bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
khawatir
Dan aku pun berjalan dengan elina ke danau yg tak jauh dari tempat motor ku terparkir, sesampainya di danau, dia menyukai tempat itu, menurutnya itu indah, tak lama kemudian aku duduk denganya.
" Bagus banget ya pemandangan nya di sini, aku baru tau loh tempat ini...!!! " Ucap elina sambil melihat lihat pemandangan di tempat itu.
" Iya bagus kan, lin bentar ya, kamu tunggu bentar di sini ya..!! " Ucap ku.
" Kamu mau kemana kang...? " Tanya elina.
" Udah bentar, gak lama kok, tunggu bentar ya.." ucap ku, Lalu Aku pun pergi sebentar, aku pergi membeli dua porsi bakso yg tak jauh dari tempat itu, tak lama kemudian aku pun kembali sambil membawa 2 mangkok bakso.
" Ya ampun kang, kirain aku kamu kemana..!! " Ucap elina dengan tersenyum, dan aku pun memberikan satu mangkok bakso itu kepadanya, ia pun dengan tersenyum mengambil bakso dari ku itu.
Aku pun makan menikmati bakso itu berasama elina, saat aku makan elina malah tersenyum memperhatikan ku makan, lalu aku menoleh ke arah nya, dia tersenyum kepadaku.
" Di makan dong bakso nya.." ucap ku sambil menguyah bakso.
" Iya kang..!!" jawab elina dengan tersenyum, dan ia pun memekanya.
" Giman enak gak..? " Tanya ku..
" Iya enak kang..!! " Jawab elina sambil mengunyah bakso itu.
Sambil makan aku bertanya tanya kepadanya.
" Ouh iya lin, kalau boleh tau emang kamu asalnya dari mana lin..? Aku.
" Aku asalnya dari jakarta kang, kenapa emang..? " Elina.
" Ouhh jakarta, kenapa kamu pindah sekolah ke sini..? " Aku.
" Iya, soalnya orang tua ku lagi tugas di sini untuk waktu yg lumayan lama, jadi aku sama keluarga ku pindah ke sini, dan aku ngelanjutin sekolahnya di sini, dan kebetulan orang tua ku selain punya rumah di jakarta, di sini juga punya, jadi sekarang aku tinggal di sini..!! Ucap elina.
" Ouh jadi gitu ya, tapi kalau kamu gak pindah sekolah, mungkin kita gak bakal kenal ya..! " Aku.
" Ya iya kang.." elina.
Dan sementara papahnya elina, setelah selesai miting di kantor, ia bersiap siap pulang dan menjemput elina, ia pun berjalan masuk mobil dan pergi berangkat menjemput elina. Sesampainya di depan sekolahan, papahnya tidak melihat elina di tempat biasa elina menunggunya, lalu papahnya turun dari mobil dan melihat lihat ke setiap sudut arah, namun ia tidak melihat elina, lalu ia membuka hp nya untuk menelpon elina , saat hendak ia menelpon elina, ia melihat ada pesan dari elina, elina mengirim pesan kepada papahnya bahwa elina sudah pulang duluan naik taxi.
Saat itu papahnya percaya bahwa elina sudah pulang lebih dulu naik taxi, dan ia pun berpikiran positif. Setelah itu ia pun masuk ke dalam mobilnya dan melanjutkan lagi perjalanan pulangnya.
Sementara aku dan elina, setelah selesai makan dan minum, aku mengajaknya melanjutkan lagi perjalanan pulang, karena aku takut keburu sore, lalu aku berjalan membayar bakso itu, setelah itu aku berjalan menuju motor ku bersama elina, elina mengucapkan terimakasih kepada ku, saat hendak naik ke motor elina membuka tas nya mengambil sesuatu dari dalam tasnya, ia mengambil hp nya, saat dia mencoba menyalakan hp nya, ternyata hp nya mati.
" Kenapa lin..? " Elina.
" Yah hp aku mati kang, lowbat, takutnya ada pesan dari mamah.." ucap elina.
" Udah gak ppah, yuk kita berangkat sekarang, takut keburu sore..! " Aku.
" Yaudah yuk..!! " Ucap elina. Elina pun naik ke motor ku, dan kami berdua pun langsung berangkat melanjutkan perjalanan mengantarkan elina pulang.
Dan sementara papahnya elina sesampainya di rumah, ia bertemu dengan istrinya.
" Elina mana pah, kok pulang sendirian..? " Tanya mamahnya dengan heran.
" Lohhh, bukanya elina udah pulang duluan, tadi elina ngirim pesan ke papah katanya dia pulang duluan naik taxi..? " Ucap papahnya dengan heran.
" Papah gimana sih ah, coba telpon elina.." mamahnya dengan cemas, karena elina belum pulang.
Saat papahnya menelponya, nomor elina tidak aktif, lalu mamahnya pun mencoba menelpon elina melalui hp nya, dan sama nomor elina tidak aktif, meskipun berkali kali ia menelponya, karena saat itu hp elina mati, mamahnya elina panik dan cemas elina tak kunjung pulang.
" Udah jangan panik gitu, mungkin masih di jalan kali mah, udah kita tunggu aja dulu.." ucap papahnya mencoba menenangkan istrinya.
" Kemana ya elina, masa belum nyampe juga.." ucap mamahnya dengan cemas, lalu papahnya duduk di shopa.
" Bikinin kopi mah.." ucap papahnya dengan lelah duduk si shopa.
" Kamu pah ah, mamah lagi panik gini juga, malah nyuruh bikin kopi.." ucap mamahnya dengan kesal dan cemas, sementara suaminya itu geleng geleng kepala, lalu ia pun memanggil pembantunya.
" Bi, bi tolong bikinin kopi bi.." ucap papahnya memanggil pembantunya untuk membuatkan kopi, dan tak lama kemudian pembantunya itu datang.
" Baik pak.." ucap pembantunya.
" Sekalian bikinin teh buat saya ya bi..." Istrinya.
" Baik bu, bentar ya bu, pak.." ucap pembantunya, dan pembantunya itu pun langsung berjalan ke dapur untuk menbuatkan kopi dan teh.
Sementara aku dan elina saat masih dalam perjalanan, tiba tiba cuaca awan sangat mendung menandakan akan turunya hujan, aku pun mempercepat laju motor ku dan berharap sampai ke rumah elina sebelum turun hujan.
" Lin pegangan lin, aku mau ngebut.." ucap ku.
" Pelan pelan aja kang, aku takut .." elina dengan ketakutan.
" Udah tenang aja, pegangan lin.." ucap ku, dan ia pun memeluk ku dengan erat, aku terus mempercepat laju motor ku.
Dan sementara papahnya elina yg sedang santai ngopi di shopa, tiba tiba terdengar suara petir, lalu ia berjalan menuju jendela rumahnya, dan melihat cuaca di luar, cuaca di luar sangat mendung dan gelap, dan tak lama kemudian hujan turun begitu deras, ia menatap hujan itu dari jendela rumahnya, ia memikirkan dan mengkhawatirkan elina yg tak kunjung pulang.
Dan sementara aku dan elina, karena hujan elina menyuruhku untuk berhenti berteduh, karena hujan sangat deras, aku pun menghentikan motor ku di pinggir jalan dan berlari dengan elina ke sebuah warung kecil di pinggir jalan, aku pun duduk berdua denganya berteduh di warung kecil itu.
Dan sementara papahnya elina yg sedang meratapi hujan itu, tak lama kemudian mamah ya datang dengan cemas menghampiri suaminya itu, mamahnya langsung mengajak suaminya itu pergi mencari elina, dan mereka pun bergegas masuk mobil mencari elina yg tak kunjung pulang, mereka takut terjadi apa apa dengan elina, mereka pun masuk ke dalam mobil dan berangkat mencari elina.
Sementara aku dan elina yg sedang duduk berteduh dengan elina, aku melihat rambut elina basah dan tubuhnya bergetar menahan kedinginan, aku tidak tega melihatnya kedinginan, lalu aku melepas jaket ku, dan menutupi tubuh elina dengan jaket ku.
Dengan tubuh yg bergetar elina tersenyum kepadaku setelah aku menutupi tubuhnya dengan jaket ku, setelah itu aku memesan dua teh manis hangat di warung itu untuk elina dan juga aku, aku pun memberikan satu gelas teh manis hangat itu kepada elina, ia tersenyum mengambil teh manis itu dari tanganku, lalu ia tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepadaku, aku pun duduk di samping elina sambil menikmati teh hangat itu.
Jujur saja aku pun kebasahan dan kedinginan, tubuh ku pun bergetar, setelah elina meminum teh nya itu, ia melihat tubuh ku bergetar sambil menggengam erat teh hangat, lalu tiba tiba elina memeluk ku dan bersandar di bahu ku, aku terdiam sejenak saat elina memeluk dan bersandar di bahu ku, sungguh aku merasakan ketenangan dan kenyamanan yg luar biasa yg belum pernah aku rasakan sebelumnya, lalu aku tersenyum memandang wajah elina yg bersandar di bahu ku.