NovelToon NovelToon
Doctor Mafia

Doctor Mafia

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Mafia / Dark Romance / Enemy to Lovers / Obsesi / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Elaine seorang mahasiswi kedokteran memiliki perasaan yang mendalam pada seorang pria adi kuasa, Killian. Salah satu pria dari kaum elite global. Yang bekerja sama dengan para mafia untuk menjalankan bisnis kotornya.

Damian. Kakaknya bekerja di interpol untuk menyelidiki masa lalu kematian orang tua mereka. Saat ia mengetahui adiknya memiliki hubungan khusus dengan anggota elite global dan mafia. Elaine harus memutuskan akan berdiri melindungi kekasihnya atau kakaknya, keluarga satu-satunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : semua tentang mu

(Penthouse Killian)

“Kau yakin tidak masalah meninggalkan meeting itu?” Tanya Elaine pada akhirnya, ia merasa tidak enak jika harus mengganggu Lian ditengah kesibukannya.

“Kenapa? Apa kau takut hanya berduaan dengan ku disini?” Lian membawa Elaine ke penthouse nya, hanya ingin menghabiskan waktu bersama wanitanya tanpa gangguan dunia luar.

Ini kali kedua wanita itu datang ke tempat tinggal pribadi Killian. Saat pertama ia datang ketempat itu, Lian memaksanya dan melecehkan dirinya saat ia berpura-pura tak mengenal Lian.

“Pertemuan semacam apa yang akan kau lakukan dengan Araya?” Tanya Elaine dan mulai menyetel TV untuk menghilangkan keheningan di ruangan yang besar itu.

“Ada permasalahan di agency. Araya membangun bisnis hiburan, aku menaruh sedikit saham untuknya.”

“Apa nama agency nya?” Tanya Elaine yang justru mata nya terfokus pada berita di TV.

Saat itu Elaine tak mendengar jawaban dari Lian, berita tajuk utama seorang anggota boyband melakukan tindakan bunuh diri. Ia ditemukan menenggak racun di apartemen tempatnya tinggal. Alasan bunuh diri sementara di klaim karena tidak kuat menahan hujatan netizen akan dirinya yang melakukan lipsing saat menyanyi dan adanya tuduhan perundungan.

“Bukankah dia satu grup dengan Mathew, Math yang dekat dengan adik tiriku itu.” Tanya Elaine memastikan, “Apa dia dari agency adik mu?”

Killian terdiam sepintas melihat berita di televisi itu. Araya sudah menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin tanpa dirinya.

“Ya… dia artis kami.” Jawab Lian singkat dan beralih ke kulkas besar di dapur.

“Apa kau yakin dia bunuh diri?”

Tak ada jawaban dari Lian. Pria itu sedari awal menjalin hubungan dengan Elaine tidak ingin ada sesuatu yang ditutupi. Dan Elaine tahu pria itu tidak dapat berbohong untuknya.

“Agency mu melakukannya.” Elaine terdiam.

“Dia tidak pantas berada di puncak, melupakan siapa pendorongnya.” Jawab Lian singkat dan menenggak wine dinginnya.

“Apa alasan sesederhana itu bisa melegalkan untuk membunuh nyawa seseorang Yan?”

“Dia akan menghancurkan sesuatu yang sudah lama dibangun. Dengan cara apa yang pantas untuk membungkamnya Laine?”

“Apa kau yang memerintahkannya?”

Lian kembali menenggak winenya, “Aku bersama mu sejak kembali dari luar negeri.”

“Kau benar.” Ujar Elaine yang kini menuang wine itu ke dalam slokinya, ia butuh air untuk menenangkan pikirannya.

Seketika ada rasa takut pada pria yang duduk di hadapannya saat ini. Pasti ada alasan tersembunyi kenapa Damian menjadikan Lian sebagai target black listnya.

“Yan… Jika aku meminta mu untuk keluar dari bisnis dunia hiburan bersama Araya itu, apa akan kau lakukan?”

“Tentu.”

“Secepat itu kau menjawab, apa tidak ingin kau pikirkan dulu?”

“Untuk apa? Aku memiliki banyak bisnis lain. Kehilangannya tidak akan merugikan ku.”

“Bisnis lain seperti apa yang kau lakukan?”

Lian mengernyitkan dahinya. Jadi selama ini Elaine bersamanya, wanita itu belum mengetahui tentang Lian seutuhnya.

“Kau tahu ayah ku bukan? Seluruh pekerjaan nya aku yang mengurusnya.” Ujar Lian menyerahkan sebuah tablet untuk Elaine baca.

Siapa yang tidak kenal dengan Rick Vane. Pria berpengaruh di kancah global. Banyak bisnis yang di emban olehnya ternyata dalang dibaliknya ada Killian.

“Hanya satu yang bukan dalam naungan ku.” Ujar Lian yang kini duduk dibawah sofa, tepat dibawah Elaine.

“Perusahaan farmasi?” Tanya Elaine memastikan dari biografi itu.

“Ya…”

“Kenapa?”

“Ntahlah. Aku juga tidak pernah mempertanyakannya.”

“Ceritakan lagi tentang pekerjaanmu.” Pinta Elaine seakan mulai tertarik dan menggelayutkan lengannya di pundak Lian.

Lian tak merasa sedang diperdaya oleh wanitanya. Ia tak menaruh curiga sedikitpun. Ia menceritakan semua pekerjaannya, dimulai dari titik terbawah hingga ia diposisi sekarang. Bahkan saat ia melakukan penerbangan tugas diluar negeri kemarin, tak luput menjadi bahan cerita Killian pada Elaine.

“Jadi Kaelen dan Lucas teman dekat mu selain Hansen?”

“Apa itu disebut teman?”

“Mereka yang selalu ada dan dapat tertawa sedih bersama bisa dikatakan sebagai teman dekat Yan.” Ujar Elaine yang merasa pria itu sociopath, “Jadi dimana mereka sekarang?”

“Krestovya.”

“Apa kau pernah membunuh seseorang Yan?” Tanya Elaine yang duduk di belakang tubuh Lian dengan memainkan rambut pria itu.

Lian tak menjawab apapun. Ia menenggak wine langsung satu shoot habis. Dan kembali menuangnya. Elaine tahu pria itu tidak akan berbohong padanya. Dan jika ia tak menjawab karena ia tak mampu membohongi wanitanya.

“Laine… Apa Glenn benar kakak kandung mu?”

Elaine menghentikan jemarinya yang memainkan rambut pria itu. Ia terperanjat mendengar pertanyaan pria itu. Pertanyaan spontanitas yang tak pernah ia sangka Lian akan menanyakannya.

“Bisa ceritakan tentang dirimu?” Tanya Lian kembali menatap sloki nya, terlihat pantulan wajah Elaine dari gelas itu. Wanita lembut dan cantik, wanita yang dimana ia menaruh harapan besar untuk hidup menua bersamanya.

“Siapa kau sebenarnya Laine?”

Elaine menatap pantulan dirinya dari gelas yang digenggam Lian.

“Kau tidak menjawab pertanyaan ku Yan.” Ucap Elaine mengalihkan kembali topiknya.

Killian tertunduk dalam senyum miringnya. Wanita itu masih enggan terbuka padanya.

“Heh?! Apa kau takut dengan ku?”

Elaine tak menjawab lagi pertanyaan Lian. Ya, ia takut akan hal itu. Meski kakaknya seorang interpol, meski Glenn terlahir dari keluarga Mafia. Tak pernah sekalipun dia melihat darah mengalir akibat pembunuhan di depan mata, kecuali dimeja operasi.

“Kaelen dan Lucas yang melakukannya untuk ku. Atas perintah ku.” Jawab tenang Lian kembali menenggak wine nya.

“Kau minum terlalu banyak.” El bergegas turun dari sofa besar itu dan meraih botol serta gelas wine yang ada di meja itu.

SRRKKK

El tanpa sengaja menumpahkan wine itu ketubuhnya termasuk tubuh Lian.

“Apa sudah pertanyaan untuk ku?” Tanya Lian mendekap wanita itu.

Elaine terdiam, aroma wine pekat tercium dari pakaian mereka. Begitu lengket.

“Pertanyaan ku tadi belum kau jawab Laine.”

“Apa Glenn kakak mu?” Tanya Lian kembali setelah keheningan tanpa jawaban mewarnai ruangan itu.

“Sama seperti mu.” Jawab El kemudian, “Bedanya orang tua ku mengasuhnya saat usia ku 5 tahun dan dia 8 tahun.” Ingatkan El saat Lian justru bertemu dengan Araya saat usia mereka sudah dewasa.

“Itu bukan suatu perbedaan Laine. Kenyataan yang sama adalah dia menyukaimu. Apa kau tahu itu?”

Elaine terdiam. Lian selama berada di luar negeri kemarin mendapat pengiriman berkas photo dan video mengenai keseharian Elaine, wanita itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan Glenn. Pengirim anonim yang nyatanya itu dari paparazi sewaan Mathew.

“Tapi tetap saja dia kakak ku. Kami tumbuh bersama sejak kecil Yan.” Sahut Elaine, “Lagipula…” Elaine mengecup pelipis pria itu yang terkena cipratan wine tumpah tadi, “Aku menyukaimu. Sangat, sangat, sangat menyukaimu. Hingga tidak ada tempat lain yang kosong di…”

Lian tak sanggup dengan godaan wanita itu. Ia mencium bibir Elaine. Terasa manis wine yang pekat.

Elaine membalasnya. Menghisap lidah Lian yang masuk ke rongga mulutnya. Ciuman El yang lembut justru membuat Lian membalasnya secara brutal.

“Aku rindu padamu Laine.” Ucapnya di bibir wanita itu.

“Jangan lagi larang aku untuk menemuimu.” Pintanya.

Elaine tak menjawab, kedua bola matanya hanyut dalam permainan Lian. Terlebih wanita itu dibawah pengaruh alkohol yang ia minum bersama Lian sejak tadi.

Lian tak akan berhenti. Setiap inci tubuh wanita itu tak lepas dari jamahannya, kiss mark menandai seluruh bagian tubuh atas dan tengkuk lehernya.

“Yan…” Suaranya terdengar berat dan pelan. Tanpa disadari tangan kecilnya membuka kemeja pria itu. Satu per satu kancing di pakaian Lian mulai terbuka, menunjukkan dada bidang dan tubuh atletisnya.

“Kau yang memulai.” Suara berat Lian terdengar di telinga wanita itu, bahkan telinga dan leher Elaine tidak luput dari sapuan lidah Killian.

Tangan besar itu mulai membuka seluruh pakaian wanita itu dan hanya meninggalkan pakaian dalamnya saja.

Elaine tidak menolak kali itu. Semua ia serahkan pada Killian. Tangan itu mulai menjamah lembut dari ujung kaki hingga ke ujung rambut, membuat desahan yang ia sukai. Ia menyukai saat Elaine menyebut namanya, “Yan…” dengan nafas berat nyaris tak terdengar.

1
Nia
Thor jgn dikit amat updatenya. Keburu lupa
irala
💪💪💪
Lisa Agustina
ahh suka syekali sama novel inii jangan lupa update terus ya thorrr
irala
lanjuuuut kkk💪💪🌹
irala
lanjuut kk💪💪💪
irala
suka karakter killian..😘
irala
lian melakukan itu utk melindungimu laine..dia sangat mencintaimu..

smangaaat kk author..novel mu alur ny menegangkan...akuu sukaaa🥰
Nia
😍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!