karena fokus yang buyar.

han li tetap berusaha.

beruntunya, han li bisa sampai walaupun itu hampir memakan waktu 15 menit.

saat sampai han li melihat ardan yang sedang terduduk sembari terus menatap kakinya.

han li langsung mendekat, ia memegang kaki ardan sembari mengalirkan qi lembutnya.

"ada apa han li" tanya ardan melihat wajah han li yang panik.

han li tidak, menjawab. ia hanya fokus kepada luka ardan.

uhuk...

han li memuntahkan darah.

"jangan di paksakan" ucap ardan sembari menarik kakinya yang kini telah utuh kembali.

"tidak apa apa kak, aku masih bisa melanjutkannya qi milikku masih cukup" ucap han li yang kini sudah pucat.

ardan menggeleng.

"tidak, kau terlalu memaksakan diri. memangnya ada apa sampai kau terburu buru"

"kakak revan tina tiba, menggila. ia ingin membunuh kita, sekarang ayah tengah menahannya. kita harus pergi"

"revan mengila, bagaimana bisa" ucap ardan.

han li mengangguk.

"aku juga tidak tau, tapi setelah pingsan. kak revan tidak mengenali siapapun dan menyerang kami dengan niat membunuh"

ardan dengan sepontan berdiri.

"tunjukkan di mana dia sekarang" tanya ardan.

"tapi kak. kak revan benar benar menggila, jika kita memaksakan diri ke sana dia pasti akan membunuh kita"

"tidak masalah, aku mengenal dia. dia tidak mungkin membunuh orang terdekatnya"

"tapi itu bukan kak revan lagi, tubuhnya di ambil alih"

"revan tetaplah revan, sekarang antar aku ke sana saja" ungkap ardan.

han li tidak memiliki pilihan lain, dia akhirnya menuntun ardan.

perjalanan mereka tidaklah sebentar, apalagi dengan kondisi han li yang kehabisan energi dan ardan yang masih belum sembuh.

dengan kondisi itu mereka hampir memakan waktu lebih dari 15 menit, saat sampai.

"ayah" teriak han li.

dengan lemah, han li mencoba menghampiri ayahnya yang telah berlumuran darah.

han luo menoleh.

tapi revan juga menoleh dengan senyum aneh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!