Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. kedatangan anggota baru
Di sebuah restoran mewah, terlihat seorang perempuan cantik dengan gaun berwarna tosca, duduk di sebuah kursi dengan meja berbentuk bulat di depannya. Wanita itu tersenyum geli melihat kedua anaknya bermain bersama tunangan dan adik iparnya.
Giovanni menggendong Oscar dan mengajak bayi itu berbicara, juga dengan Gregor yang menggendong Oshea. Beverly tersenyum kecil, saat melihat kedua bayinya terlihat nyaman di pangkuan Giovanni dan Gregor.
“Aku tidak tahu, jika kau menyukai anak-anak.” Ujar Beverly menatap ke arah Gregor yang bisa membuat Oshea tertawa di gendongannya. Gregor tersenyum dan menoleh kepada Beverly.
“Aku sedari dulu bisa dekat dengan anak-anak, Kak Beverly. Justru Kak Giovanni yang tidak pernah dekat dengan anak-anak.” Ujar Gregor menunjuk kakaknya, dengan matanya.
“Aku sedang belajar bagaimana menjadi ayah yang baik.” Ujar Giovanni membalas ucapan adiknya, tapi matanya tetap memandang ke arah Oscar di gendongannya. Giovanni merasa gemas dengan wajah Oscar yang begitu lucu.
“Usia mereka berapa sih, Kak Beverly ?? Kok kayanya masih kecil.” Celetuk Gregor dengan nada heran, Beverly tersenyum kecil.
“Usianya mau memasuki 4 bulan besok. Memang masih kecil, waktu aku ketemu Giovanni kemarin aja masih sekitar 3 bulan, aku disini kan juga baru 1 bulan.” Ujar Beverly mengingatkan Gregor jika dirinya masih cukup baru di negara ini.
“Oh iya ya.. Aku enggak sabar nunggu mereka usia 1 tahun. Biar bisa di ajak main, kejar-kejaran.” Ujar Gregor sambil terkekeh di bagian akhirnya.
“Memang usia 1 tahun, udah bisa lari-larian ??” Tanya Giovanni dengan rasa penasaran.
Gregor menganggukkan kepalanya, “Bisa kok, malah seingatku.. Mom pernah cerita kalau Kak Giovanni bisa naik ke atas lemari pas usia 9 bulan.”
“Hah ?? Memanjat ke atas lemari ??” Tanya Beverly dengan nada terkejut, dia tidak pernah mengetahui hal semacam ini, maklum dia baru pertama menjadi ibu, dia bahkan tidak terlalu menyukai anak-anak sebelumnya.
Gregor menganggukkan kepalanya, “Kak Giovanni itu aktifnya bikin semua orang kewalahan.”
“Enggak, hanya aku. Kamu sendiri, pernah menghilang seharian, udah dicariin semua orang, ternyata ngumpet di kolong tempat tidur.” Ujar Giovanni tidak mau kalah, membeberkan aib Gregor di masa kecil.
Beverly menggelengkan kepalanya, “Aduh, Oscar.. Oshea, besok jangan terlalu aktif ya.. Mama enggak sanggup jaga kalian berdua..” Ujar Beverly memandang ke arah dua bayinya dengan rasa khawatir. Dia membayangkan jika dua anak itu tumbuh menjadi anak yang aktif, dan mungkin akan mengobrak-abrik semua barang di dalam kamar. Ah, Beverly rasanya tidak sanggup jika menghadapi itu seorang diri.
“Tenang saja Kak Beverly, Mom pasti akan membantumu menjaga mereka.” Ujar Gregor tersenyum geli melihat ekspresi ketakutan dari Beverly, sementara Giovanni tersenyum senang. Tidak menyangka, Keluarganya akan begitu terbuka menerima Beverly, padahal Giovanni sudah mempersiapkan diri, bahkan rela jika di keluarkan dari keluarga Abraham.
Dia bahkan berbicara pada ayahnya yaitu Arnold.
“Dad.. Aku tidak mau kau menerima Beverly karena terpaksa. Karena jika kau tidak bisa menerima Beverly apa adanya, maka lebih baik aku keluar dari Keluarga Abraham.”
“Kau bilang apa tadi ??”
“Aku akan keluar dari Keluarga Abraham, jika- Awh !!”
Arnold langsung memukul kepala Giovanni dengan dokumen di tangannya, lelaki itu mengelus kepalanya yang terkena serangan maut ayahnya sendiri.
“Dasar anak bodoh !! Kau mau memberikan Beverly dan anaknya, makan apa ??!! Jika kau keluar dari sini !!” Ujar Arnold dengan kesal, membuat Giovanni cemberut kesal.
“Biasanya di sinetron-sinetron kan gitu, keluarga kaya menolak menantunya yang berasal dari kalangan bawah.” Ujar Giovanni dengan nada merajuknya, karena pukulan ayahnya tidak main-main.
Arnold menghela nafasnya berat, “Aku harus apa agar kau percaya aku menerima Beverly ?? Heh ?? Membantunya mengganti popok kedua bayinya ??”
Giovanni langsung mengangkat tangannya, “Ti.. Tidak perlu sebegitunya !! Baiklah.. Baiklah aku percaya jika kau menerima Beverly dengan sepenuh hati.” Ujarnya langsung menghentikan niat gila dari ayahnya, atau jika tidak..
Arnold akan datang pada Beverly, melakukan apa yang dia ucapkan sambil mengadu pada Beverly mengenai perkataan Giovanni dengan nada sok tersakiti. Itu bisa membuat nama baik Giovanni hilang di hadapan Beverly, jika itu terjadi.
.
.
“Kalian datang lebih cepat dari dugaanku.”
Beverly, Giovanni, dan Gregor menoleh ke arah suara, dimana Arnold dan Catalina berdiri dengan pakaian yang berbeda, tidak seperti tadi siang saat berangkat. Catalina menatap gaun Beverly dengan mata berbinar, rupanya tunangan anaknya benar-benar memiliki selera fashion yang bagus.
“Sebenarnya ada acara apa untuk hari ini, sampai kita makan di luar ??” Tanya Giovanni dengan heran.
“Kenapa ?? Kau tidak suka ??” Bukannya menjawab, Arnold justru kembali memberikan pertanyaan kepada putranya, membuat Giovanni menghela nafasnya berat.
“Bukan begitu, hanya saja.. Ini sedikit berbeda dari biasanya. Pasti kau memiliki informasi penting untuk di sampaikan kepada kami.” Ujar Giovanni menanggapi dengan nada curiga, Arnold hanya mengangkat bahunya acuh.
“Ya.. Memang ada sesuatu yang penting..” Ujar Arnold dengan singkat.
“Apa itu ??” Tanya Gregor dengan nada penasaran.
Catalina tersenyum kecil, “Kita akan menyambut anggota baru keluarga kita, dia akan tinggal bersama kita untuk beberapa waktu.” Ujar Catalina tersenyum senang, sementara Giovanni, Gregor, dan Beverly membulatkan matanya merasa bingung.
Sebelum mereka sempat bertanya, tiba-tiba seseorang akhirnya muncul dari belakang Arnold dengan sedikit ragu-ragu, tapi akhirnya dia menampakkan diri di hadapan ketiga orang itu, sehingga membuat mereka heboh.
“Tu.. Tunggu sebentar.. Dad.. Ka.. Kau tidak bercanda, kan ??” Tanya Giovanni dengan nada tidak percaya sambil menunjuk ke arah sosok yang baru saja datang itu, Arlo berdiri di hadapan mereka.
“Sudah waktunya mengakhiri dendam masa lalu, jadi aku harap kalian tidak bermasalah dengan kehadirannya.” Ujar Arnold dengan tegas, meskipun awalnya mereka bertiga sedikit tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, tapi Beverly.. Juga merasa jika Arlo tidak sejahat itu, dia tidak merasa begitu terancam saat bertemu dengan Arlo pertama kali.
Justru yang lebih berbahaya adalah ayahnya sendiri, Benjamin. Menurut Beverly.
“Dan Gregor, kau bisa membantu Arlo di perusahaan Evety.” Ujar Arnold membuat Gregor menunjuk dirinya sendiri dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang Oshea.
“A.. Aku ?? Kau yakin, Dad ??” Tanya Gregor dengan nada ragunya, Arnold menganggukkan kepalanya.
“Aku percaya kau bisa, lagipula aku tidak akan melepaskanmu sendiri. Aku juga akan ikut mengawasi.” Ujar Arnold dengan tegas.
Dengan satu peluru, Arnold bisa mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri, pertama membuat Gregor menjadi sosok mandiri dan kuat, kedua mendidik Arlo menjadi pribadi yang lebih baik lagi, belum lagi untuk urusan bisnis, jika sistemnya di Perusahaan Evety sukses, maka akan membuat nama Keluarga Abraham semakin berjaya.
Cerdik, bukan ??
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙❤️
lanjut thor, di tunggu visual wedding nya🥰
ya ampun kasian bevely udah hamil lgi....
Beverly hamil lagi🤣🤣🤣 anaknya aja masih bayi2 .. parah gio digempur Mulu Beverly 🤣🤣🤣