NovelToon NovelToon
EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Enemy to Lovers / Cinta Beda Dunia
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Dori terpaksa hidup bersama arwah sastrawan bernama Matcha yang terperangkap di dalam laptop bekas miliknya.

Awalnya mereka sering berselisih paham karena gaya penulisan Dori dianggap buruk, namun ikatan batin perlahan terbentuk hingga Matcha bisa muncul dalam wujud fisik. Kehidupan mereka yang manis berubah mencekam saat muncul saingan dan organisasi gelap yang mengincar kekuatan mereka.

Rahasia besar akhirnya terkuak saat ingatan Matcha kembali. Ia menuduh Dori sebagai orang yang membunuhnya di kehidupan lampau.

Akankah cinta mereka mampu bertahan menghadapi kenyataan pahit itu, atau mereka harus berpisah selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makanan yang Berbeda

"Nah, selesai! Hari ini kita makan enak!"

Dori meletakkan nampan berisi makanan hangat di atas meja dengan semangat. Bau harum nasi goreng spesial dan sate ayam langsung memenuhi ruangan.

Hari ini adalah hari gajian, dan ia bertekad memanjakan dirinya ... dan juga si hantu sombong di laptop.

Matcha melayang mendekat, matanya menyipit menatap uap panas yang mengepul.

"Kau menyebut ini makanan? Baunya sangat ... menyengat dan berani," komentarnya dengan nada ragu.

Ia terbiasa dengan hidangan istana yang rasanya lembut, bersih, dan tidak banyak bumbu. Melihat makanan modern yang penuh warna dan aroma kuat ini terasa seperti asing.

Dori sudah duduk siap dengan sendok dan garpu di tangan. "Coba aja dulu! Jangan judge sebelum nyicip!"

"Aku sudah bilang, hantu tidak butuh makan. Kami hidup dari energi dan ingatan," jawabnya angkuh.

"Tapi kan kamu bisa ngerasain 'aroma' atau 'energi' nya kan? Coba deh, ini simbol terima kasih karena udah bantu aku naik ranking," bujuk Dori.

Ia mengambil satu tusuk sate, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi tepat di depan hidung Matcha.

"Ayo ... 'hisap' energinya. Jangan gengsi."

Matcha mendengus, tapi rasa penasaran akhirnya menang. Ia mendekatkan wajahnya, lalu meniup pelan asap yang keluar dari daging itu.

Wush ....

Seketika mata hijau itu membelalak lebar. Alisnya terangkat tinggi, tubuhnya sedikit terlonjak ke belakang.

"Wah! Rasa apa ini?! Gurih! Manis! Ada rasa terbakar yang nikmat! Dan pedasnya ... mantap!" serunya tak percaya.

Ia menutup mulut dengan tangan, terkejut menemukan rasa baru yang meledak di lidah (atau di energinya).

"Gila kan? Ini namanya kecap manis sama bumbu kacang! Ciptaan manusia paling jenius!" Dori tertawa puas melihat reaksi kaget itu.

"Dunia ini sungguh aneh," gumam Matcha sambil mengamati Dori menyantap nasi goreng. "Kau mencampur segala rasa menjadi satu, tapi hasilnya justru harmonis."

"Seperti tulisan aku dulu yang kamu bilang berantakan, tapi jadi enak kan?" celetuk Dori mulut penuh.

Matcha tersedak angin. "Hmph! Jangan menyamakan makanan dengan sastra! Itu beda level!"

"Tapi prinsipnya sama! Harus pas rasanya! Harus pas bahasanya!"

Perdebatan ringan kembali terjadi, tapi kali ini suasananya hangat dan penuh tawa. Tidak ada yang tersinggung, hanya saling ledek akrab.

Dori menceritakan macam-macam jajanan jalanan, dari bakso hingga martabak. Matcha mendengarkan dengan mata berbinar, seperti sedang membaca peta harta karun.

"Jadi ... ada makanan yang isinya cair manis di dalam? Dan pecah saat digigit?" tanyanya antusias.

"Iya! Namanya martabak manis! Nanti kalau aku dapat royalti besar, aku beliin kamu ... eh maksudnya aku beli terus kita 'makan' bareng!" janji Dori ceria.

"Janji ya! Jangan ingkar! Aku akan catat hutang budi ini!" Matcha langsung serius, menunjuk sebuah kertas kosong dan menuliskan catatan kecil dengan sihirnya.

Dori tertawa lepas. Rasanya nyaman sekali punya teman makan, meski temannya cuma bisa melihat dan mencium baunya saja.

Tiba-tiba, saat Dori sedang mengunyah, ia melihat sesuatu yang aneh.

Di hadapan Matcha, uap dari makanan yang dihirupnya tadi tadi berubah menjadi butiran cahaya kecil yang masuk ke dalam tubuhnya.

Warna jubahnya yang tadinya agak pudar, kini jadi lebih cerah dan berkilau. Wajahnya juga terlihat lebih segar dan bercahaya.

"Eh? Kamu jadi makin terang gitu?" tanya Dori menunjuk.

Matcha melihat tangannya sendiri, lalu tersenyum bangga. "Tentu saja. Makanan zaman sekarang mengandung energi positif yang kuat. Ini bagus untuk kekuatan sihirku juga."

"Oh jadi aku nggak cuma makan buat aku, tapi juga jadi 'sumber daya' buat kamu juga ya?" Dori mengerutkan dahi pura-pura curiga.

"Anggap saja ... investasi timbal balik. Kau makan, kau sehat, kau menulis, aku kuat. Siklus yang sempurna!"

Dori geleng-geleng kepala, tapi senyumnya tak pernah pudar.

Tapi tiba-tiba, Matcha menatap tajam ke arah pintu kamar. Matanya menyipit, indra penciumannya yang tajam menangkap sesuatu.

"Hm? Ada bau asing. Bau parfum pria ... dan bau rokok. Siapa yang datang?"

Dori ikut waspada. "Hah? Nggak ada janjian ketemu siapa-siapa kok?"

Belum sempat mereka berdua berpikir lebih jauh, pintu kamar kos itu diketuk pelan tapi pasti.

Tok.. tok.. tok..

"Dori? Kamu di dalam? Aku bawa tugas kampus nih."

Suara cowok berat dan akrab terdengar dari luar.

Dori melongo. "Hah? Rio? Ngapain dia ke sini?!"

Wajah Matcha seketika berubah gelap. Suhu ruangan langsung turun drastis sepuluh derajat.

"Pria?! Ada pria datang menemuimu sendirian di kamar?! HUKUMAN BAGI DIA!"

"Dori, bukain dong. Aku bawa fotokopi tugas kemarin."

Suara pria itu terdengar lagi dari balik pintu, santai dan akrab.

Dori panik bukan main. Ia melompat dari kursi, tangan gemetar menunjuk ke arah pintu lalu ke arah sosok hantu di depannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!