NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Negosiasi di Batas Malam dan Pintu yang Terbuka

​"Lo pikir dengan duduk di kursi besi itu semalaman, darah di dahi anak gue bisa mendadak kering, hah?"

​Suara berat dan berwibawa itu tiba-tiba memecah keheningan koridor rumah sakit yang mencekam. Declan yang sejak tadi memejamkan mata langsung tersentak, menegakkan tubuhnya. Di depannya, berdiri pria paruh baya berjas hitam mahal dengan cerutu yang sudah mati di sela jarinya. Pria itu menatap Declan dengan pandangan yang begitu tajam, memancarkan aura kegelapan yang mutlak. Para penjaga berjas hitam dengan lambang naga perak di sekitar koridor langsung menunduk hormat dengan serentak.

​Declan berdiri, tidak gentar sedikit pun meski kemeja hitamnya masih compang-camping akibat duri jurang. "Jadi lo... Om... maksud gue, Ketua dari orang-orang ini?"

​Pria paruh baya itu terkekeh sinis, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa dua langkah. "Gak usah sok formal, Bryer. Di depan kamera lo boleh akting jadi suami pelindung, tapi di depan gue, lo cuma bocah agensi yang kebetulan beruntung bisa megang tangan putri kesayangan gue tanpa gue patahin."

​"Kalau lo beneran peduli sama dia sebagai putrinya, kenapa lo biarkan dia sendirian sampai jatuh ke jurang sore tadi?!" balas Declan ketus, suaranya meninggi menuntut penjelasan. "Kekuasaan lo yang katanya tak terbatas itu ke mana pas jalang Maura itu dorong Sienna?!"

​Sret!

​Dua orang pengawal di belakang pria itu langsung bergerak maju, tangan mereka menyusup ke balik jas hendak menarik senjata. Namun, sang ketua mafia hanya mengangkat tangan kirinya santai, menghentikan pergerakan anak buahnya.

​"Mulut lo boleh juga, Bryer. Persis kayak bokap lo dulu sebelum perusahaannya gue hancurin setengahnya," ucap pria itu dengan senyuman miring yang mengerikan. "Gue gak butuh pertanggungjawaban dari lo soal kecelakaan sore tadi. Detik ini juga, gue bisa seret Maura dan seluruh keluarga Jasper ke dasar laut kalau gue mau. Tapi anak gue... Sienna... dia terlalu mencintai dunia hiburan bodoh ini. Gue cuma menghargai keinginannya."

​Declan mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras mendengar nama keluarganya dibawa-bawa. "Sienna aman sekarang. Dokter bilang dia cuma syok dan butuh istirahat. Jadi, biarkan gue masuk buat nemenin dia."

​"Masuk sebagai apa? Suami kontrak?" tanya sang Ketua, nadanya meremehkan penuh penekanan. "Gue udah baca surat perjanjian sialan yang lo tanda tangani. Lo cuma manfaatin anak gue buat bersihin nama lo dari skandal Milan, kan?"

​"Awalnya iya," jawab Declan tegas, sepasang mata tajamnya menatap lurus tanpa ada keraguan sedikit pun di hadapan sang penguasa bawah tanah. "Tapi sekarang gak lagi. Kontrak itu gak ada artinya buat gue sejak sore tadi. Gue meluk dia di dasar jurang bukan karena perintah sutradara, tapi karena gue gak bisa bayangin hidup gue tanpa denger omelan cerewet dia lagi."

​Pria paruh baya itu terdiam sesaat, memperhatikan kilat mata Declan yang dipenuhi ketulusan yang murni di balik kemarahan. Keheningan malam di koridor itu terasa semakin berat selama beberapa detik.

​"Bicara itu gampang, anak muda," ucap sang Ketua akhirnya, memecah kecanggungan. "Edrick Jasper juga pernah ngomong manis kayak gitu sebelum dia khianatin Sienna demi ambisinya sendiri. Apa jaminan lo kalau lo gak bakal kayak dia?"

​Declan melangkah satu kali ke depan, memangkas jarak mereka. "Jaminan gue adalah rekaman pengakuan Maura yang ada di tangan gue sekarang. Besok pagi, gue sendiri yang bakal hancurin Edrick dan Maura di depan jutaan penonton live stream. Gue gak bakal pakai cara kotor lo yang main belakang, gue bakal bikin mereka merangkak minta maaf di bawah kaki Sienna lewat jalur resmi."

​Sang Ketua mafia menatap Declan lekat-lekat, lalu senyuman tipis yang sulit diartikan muncul di wajah tegasnya. Dia berbalik memunggungi Declan, berjalan ke arah pintu kamar rawat Sienna. "Pintu kamarnya gak dikunci dari dalam, Bryer."

​Declan tertegun. "Hah? Maksud lo?"

​"Gue kasih lo waktu sampai besok pagi jam tujuh sebelum kru tv lo dateng buat syuting wawancara," ucap sang Ketua tanpa menoleh, melambaikan tangannya memberikan isyarat pada seluruh anak buahnya. "Kalau besok pagi gue liat muka Edrick masih bisa tersenyum di layar monitor... gue sendiri yang bakal patahin kaki lo dan bawa Sienna pulang ke markas besar gue. Paham?"

​"Gak usah lo suruh, gue emang mau bikin bajingan itu nangis besok pagi," ketus Declan tanpa beban.

​"Bagus. Sana masuk. Anak gue kalau bangun tidur biasanya rewel minta air anget, jangan sampai lo telat ngasih," sahut sang Ketua dengan nada yang mendadak melunak seperti seorang ayah biasa, sebelum berjalan pergi meninggalkan koridor diikuti oleh belasan pengawalnya yang bergerak sunyi bagai hantu malam.

​Declan mengembuskan napas panjang yang terasa sangat lega. Dia merapikan kemejanya sebisanya, lalu berjalan mendekati pintu kamar rawat nomor 701 itu. Tangannya yang besar memegang knop pintu kuningan, memutarnya perlahan dengan gerakan yang sangat pelan agar tidak menimbulkan suara bising.

​Cklek.

​Pintu terbuka. Suasana di dalam kamar rawat itu sangat tenang dan hangat, hanya diterangi oleh pendar lampu tidur berwarna kekuningan di sudut ruangan. Aroma antiseptik bercampur dengan wangi minyak kayu putih yang tadi sore dia pakaikan ke tubuh Sienna langsung menyambut indra penciumannya.

​Di atas ranjang rumah sakit yang putih, Sienna terbaring diam. Sebuah perban putih bersih melingkari dahinya, menutupi luka goresan tebing. Wajah cantiknya tampak jauh lebih tenang dibandingkan sore tadi, meski hidung mungilnya masih terlihat sedikit memerah karena flu yang belum sepenuhnya sembuh.

​Declan berjalan mendekat dengan langkah kaki yang sangat pelan, hampir tanpa suara di atas lantai vinil. Dia menarik sebuah kursi lipat di samping ranjang, lalu duduk di sana. Matanya tidak sekalipun beralih dari wajah polos sang istri kontrak yang kini tampak sangat rapuh tanpa jiwa cegilnya yang biasanya berisik.

​Declan mengulurkan tangannya yang dipenuhi goresan luka kering, perlahan menggenggam jemari mungil Sienna yang bebas dari jarum infus. Tangan cewek itu masih terasa agak dingin, membuat Declan refleks mempererat genggamannya, menyalurkan kehangatan tubuhnya sendiri ke dalam sela-sela jari Sienna.

​"Gue di sini, Rose," bisik Declan sangat rendah, nyaris seperti embusan angin malam di dalam kamar yang sunyi itu. "Gak akan ada yang bisa nyentuh lo lagi. Tidur yang nyenyak."

​Tepat saat Declan hendak menarik kembali tangannya untuk membetulkan letak selimut Sienna, jemari mungil di dalam genggamannya tiba-tiba bergerak sedikit. Kelopak mata Sienna bergetar pelan sebelum akhirnya terbuka perlahan, menampilkan sepasang mata kucing yang masih tampak sayu dan buram di bawah pendar lampu temaram.

​Sienna mengerjap beberapa kali, menatap langit-langit kamar sebelum pandangannya turun dan terkunci pada sosok kemeja compang-camping di samping tempat tidurnya.

​"D... Declan?" cicit Sienna dengan suara yang sangat lemas, parau, dan tentu saja... masih sangat sengau.

1
Aidil Kenzie Zie
kok Siena panggil Tante sama maknya tor🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: oopppssss .... makasih atas kejeliannya.
maafkan othor salah 🙏🙏🙏♥️♥️
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Ariska Kamisa: siap kakak👍
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si jalang cari mati 😡😡😡
Ariska Kamisa: sabar ya kak🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
penasaran sama masa lalunya mereka 🤔🤔
Ariska Kamisa: Hehe, sabar ya kak 🤭. Masa lalu mereka penuh cerita yang belum terungkap. Nanti sedikit demi sedikit bakal terjawab kok, jadi stay read terus yaa ❤️✨
total 1 replies
umie chaby_ba
eitts ... kisseu??🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
satu-satunya ga tuh sienna ciyee
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kenapa harus bungkam sih? udah sih dec langsung ngaku aja
Ariska Kamisa: mungkin ada ketakutan lain
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
edrick yang mantannya sienna?
Ariska Kamisa: betul sekali🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah mantan atau cinta yang tidak tersampaikan nih Thor
Ariska Kamisa: seperti cinta yang terpaksa dia pendam
total 1 replies
umie chaby_ba
sienna mulai jatuh cinta 🤭
Ariska Kamisa: udh bergetar hatinya kak🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
aslinya bukan sekedar akting kali ah
Ariska Kamisa: lebih dari hati banget gitu yaa aktingnya🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Declan ini beneran apa akting🤣
umie chaby_ba
ini benci jadi cinta mesti..
Ariska Kamisa: betul kak...
total 1 replies
umie chaby_ba
mampir kesini deh🤭
Ariska Kamisa: terimakasih kak,
stay read yaa🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
duh.. penasaran kelanjutan nya nih.. si Edrick udh masuk /Whimper/
Ariska Kamisa: stay read ya kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
kocaghh sih Sienna Sienna liat sikon ngapa 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar sienna 🤭
total 1 replies
Aldah Karisa
wow wow akhirnya ciuman juga mereka 🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aldah Karisa
cerita nya bagus nih...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjutkan thor
Ariska Kamisa: siap kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!