Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12 Misi Selesai
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Ting!
Misi selesai
[Selamat Anda berhasil menyelesaikan misi]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah obat yang bisa menyembuhkan wajah hingga 80%]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah obat yang bisa menyembuhkan kaki anak Anda hingga 70%]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah rumah]
[Selamat Anda mendapatkan uang 10.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 3000 poin]
[Saldo Anda: 13.475.000]
[Penampilan:4%]
[Pesona:4%]
[Kekuatan:4%]
[Kecepatan:4%]
[Kelincahan:4%]
[Pertahanan:4%]
[Kecerdasan:4%]
[Keberanian:4%]
[Poin: 3000]
[Level: 2]
Arhan berdiri mematung. Matanya tak berkedip menatap tulisan cahaya di udara itu. Tangannya tergantung lemas di samping tubuhnya.
"Apa... apa ini benar-benar nyata?" bisik Arhan dalam hati, suaranya bergetar hebat.
"Aku mendapatkan rumah... tempat tinggal yang layak untukku dan anakku... Dan obatnya... YA AMPUN OBATNYA!"
Tak terasa airmatanya tiba-tiba mengalir.
"Nak... Nakku sayang..." batin Arhan menangis bahagia, bayangan wajah anaknya yang selalu tersenyum meski kaki nya pincang terbayang di pelupuk mata. "Kau akan sembuh nak... Kau akan bisa berlari seperti anak-anak lain. Kau tidak akan pincang lagi... Ayah janji, kau akan hidup normal dan bahagia!"
Rasa sedih yang ia terima selama ini seakan sirna begitu saja digantikan oleh harapan baru yang begitu besar.
Sistem ini benar-benar malaikat penolong bagi hidupnya.
Di hadapan Arhan, beberapa warga yang tadi dengan galak mengejar dan ingin memukulinya kini berdiri dengan kepala tertunduk malu.
Wajah mereka penuh penyesalan. Setelah mendengar penjelasan dari dokter dan polisi, mereka baru sadar bahwa mereka telah menuduh orang baik secara membabi buta.
Salah satu pria yang tadi paling keras meneriakkan "Hajar dia!", kini maju selangkah dengan tangan terbuka meminta maaf.
"Maafkan kami ya Pak... sungguh kami sangat menyesal. Kami salah sangka, kami terbawa emosi. Kami tidak menyangka Bapak adalah pahlawan yang baru saja menyelamatkan nyawa orang. Kami sudah membuat Bapak dan pasien dalam bahaya karena kesalahpahaman kami," katanya dengan nada lembut dan bersalah.
Pria lain pun ikut menimpali, berusaha mencari kambing hitam untuk meredakan rasa bersalah mereka.
"Iya Pak! Itu semua gara-gara wanita tadi lho! Yang teriak-teriak bilang Bapak mau menculik! Dia yang bikin kami panik dan salah paham!" ucapnya sambil menunjuk ke arah mobil Gina yang sudah tak ada di situ.
Namun, ucapan mereka seakan tak terdengar oleh Arhan.
Arhan masih berdiri di tempat, matanya berkaca-kaca, ia mengepalkan tangannya dengan erat karena bahagia itu.
Melihat pemandangan itu, para warga menjadi terdiam kaku.
'Kenapa dia menangis?' pikir mereka bingung.
'Apakah dia sangat terharu karena kami minta maaf? Atau dia masih kesal dan syok habis dikejar-kejar?'
Suasana menjadi sangat canggung. Tidak ada yang berani bergerak atau bicara lagi.
Salah satu pria di belakang bahkan hanya bisa mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, bingung harus berbuat apa melihat pria tangguh yang tadi mengendarai motor kencang itu kini menangis seperti anak kecil.
Mereka tidak tahu, dan diam kebingungan.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...