Bruggg
"Auww,maafkan saya" ucap Maya sambil memunguti dokumen yang ber ceceran di lantai.
"Gunakan mata anda nona" Pekik Dirga menatap sinis gadis di depannya. Lalu berjalan pergi tanpa rasa bersalah.
"Dasar pria sombong! Dia yang nabrak malah gue yang di salahin!" Gerutu Maya sambil menatap kepergian pria aneh dan sombong itu.
**
Seorang gadis bernama Maya Adhis Vernata dia harus mengalami kehidupan yang sangat menyedihkan setelah kehilangan kedua orang tua nya. Dan sampai sekarang masih menjadi teka teki yang belum memiliki jawaban. Tapi, kehidupannya mungkin akan berangsur membaik setelah dia diterima kerja di perusahaan terbesar kota tersebut. Ya...Ambason Grup, entah angin datang darimana sehingga dia bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Namun tidak semudah itu, Maya harus berhadapan dengan Presdir Ambason Grup yang sesekali bersifat aneh dan terkadang mendekatinya. Huh...sangat menjengkelkan,padahal Presdir tersebut yang tak lain bernama Dirga Letture Ambason terkenal dengan sikap dingin dan arrogant nya. Jadi apa yang membuat tuan Dirga bersikap berbeda kepada nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MernaDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resepsi Pernikahan
"Yasudah kita pulang sekarang. Kalian berdua harus istirahat untuk acara nanti malam" tutur mama.
"Ahh, iya. Baiklah ayo kita pulang" Jawab Dirga.
"Sayang, Luna bolehkan ikut ke rumah? untuk membantu persiapanku nanti malam" tanya Maya kepada sang suami.
"Tentu boleh sayang" jawab Dirga melebarkan senyumannya.
"Fero kau bawalah Luna bersamamu" sambung Dirga seraya menatap sekretarisnya.
"Tapi tuan..." bantah Fero menggantungkan ucapannya.
"Kenapa sayang? apa ada masalah?" tanya nyonya Ambason, ia penasaran apa yang membuat Fero menolak perintah Dirga.
"Ahh tidak jadi bibi, baiklah Fero akan membawa Luna" jawab Fero memaksakan senyumannya.
Cihh malas sekali harus bersama dengan wanita ini!. Batin Fero, pria itu menatap sinis ke arah Luna.
Dasar gila, siapa juga yang mau bersama laki-laki menyebalkan sepertimu!. Gerutu Luna, ia memutar bola matanya.
Setelah itu mereka meninggalkan gereja dengan membawa mobil sendiri-sendiri. Tuan Ambason bersama istrinya, Dirga bersama Maya, dan juga Fero bersama Luna. Sedangkan beberapa pengurus mansion berada di satu mobil lainnya.
Di dalam mobil masing-masing dua pasangan suami istri itu saling berbincang hangat mengutarakan kebahagiaan satu sama lain. Tentu hal itu berbanding terbalik dengan Fero dan Luna, mereka berdua hanya diam saja dan tidak ada yang berniat membuka suara.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di kediaman Ambason, mansion itu terlihat sangat ramai. Para pengurus mansion sedang menyiapkan dekorasi dan keperluan lain untuk acara nanti malam.
Mereka semua menghentikan aktivitasnya sejenak untuk menyambut kedatangan tuan dan nona mudanya.
Dirga dan Maya berjalan di barisan paling depan, disusul kedua orang tuanya, dan juga Fero bersama Luna.
"Selamat menempuh kehidupan baru tuan, nona"
"Semoga kebahagiaan selalu bersama tuan dan nona"
Beberapa ucapan sekaligus do'a itu terucap dari pengurus mansion. Mereka ikut bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar jelas di wajah keduanya.
"Terimakasih" jawab Maya setiap mendengar ucapan selamat. Sedangkan Dirga hanya menganggukkan kepalanya.
**
Hari menjelang petang, persiapan di mansion sudah 90% dan sisanya adalah kedatangan para tamu.
Dirga dan Maya berada di ruang terpisah untuk di make-up oleh para make-up artist ternama yang merupakan sahabat dari nyonya Ambason.
Make-up natural dan balutan gaun putih membuat kecantikan Maya bertambah. Nyonya Ambason juga yang memilihkan gaun pengantin untuk sang menantu.
Maya bak seorang putri, dengan penampilannya yang sangat elegan.
Disisi lain Dirga juga sedang di make-up, jas hitam yang melekat di tubuhnya begitu apik. Apapun pakaian yang digunakan olehnya sama sekali tidak mengurangi ketampanannya.
Mereka menyiapkan diri tak luput dari bantuan sang sahabat masing-masing. Dirga dibantu Fero dan Maya dibantu Luna.
Penampilan Fero dan Luna juga tidak kalah elegan, yang menjadi keunikannya hari ini mereka sama-sama memakai baju berwarna hitam. Mereka terlihat sangat kompak mendampingi sepasang suami istri itu.
"Permisi non, tuan besar meminta nona segera turun" ucap salah satu pelayan.
"Baik bi" jawab Maya tersenyum.
Maya bersama Luna keluar bersamaan dari ruangan. Tampak jelas raut wajah Maya terlihat gugup.
"Lun, aku sangat gugup. Ini kali pertamanya aku akan dilihat banyak orang, apalagi mereka orang-orang tinggi" keluh Maya menatap sang sahabat.
Luna menghentikan langkahnya, wanita itu menghela nafasnya.
"Sejak kapan sahabatku ini takut dengan orang kelas atas hah?, bukannya selama ini kamu tidak pernah takut dengan siapapun?" tanya Luna heran. Memang selama ini Maya tidak pernah takut terhadap siapapun, bahkan ia sering mencaci orang-orang tinggi yang sengaja menindas orang-orang lemah.
"May kamu itu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga Ambason, jadi tidak mungkin ada yang berani menghina ataupun menjelekkanmu" tambah Luna sambil mengelus lengan sang sahabat.
"Benar juga Lun" jawab Maya sambil tersenyum. Ia sekarang merasa jauh lebih tenang.
"Swety...." panggil seorang lelaki dari arah belakang Maya.
"Hai sayang...." jawab Maya setelah mebalikkan tubuhnya.
Dirga menatap Maya dengan dalam, tatapan mereka saling terkunci. Pria itu tak henti memuji sang istri.
"Aku memang tidak salah pilih, tuan putriku memang sangat cantik" puji Dirga sambil mengusap lembut pipi istrinya.
"Kamu juga tidak kalah tampan dari para raja-raja sayang" balas Maya sambil tertawa.
Dirga mengecup kening sang istri sekilas.
Bertemu orang banyak sudah menjadi kebiasaan Dirga dan ia sama sekali tidak merasa gugup sedikitpun, berbeda dengan kali ini pria itu terlihat sangat gugup akan disaksikan banyak orang dengan status barunya.
Luna benar-benar bahagia melihat kemesraan sang sahabat sampai tidak menyadari ada yang sedang memandanginya.
Kenapa dia menjadi secantik ini?. Batin Fero memandangi wanita tak lain Luna dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Mungkin aku yang harus perbanyak makan wortel supaya penglihatan ku jelas, kecantikannya sama sekali tidak merubah kelakuan menyebalkannya. Gumam Fero lagi sambil mengucek kedua matanya.
"Apa kau sakit mata?" tanya Dirga yang melihat pergerakan Fero.
Fero terkesiap dengan pertanyaan tuannya.
"Tidak tuan, aku hanya sedang melihat pemandangan buruk saja" jawabnya sambil menatap sekilas wanita yang ada di samping Maya.
Luna mengernyitkan kedua alisnya.
Apa maksud pria gila itu bahkan aku sama sekali tidak mengganggunya. Kesal Luna.
"Baiklah, kalau begitu kita harus cepat turun. Dan kalian berdua harus berjalan dibelakang kami" ucap Dirga kemudian.
Dengan cepat Dirga menggandeng Maya dan segera berjalan menuju arah tangga tanpa memperdulikan dua insan yang ada dibelakangnya.
Luna menatap tajam ke arah Fero, sedangkan Fero hanya acuh melangkahkan kakinya meninggalkan Luna.
Luna menghentakkan kakinya beberapa kali, ia sangat geram dengan lelaki itu entah kenapa ia selalu memancing emosinya. Luna pun bergegas menyusul, ia berjalan berdampingan dengan Fero.
Pembawa acara menyambut kedatangan sepasang suami istri itu, para tamu pun memusatkan perhatiannya kepada Dirga dan Maya. Mereka yang merupakan para pengusaha tinggi berdecak kagum melihat kecantikan dan ketampanan keduanya.
"Cantik dan tampan sekali ya"
"Mereka benar-benar serasi"
Acara berjalan dengan lancar, dan kali ini Dirga dipersilahkan memberikan sambutan untuk para tamu undangan.
Sambil memegang mic pria itu menatap sang istri.
"Saya ucapkan terimakasih untuk para tamu yang sudah meluangkan waktu untuk menghadiri acara bersejarah untuk saya" sambut Dirga mengembangkan senyumannya.
"Hari ini, saya Dirga Letture Ambason telah menjadi suami dari seorang wanita bernama Maya Adhis Vernata"
"Aku hanya ingin menghabiskan waktu panjangku bersamamu, hari ini, besok, lusa, dan selama-lamanya. Jangan pernah berhenti mencintaiku karena hati ini telah memilihmu, cinta ini tidak akan pernah mati dan akan tetap bersemi hanya untukmu. I love you istriku, cup" ucap Dirga penuh cinta, dilanjutkan mencium tangan istrinya.
.
.
.
.
Jangan lupa like, vote, rate, komen❤
Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋
Semangat terus yaa💪
𝘚𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘳𝘪 "𝘛𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢"❣️✨
jgn lupa mampir ya 💛💛
Semangat thor
suamiku tukang ojek😉🙏
mari saling dukung 👍