NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Matahari

Sistem Dewa Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Aditya Pratama, pemuda yatim piatu yang dihina keluarga angkatnya, bekerja sebagai cleaning service di perusahaan konglomerat Pradipa Group. Hidupnya jungkir balik ketika secara tak sengaja menemukan liontin kuno di ruang rahasia sang pemilik perusahaan—yang ternyata adalah pusaka terakhir dari era dewa-dewa. Liontin itu mengaktifkan "Sistem Dewa Matahari", memberinya kemampuan melampaui nalar manusia. Dengan sistem ini, Aditya bertekad membalaskan dendam keluarganya, menaklukkan panggung dunia, dan menyingkap misteri di balik hilangnya para dewa 10.000 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Tameng di Balik Bayangan

"Kolektor?" Maya mengulang nama itu dengan nada dingin. "Aku belum pernah dengar nama itu."

Mereka bertiga sudah kembali ke Villa Pradipa. Kakek Wijaya mendengarkan dari kursi rodanya, wajahnya muram. Di luar, hujan gerimis mulai turun, mengetuk jendela dengan irama pelan.

"Dia bukan orang sembarangan," Kakek Wijaya angkat bicara. "Kolektor adalah pedagang artefak gelap paling berpengaruh di Asia Tenggara. Koleksinya bukan cuma benda antik biasa—tapi pusaka-pusaka dari era kultivator kuno. Dia punya jaringan dari Jakarta sampai Hong Kong."

"Dan dia simpan Tameng Bumi?" tanya Aditya.

"Kalau Helios benar, ya. Tameng Bumi adalah pusaka keempat yang dicuri dari keluarga pemegangnya 20 tahun lalu. Keluarga itu sekarang sudah punah." Kakek Wijaya menghela napas. "Kalau Kolektor yang menyimpannya, kita berhadapan dengan musuh yang tidak punya afiliasi dengan Kartel Lotus atau Putra Senja. Dia pemain independen."

"Itu lebih baik atau lebih buruk?" tanya Alesha.

"Lebih berbahaya. Dia tidak punya kode etik. Hanya transaksi."

Maya menyilangkan tangan. "Kalau dia pedagang, kita bisa beli Tameng Bumi darinya."

"Tidak semudah itu. Kolektor tidak menjual pusaka. Dia mengoleksinya. Satu-satunya cara mendapatkan barang darinya adalah dengan pertukaran—atau pencurian." Kakek Wijaya menatap mereka satu per satu. "Dan pencurian dari Kolektor berarti masuk ke sarangnya. Pulau pribadi di Kepulauan Seribu. Dijaga oleh pasukan bayaran dan dua kultivator level 12."

Aditya bersiul pelan. "Level 12. Dua lagi."

"Helios menyebutkan Kolektor akan hadir di acara amal besok malam. Sendirian," Alesha memotong. "Itu bisa jadi kesempatan."

"Atau jebakan," Maya mengingatkan.

"Kita tidak akan tahu sampai kita ke sana." Aditya membuka Toko Sistem di panelnya. "Tapi sebelum itu, aku perlu belanja."

---

TOKO SISTEM DEWA MATAHARI

Koin: 8210

Item yang dibeli:

· Jubah Senyap: 2000 Koin (Mengurangi deteksi aura kultivator sebesar 80%)

· Skill Book: Mind Shield: 1500 Koin (Melindungi pikiran dari manipulasi mental hingga level 12)

· Pil Pemulihan Luka Level 3: 800 Koin x2

· Kalung Pelacak: 500 Koin (Sepasang, radius 100 km)

Total: 5600 Koin. Sisa: 2610 Koin.

Aditya menyerahkan satu kalung pada Alesha dan satu lagi pada Maya. "Kalau ada apa-apa, kita bisa tahu posisi masing-masing."

---

Acara amal di Hotel Grand Sahid berlangsung meriah. Lampu-lampu kristal berkilauan. Para tamu berjas dan bergaun malam berbaur dengan pengusaha, filantropis, dan tokoh masyarakat. Aditya masuk lewat pintu servis, Jubah Senyap menyamarkan auranya. Alesha tiba sebagai tamu resmi dengan gaun malam merah marun.

All-Seeing Eye diaktifkan.

Area: Ballroom Hotel Grand Sahid.

Total Tamu: 234.

Kultivator terdeteksi: 3.

· Target 1: Level 4 (asisten Kolektor).

· Target 2: Level 9 (pengawal pribadi tamu undangan).

· Target 3: Level 8 (berdiri di sudut bar, afiliasi tidak diketahui).

Target Utama: Kolektor. Nama asli: Markus Tanujaya.

Level: 0 (manusia biasa, namun dilengkapi artefak pelindung kelas tinggi).

Lokasi Tameng Bumi: Tidak dibawa. Masih di pulau pribadi.

Kelemahan: Kolektor memiliki obsesi terhadap benda langka. Akan tergoda oleh tawaran pertukaran.

"Tameng Bumi tidak dibawa," bisik Aditya melalui earpiece. "Tapi Kolektor punya kelemahan: dia kolektor obsesif. Tawaran benda langka bisa membuatnya lengah."

"Apa yang bisa kita tawarkan?" jawab Alesha dari seberang ruangan.

Aditya berpikir sejenak. Liontin Surya terlalu berharga. Pedang Kayu Matahari terlalu terikat padanya. Tapi...

"Aku punya sesuatu dari sistem."

Ia membuka Toko Sistem, mencari item yang cukup langka untuk menggoda seorang kolektor.

Item tersedia: Bunga Api Matahari—bunga buatan dari energi murni. Tidak layu. Bersinar dalam gelap. Hanya bisa dibuat oleh sistem. Harga: 300 Koin.

Itu tidak punya kekuatan tempur. Tapi bagi seorang kolektor, benda yang tidak bisa ditemukan di mana pun di dunia ini...

"Sempurna."

---

Aditya mendekati Kolektor yang sedang berdiri sendirian di balkon, menjauhi keramaian. Markus Tanujaya adalah pria setengah baya dengan rambut perak rapi dan jas mahakarya penjahit Italia. Matanya—satu cokelat, satu lagi biru—menatap Aditya dengan ketertarikan yang terukur.

"Kau bukan tamu undangan," katanya tanpa basa-basi. "Jubahmu memang menyamarkan aura, tapi caramu berjalan—terlalu waspada. Kau kultivator."

Aditya tersenyum. "Kolektor Markus Tanujaya. Reputasi Anda mendahului."

"Aku tidak kenal kau."

"Nama saya Aditya Pratama. Saya datang membawa tawaran." Aditya mengeluarkan Bunga Api Matahari dari sakunya. Bunga mungil itu melayang di atas telapak tangannya, kelopaknya terbuat dari cahaya jingga yang berdenyut pelan.

Mata Kolektor membelalak. "Apa itu?"

"Bunga Api Matahari. Dibuat dari energi murni. Tidak layu, tidak mati, tidak bisa ditiru. Satu-satunya di dunia."

Kolektor mengulurkan tangan, lalu menariknya kembali—menahan diri. "Apa maumu?"

"Informasi. Tentang Tameng Bumi. Di mana tepatnya di pulau Anda? Bagaimana sistem keamanannya? Dan yang lebih penting..." Aditya menatap mata Kolektor, "...siapa yang menjual Tameng Bumi pada Anda 20 tahun lalu?"

"Kau minta banyak sekali."

"Bunga ini juga tidak sedikit nilainya. Untuk seorang kolektor sejati, memiliki sesuatu yang tidak dimiliki siapa pun di dunia..." Aditya membiarkan kalimatnya menggantung.

Kolektor menatap bunga itu. Lalu menatap Aditya. Bibirnya melengkungkan senyum tipis.

"Tameng Bumi ada di brankas bawah tanah di pulauku. Dijaga oleh dua kultivator level 12, kembar—Kala dan Kali. Mereka tidur di depan brankas. Tidak pernah lengah." Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kunci kuno berukir. "Tapi brankas itu tidak bisa dibuka dengan kunci biasa. Ini kunci duplikatnya. Tidak akan membuka brankas, tapi bisa membuka pintu rahasia di sampingnya—jalan tikus yang bahkan Kala dan Kali tidak tahu."

Aditya menerima kunci itu. "Kenapa kau berikan ini padaku?"

"Karena aku lelah." Wajah Kolektor berubah—ada kelelahan di balik topeng pengusahanya. "Aku sudah 40 tahun mengoleksi pusaka. Dan 40 tahun itu aku juga dikejar-kejar oleh orang seperti Sang Pengumpul. Tameng Bumi adalah benda terakhir yang kusimpan. Aku ingin bebas."

"Dan bunga ini?"

"Anggap saja hadiah pensiun." Kolektor mengambil Bunga Api Matahari dengan hati-hati. "Tapi ingat, Nak. Kala dan Kali bukan lawan yang bisa kau hadapi sendirian. Kau perlu tim. Dan kau perlu lebih kuat dari sekarang."

---

DING!

Misi Baru: Curi Tameng Bumi dari Pulau Kolektor.

Hadiah: 3000 Koin, Tameng Bumi (otomatis didapat jika berhasil).

Catatan: Lawan—Kala dan Kali, level 12. Pertarungan tidak bisa dihindari.

Aditya keluar ke balkon, tempat Alesha sudah menunggu. "Aku dapat kunci duplikat dan informasi. Maya harus bersiap menyusup ke pulau besok malam."

Alesha menatapnya. "Kau kasih bunga pada Kolektor?"

"Itu transaksi."

"Itu romantis. Untuk seorang kolektor tua."

Maya menyahut dari earpiece: "Aku dengar semua. Pulau, Kala dan Kali, brankas bawah tanah. Aku mulai siapkan perlengkapan."

"Aku ikut," kata Aditya.

"Kau baru saja sembuh dari luka. Levelmu 9 melawan dua level 12."

"Itu kenapa aku harus ikut. Kau tidak bisa menghadapi mereka sendirian, Maya. Bahkan dengan Cincin Api." Aditya menatap langit malam. "Aku akan naikkan levelku malam ini."

1
Sebut Saja Chikal
hmmm dipikir" ada yg ilang. hadiah terima tawaran si alesha ko ga dapet. 500 koin + pil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨
Kak, Bisa Follow kembali, ada hal penting🙏
alexander
bagus ceritqnya
Davide David
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!