NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Jihan datang ke ruangan Bu Reni. Dia berpikir apa yang ingin Bu Reni katakan. Jihan mengetuk pintu.

Tok...! Tok...! Tok...!

Jihan masuk ke dalam ruangan Bu Reni.

"Bu Reni... Ada apa Bu Reni memanggil saya...?" Tanya Jihan, dirinya kemudian berjalan mendekati Bu Reni.

"Bu Jihan... Saya minta maaf..." Ujar Bu Reni, memegang tangan Jihan dengan tulus meminta maaf.

Jihan merasa bingung kenapa tiba-tiba Bu Reni meminta maaf kepada dirinya. Jihan merasa Bu Reni tidak memiliki kesalahan apa pun terhadap dirinya.

"Bu Reni...! Kenapa tiba-tiba Bu Reni meminta maaf kepada saya...?" Tanya Jihan, penasaran apa sebabnya Bu Reni meminta maaf kepada dirinya.

"Bu Jihan... Maaf, seharusnya kamu yang memimpin proyek ini, bukan saya...! Proyek ini adalah punya mu... Saya merasa tidak enak dan bersalah sama kamu Bu Jihan..." Jawab Bu Reni.

Tidak seperti atasnya pak Toni. Bu Reni sangat baik dan jujur, dia merasa bahwa Jihan jauh lebih pantas memimpin proyek tersebut karena Jihan adalah orang yang membuat proposal itu.

"Maaf Bu Jihan... Sekali lagi saya tidak bisa membantu mu..." Ujar Bu Reni, suaranya sedikit serak kemudian memeluk Jihan.

Jihan tersenyum, wajahnya tampak bahagia karena sikap Bu Reni yang sangat baik terhadap dirinya. Lalu mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.

"Tidak apa-apa Bu Reni... Bu Reni tidak usah merasa bersalah, lagi pula saya percaya Bu Reni pasti mampu mengembangkan proyek ini..." Ujar Jihan, dirinya tersenyum hangat, merasa bahagia mempunyai atasan yang sangat baik seperti Bu Reni.

Setelah itu Jihan dan Bu Reni pergi ke luar. Mereka berdua pergi membeli makanan. Jihan dan Bu Reni menjadi semakin akrab.

Regina melihat Jihan dan Bu Reni yang terlihat sangat akrab. Tampak terlihat dengan jelas di wajahnya rasa tidak sukanya melihat Jihan berteman dengan orang lain selain dirinya.

"Jihan...! Bu Reni....! Mau pergi kemana mereka...? Kenapa mereka berdua terlihat sangat sangat dekat...?!" Gumam Regina, mengerutkan keningnya saat melihat Jihan yang tersenyum saat bersama dengan Bu Reni.

"Tidak apa-apa Jihan... Untuk sekarang aku biarkan kamu tersenyum bahagia seperti itu... Lagi pula sebentar lagi aku akan merebut posisi mu di perusahaan ini...!" Pikir Regina, merasa bahwa dirinya akan menggantikan posisi Jihan di perusahaan.

Regina saat itu tersenyum bahagia dan penuh dengan kemenangan. Tinggal beberapa langkah lagi, setelah dirinya berhasil mengambil proyek milik Jihan dia yakin dengan bantuan pak Toni dia bisa merebut posisi Jihan di perusahaan, dan akan menyingkirkan nya.

"Sekarang aku tinggal merayu dan menghasut pak Toni untuk menjadikan ku pemimpin proyek ini... Dengan begitu aku akan menjadi karyawan tetap di perusahaan. Setelah itu aku akan memintanya untuk membuat ku menempati posisi Jihan, dan membuat Jihan turun dari posisi nya...!" Pikir Regina.

Niat jahatnya tersusun rapi, dia memanipulasi orang-orang yang akan menjadi batu loncatan untuknya, supaya mencapai tujuannya dan menghalalkan segala cara agar tujuannya tercapai walaupun harus mengorbankan orang lain.

Regina kemudian pergi mencari pak Toni untuk mengajak nya makan siang bersama.

Regina berjalan menuju ruangan pak Toni, saat itu mereka berdua berpapasan saat di depan pintu masuk.

Cklek!

Pak Toni membuka pintu dan melihat Regina yang ingin mengetuk pintu.

"Regina...! Sedang apa kamu disini...?" Tanya pak Toni.

"Pak Toni...! Emmm... Pak Toni sudah makan siang...?" Jawab Regina, dengan malu-malu sambil bertanya.

Regina saat itu menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya. Seolah-olah menggodanya.

"Sa-Saya... Ini saya mau pergi...!" Jawab pak Toni, dengan terbata-bata, tersipu malu saat menjawab pertanyaan Regina.

"Regina... Kamu juga sudah makan...?" Tanya pak Toni.

"Belum pak!" Jawab Regina, suaranya lembut dan sangat menggoda.

"K-kamu... Belum makan...? Kamu mau tidak makan siang bersama...?" Ujar pak Toni, terbata-bata.

Suara pak Toni terdengar sangat gugup saat mengajak Regina untuk makan siang bersama dengannya.

"Beneran pak...! Kalau gitu saya mau kok...!" Jawab Regina, suaranya lembut menggoda dan penuh semangat.

"Kamu beneran mau makan siang bareng saya...?" Pak Toni bertanya sekali lagi.

"Ia pak!" Jawab Regina pelan, sambil mengangguk.

Setelah itu pak Toni mengajak Regina pergi ke sebuah restoran mewah.

Sesampainya mereka di restoran. Pak Toni memesan beberapa makanan dan minuman yang sedikit mahal untuk nya dan juga Regina.

Mereka duduk di meja makan menunggu makanan yang mereka pesan.

Regina saat itu mulai mencari topik percakapan sambil menunggu makanan datang.

"Pak! Kita makan di sini... Pasti mahal...!" Ujar Regina, memulai percakapan.

"Tidak... Makanan di sini tidak mahal kok bagi saya..." Ujar pak Toni, menyombongkan diri.

Setelah itu tanpa basa-basi lagi Regina bertanya apakah dirinya bisa memimpin proyek MBG.

"Pak...! Saya mau tanya sesuatu...?" Ujar Regina.

"Silahkan Regina, kamu mau tanya apa...?" Jawab pak Toni.

"Pak bagaimana kalau saya yang memimpin proyek baru itu... Nanti kita berdua mengembangkan nya bersama...!" Ujar Regina, meminta agar pak Toni menjadikan dirinya menjadi pemimpin proyek baru tersebut.

"Jadi kita berdua bisa mengembangkan bersama di masa depan... !" Tambah Regina, suaranya semakin lembut membuat pak Toni menjadi tergoda.

Pak Toni terkenal mata keranjang di perusahaan. Dia tidak tahan saat melihat wanita cantik yang membuatnya mudah tergoda dengan kecantikan Regina.

"Maksud mu kita berdua bersama-sama di masa depan...?" Tanya pak Toni.

Saat itu pak Toni membayangkan masa depan dengan Regina. Dimana dia dan Regina menikah dan mempunyai seorang anak.

"--------?" Pak Toni terdiam membayangkan kehidupan nya dengan Regina di masa depan.

Regina yang melihat pak Toni yang terdiam. Kemudian memanggil pak Toni.

"Pak! Pak! Pak Toni...!" Panggil Regina, tangannya melambai di depan wajah atasannya itu.

"I-ia... Ada apa Regina...?" Pak Toni tersadar, tubuhnya terlonjat sedikit saja mendengar Regina yang memanggil namanya.

"Bagaimana pak... Apa bapak bisa membantu saya...?" Tanya Regina.

Dia sangat berharap agar atasannya itu mau mengabulkan permintaan nya untuk menjadi pemimpin proyek agar bisa menjadi pegawai tetap dan merebut posisi Jihan.

"Ba... Baik, Regina... Apa sih yang nggak buat kamu...!" Jawab pak Toni, menyetujui permintaan dari Regina.

Regina tersenyum mendengar perkataan pak Toni. Wajahnya tampak penuh semangat. Seperti yang sudah dia perkiraan. Atasannya tidak akan menolak permintaan dirinya.

Hanya bermodalkan wajahnya yang cantik dan tubuhnya bak gitar spanyol, mana mungkin atasannya menolak permintaan dirinya.

"Sekarang sebentar lagi... Tunggu saja Jihan, aku pastikan aku akan merebut posisi mu..." Pikir Regina dalam hati, wajahnya penuh dengan niat jahat dan licik yang amat dalam terhadap Jihan.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
류Ryu
Bagus 👍
Asiyah
cerita nya bagus 👍 lanjut Thor
Rahma
Bagus 👍
𝐂𝐡𝐞𝐫𝐲🍒
aku kasih bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ operal cerita nya menarik. aku di bikin greget sama karakter antagonis nya yg licik , sama karakter Jihan yang Badas sekarang. lanjut Thor
𝐂𝐡𝐞𝐫𝐲🍒
lanjut Thor, greget banget sama si regina...
Melda Melda
Cerita nya bikin gregetan Thor, pemeran antagonis nya licik banget dan aku suka pemeran utama nya yang lumayan kuat dan juga itu suaminya juga bikin kesel. tapi bagus lanjut Thor 👍
Sandrina
Bagus Thor 👍
Mina
cerita nya seru Thor, saya kasih bintang lima 👍
Drian
Bagus Thor 👍👍👍👍👍
Drian
Bagus Thor 👍👍👍👍👍
CACASTAR
sungguh sangat menyakitkan di posisi Jihan
Anne
lekas sehat
한스Hans: makasih
total 1 replies
Drian
eh ini cerita nya anak si David apa cucu nya 🤭
Drian
bjir di buat meninggoy 🤭
Drian
Thor, lucu banget kamu bikin adegan dewasa nya, kaya yg udah pengalaman aja🤭
Hae Ni
Cerita nya bagus Thor, pemeran utama nya gak bertele-tele untuk membalas dendam, walaupun masih sedikit ada keraguan di dalam hatinya. tapi menarik... semangat Thor lanjut 👍
Anne
direktur Hans.. othorny kak Hans.. apakah org yg sama🤭🤭
jihan semangat yaaaa...
Anne
jihan fahira.. yg suaminya primus Yustisio bukan Thor... kalo tau berarti othor gen milenial 🤣
한스Hans: seketika melek mata' liat komen 😂 padahal sekarang lagi sakit kepala 🤦
total 1 replies
Dian Imut
Bagus Thor ceritanya jadi aku kasih bintang lima
한스Hans
Terima kasih sudah berkunjung ke karya novel ku yang ke-empat...

jika kalian suka dengan cerita nya kalian bisa memberikan hadiah, vote dan juga jangan lupa kasih ulasan dan Rating ⭐⭐⭐⭐⭐

⭐⭐⭐⭐⭐

🤗Terima Kasih 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!